NovelToon NovelToon
Gadis Barbar Kesayangan Ketos Dingin

Gadis Barbar Kesayangan Ketos Dingin

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Ketos / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Haris Wahyuni

kalau adaa yang salah atau enggk nyambung ceritanyaa maapp yaaaahhh soalnya baru pertama bikin cerita kayak ginii (⁠◠⁠‿⁠◕⁠)


Siapa sangka gadis yang berisik, ceroboh, dan selalu bikin keributan itu justru jadi satu-satunya yang bisa meluluhkan hati ketua osis paling dingin, cuek, dan ditakuti seantero sekolah?


Dari yang saling tak suka, jadi tak bisa terpisahkan. Ini kisah gadis barbar yang mencuri hati ketos dingin yang tak pernah tersenyum pada siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Haris Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KELUARGA, TAWA, DAN KEPUTUSAN BESAR.

Keesokan harinya, Daddy Daffa sama Mommy Amara datang ke rumah gue — bawa buah tangan, senyum ramah, dan suasana yang bikin rumah rame banget. Mama sama Papa gue langsung sambut mereka di teras, ngobrol kayak sahabat lama yang baru ketemu. Abang Daniel berdiri di samping gue, senyum tipis tapi matanya lembut.

"Jadi… semua yang terjadi kemarin, kami sudah tahu," buka Daddy Daffa pelan, natap gue sama Arka bergantian. "Dan kami juga sudah dengar dari banyak orang — soal tulisan di papan, soal omongan-omongan yang nggak benar."

Gue nunduk, tangan meremas ujung baju. "Maaf ya… bikin repot."

"Eh nggak boleh minta maaf!" potong Mommy Amara cepat, lalu senyum lebar banget — gayanya persis kayak Arka kalau senyum tulus. "Justru kami bangga. Kalian berdua saling jaga, saling percaya. Itu yang paling penting."

Mama gue tepuk tangan pelan, matanya berbinar. "Betul! Luna pulang kemarin malam, matanya bengkak tapi senyumnya nggak hilang. Itu tandanya dia percaya sama Arka."

Papa gue tegakin badan, suaranya tegas tapi hangat. "Kami udah lihat, Nak. Arka nggak cuma janji manis. Dia datang, dia jaga, dia hadapi. Dan Luna… dia bikin Arka hidup lagi. Kalian cocok. Saling melengkapi."

Abang Daniel ketawa pelan sambil ngusap kepala gue. "Katanya mau hancurin dinding Arka ya? Ternyata berhasil, sekarang dia ikut ketawa sama kita."

Suasana langsung jadi rame banget. Kita semua duduk melingkar, makan bareng, ngobrol — bukan soal aturan atau kesepakatan, tapi soal kehidupan sehari-hari.

"Arka, lo masih suka dengerin lagu yang itu?" tanya Abang Daniel tiba-tiba.

Arka kaget, lalu senyum malu. "Kok Abang tahu?"

"Dulu gue juga suka! Sering dengerin diam-diam!" jawab Abang ketawa ngakak. 😆

Ternyata mereka punya kesamaan yang nggak pernah dibahas!

Mommy Amara nyenggol lengan Mama gue. "Lihat tuh, sama kayak anak-anak kita dulu — ketawa terus. Kita udah sepakat kan?"

Mama gue natap kami berdua, senyumnya lembut. "Kami semua sepakat — kalau kalian sudah saling yakin, kenapa ditunda? Pernikahan dipercepat. Bukan karena dipaksa, tapi karena kami lihat kalian sudah siap."

Gue melotot. "HAH?! Dipercepat?!" 😱

Arka juga kaget, tapi tangannya langsung genggam tangan gue erat di bawah meja.

"Kami nggak maksa," tambah Daddy Daffa cepat. "Tapi kami juga nggak mau kalian nunggu terlalu lama sementara ada yang terus-menerus ganggu hubungan kalian. Kalau diikat sah, nggak ada yang berani sembarangan ganggu kalian."

Gue natap Arka. Dia natap balik, matanya tenang tapi penuh tanya — lo mau?

Gue tarik napas dalam, lalu senyum. "Gue mau… kalau lo juga mau."

Arka senyum tulus banget, senyum yang cuma buat gue. "Gue mau, Luna. Dari dulu."

Rumah langsung riuh — tepuk tangan, pelukan, tawa. Keluarga gue sama keluarga Arka bukan cuma sepakat soal pernikahan… mereka udah kayak keluarga besar yang selalu ada buat kita.

Malam itu sebelum pulang, Abang Daniel narik Arka ke samping. Gue lihat dari jauh, deg-degan.

"Jaga adek gue baik-baik," kata Abang tegas. "Dia emang berisik, ceroboh, kadang bikin kepala pusing… tapi dia paling tulus. Kalau lo nyakiti dia, gue nggak akan diam."

Arka mengangguk mantap. "Gue janji, Kak. Gue akan jaga Luna seumur hidup gue."

Daniel tersenyum, tepuk bahu Arka pelan. "Gue percaya sama lo." katanya pelan.

Saat pulang, Arka berhenti di depan pintu, natap gue lama.

"Kita beneran mau jalani ini bareng?" tanyanya pelan.

Gue senyum, pegang tangannya erat. "Iya. Bareng. Selamanya."

Dia kecup kening gue lembut. "Terima kasih, Aluna. Lo bikin hidup gue lengkap."

Tapi di balik kebahagiaan itu, gue tahu — Kirana belum selesai. Tatapannya kemarin masih teringat. Tapi kali ini gue nggak takut. Gue punya keluarga, punya teman, punya Arka. Dan kami siap hadapi apa pun bareng-bareng.

 

gue tau cerita gue masih banyak kurang nya, ini akan gue perbaiki dan makasih buat kalian yang selalu dukung gue LOPYUUUUU BUAT SEMUAA😺💜

JANGAN LUPA BUAT VOTE LIKE SUBSCRIBE DAN KOMEN DONG (⁠◠⁠‿⁠◕⁠)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!