" Boleh kah aku bertanya satu pertanyaan?" Nymera Elvaretta Lennox "
" Katakan?" prince Rafael Benitez"wajahnya dingin, tatapan matanya tajam.
" Tolong katakan apa kurang nya aku kak? sampai kakak tak bisa melihatku sebagai seorang wanita" tatapan matanya sendu.
" karena kau hanyalah gadis manja" .
Perlahan,gadis bernama Nymera Elvaretta Lennox itu melangkah mundur, matanya menatap sendu pria di depan nya,pria yang sejak kecil ia kagumi dan ia tau telah di jodohkan dengan nya.
Dengan bibir tersenyum, bukan senyuman indah dan manis, melainkan senyuman menyakitkan, bahkan bibirnya terlihat sedikit bergetar saat dengan lirih ia berkata " Terimakasih telah menyadarkan ku, selamat tinggal, semoga kakak terus bahagia" masih sekuat tenaga ia mengucapkan kalimat perpisahan.
setelah sedikit membungkukkan tubuhnya, sebagai cara menunjukkan penghormatan kepada keluarga kerajaan,gadis cantik yang akrab disapa Mera itu berbalik dan melangkah meninggalkan pria yang masih menatapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisha Langsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
Tok
Tok
Tok
Ketukan pada daun pintu membuyarkan lamunan Meera,gadis cantik itu tak terlalu ceria,meski ia meraih peringkat terbaik,ia murung, karena saat ia kembali ke rumah ternyata kedua orang tuanya telah berangkat ke salah satu negara yang terdapat perusahaan papa nya.
Meera tau kedua orang tuanya pergi memang memiliki alasan yang jelas, perusahaan papanya yang berada di negara itu tengah mengalami masalah dan harus segera di tangani langsung oleh sang papa sebagai pemilik dan pendiri perusahaan,ia memang tak boleh egois,ia juga harus memikirkan ribuan karyawan perusahaan itu yang menggantung hidup keluarga mereka pada perusahaan tersebut.
" Non..."
" Nona...." panggil bik Munah seraya mengetuk pintu kamar sang nona muda.
" Masuk aja bi,ga di kunci" jawab Meera memberikan izin dengan suara sedikit keras.
Cek lek...
Pintu terbuka, menampilkan wajah wanita paruh baya membawa sebuah buket bunga indah,bunga kerisan bercampur mawar berwarna putih bersih.
" Supir pribadi Pangeran mengantarkan bunga ini untuk non Meera" pemberitahuan dari bik Munah.
Meera langsung bangkit dari rebahan nya,ia meraih bunga yang terlihat begitu indah itu dan menciumi nya hingga beberapa kali, wajahnya yang tadi murung kini berubah ceria.
" Makasih ya bi" ucap Meera senang.
" Bi..aku mau di buatkan sandwich" ucap nya riang.
Padahal sejak pulang sekolah tadi bik Munah sudah menawarkan nya berbagai menu makanan,tapi gadis cantik itu menolak nya dengan alasan sedang tidak berselera dan tak ingin makan apapun.
" Bibik minta chef buatkan ya,itu aja? ga mau minum jus juga?" bik Munah mengambil kesempatan untuk membuat nona mudanya makan,wanita paruh baya itu sudah sangat tau,nona mudanya itu sangat sulit makan jika mood nya sedang buruk.
Meera tampak berfikir sejenak" jus strawberry deh bi" putus nya akhirnya.
Dengan cepat bik Munah mengangguk mengiyakan " ok,tunggu sebentar ya, bibik pesankan" ucap bik Munah cepat,dan berjalan keluar dari kamar bernuansa merah muda itu.
Setelah kepergian bik Munah,Meera langsung meraih ponselnya dan membuka aplikasi WhatsApp,ia mencari riwayat percakapan nya dengan seseorang.
📤-" kakak... terimakasih ya bunga nya, Meera suka" tulis nya dan mengirimkan pesan tersebut pada nomor yang ia beri nama my love.
Meera terus memandangi ponsel nya , menunggu balasan, berharap mendapatkan balasan secepatnya,namun sayang sampai hampir sepuluh menit ia tak mendapatkan balasan apapun,tak ingin bosan menunggu,Meera memutuskan mengunggah foto bunga tersebut dan menjadikannya cerita di status WhatsApp dan Instagram miliknya.
Namun perhatian nya teralihkan saat ia melihat seseorang menandainya di postingan orang tersebut, terlihat di sana, Rafael dan kedua sahabatnya,di tambah Camelia dan kedua sahabat gadis itu tengah merayakan pesta kelulusan mereka, terlihat begitu meriah.
" Terimakasih pangeran.... terkadang hati memang tak bisa di bohongi" begitulah kira-kira kata-kata yang tertulis dalam postingan tersebut.
Meera tersenyum miris,' pantas aja kak El ga balas pesan aku,ternyata dia lagi ngerayain kelulusan nya bareng mereka ' batin Meera sendu.
" Ini non pesanannya,buruan di makan, sebelum dingin" bik Munah masuk meletakkan nampan berisi pesanan nona mudanya,wanita paruh baya itu melirik sesaat wajah Meera yang terlihat sendu,namun beliau tak akan bertanya.
" Oh ia non,ini barusan ada kurir yang mengantarkan ini,katanya untuk nona" bik Munah menyerahkan buket bunga mawar berwarna merah,dan sebuah kotak.
" Dari siapa bik?" tanya Meera seraya meraihnya.
" Ga tau non,ga ada namanya" jawab bik Munah,hal itu membuat Meera mengerutkan keningnya merasa heran dan penasaran.
" Bunganya letakkan aja di fas itu bik" ucap Meera meminta pada bik Munah untuk meletakkan bunga segar tersebut di salah satu vas kaca yang terdapat di dalam kamar nya.
Sedangkan dirinya memilih membuka kotak yang terlihat indah di ikat pita berwarna merah.
" Kira-kira apa isinya non?" tanya bik Munah yang terlihat begitu penasaran.
Meera menggeleng" coba kita lihat ya bi,kotaknya lebih seperti kotak perhiasan sih" jawab. Meera seraya membuka ikatan pita pada kotak tersebut.
" wah.. cantik banget non,tusuk rambut sepasang dengan jepitan nya,wah ini pasti yang ngirim orang yang suka perhatiin penampilan non Meera,makanya tau kalau non sering menggunakan dua benda ini" komentar bik Munah ceria.
" Tapi siapa ya bik" Meera merasa penasaran,terlebih di dalam kotak tersebut terdapat selembar kartu ucapan selamat.
" selamat ya atas kelulusan nya,dan menjadi yang terbaik,maaf saya belum berani mengucapkan nya secara langsung,saya memang pengecut tapi saya bahagia setiap melihat senyum mu,dan tolong terima hadiah kecil ini,kamu cantik saat mengenakan nya.. terimakasih" .
Meera menatap lama kartu tersebut dan meletakkan nya Kembali di dalam kotak tersebut,ia menatap bingung pada bik Munah.
" tolong letakkan di tempat nya bik" ucap Meera seraya menyerahkan kotak itu pada bik Munah,meminta meletakkan di tempat penyimpan segala aksesoris rambutnya.
" Ini non sandwich nya,di makan dulu, berfikir juga butuh tenaga" bujuk bik Munah seraya menyodorkan nampan berisi dua menu pesanan nona mudanya.
Meera meraih sandwich pesanan nya setelah terlebih dahulu meminum jus strawberry milik nya, walaupun ia merasa tak lagi berselera,Meera berusaha menelan setiap gigitan sandwich milik nya,ia tak ingin melihat wajah khawatir art kesayangan nya itu,bik Munah adalah art yang merawatnya sejak ia bayi.
Setelah memastikan Meera makan dan menghabiskan semuanya,bik Munah meninggalkan kamar itu seraya membawa nampan berisi piring dan gelas kosong bekas Meera makan.
" Terimakasih ya bi" ucap meera sebelum sang art benar-benar keluar dari kamar nya.
" Sama-sama cantik" jawab bik Munah seraya tersenyum lembut.
Setelah kepergian bik Munah,Meera melihat ponsel nya yang berdering menandakan sebuah notifikasi masuk, Rafael mengirimkan nya pesan,Meera membuka nya.
📥-" Bunda yang meminta untuk mengirimkan bunga itu" jawab Rafael dalam pesan nya.
Wajah Meera berubah semakin sendu,ia tersenyum miris seraya sesekali menatap buket bunga yang masih berada di samping nya, perlahan lelehan bening mengalir membasahi pipinya,Meera meremas kuat dadanya yang terasa sesak.
📤-" kalau begitu sampaikan terimakasih ku pada bunda" balas Meera,ia tak ingin terlihat menyedihkan di mata Rafael, yang ia benci adalah dirinya sendiri yang terlalu mengagumi pria itu,ia bahkan tak mampu membenci Rafael.
" Kau memang bodoh Meera" makinya untuk dirinya sendiri.
Meera mematikan ponsel nya setelah menunggu sesaat tak lagi mendapatkan balasan dari Rafael,ia memutuskan untuk mencoba menenangkan diri nya dengan berenang,Meera memutuskan untuk menuju kolam renang,setelah mengganti pakaian nya dengan pakaian renang.
Kolam renang miliknya berada di lantai yang sama dengan kamarnya,hanya saja terletak di balkon lantai dua tersebut.
eeh katanya tidak cintaa
tpi koq cemburuuu🤣🤣🤭🤭🤭
dia hanya rubah yang licik
apakah kamu penggemar rahasia
sebab Iya ingin anaknya masuk dalam kawasan keluarga istana
bukan sekedar pelayan, yang di anggap rendahan🤭😔
kira kira siapa si dia
bikin penasaran aja
ngelunjak ya
minta di geprek kau
dan ternyata Dai si penghianat kerajaan
ada disampingmu Rafael
ular kadut
apakah dia termasuk anak bangsawan
sampai dgn percaya dirinya
selalu mengincar pangeran
ternyata ada pria lain yang Akan melindungi meera
dan Rafael seolah menerima perjodohan itu
hanya karena ingin menutupi bhubungannya dgn camel🤭🤭
ish is tak patut
tak patut
Baru juga lihat Meera ketawa ketiwi sama kaka2 OSIS, udah kebakaran jenggot aja. Gimana kl Gio atau cwo lain bisa deketin Meera ?
ah elah EL EL...gemes pengen cubit ginjalmu EL 😂😂