NovelToon NovelToon
Dendam Suamiku

Dendam Suamiku

Status: tamat
Genre:Menantu Pria/matrilokal / Romansa / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: wilia

Sudah biasa mendengar seorang istri yang di perlakukan buruk oleh mertuanya. Tapi, bagaimana jika kebalikannya?

Yah, itu yang sedang Eadwald rasakan setelah menikahi putri pertama dari keluarga Harmon. Ia yang tak punya kedudukan dan kekayaan setara dengan mereka selalu direndahkan oleh mertuanya sendiri.

Tapi, siapa sangka kebengisan mertuanya itu adalah awal mula kehancuran mereka semua. Edwald hanya bertopeng rendah tapi mereka tak tahu betapa besar pengaruh pria itu.

"Akan-ku hancurkan satu persatu."

Itu kalimat yang ada di balik wajah tampan hangat yang nyatanya adalah seorang iblis. Apakah ia akan menghancurkan keluarga itu termasuk istri yang begitu mencintainya? atau mungkin Edwald tak akan perduli dengan wanita itu?!

...

Jangan lupa vote, like and subscribe ya say.. ☺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memajukan rencana

Jam sudah menunjukan pukul 9 malam. Seharusnya perusahaan akan di tutup tapi masih ada karyawan yang lembur terutama sepasang pasutri yang tadi menghabiskan waktu untuk bercinta di ruangan Shireen.

Keduanya masih terbaring dengan wajah sama-sama lelap di atas sofa panjang tanpa busana bahkan bagian inti mereka masih menyatu intens. Baik Shireen maupun Edwald keduanya tak lagi sadar akan dunia.

Serakan pakaian di lantai dan wajah lelah keduanya membuktikan betapa dahsyatnya pertempuran kali ini.

Dreet..

Ponsel Edwald berbunyi. Panggilan pertama tak bisa membangunkan Edwald yang sudah terlalu nyaman memeluk tubuh molek Shireen dari belakang.

Saat panggilan kedua berbunyi, sontak dahinya langsung berkerut mulai terganggu dengan suara benda pintar itu.

"Emm.. Eed!" Lirih Shireen menggeliat karna mulai tak nyaman. Edwald yang tadi baru setengah sadar segera membuka matanya.

Ia meraih ponsel di atas lengan sofa dengan santai membukanya tanpa melihat nama si penelpon.

"Hm."

"Sayang! Kau dimana?"

Suara Kimmy sedikit meninggi hingga Edwald tersentak menjatuhkan ponselnya ke area dada sekang Shireen yang ikut terbangun.

"Ehmm.. Ed!"

"Shi!" Gumam Edwald tenang walau jantungnya sedikit berpacu. Shireen terkesiap kala melihat ada ponsel Edwald yang jatuh ke tubuhnya hingga ia menghela nafas.

"Lain kali hati-hati," Gumam Shireen mengambil ponsel itu. Edwald masih tenang membelit perut datar Shireen dan menghujami bahu polos mulus ini dengan kecupan bertubi darinya.

Sialan! Aku harap Kimmy tak berbicara.

Umpatan batin Edwald membiarkan Shireen melihat ponselnya. Dahi wanita itu menyeringit melihat sambungan nomor seseorang yang tak di beri nama.

"Kenapa tak ada nama? Sayang!"

"Ntahlah. Mungkin orang-orang di tempat kerjaku tadi," Gumam Edwald bersuara serak berat mengendus leher jenjang Shireen yang sudah banyak lebel darinya.

"Emm... Jangan mulai lagi," Resah Shireen menggerutu tapi suaranya yang lembut dan sangat halus lebih menyerupai ******* yang syahdu.

Bukannya berhenti Edwald justru mendorong senjatanya semakin masuk lebih dalam di bawah sana hingga Shireen melenguh kecil mere**mas lengan kekar Edwald di perutnya.

"Sss...E..Eed!"

Edwald-pun sama. Jepitan ketat liang kesat Shireen membuatnya hampir hilang akal ingin melakukannya terus menerus. Di sela kesempatan ini Edwald meraih ponsel di tangan Shireen yang tak lagi ingat soal si penelpon tadi.

"Aku ingin lagi. Shi!"

"A.. Apa?" Gumam Shireen mengigit bibir bawahnya. Edwald tak tahan melihat wajah lemah pasrah Shireen yang langsung ia angkat ringan berubah posisi menjadi duduk.

"P..Ponselmu.. E..Ed!" Lirih Shireen melihat ponsel Edwald masih menyala. Edwald segera mematikan sambungan itu karna akan bahaya jika Shireen sampai mendengar suara wanita di sana.

"Shi! Kenapa tubuhmu sangat nikmat, hm?" Bisik Edwald mengigit daun telinga Shireen yang semakin hari begitu memberi kejutan. Awalnya ia kira kenikmatan di malam pertama untuk Shireen itu hanya sampai di waktu yang sama tapi tak di sangka.

Semakin ia mencoba setiap saat maka ia begitu merasakan kuasa bahkan pesona tubuh Shireen yang tak pernah ia dapatkan dari wanita manapun.

Terkadang Edwald berniat untuk menjadikan Shireen budak nafsunya. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, pepatah yang benar bukan?!

Setelah beberapa lama bermain keduanya segera mencapai puncak yang ntah sudah beberapa kali mereka daki.

"Shitt!" Umpat Edwald tersigap kala ia mengeluarkan di dalam.Ia segera melepas penyatuan ini dengan wajah bermandikan keringat. Edwald baru sadar jika mereka tak memakai pengaman dan ia sering kebobolan.

"E..Ed!"

"B..bukan apa-apa," Gumam Edwald yang membuat Shireen bingung saat Edwald tiba-tiba menarik diri darinya.

Edwald mengambil nafas dalam memejamkan matanya dengan deru nafas yang agak memburu. Shireen mulai tahu kebiasaan Edwald setiap selesai bercinta maka ia akan diam dengan mata terpejam meresapi sensasinya.

Wajah cantik Shireen seketika memerah melihat senjata andalan Edwald sudah mulai menyusut kembali normal karna tadi sempat menyengkang dan seksi.

"A..aku mau ke kamar mandi!"

"Hm," Gumam Edwald tak membuka matanya. Shireen berdiri dengan kaki mengigil dan berjalan sedikit hengkang ke kamar mandi ruangan ini.

Ia sangat malu tapi juga senang karna bisa memuaskan suaminya. Shireen memang wanita yang tak begitu paham soal ranjang tapi ia selalu ingin belajar.

Sementara di luar sana Edwald kembali mendapat pesan. Manik hijau elang itu mengeras membaca isi pesan dari Kimmy.

AKU MENUNGGUMU DI TEMPAT BIASA.

Nuansa pesan ini seperti menyimpan kemarahan dan emosi. Tapi, Edwald sangat malas bepergian karna ia mulai mengantuk sekarang. Alhasil Edwald mengabaikan pesan itu dan beralih menatap pintu kamar mandi.

Nyatanya aku tak terlalu rugi menikahimu.

Batin Edwald menghela nafas tenang. Ia meraih pakaiannya yang berserakan di atas lantai bersamaan dengan pakaian Shireen yang ia letakan di atas sofa.

"Eed!! Aku sudah memesan pakaian. Kau coba buka pintu di depan. Sayang!!"

Suara Shireen dari dalam sana. Edwald memakai boxernya lalu berjalan ke arah pintu ruangan. Ia membuka benda itu hingga terlihat dua paper-bag di depan pintu dan ada nota yang bertuliskan nama Shireen sebagai pemesan.

"Dia cukup berpengaruh," Gumam Edwald mengambil dua paper-bag itu seraya membaca nota yang diantarkan oleh penjaga di luar.

Belum sempat Edwald menjauh dari pintu, tiba-tiba saja mata tajam dan telitinya melihat ada satu orang yang bersembunyi di dekat lift yang berpakaian serba hitam.

"Tuan!"

Sosok itu mendekati Edwald di balik pintu yang tadi masih tertutup renggang bahkan separuh bahu kekar Edwald terlihat dari luar.

"Hm."

"Tuan besar ingin kau segera menghabisi keluarga Harmon."

Edwald diam. Wajah tampan tanpa exspresi itu tak menunjukan emosi apapun kecuali ketenangan.

"Dia mengubah rencana?"

"Tuan besar ingin segera memberi tugas baru. Selesaikan segera masalah keluarga ini karna ada masalah di pabrik senjata kita. Tuan!"

"Berikan tugas itu pada Cooper!" Tegas Edwald karna tak mungkin baginya pergi ke luar dari kota ini sementara Shireen masih belum mau mengambil alih perusahaan.

"Tuan Cooper tak bisa menanganinya. Tuan Suma memberi waktu 2 minggu untukmu!"

"Aku mengerti," Tegas Edwald hingga sosok itu langsung pergi.

Tatapan tajam Edwald beralih pada meja kerja Shireen. Sepertinya ia harus memajukan rencana ini karna ia tak bisa berlama-lama bersandiwara.

Ntah manusia atau bukan Edwald berniat untuk menghancurkan kerja keras Shireen. Ia pergi melihat laptop wanita itu lalu melihat rancangan pemasaran di file yang sudah seharian Shireen buat.

"Maaf untuk ini," Gumam Edwald menghapus semua proposal dan rancangan yang Shireen buat untuk meeting dengan klien lainnya.

Ia membuat semua pekerjaan Shireen tadi menjadi kacau bahkan tak ada lagi rincian prodak yang besok akan ia bicarakan dengan klien besarnya.

Jika perusahaan ini bangkrut maka itu akan menjadi berita bahagia bagi Suma. Bukan itu saja, keluarga Harmon akan menderita dan mati secara mengenaskan.

"Sayang!" Seru Shireen dari arah kamar mandi.

Edwald tersentak segera menutup laptop Shireen yang tadi tak memandangnya sekarang mulai berjalan mendekat dengan balutan bathrobe abu yang elegan dan cantik.

"Sudah selesai?"

"Sudah. Pergilah bersihkan dirimu. Mana pakaiannya?" Tanya Shireen tak menaruh curiga pada Edwald yang begitu tenang mendekat. Dua paper-bag itu ia sodorkan pada Shireen yang mengambilnya ringan.

"Aku sudah siapkan air hangat. Handuk mu juga ada di dalam."

"Hm. Aku mandi dulu!" Jawab Edwald mengecup kening Shireen yang mengeluarkan pakaian mereka dari dalam paper-bag.

Ia begitu telaten menata pakaian itu di atas sofa lalu mengambil pakaian kotor mereka untuk di bawa pulang.

"Kebiasaan pintunya tak di tutup," Decah Shireen mendekati pintu ruangan itu. Tapi, saat tiba di depan sana ia mencium aroma lain.

Ntahlah. Penciuman Shireen memang sangat tajam dan itu salah satu kelebihannya.

"Ini seperti aroma wood. Haiss.. Kenapa aku jadi mencium parfum setiap orang?! Pasti penjaga di depan yang mengantarkan paper-bag tadi," Gumam Shireen terlalu positif. Ia menutup pintu dan berganti pakaian.

....

Vote and Like Sayang..

1
Wiwin Al Razhaf
aku baca lagi ka will gak bosen baca ini gak tau kenapa suka banget kisah she sama ed...
Iyhen Asmara waruwu
karyamu lebih bagus dari karya novel lain Thor tapi saya heran kok novel lain yang sangat jelek justru banyak yang baca 😕
🧟‍♂️🧟‍♂️
dan awal sampai akhirnya cerita nya sangat anehh, bahkan ini cerita teraneh yang pernah gue temuii, hanya ada masalah sampai akhir gk ada bahagia nya sama sekali, udah kek cerita ikan terbang banget
🧟‍♂️🧟‍♂️
hah cerita nya cukup menjijikkan, kirain beda dengan yang lain eh sama aja menjijikkan
Wiwin Al Razhaf
sudah berulang x baca kisahnya edwald sama shireen gak pernah bosen paling suka di antara semua judul novel kk willi.. meskipun yang lain jg gak klah keren kisahnya....
Earlyta a.s Salsabila
good
Earlyta a.s Salsabila
Buruk
liya kurniawan
Luar biasa
s
begitulah manusia karena iri dengki hati jadi lupa status sebenarnya dia berasal
Lis Nawati
sangat bagus
Edelweiss
Luar biasa
RENI NURAENI
nyesek bangettt anjirrr
Budi Hermawan
judulnya harusnya "perempuan di sarang penyamun"
Imach Khan
bagus cerita nya
Susila Ratih
kerennn bangettttt. udah berapa hari masi stan by di lapak ini soalnya ceritanya keren". makasih thorr atas ceriranya kerenya semangattt berkarya thor
Dina Marliana
langsung meluncur ke karya selanjutnya tapi cerita yg Latizia mah udah duluan aku baca kak 😁🤭semangattt teruss yaa ka💪 buat karya baru lagi👍🥰
Dina Marliana
yaahhh udh tamattt😭
Sulaiman Efendy
YAA IYAALAH SEMPIT LAGI. 7 TH GK DITMBUS RUDAL, DN MLAHIRKN JUGA CESAR..
Sulaiman Efendy
KAYAKNYA COOPER BRJODOH SAMA CATH...
Sulaiman Efendy
YA IYALAH. KN BENIH LO, BUAH JATUH TK JAUH DARI POHON, LIKE FATHER, LIKE SON..😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!