*HARAP BIJAK*
Tulisan ini mengandung konten dewasa dan dikhususkan untuk yang sudah berusia 18+
Chloe adalah wanita yang dianugerahi dengan tubuh sempurna, hidup berkecukupan dan dikejar banyak lelaki. Setiap orang yang melihatnya sekilas akan menginginkan hidup sepertinya. Namun, tidak dengan dengannya. Apakah yang terjadi pada Chloe?
Mengampuni adalah satu kata yang mudah diucapkan namun sulit bahkan hampir mustahil Chloe lakukan. Masa lalu mengikatnya seperti tali dan mengikutinya layaknya bayangan.
Bagaimana Chloe bangkit dari masa lalu? Akankah ia berhasil melaluinya? Atau justru semakin tenggelam dan larut didalamnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SRIYANTI 150317, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
He taught me how to love
Bell apartemen Chloe berbunyi dan ia membukanya setelah mengetahui bahwa itu adalah Bella. Saat membuka pintu, Bella langsung memeluk Chloe. Chloe membalas pelukan Bella dan mengajaknya untuk duduk di sofa.
Bellapun menceritakan pada Chloe apa yang terjadi padanya.
“Chloe, setiap hari aku semakin merasa tak berharga. Penyesalan selalu berkeliaran dalam pikiranku. Apa aku pantas dicintai? Apa aku pantas mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki semua yang terjadi?”
“Heiiii, honey. Kau sangat sangat pantas untuk dicintai.”
Chloe memeluk Bella erat dan hangat. Ia tak mau sahabatnya itu merasa sendirian dan membenci dirinya sendiri.
“Chloe, boleh aku meminta wine milikmu?”
“Tentu saja. Sebentar aku akan mengambilnya.”
Chloe membawa sebotol wine dan 2 gelas untuk mereka berdua. Meletakkannya di meja dan menuangkan ke gelas mereka masing-masing. Bella segera menegak wine yang dituang Chloe digelasnya. Menuangkan kembali dan melanjutkan ceritanya.
“Kau tahu, aku ingin sekali mengganti diriku sebagai anak dan kakak Max. Mereka tak pantas memiliki aku yang hina dan tak berharga.”
Bella menceritakannya dengan bercucuran air mata. Ia meluapkan segala apa yang ada di dalam hati dan pikirannya. Ia sudah tak tahan lagi. Bella melanjutkan kembali ucapannya pada Chloe.
“Aku masih bisa memaklumi bahwa pelanggan kita ada yang memiliki kelainan seksual. Bukankah itu sudah menjadi konsekuensi pekerjaan kita? Lagi pula, mama-San mempersilahkan kita untuk melawan dan meminta setiap supir untuk mengantar dan memantau keselamatan kita. Jadi tak ada yang terlalu penting untuk di kuatirkan. Tapi bagaimana jika ternyata masalahnya berasal dari kita sendiri?”
Bella yang sesenggukan kembali menegak minumannya. Menatap nanar pada Chloe. Bella yang selama ini ceria dan terkesan bodoh amat dengan pekerjaannya ternyata menyimpan luka yang menganga.
“Bell, aku sangat menyayangimu tak peduli bagaimana keadaanmu. Kau tahu, cinta yang sesungguhnya adalah menerima seutuhnya dan saling membangun. Hanya karena kita bertahan pada pekerjaan ini, bukan berarti kita mengingini keadaan ini. Kita hanya terjebak didalamnya dan kehilangan arah. Kau tahu, apa yang menjadi kelebihan kita? Setidaknya setiap orang yang ada pada kita, menerima keadaan kita dan mereka adalah orang-orang yang sudah teruji.”
“Aku sangat membenci ayahku. Ia pergi begitu saja tanpa pernah mengucapkan selamat tinggal. Ia pergi dan tak pernah kembali. Dulu, saat aku kecil, dia selalu menggendongku dan memanjakanku. Dia juga menjanjikan bahwa dunia adalah tempat yang indah. Dia mengajariku banyak hal dan mengatakan bahwa aku adalah puteri tercantik didunia. Ayahku segalanya untukku dan ia adalah orang yang mengajarkan apa itu cinta. Lalu, mengapa dia pergi begitu cepat? Aku benci padanya tapi aku juga sangat mencintainya. Kepergiannya memaksaku untuk dewasa sebelum waktunya. Akhhhhhhhhhhhhhh.”
Bella teriak dan menangis sejadi-jadinya sambil memegang dadanya yang terasa sakit didalam.
Chloe yang tak tahan kembali memeluk Bella erat dan menangis bersamanya. Sungguh, ia menyesal setiap kali Bella memberikan pengharapan padanya namun seringkali ia menepis. Ternyata jauh didalam hati Bella, perkataannya juga adalah motivasi untuknya dalam melanjutkan hidup.
Ayah Bella meninggal karena kecelakaan saat ia masih berusia 17 tahun dan Max masih berada dalam kandungan. Hidupnya berubah seketika dan sejak itu ia mengalami luka batin yang dalam. Saat usianya 20 tahun, ia memutuskan untuk menjajakan tubuhnya setelah berjuang sana sini untuk menghasilkan uang demi membantu ibu dan adiknya. Ditambah lagi ibunya yang mendadak sakit diabetes dan penyakit asma keturunan dari kakeknya.
Setahun setelah Bella bekerja pada mama-San, ia untuk pertama kalinya bertemu dengan Chloe. Ia dan Chloe akhirnya menjadi sahabat sampai sekarang ini.
Chloe dan Bella mengetahui jelas luka masing-masing mereka. Bahkan mereka tak jarang saling menguatkan sama lain agar tetap semangat menjalani setiap hari. Namun, yang terjadi hari ini pada Bella sungguh diluar perkiraan. Lukanya menganga begitu saja dan terasa pedih.
Seperti bahagia dapat menular begitu pula kesedihan yang di alami Bella membuat Chloe ikut bersedih. Rasanya, permasalahan mereka tak ada akhirnya. Ibarat jatuh ke lubang yang tak berdasar.
Yang dibutuhkan oleh Chloe dan Bella adalah cinta dan kesempatan kedua untuk memperbaiki apa yang salah dalam diri mereka. Karena dari cinta akan lahir sebuah PENERIMAAN.
Sejujurnya, tak jarang Chloe dan Bella mendapat perlakuan yang berbeda ketika orang lain mendapati profesi mereka yang sebenarnya. Tatapan sinis, cemooh bahkan dihakimi adalah makanan mereka sehari-hari. Mereka berdua seolah menelan bulat-bulat perlakuan seperti itu. Padahal jauh di hati mereka masing-masing, mereka terluka dan hancur hati.
SALAM DAN MAMPIR YA
KE ⚘⚘MENIKAHI PRIA URAKAN⚘⚘
yuk saling soppour
SALAM DAN MAMPIR YA
KE ⚘⚘MENIKAHI PRIA URAKAN⚘⚘
yuk saling soppour
SALAM DAN MAMPIR YA
KE ⚘⚘MENIKAHI PRIA URAKAN⚘⚘
yuk saling soppour
saling dukung sukses bersama kk
feedback nya ya kk🙏
jgn lupa mampir di novelku juga berjudul:
"My Annoying Wife" 🍃🍃🍃
kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowok polos 🍊🍊🍊
ku tunggu like and comment nya ya 🙏🙏☺️
like karya q ya
cinta rasa covid-19
the Thunder's love