Ilham Maulana merupakan mahasiswa ekonomi yang tinggal disebuah rumah susun. Ia tumbuh sebagai anak indigo, karena kebutuhan ekonomi yang menghimpitnya, ia pun menggunakan kelebihannya itu untuk bekerja sebagai pengusir hantu.
Cerita Ilham semakin seru ketika Ilham bertemu dengan sesosok hantu cantik yang gentayangan. Pertemuan Ilham dan si hantu cantik membuat babak baru dalam kehidupan keduanya. Si hantu cantik bekerjasama dengan Ilham sembari berusaha mencari akal supaya arwahnya berhenti gentayangan.
Hingga lama-kelamaan keduanya saling jatuh cinta. Bagaimanakah kelanjutan kisah cinta pasangan beda dimensi ini, akankah berakhir bahagia ataukah malah sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Liburan Bersama Part I
👻
👻
👻
👻
👻
Selama mengikuti pelajaran, Ilham baru ingat kalau dari tadi dia mengacuhkan Bunga dan tidak memperdulikan Bunga.
"Aduh, Bunga pasti ngambek lagi dia," batin Ilham.
Ilham terlihat gelisah, hingga Sinta yang duduj di samping Ilham merasa aneh dengan sikap Ilham.
"Kamu kenapa Am?" bisik Sinta.
"Ah, tidak apa-apa."
Setelah mata kuliah selesai, Ilham langsung berlari keluar mencari Bunga. Ilham tampak celingukan mencari keberadaan Bunga, hingga matanya menangkap sesosok hantu cantik itu sedang duduk sendirian di taman dengan memainkan kedua kakinya.
Ilham melihat teman-temannya sedang bermain sepak bola dan salah satu temannya itu menendang bola mengarah ke arah Bunga, tapi Ilham dengan sigap langsung berlari dan menangkap bola itu.
Tentu saja Bunga sangat terkejut dan membuatnya merasa sangat malu.
"Ngapain hantu duduk sendirian disini? nanti kesambet loh," goda Ilham.
"Mana ada hantu kesambet."
"Daritadi kamu kemana saja? tumben ga ngikutin aku?" tanya Ilham.
"Memangnya kenapa? jangan-jangan kamu merasa kesepian ya karena ga ada aku disamping kamu," sindir Bunga.
Pletaakkk...
Ilham menjitak kepala Bunga hingga Bunga meringis.
"Hah..!! mana ada aku kesepian, yang ada aku sangat merasa nyaman karena tidak ada hantu yang menggangguku selama kuliah, kalau bisa besok-besok kaya gini lagi biar aku lebih tenang dan nyaman," ucap Ilham yang langsung pergi meninggalkan Bunga.
Bunga menghela nafasnya dalam-dalam...
"Huh...aku tidak mungkin jatuh cinta kepada manusia menyebalkan seperti Ilham," gerutu Bunga dan langsung berlari menyusul Ilham.
Bunga dan Ilham saat ini sedang duduk dibawah pohon, tempat favorit Ilham selama berada di kampus. Kali ini Ilham tidak membawa bekal tapi dia sempat membeli roti dan air mineral.
"Nih makan rotinya," seru Ilham dengan membaginya kepada Bunga.
Suasana siang itu sangat romantis menurut Bunga, Bunga jadi berangan-angan kalau dia melakukan piknik bersama Ilham terus membawa bekal dan makan bersama pasti sangat menyenangkan.
"Ngapain kamu senyum-senyum sendiri? kaya orang gila," ledek Ilham.
"Am, kita piknik yuk!!" ajak Bunga.
"Hah piknik? ga salah ngajak piknik?"
"Ayolah Am," rengek Bunga.
"Hai sebentar lagi aku ujian dan kamu juga harus belajar, bukannya kamu meninggal pas mau mengikuti ujian? kali aja setelah kamu ikut ujian kamu bisa pergi dengan tenang dan ga gentayangan lagi."
"Justru itu, sebelum kita belajar kita harus meluangkan waktu dulu untuk bersenang-senang supaya otak kita kembali fresh lagi."
"Tidak ada liburan-liburan, pokoknya kamu harus giat belajar."
Tiba-tiba ada kelopak bunga yang jatuh dan menyelip di rambut Bunga, dengan lembut Ilham mengambilnya dan sontak itu membuat wajah Bunga memerah.
"Wajah kamu kenapa, kok jadi merah kaya gitu?" tanya Ilham.
Bunga bangkit dari duduknya dan langsung pergi menghilang tanpa mengatakan apapun. Jantung Bunga berdegub dengan kencangnya, dia tidak memahami apa yang membuatnya seperti itu.
Kebetulan Zeezee muncul dan langsung menghampiri Bunga.
"Kamu kenapa?" tanya Zeezee.
Kemudian Bunga pun menceritakan apa yang dia rasakan kepada Zeezee.
"Itu tandanya, kamu jatuh cinta sama Ilham."
"Ah masa iya, mana mungkin aku jatuh cinta kepada manusia yang menyebalkan seperti Ilham."
"Lantas kenapa jantung kamu berdegup kencang kalau bukan karena jatuh cinta? wah, jangan-jangan jantung kamu bermasalah, apa kamu punya penyakit jantung," celetuk Zeezee.
***
Sementara itu dilain tempat...
Joko dan Kiwil sedang duduk selonjoran sambil melihat-lihat lalu lalang para Mahasiswa yang melakukan kegiatan masing-masing.
"Jok, tuh mereka kayanya mau liburan deh seru kali ya kalau kita juga pergi liburan."
"Ah, aku punya ide bagaimana kalau kita bertamasya merayakan Ilham gabung dengan club kita," seru Joko.
"Ide bagus Jok, tapi aku ga yakin si Ilham mau ikut soalnya tuh orang susahnya minta ampun kalau diajak-ajak kaya gitu," sahut Kiwil.
Joko dan Kiwil sama-sama berpikir keras mencari cara supaya Ilham mau ikut bertamasya dengan mereka.
"Hai Joko, Kiwil, aku duluan ya," seru Sinta.
Joko dan Kiwil melambaikan tangan ke arah Sinta, hingga beberapa saat kemudian Joko dan Kiwil saling pandang satu sama lain.
"Sinta..." sahut keduanya bersamaan.
Joko dan Kiwil segera berlari menyusul Sinta.
"Sinta tunggu..." teriak Joko.
"Ada apa, kok kalian lari-lari kaya gitu?" tanya Sinta.
"Sin, kita mau pergu bertamasya kamu mau ikut ga? soalnya Ilham ga mau ikut jadi kalau dia tahu kamu ikut, pasti Ilham juga bakalan ikut," seru Kiwil.
"Wah, liburan ya."
Joko dan Kiwil mengangguk dengan semangat...
"Hmmm...boleh deh, aku ikut."
"Yess..terima kasih ya Sin."
"Sama-sama, kalau begitu aku pergi duluan ya."
Sinta pun pergi pulang menggunakan taxi online, sedangkan Joko dan Kiwil langsung mencari Ilham.
Disaat Ilham sedang berjalan, dengan cepat Joko dan Kiwil menariknya untuk duduk dikursi taman itu. Bunga pun sudah muncul kembalu di samping Ilham.
"Haish..kalian apa-apaan sih narik-narik aku kaya gini," ketus Ilham.
"Am, untuk merayakan kamu mau bergabung dengan club kita, kita akan mengadakan tamasya ke villanya milik Nenek Joko di Puncak, bagaimana kamu ikut ya," seru Kiwil.
Bunga yang mendengar kata tamasya langsung senang dan antusias memohon agar Ilham menyetujui ajakkan Joko dan Kiwil. Tapi seperti biasa Ilham langsung menolaknya tanpa mendengarkan perkataan Bunga.
"Tidak, aku harus belajar sebentar lagi ujian akhir," tolak Ilham yang langsung membuat ketiganya murung.
Ilham pun bangkit dari duduknya dan hendak melangkahkan kakinya meninggalkan Joko dan Kiwil. Begitu pun dengan Bunga yang langsung mengikuti langkah Ilham dengan menundukkan kepalanya.
"Am, Sinta juga ikut loh," teriak Joko.
Seketika Ilham menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya.
"Apa?"
"Sinta juga ikut kita tamasya," sahut Joko.
Ilham tampak berpikir dan Bunga melihat tampang Ilham yang sedang berpikir itu.
"Okelah, aku ikut," sahut Ilham.
"Yesss..."
Joko dan Kiwil bertos ria...
"Oke, kalau begitu besok pagi-pagi kita jemput kamu dan Sinta."
Ilham pun langsung melanjutkan langkahnya dengan senyum-senyum sendiri, membuat Bunga kesal.
"Disaat aku mati-matian ngajak dia liburan, dia ga mau tapi giliran nama wanita itu disebut, dia langsung semangat, dasar menyebalkan," gerutu Bunga.
Sesampainya di rumah, situasi berubah Bunga malah membujuk Ilham untuk tidak ikut bertamasya.
"Am, kamu ga usah ikut saja katanya kita harus belajar ya sudah kita belajar saja," bujuk Bunga.
"Kamu itu kenapa sih? tadi saja merengek pengen liburan tapi setelah aku setuju kamu malah ga mau, dasar hantu plin-plan."
Bunga kembali cemberut dan langsung menghilang meninggalkan Ilham.
👻
👻
👻
👻
👻
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU