NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Nisa

Kisah Cinta Nisa

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Contest / Badboy / Tamat
Popularitas:598k
Nilai: 5
Nama Author: Elis Kurniasih

Tinggal di kota besar yang padat penduduk, membuat kelima orang anak manusia ini menjalin persahabatan sejak kecil, walau keadaan status sosial dan suku berbeda, tapi mereka tetap bersama.

Kelucuan, kepolosan, dan kebahagiaan persahabatan mereka mulai memudar seiring usia yang beranjak remaja. Benih benih cinta muncul di antara persahabatn mereka.

Perbedaan di mulai, ketika mereka duduk di bangku SMA.

Bagaimana akhir persahabatan kelima anak manusia ini? Bagaimana kisah cinta mereka? akankah cita-cita kecil mereka menjadi kenyataan?

baca sampai end ya guys
Terima kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elis Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Angga manja

“Assalmualikum, Ummi.” Sapa Angga pada ibunya Nisa.

“Waalaikumusalam.” Jawab Ummi.

“Hai, Kak Dhira, cepet sembuh ya.” Senyum Angga pada Dira.

“Hai juga. Apa kabar Lo , Ga?” Tanya Dhira basa-basi.

“Baik, Kak.”

“Mama papa kamu juga apa kabar, Ga?” Sekarang giliran Ummi yang bertanya.

“Alhamdulillah baik juga, Ummi.” Jawab Angga dengan senyum.

Angga memang orang yang tak asing di keluarga kami. Hanya pada Angga, ayahku tak menaruh curiga apapun. Padahal jika ada teman pria yang datang ke rumah atau mengantarku pulang, ayah akan membulatkan matanya lebar-lebar, sambil menyedekapkan kedua tangannya di dada, seolah aku mangsa yang akan di telannya hidup-hidup.

“Mama kamu sudah lama tidak ikut pengajian, kenapa Ga?" Tanya Ummi lagi.

“Tidak sedang sakit kan?”

“Tidak, Ummi. Minggu kemarin mama papa menjenguk Levin di pesantren, sekalian nginep di rumah aki di bandung, karena keponakan mama di Bandung menikah.”

“Oh begitu.” Ucap Ummi.

Angga dua bersaudara, keduanya anak laki-laki. Adik Angga yang bernama Levin Sanjaya, satu tahun di bawahku. Sejak lulus Sekolah Dasar, Levin lebih memilih boarding school dengan basic agama yang kental hingga kini. Memang antara Levin dan Angga sangat berbeda, karakter mereka bertolak belakang. Levin lebih pendiam dan tak banyak teman, pintar, perhatian kepada keluarga, juga sangat agamis. Berbeda dengan Angga yang banyak teman, gaul, dan cuek, untuk sholat pun masih harus di suruh baru bergerak.

Lama kami berbincang, Angga juga membelikan beberapa buah-buahan untuk Kak Dhira.

“Ummi, Nisa pulang dulu ya?” kataku.

“Bareng sama Angga lagi kan?” Tanya Ummi.

“Ya, iyalah, Mi. Ngga mungkin Nisa pulang sendirian.” Sahut Dhira.

“Iya, Ummi. Nanti Angga antar Nisa sampai depan rumah.” Jawab Angga, sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman pada Ummi.

“Baiklah, terima kasih ya, Nak.”

“Makasih, Ga.” Ucap Dhira, setelah aku dan Angga sudah sampai di ujung pintu ruangan itu.

Langkah angga terhenti setelah terdapat telepon umum di sana.

“Ngapain?” Tanyaku.

“Telepon Lena, supaya dateng ke rumah lo. Kasian kan lo di rumah sendirian.”

Nisa mengangguk.

****

Angga memarkirkan motornya persis di depan rumahku. Aku segera turun dari motornya dan menghampiri pintu, mencoba membuka dari kunci yang aku pegang.

Ceklek.

Aku membuka pintu dan masuk, Angga pun mengikutiku dari belakang. Ia langsung menghempaskan tubuhnya ke sofa. Memang cuaca hari ini sanagt terik, membuat tenggorokan terasa kering.

“Bentar, aku buatin minuman dingin ya.”

Angga mengangguk.

Tiba-tiba Angga menghampiriku ke dapur. Ia melingkarkan kedua tangannya di perutku dengan kepala yang menempel di bahuku.

“Ga, apa-apaan sih?” Aku menggoyangkan bahuku agar tak di jadikan sanggahan kepala Angga.

“Sebentar, Nis. Gue capek.” Ucap lirih Angga.

Ia memejamkan matanya sejenak, sambil tetap menempelkan wajahnya di bahuku.

“Ga.”

“Sebentar lagi.”

“Aku udah selesai bikin minum nih. Di minum dulu terus istirahat di sofa.” Pinta ku lagi sambil berdiri mematung, membiarkan tubuhku di peluk oleh Angga.

Memang terlihat ada yang aneh pada Angga. Oleh karenanya, aku membiarkan apa yang ia lakukan padaku saat ini.

“Udah?” Tanya ku yang terdengar suara dari arah depan, dengan posisi yang sama.

Angga melepaskan pelukannya, lalu berdiri di sampingku, dan mengambil gelas yang ada di depanku.

Glek..Glek.. Glek..

Angga menaruh lagi gelas kosong di meja dapur yang berada persis di hadapanku.

“Kamu capek, apa haus?” tanyaku meledek.

“Dua-duanya.”

“Maaf ya, hari ini buat kamu capek anter jemput aku ke sana ke mari.” Ucapku lirih.

“Bukan capek karena anter kamu. Tapi memang capek karena banyak hal.”

“Pelajaran?’ Tanyaku lagi, karena memang saat ini Angga tengah berada di kelas ujung, dan sebentar lagi akan menghadapi ujian akhir untuk memasuki jenjang perguruan tinggi.

“Semua.” Jawab Angga, lalu kembai berjalan ke ruang tamu.

Aku membuatkan lagi minuman dingin, dan membawanya ke ruang tamu. Aku juga mengambil beberapa makanan ringan di warung untuk di suguhkan pada Angga.

“Kok duduk di bawah?” tanya Angga yang melihatku lebih memilih dduk di atas permadani berwarna merah dengan corak bunga-bunga.

“Enakan duduk di bawah bisa selonjoran.” Jawabku asal.

Kemudian Angga mengikuti, ia pun duduk di bawah.

“Terima kasih untuk tadi.” Ucap Angga sambil mekan chiki.

“Terima kasih untuk apa?’ Tanyaku bingung.

“Untuk pelukan tadi.”

“Oh. Iya sama-sama. Aku juga terima kasih karena kamu selalu mengantarkan aku kemanapun.”

“Sudah kewajibanku kalau itu, tidak perlu berterima kasih.”

“Kewajiban?” Tanyaku lagi bingung.

Namun sebelum Angga menajwab, Lena datang.

“Assalamualaikum.”

“Walaikumsalam.” Jawabku berbaregan dengan Angga.

Lena langsung duduk di tengah-tengah kami.

“Ngga sopan lu, dateng-dateng maen nyelonong aja.” Kaat angga ketus.

“Lah, kan gue udah ucap salam.” Jawab Lena santai sambil langsung memungut kacang kulit di piring yang aku suguhkan untuk Angga.

“Lagian ya, lo berdua ngga boleh berduaan di dalam ruangan sepi, nanti yang ketiga itu setan.” Ucap Lena lagi.

“Iya, lo setannya.” Jawab Angga.

“Lah kok gue.” Lena memukul lengan Angga.

“Ya., kan Lo orang ketiga di antara gue dan Nisa.” Jawab santai Angga yang semakin menguatkan Lena untuk terus memukul Angga dengan kencang.

“Aw.. sakit Len, gue bisa muntah darah nih.” Ucap Angga meringis, sambil memegang dadanya.

“Lebay.” Cibir Lena ke arah Angga.

“Udah sih, Len. Kesian Angga.” Kataku.

“Halah lu mah, Nis. Malah ngebelain si ceking.” Rengek Lena, membuat aku dan Angga tertawa.

1
Ulum
baru baca,tapi andingnya bikin taku
Ulum
kangeeeeen
Azalea New
cerita baguss, apalagi pas angga meninggal. sama kokom bikin sedih.. /Sob/
Indah Martin
Luar biasa
Lela
ceritanka elis udah aku baca semuahbdan terahir kisah cinta nisa,,,,rada nyesek sih karna nisa ga ternyata ga berjodoh sama angga
Ami
bagus ceritanya sangt mendidik
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
memang kisahnya pendek. tapi dampaknya ke jiwa bener2 dah.. bagus ini kisahnya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Terima kasih kak Elis
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
jadi kepikiran anak kokom sama siapa ya? suaminya jahat
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
bisa ketemu lagi gak ya?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
nyesek banget.
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ujian hidup harus dihadapi angga. jangan lari
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kasihan mama angga
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kalau jodoh pasti bersama
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
nisa memang cantik, rangga
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
angga cukup dewasa dengan merahasiakan pernikahan kedua ayahnya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
maniiis.... 🙈🙈🙈🤩🤩🤩🤩😘😘😘😘😘
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
masa depannya adalah nisa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!