bersatu demi keinginan orang tua yang ingin menjodohkan anaknya,demi keperntingan bisnis dan pertemanan,yang dimana sepasang kekasih tersebut menerima keinginan orang tua mereka,tapi dengan awal yang berat akhirnya benih cinta akhirnya tumbuh di hati mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Witan Alfariski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
Lisa tanpa sadar memasukan sambal yang cukup banyak kedalam makanannya, semua yang dilakukan Lisa sejak tadi tidak lepas dari pandangan Roy, yang juga tengah berada dikantin bersama teman-temannya.
"Uhuk..uhuk..," Lisa terbatuk-batuk saat memakan makanannya, yang terasa sangat pedas itu.
Roy yang melihat itu dengan sigap akan memberikan minum untuk Lisa, namun hal itu lebih dulu dilakukan Brian yang baru saja datang selepas memesan minumannya.
"Ini diminum, lain kali pelan-pelan kalau makan," ucap laki laki itu lembut.
"Thanks ya," ucap Lisa sambil tersenyum manis, dan dibalas anggukan oleh Brian.
Sedangkan Roy hanya diam memperhatikan dari jauh, tanpa sadarnya tangannya mengepal kuat setelah melihat adekan didepan matanya.
"Gue duluan," pamit Roy,saat Brian hendak duduk.
"Woy mau kemana loe, makanan loe ini belum habis," teriak Arya, tanpa dihiraukan oleh Roy.
Saat jam pulang tiba, Lisa berjalan beriringan dengan kedua sahabatnya menuju parkiran.
Tin..tin..
Berhentilah sebuah mobil mewah berwarna merah mengkilat dihadapan mereka, Lalu keluarlah seorang pria tampan dengan gaya coolnya yang sangat mereka kenali, berjalan kearah mereka.
"Hay Lis, udah pulang ya ?" tanya orang tersebut yang tak lain adalah Jerry pacar Lisa.
"Mau ngapain lagi sih loe kesini," Jawab Lisa malas.
"Aku mau antar kamu pulang,"
"Mending loe pergi deh, loe gak puas apa buat gue kena masalah tadi pagi,"
"Baiklah aku minta maaf, lain kali aku jemput lagi ya," kata Jerry yang merasa bersalah, lalu berlalu pergi meninggalkan Lisa.
"Lis,Lisa,loe sehat kan," ucap Sinta sambil menepuk pundak Lisa.
"Menurut loe gue sakit gitu," Jawab Lisa sambil memutar bola matanya malas dengan pertanyaan Sinta.
"Ya loe dijemput Jerry ditolak, dia ganteng kali Lis,baik lagi," jelas Sinta panjang lebar.
"Idih lebay," kata Wanda ikut malas dengan ucapan Sinta.
"Kenapa kalo loe mau, buat loe aja,"
"Gak lah gue kan udah ada babang Roy," jawab Sinta so manis.
Tanpa disadari ada seorang pria yang tengah memakai almamater OSIS berdiri tak jauh dari mereka, lebih tepatnya berada diparkiran.
Roy sejak tadi mendengar dan melihat semua itu, tidak dapat dipungkiri senyum jelas terukir dibibir Roy, mengingat Lisa yang menolak ajakan pria yang katanya bernotabe sebagai pacar Lisa itu.
******
Malam ini ada pertandingan basket antar sekolah yang diadakan dilapangan basket sekolah Harapan.
Kedua sahabat Lisa, mengajaknya untuk ikut menonton pertandingan malam ini, awalnya Lisa menolak ,namun karena Lisa yang bosan dan kesepian akhirnya dia memutuskan untuk ikut, seperti biasa dia akan dijemput oleh kedua sahabatnya malam nanti.
Lisa yang tengah berbaring, dikaget kan dengan dering ponsel di sampingnya.
"Hallo," Jawab Lisa yang masih dengan posisi berbaring dan mata tertutup.
"Hallo sayang ini Bunda, gimana kabar kamu nak, kamu baik-baik saja kan." tanya Bunda Rina disebrang telepon.
Lisa seketika langsung membuka matanya, moodnya kembali rusak, pasalnya Lisa tadi tidak melihat terlebih dahulu nama si penelepon tersebut.
"Sekalipun Lisa kenapa-kenapa, apa kalian akan ada disisi ku,bun" ucap Lisa penuh penekanan.
Rina hanya diam disebrang sana, dia hanya menangis saat mendapat jawaban dari putri yang dia rindukan saat ini.
Kedua orang tua Lisa sekarang memang tengah berada di Amerika, mereka pergi pasca setelah pertunangan Lisa tempo hari.
"Jawab bun, tidak kan. Jadi berhenti so peduli sama Lisa, karena aku sudah terbiasa sendiri," kata Lisa tegas, lalu dia memutuskan sambungan teleponnya tanpa memperdulikan panggilan dari bundanya.
Lisa membalikan badannya memeluk guling, air mata nya luruh begitu saja mengingat apa saja yang sudah dilakukan oleh kedua orang tuanya yang selalu mengabaikan dia.
"Maafin aku Bunda,aku gak bermaksud ingin menjadi anak yang durhaka tapi hati ku sakit,bun,setiap saat Bunda selalu sibuk, yang aku inginkan dipeluk Bunda saat aku punya masalah seperti teman-teman Lisa yang lain," ucap Lisa terisak.
Lelah menangis Clarisa akhirnya tertidur dengan mata sembabnya.
Dreett drettt
Bunyi ponselnya mampu mengganggu tidur lelapnya.
"Apa an sih,nganggu aja deh" Keluh Lisa setelah mendengar panggil an tersebut
"hall....." Belum sempat gadis itu mengucapkan hallo,sudah dipotong oleh Sinta.
"Woy,lo lagi ngapain sih,kita mau lumutan nih didepan rumah lo sekarang,buruan otw sudah jam berapa nih"teriak Sinta dengan suara khas nya yang cempreng.
" Gawat,gua belum mandi lagi" Ujar Lisa dalam hati.
"Ok,tunggu gua 10 menit lagi,"jawab Lisa langsung memutuskan panggil an telepon nya.
Sementara diluar.
"Si Lisa,dari tadi ngapain aja sih,seharusnya kita sudah otw dari tadi,biar dapat kursi paling depan" Kesal Sinta.
"Tau tuh anak,paling an juga ketiduran,lagian lo ngapain sih,pake mau didepan segala,sok kecantikan lo ya" Ujar Wanda dengan malas,dia sangat tau tabiat sahabatnya ini.
"Sorry gays,gua telat,kuy,gas"ujar Lisa yang tiba-tiba saja muncul.
" Ngagetin aja lo,bego" Kesal Wanda sambil memegangi dadanya karena degdegan.
"Lis,yang benar aja lo,mau nonton dengan pakaian seperti ini" Kesal Sinta sambil memperhatikan pakaian Lisa dari atas sampai bawah.
Lisa yang memang sedang dalam fase mood buruk,Sangat malas untuk memakai make up,toh hanya pergi nonton saja,pikirnya.
Kini dia hanya menggunakan celana jeans biru pudar dan switer hooldie berwarna putih. Dengan wajah natural nya,dan rambut yang dia biarkan tergurai,serta sepatu berwarna putih.
Sedangkan kedua sahabatnya itu,memakai pakaian khas cewek,yang tentunya bermodel kan dress.
"Cuma nonton doang,ngapain ribet"ujarnya sambil melengos masuk kedalam mobil sahabatnya.
"Kebiasaan dah tuh anak"kata Wanda sambil menggeleng kan kepala nya melihat tingkah laku salah satu sahabatnya.
******
Di lapangan sekolah sekarang sudah banyak orang untuk menonton, sedangkan para pemain basket masih berada di pinggir lapangan.
Mereka bertiga sudah duduk dikursi urutan kedua. Sebelum pertandingan dimulai,mereka sempat berbincang membahas hubungan Lisa dan Jerry.
Namun mereka dikagetkan dengan sorakan penonton yang tiba-tiba. Ahirnya mereka mengikuti arah pandangan dari penonton lainnya.
Saat itu,ada 2 pemain basket yang sedang memasuki lapangan dan melakukan pemanasan.
"Yeee,pangeran gua,ganteng banget" Teriak Sinta histeris,ketika melihat 2 orang yang sedang melakukan pemanasan.
Ya,mereka adalah Roy dan Brian yang berpenampilan sangat tampan,membuat penonton yang mayoritas perempuan terlihat sangat histeris melihat 2 pangeran sekolah berada dihadapan mereka.
Namun bukan hanya itu,yang membuat Para penonton histeris,bahkan ada yang melongo tak percaya,melaikan karena ada sosok Roy sang ketua OSIS mau turun kelapangan ikut pertandingan,karena ini kali pertama Roy mau turun menjadi anggota tim basket.