Lima tahun aku menikah dengan mas pramudia dan di karuniai anak satu laki laki yang sekarang berusia empat tahun, mas Pram adalah kakak angkatku lulusan teknik sipil, aku rela menjadi ibu rumah tangga setelah lulus kuliah demi menemani beliau mulai dari nol, aku meminta teman ku yang anak pengusaha untuk investasi ke perusahaan suamiku sehingga perusahaan properti mas Pram maju dan berkembang tapi setelah pamit kerja keluar kota, tiba tiba dia bawa madu untukku, kemudian dia pura pura bangkrut untuk mengurangi jatah nafkah ku dan tidak dapat harta gono gini bila menuntut cerai, dikira aku sangat mencintai dan bertahan, Karena aku tidak berpenghasilan, mereka meremehkan aku. ku bikin bangkrut beneran biar tahu rasa, laki laki seperti itu yang tidak tahu terima kasih yuk ikuti ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab11 Mas Pram mengaku bangkrut.
Setelah Zidan masuk ke kelas, aku segara keluar dan melajukan sepeda motorku ke laboratorium, sampai sana aku di arahkan konsultasi ke dokter yang praktek di situ, aku pun konsultasi dan akhirnya aku test darah di situ.
Darah dan urine ku di ambil untuk di periksa, selesai aku pun kembali ke sekolah Zidan, kerena hasilnya baru bisa di baca besok, seperti biasa aku ke kafe dan membuat desain sambil pesan kopi.
Jam sebelas Zidan pulang, dia di antar pak penjaga sekolah menemui aku di kafe.
" Bun ayo kita ke mall Zidan ingin main di play ground" ajak dia
" Jangan main melulu, kan uang kita tinggal sedikit sayang" kata ku
" Bunda kerja saja di rumah Oma, biar banyak duwit, kan duwit ayah buat bibi Dewi " kata Zidan
" Iya sayang nanti bunda kerja, biar dapat duwit, jangan bilang ayah, takutnya duwitnya di minta ayah kayak jajanan mu di makan ayah" kata ku memprovokasi.
" Iya bunda, Zidan nggak akan bilang ayah kalau nanti bunda banyak duwit Zidan boleh beli mobil remote yang besar" kata dia santai
Karena aku ingin tidur siang, jadi aku putuskan pulang saja ke rumah, sebelum pulang, aku beli nasi putih satu bungkus, dan sate ayam dua puluh tusuk di bungkus sendiri, sesuai permintaan Zidan, nanti bisa di makan berdua sama Zidan.
Sampai rumah mas Pram sama Dewi lagi di dapur, sepertinya mas Pram masak sendiri dan di bantu Dewi.
Aku masuk kamar dulu,meletakkan tasku dan ku masukan ke almari kemudian aku ganti baju, aku kembali ke dapur ambil piring kemudian, nasi aku letakkan di piring dan ku ambil satenya sepuluh tusuk, sisanya ku taruh di meja makan, kemudian aku suapi Zidan, dia makan sambil menonton siaran kartun di tv.
" Enak Bun, tambah dong satenya," kata Zidan ,aku mengambil sate lagi, lho berkurang, ku lihat Dewi makan sate sambil duduk di kursi yang ada di dapur, ku ambil saja semua, ku bawa ke ruang tengah tempat Zidan makan dan aku makan sekalian sampai habis biar nggak di curi Dewi, dasar pencuri.
" Zidan, ayah minta satenya dong" kata mas pram
" Habis yah, sudah Zidan dan bunda makan" jawab Zidan.
" Kalian pelit makan sate, ayah nggak di kasih" kata mas Pram
" Maaf mas, aku tadi beli dua puluh tusuk, tapi hilang lima tusuk, jadi kami kurang" jawabku ketus.
" Di makan Dewi tadi dia pingin makanan, yang kalian makan" jawab mas Arya.
" Kenapa sih yah, bibi Dewi selalu mencuri makanan Zidan, padahal sudah ayah kasih uang lebih" kata Zidan, anak sekecil itu sudah bilang seperti itu.
" Kata bu guru, kalau kita ambil punya orang tanpa ijin, namanya mencuri, kalau ingin ya minta, kalau nggak di kasih nggak boleh memaksa" jelas Zidan.
" Tuh anak kecil saja ngerti, yang besar dan tua, nggak ngerti" kata ku sarkas.
" Maaf dek, mas tadi nggak tahu tiba tiba Dewi makan sate ternyata mengambil satenya Zidan" kata mas Pram.
" Ayo makan, mas sudah masak buat kalian" kata mas Pram mengalihkan pembicaraan
" Emang Ayah bisa masak, goreng telur tadi di kasih gula" kata Zidan
" Aku sudah kenyang makan satu bungkus, sama Zidan sekarang aku mau istirahat" jawabku
Mas Pram sama Dewi makan berdua " Terima kasih mas, sudah masak buat aku, sup nya enak kok" kata Dewi sok baik.
" Terima kasih kamu istri yang pengertian, dan pandai bersyukur di masakan sederhana mau makan" kata mas Pram kepada Dewi.
" Rayuan gombal dan pret pada waktunya, aku akan se adil adilnya buat kalian, kalau tidak adil akan berjalan miring nanti di akhirat, rasain nanti berjalan miring " kata ku menyindir sambil lewat, kemudian aku masuk kamar terus aku kunci pintu kamarku, Zidan main di ruang tengah, katanya mau tidur siang di kamar nya.
Aku buka tabletku, ada pesan masuk di Email ku, tenyata pesan dari Miss Valen isinya tanggungan hutang mas Pram, teryata dia memakai uang perusahan dan nanti saham ku di suruh jual dan perusahaan akan di akuisisi oleh yang beli sahamku yang atas nama Miss Valen, tapi aku harus sabar karena masih mencari pembeli saham nya.
Ku tutup tablet ku dan aku segera tidur siang, karena ngantuk banget, aku bangun ada yang mengetuk pintu kamarku, ku buka ternyata mas Pram dan dia memaksa masuk, kamar dan memaksa memeluk ku,
" Dek maafkan mas, sekarang mas lagi bangkrut, mas sekarang di periksa bagaian keuangan jadi sementara mas nggak kerja, rumah dan mobil di sita oleh perusahan semua habis, besok kamu siap siap, lusa kita pindah ke kos," kata mas pram
" Dia lagi menjalankan akting nya, yang sangat menyakinkan, kalau aku nggak mendengarkan rekaman itu pasti aku percaya dengan akting nya mas Pram.
" ya iyalah mas, wong uangmu buat beli gundik,sebanyak apapun uangmu pasti habislah, lagian senang banget jajan apem sampai hamil" Kata ku dengan ketus
" Dek maaf kan mas, kamu yang menemani mas, mulai dari nol sekarang mas malah menusuk mu biarkan mas menebus dosa mas" kata dia menyakinkan
" Menebus dengan cara apa mas, ibarat gelas yang sudah pecah apa bisa di perbaiki, itulah hatiku, mau memperbaiki model gimana pun juga nggak bisa" kata ku
" jangan menuntut cerai ya, mas janji mas akan berusaha bangkit lagi dan mas akan bekerja keras, untuk kalian, katakan apa yang harus mas lakukan agar dapat maaf dari mu" kata mas pram.
" Ceraikan aku saja mas, kita pisah baik baik dan kita bagi harta yang kita peroleh seperti saham, rumah dan mobil ini di bagi dua" kata ku memancing.
" Dek rumah dan mobil juga saham ini milik perusahan jadi nggak bisa di bagi kalau kamu menuntut cerai" kata dia mulai serakah.
" Ok kalau gitu aku yang tuntut kamu di pengadilan agama" kata ku
" Dek apapun yang kamu pinta akan mas penuhi, nanti setelah melahirkan Dewi aku cerai dan kita tetap suami istri, apakah mas harus bersujud di hadapan kamu, untuk menebus kesalahan mas" kata dia
" Mau minta apa, mas kan sudah bangkrut, kamu mau ceraikan Dewi itu kan keputusan mu sendiri, dan kamu nggak perlu sujud di hadapanku sujud itu di hadapan Tuhan bukan di hadapan istri" Jawabku tak mau kalah
" Beneran kamu bangkrut mas, terus gimana masa depan ku, juga bayi yang ku kandung" kata Dewi sambil menangis.tiba tiba dia masuk di kamarku.
" Keluar kalian jangan di sini" kata ku mendorong mereka.
" Percayalah kepada Mas, akan kerja keras dan berusaha lagi, nanti kita pastikan bangkit lagi, dengan kalian berdua di sisi mas" kata mas pram meyakinkan kami
" Maaf kan aku mas, aku nggak bisa percaya kamu,karena kamu nggak bisa di percaya, dan sekarang aku hanya percaya pada tuhan," jawabku
" Ok, lusa rumah ini di kosongkan kalian siap siap masukkan baju kalian ke dalam koper jadi kamu besok jangan kemana mana Rin" kata dia
" Kita pindah ke mana?" tanyaku
" Ke kosnya pak RT tiga gang dari sini, kalian akan dapat kamar sendiri, sendiri tapi kecil dan masak di depan kamar masih masing" kata mas Pram.
Aku segera masuk kamar dan membuka koper dan memasukan baju ku nanti habis magrib aku ke rumah pak RT mau melihat kos yang di sewa mas Pram.
Bersambung.
terimakasih sudah update 😀👍
penasaran gmn nasib pram klo udah beneran bangkrut