Ini karya pertamaku.aku harap banyak reader yg menyukainya.
**
Rania seorang gadis mahasiswi pintar mempunyai jiwa yang gigih untuk memperjuangkan impiannya.
Dia bertemu dengan Aksara pengusaha muda kaya raya dan akhirnya menikah tanpa ia ada cinta di hati Rania.Karena Rania menikah agar tanah peninggalan ayahnya kembali ke tangannya.Dan menikah sebagai syaratnya.
Rania selalu berfikir bahwa pernikahan ini hanya sementara.
Namun tak menyangka Aksara diam diam tertarik dari sebelum ia menikah.Lain dengan Rania yang membutuhkan waktu untuk membuka hatinya untuk Aksara.
Rania yang awalnya ingin menyembunyikan pernikahannya,karena dirinya masih kuliah dan jarak usianya dengan Aksara cukup jauh.Dan Aksara sudah memiliki seorang anak tampan dari pernikahannya terdahulu.
Tapi Aksara slalu ingin menunjukan kebahagiaan pernikahannya dengan Rania.Mereka berbeda tujuan namun bisakah tetap sejalan?Banyak peristiwa lucu yang mereka alami.Menyebalkan namun membahagiakan.
Update setiap Rabu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beta Fitriana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kakak Kinan
hari sabtu dimana Rania bekerja sebagai tour guide di pantai dan villa yang dikelola oleh Hartayasa Group,,
"dimana Mondy ya,apa dia sedang bersama touristnya disni atau sedang keluar area aku lama tidak bertemu dengannya "
Rania mengedarkan pandangan disekitarnya namun tak juga menemukannya,,
Rania meraih ponselnya dan mengirimkan pesan singkat kepada Mondy
"hay bro,,dimana kau?"Rania
Mondy: "hay juga sister aku lagi diluar area mengantar touristku,ada yang bisa dibantu?😃😃"
Rania: "Ahh tidak,,aku sudah lama tidak bertemu denganmu,yasudah kembalilah bekerja"
mondy: "siap sister boss,,,see u next time"
Rania duduk di dekat kantin,sambil menunggu perintah dari manager saat tourist baru datang yang akan menginap di villa ini,sebenernya lebih pantas disebut hotel bintang lima karna sangat megah dan menghadap kepantai,
Rania asik dengan ponselnya,,
**
Aksara juga berada di kantornya yg ada di hotel pantai
tentu saja Dia juga mengajak Kenan karna belum ada pengasuh,Aksara tidak percaya jika Kenan ditinggal dengan pelayan rumah yang tidak terbiasa mengasuh anak anak,,
"Tuan,hari ini Nona Sharma kembali ke Indonesia apakah Tuan akan menemuinya"
tanya Sen
"tidak usah nanti juga dia bakal menemuiku,lihat saja Sen"
kedua tangannya mengepal dan dengan nada kesal karna mengingat keseriusannya dipermainkan,,
Tuan Aksara sebenarnya ingin menghancurkan karirnya lewat filmya tapi Aksara masih peduli dengan crew yang sedang terlibat disana jika film ini dikacaukan,orang bawah seperti crew crew nya bakal kena imbasnya,,
Aksara mengedarkan pandangannya kepemandangan pantai biru didepan hotelnya itu dari dalam ruangan yg memiliki jendela sangan besar sehingga siapapun yang berada di dalam ruangan tersebut dengan leluasa bisa memandang pantai lepas,,
"Ayahh,,kenan mau ke pantai,ayo ayah,,kita main"
Kenan menarik narik tangan ayahnya
pandangan Aksara menunduk ke arah putranya dan jongkok menyamai tinggi anaknya,
"Ya,tentu saja ayah akan temani mu bermain,"
senyum Aksara kembali tesirat diwajah tampannya itu,sambil meraih tubuh putranya dan menggendongnya keluar ruangan menuju Pantai,,
sesekali Aksara menciumi pipi putranya yanga menggemaskan,
ya Aksara ada Duren alias Duda Keren,meskipun sudah memiliki putra namun diluar sana wanita yang tergila gila sudah tak terhitung namun Aksara tidak menggubris,Tidak mudah tergoda..
memang beberapa waktu lalu dia jatuh hati dengan Sharma kekasihnya.
Namun karna kejadia skandal Sharma dengan sutradaranya,begitu saja Aksara tidak bisa mengampuninya,mungkin masih ada sisa rasa cintanya namun sudah dipastikan Aksara tidak melanjutkannya lagi hubungannya,,
Aksara tidak mau dikhianati,,
sesampai dipantai Kenan bermain pasir dipantai dengan membawa beberapa mainannya beruoa mobil mobilan,,
Aksara melihat Kenan begitu menyukai permainan yang langsung dekat alam,mungkin karna turun temurun seleranya dengan ayahnya
"Kenan,,sini nak"
Aksara memanggil Kenan ingin mengajak berinteraksi dan menanyakan beberapa hal tentang yang kenan lakukan,
Kenan anak yang sangat cerdas dibanding anak seumurannya,,
"Ya ayah,,"
Kenan berlari kecil menuju ayahnya
"putra kesyangan ayah,apa kau sesuka ini bermain di pantai?"
"yaa Kenan suka disini banyak pasir dan air,kenan bisa membuat gunung pasir di tepi pantai"
sahut Kenan dengan lantang dan terlihat lucu dan menggemaskan karn expresinya yang natural,,
tak sengaja Kenan melihat Rania yang sedang duduk terlihat sedang menunggu sesuatu
"Kakak Kinan,,"
seru Kenan dengan riangnya
"kau memanggil siapa nak?kakak kinan?siapa dia"
tanya aksara heran dan ikut menoleh kearah dimana pandangan kenan
Namun Rania tidak menyadari bahwa kenan melihatnya karena asik dengan ponselnya
"ayah itu temanku kakak kinan dia ada disini juga yah,yeeaayyy"
kenan melompat lompat kegirangan
Aksara menatap ke arah sen
Sen paham maksd tuannya meminta penjelasan latar belakang gadis itu,karna Sen yakin Tuan Aksara akan menanyakan itu karna putranya sangat menyukai kehadiran gadis itu
"menurut saya dia gadis baik Tuan,hanya saja sedikit pemberani,menurut informasi latar belakang yang saya temukan tidak ada kenurukn yang serius tentangnya,hanya saja,,"
perkataan Sen terhenti karna merasa tidak enak mengatakannya
"Hanya apa Sen?"
tanya Aksara
"maaf Penampilannya Tuan,tuan bisa liat sendiri"
ujar Sen,agak kikuk menjelaskannya
Kenan merengek dan menunjuk ke arah Rania terus
"kakak kinan kakak kinan ayah kak kinan,panggilkan kakak kinan bermain denganku ayah"
rengek Kenan
"tidak mungkin Kenan merengek ingin bermain dengan gadis itu kecuali kenan merasa nyaman dan menyenangkan"
gumam Aksara dalam hati karna Kenan cukup memperhatikan cara bergaul anaknya dan dengan siapa dia bergaul,Aksara membiasakannya dari kecil
Aksara melihat ke arah Sen dan mengangguk tanda Aksara setuju gadis itu dipanggil untuk bermain dengan Kenan
Sen bergegas menemui gadia itu yang berada agak jauh darinya berdiri
"Nona,,apa yang kau lakukan disini"
tanya sen mengejutka Rania yang tengah bermain dengan ponselnya
"hey Tuan apa tidak bisa kalau tidak mengagetkan,ada apa tuan kesini?aku sedang menunggu tourist yang akan datang hari ini tapi belum datang juga,mungkin pesawatnya delay"
Rania menjelaskan,Rania merasa tidak nyaman dengan tatapan Sen yang sangat tajam
"Tuan Aksa memanggilmu"
"saya?untuk apa?"
sambil menunjukan jari telunjuknya ke mukanya,
"sudah tidak usah banyak bicara,ikuti saja perintahnya,dia ada disana"
sambil menunjuk sesuatu tempat
raut wajah Rania kembali semringah setelah melihat Kenan juga disitu
"Baiklah,,"
sahut Rania agak kesal karna teringat waktu kejadian di mall itu kena marah karna terlalu dekat dengan kenan
"apa yang akan mereka lakukan padaku,apa aku akan dimarahi lagi,aneh sekali kemarin melarangku sekarang menyuruhku mendekat,menyebalkan"
gerutu Rania pelan,
namun terdengar oleh Sen
"jaga bicaramu Nona,aku mendengarnya"
bentak Sen yang berjalan di deoan Rania
"ups"Rania terkejut menutup mulutnya dengan tangannya sendiri
"waow,,apa dia memiliki kemapuan mendengar 1000x lebih peka,aku kam berbicara sangat pelan tadi,tapi dia bis mendengarnya"
gumam raina dalam hati