NovelToon NovelToon
Between Guns & Roses

Between Guns & Roses

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Tamat
Popularitas:308.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Pengembara Elite

(Khusus Dewasa 21+)

Antonio seorang pria dingin dan kejam yang berprofesi sebagai seorang pembunuh bayaran yang akan selalu menghabisi lawannya dengan kejam.

Kecintaannya kepada senjata dan pekerjaannya membuat Antonio tidak pernah mengenal cinta.

Suatu hari dia bertemu dengan Wanita yang mampu menggetarkan hatinya, hati seorang pria tampan yang terkenal berdarah dingin.

Tapi dia tidak tahu harus memilih yang mana.
Apakah dia harus memilih wanita itu dan meninggalkan pekerjaan yang sangat dicintainya?
Atau dia akan melupakan wanita yang telah mencuri hatinya demi pekerjaannya?
Atau ada kemungkinan lain yang terjadi?

Kategori: Dewasa (21+)

Genre: Action, Romance, Petualangan, Fantasi

Setting: Indonesia

Alur: Maju-Mundur

Status: On-going

Ilustrasi Tokoh: Berdasarkan pendalaman karakter



Cover by Dva Official

copyright2020, Pengembara Elite

#mafia #action #romance

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pengembara Elite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Uji Formula Rahasia

Setelah Antonio memutuskan untuk tinggal di rumah peninggalan keluarganya, ia mengajak Anna untuk ikut serta tinggal bersamanya.

Karena selain Anna baru saja tinggal di Indonesia, ia juga harus sering menjauh dari keramaian. Karena penampilannya yang terlalu mencolok bisa menarik perhatian masyarakat lokal, hal itu juga bisa mengundang perhatian Black Shadow.

"Makanlah dulu! Aku buatkan masakan Indonesia, sayur lodeh" ujar Anna sambil membawa mangkuk berisi sayur lodeh.

"Apa ini?" Tanya Antonio.

"Kenapa? Kau tidak suka?" Anna menatap tajam.

"Tidak juga, hanya saja setahuku sayur lodeh rasanya tidak seperti ini," jawab Antonio datar.

"Entahlah, aku mencoba memasak sesuai intruksi dari internet," ujar Anna.

"Oh, makasih," jawab Antonio singkat.

Tak perlu waktu lama bagi Antonio untuk menyantap hidangan di hadapannya. Dalam sekejap saja sayur dan nasi yang ada di dalam mangkuk, ludes mengisi lambungnya.

"Mengapa kau tak bilang dari dulu kalo punya rumah?" tanya Anna sambil menyapu lantai.

"Haruskah aku katakan?" Antonio balik bertanya.

"Setidaknya kita punya cukup ruangan untuk tidur terpisah, aku tak tega setiap malam kau tidur di kursi. Sementara aku tidur di kasur empuk," ucap Anna.

"Hmm," Antonio hanya bergumam kecil.

"Kau boleh membersihkan seluruh ruangan di rumah ini, tapi jangan masuk ke tempat kerjaku," ucap Antonio datar.

Setelah berkata demikian, ia lalu masuk ke ruang kerjanya yang rahasia.

Sementara Anna hanya diam saja, ia berpikir untuk mencoba hidup yang lebih baik dan meninggalkan dunia yang selama ini ia jalani.

Di dalam ruang kerjanya yang mirip seperti laboratorium, Antonio terus mempelajari formula-formula ciptaan ayahnya. Bahkan sekarang ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih baik.

"Sepertinya aku akan membawa yang ini untuk misi selanjutnya," gumamnya sambil menatap botol berisi cairan merah kental.

Ia lalu mengambil alat suntik dan mengambil cairan itu, kemudian menyuntikannya kepada tangannya sendiri.

Terasa olehnya, jantung yang berdetak cepat, darah mengalir deras, pandangan mata menjadi tajam, dan pikiran menjadi jernih.

"Oh, begini rupanya formula untuk meningkatkan daya tahan tubuh? Menakjubkan!" Gumamnya.

"Akan aku coba pada Anna," ujarnya seraya bergegas menemui Anna sambil membawa suntikan yang berisi formula.

"Anna! Bisakah kau membantuku?" Antonio memanggil Anna setengah berteriak.

Anna yang mendengar teriakan itu langsung menghampiri Antonio.

"Aku sedang meracik formula buatan ayah," Antonio berkata sambil menunjukan suntikannya.

Anna tidak menjawab, ia hanya terkejut sambil menutup mulutnya dengan tangan. Ia tidak percaya, karena selama ini formula ciptaan Robertino hanya kabar bohong belaka. Namun, sekarang ia dapat melihat dengan mata kepalanya sendiri.

"Kenapa kamu?" Tanya Antonio heran.

"Hmm, tak apa-apa," Anna menjawab singkat.

"Aku telah mencobanya, dan sangat menakjubkan. Sekarang aku ingin kau mencobanya juga," ujar Antonio sambil mendekati Anna.

Anna menjadi semakin terkejut, karena selain melihat ia juga malah akan mencoba khasiat dari formula itu.

"Ulurkan tanganmu!" ucap Antonio.

Anna menurut saja, ia lalu mengulurkan tangan kirinya.

Tanpa banyak bicara, Antonio lalu menancapkan jarum suntik dan menyuntikan formula itu pada lengan Anna. Setelah isinya habis ia lalu mencabutnya.

Terlihat ekspresi Anna seperti orang kesakitan, ia memegang kepalanya sambil memejamkan mata. Namun tak lama kemudian ia tersenyum.

"Wow aku tak pernah merasa lebih baik dari ini," ucap Anna bersemangat.

"Penglihatanku menjadi tajam, aku bisa melihat barisan semut di pohon sana," ujarnya sambil menunjuk sebuah pohon yang berjarak cukup jauh dari rumah Antonio.

"Baguslah! Aku senang mendengarnya," ucap Antonio sambil bergegas meninggalkannya.

"Persiapkan dirimu! Setelah ini kita ke tempat Pedro," tambahnya sambil melangkah.

Anna yang merasa badannya menjadi ringan, ia berjalan dengan cepat menuju kamarnya. Hatinya merasa senang karna ia bisa merasakan khasiat formula yang dikabarkan hanya mitos itu.

***

*Don't you cry tonight

I still love you, baby

Don't you cry tonight

Don't you cry tonight

There's a heaven above you baby

And don't you cry tonight*

Terdengar alunan lagu dari band legendaris Guns N'Roses saat Antonio dan Anna bersama-sama memasuki Acquolina Cafè.

Anna tampak menganggukan kepala menikmati alunan musik yang membahana mengisi ruangan.

"Kau suka lagu ini?" Tanya Antonio.

"Ya, aku suka Guns N'Roses. Lagu ini salah satunya yang aku sukai," jawab Anna.

"Oiya?" Antonio berkata datar sambil duduk di kursi pelanggan.

"Kau tau? Lagu Don't Cry itu bermakna agar kita tidak boleh menyerah selama masih ada yang peduli pada kita," Anna menjelaskan.

"Pekerjaanku yang seperti ini kadang membuatku ingin menyerah dan mengakhiri hidup, namun aku yakin selama masih ada yang peduli berarti aku masih dibutuhkan," Anna berkata dengan mta berkaca-kaca.

"Sudahlah! Kau terlalu cengeng!" ucap Antonio datar.

Anna lalu mengerutkan dahi menatap heran pria di depannya.

Antonio cuek saja lalu melambaikan tangan pada Ferguso yang terlihat sibuk melayani pelanggan, Ferguso lalu mengangguk dan masuk ke ruangan bagian dalam.

Tak berapa lama ia kembali dan memberi isyarat pada Antonio agar masuk ke ruangan dalam, yaitu ruang kerja Pedro.

Antonio lalu beranjak dari kursinya dan melangkah memasuki ruangan Pedro diikuti Anna di belakangnya.

"Masuk!" Sapa Pedro saat melihat kedatangan mereka berdua.

"Aku kira kau masih sibuk denga formula-mu, hingga lupa untuk mengunjungimu," ujar Pedro santai.

"Formula itu cukup rumit, aku masih memperlajarinya," jawab Antonio sambil duduk bersebelahan dengan Anna.

"Oiya, jangan beritahu siapapun tentang formula itu! Karena selain sangat rahasia, formula itu menjadi incaran banyak pihak. Bahkan Asosiasi itu sendiri," Pedro mengingatkan.

"Baiklah! Aku mengerti," ujar Antonio.

Pedro lalu berjalan menghampiri mereka dan duduk di kursi dekat Antonio.

"Kau kenal Fabio dan Elano?" Tanya Pedro.

"Aku tak mengenalnya, namun pernah mendengarnya," jawab Antonio.

"Siapa mereka?" Sahut Anna.

"Kau terlalu lama di Rusia, membuatmu banyak kekurangan informasi. Sangat disayangkan sekali untuk wanita berbakat sepertimu," ujar Pedro pada Anna.

"Entahlah, selama ini misiku hanya disitu saja. Sesekali aku keluar hanya sebentar, itu pun hanya ke markas. Huft!" ucap Anna bersungut.

"Tapi jangan khawatir, aku punya banyak informasi disini. Kehadiranmu bersama Antonio bisa menambah pengalamanmu," Pedro berusaha menghibur.

"Hmm," Antonio bergumam kecil mendengar namanya disebut.

"Langsung saja, kenapa dengan Fabio dan Elano?" Ia mengalihkan topik pembicaraan.

"Misimu kali ini adalah melenyapkan Nicholas, namun yang ku tahu mereka berdua mengawalnya," jawab Pedro.

"Sejak kapan Black Shadow membantu target Asosiasi?" Antonio bertanya heran.

"Setahuku mereka hanya mencari uang, tidak lebih," Pedro mencoba menjelaskan.

"Semenjak kematian Rodriguez, pasokan senjata mereka menurun. Hingga mereka harus mencari pemasok baru dengan harga yang jauh dari kata terjangkau," imbuhnya.

"Oke! Aku paham!" Antonio mengangguk, begitu juga Anna yang sedari tadi menyimak pembicaraan mereka.

"Berhati-hatilah dengan Fabio dan Elano!" ujar Pedro mengingatkan dengan tegas.

***

Jangan lupa tinggalkan jejak Like dan Komen ya!!!

Bantu Vote juga agar Author semakin bersemangat!

1
Zero😈
ku menahan rasa sakit.... rasa sakit 🤣🤣
💕febhy ajah💕
ngintipin ini dlu
semoga ceritanya bikin betah so
dari awal dah menarik.
⟁sahabi🌱🐛
like like like
wike maliya
cerita yang bagus.
🌺ziRa_hEnY💞🐊🐊
semangat Thor
Tiya
keeereeeeen banget ceritanya
Tiya
mampir Thor
🍒⃞⃟🦅 R⃟tunggadevi
semangat berkarya thor.
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
merinding aku 😬
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
hmm..
sepertinya novel ini menarik.. 😎
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
jadi ingat film WANTED
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
awas salah langkah lo..
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
sepertinya menarik..
lanjut aah..
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
desperado - Antonio Banderas - Aku film by Robert Rodrigues 1995
ya kaaan...? 😎
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
halo author yg baik..
aku boleh mampir ya..
Dyah Kartika
wah,,kasihan Ana dong🥺🥺🥺
👑 N¡e©hα💣
trnyata q yg ktinggalan hihihi
Flora Diar
alur nya fokus tdk byk deviasi dan misi slsai, jelas ..kereen, mungkin next nya bisa ditambahkan penjelasan scr ilmiah utk racikan2 biar lbh mantabs
🏕👑ɱႦσƙʝαɠσ 💣<big><h1><i><u
𝕪𝕦𝕙𝕦
Bundha Rizky Dinik
knapa kejam bgt ngebunuhnya,ngeri da menggali kepala orang sampai terpisah kepalanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!