NovelToon NovelToon
Hanya Aku Yang Mencinta

Hanya Aku Yang Mencinta

Status: tamat
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:905.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: CovieVy

Blurb:

Humaira ( Ala‐19 tahun) Gadis yang dijodohkan oleh sang ayah dengan putra sahabatnya.

Demi memenuhi permintaan terakhir sang ayah, akhirnya ia menerima perjodohan tersebut dengan ikhlas.

Ternyata, ketika dipertemukan dengan Ustadz Syauqi (Uqi—25 tahun) Ala langsung jatuh cinta dengan begitu saja.

Namun, berbeda dengan Uqi, ia telah memiliki pilihan lain. Namun, terpaksa menerima perjodohan, demi memenuhi permintaan terakhir sahabat ayahnya.

Saat telah resmi menjadi suami istri, jangankan mencintai Ala, memandang wajah Ala pun ia tak sudi.

Bagaimana kelanjutan rumah tangga paksa itu? Apakah Uqi akan mencintai Ala?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Syauqi terus berjalan membiarkan Ala sendirian tidur sendirian meringkuk pada meja makan.

'Apa yang kau lakukan? Bisa jadi dia tertidur di sana karena menunggumu yang tak kunjung turun?'

Syauqi memutar kepalanya lagi. Ia melirik kedua tangan bergantian.

'Mahzab Imam Syafi'i membolehkan suami menyentuh istrinya meskipun ia telah berwudhu.'

Syauqi berjalan mendekati Ala kembali. 'Namanya Humaira, pipi yang kemerah-merahan atau cantik merona.'

Rambut Ala yang hitam terurai juga menutupi wajahnya. 'Jika kamu yakin menyentuhnya tidak membatalkan wudhumu, itu artinya kamu benar-benar menerimanya menjadi istrimu.'

Tangannya telah mengambang ingin membangunkan gadis yang ada di hadapannya ini.

Perlahan, Ala mulai terbangun dengan sendirinya. "Astagfirullah ... Salat Subuh?" Ala menegakan kepala, mengenai tangan yang tadinya mengambang ingin membangunkannya.

Ala sedikit terkejut merasakan sesuatu dan ia melihat siapa yang sedang berada di belakangnya. Ternyata, suaminya sudah memutar tubuhnya dalam keadaan rapi menggunakan baju koko, sarung, peci, dan sajadah terselempang di bahu. Ala mengusap lehernya yang terasa cukup pegal.

Ala sadar saat ini ia tidak mengenakan kerudung meraba rambutnya. 'Ah, ya ... Aku adalah istrinya. Dia pun berhak untuk melihatku seutuhnya.'

"Uda, mau ke mana?"

"Mesjid." Namun, ia sama sekali tak menoleh kepada Ala.

"Ah, ternyata semalaman aku ketiduran di sini? Uda tidur di mana?" tanya Ala.

"Saya tidur di atas. Kamu tidur di kamar bawah. Kenapa kamu malah tidur di meja makan?"

"Aku menung—"

"Allahuakbar Allahuakbar Asyhadauala illahailallah ...." Suara iqomah telah terdengar.

"Ah, saya terlambat ..." Syauqi melangkahkan kakinya dengan cepat keluar menuju mesjid yang tak jauh dari rumah ini.

Ala tersenyum tipis. "Alhamdulillah, dia salat subuh di mesjid."

Ala segera beranjak masuk kamarnya dan berwudhu.

Usai melaksanakan salat subuhnya, tak lupa ia mendoakan Abi yang telah berada di alam penantian dan doa terhadap keluarga kecilnya ini. Tak lupa pula, ia melantunkan sedikit ayat suci sebagaimana menjadi kebiasaannya jauh hari sebelum Abi sakit.

Setelah itu semua, ia merapikan diri mengikat rambut dan menuju dapur dan mengecek bahan yang ada untuk ia olah menjadi bahan sarapan pagi.

Ternyata, isi kulkas mereka sudah penuh dan lengkap. "Siapa yang menyiapkan ini semua? Ibu atau Uda?"

Ala dengan lincah mengolah beberapa bahan untuk membuat nasi goreng. "Moga saja dia suka nasi goreng."

Pintu bagian luar terdengar dibuka oleh seseorang. "Assalamualaikum," ucap pria tersebut pelan hampir tak terdengar.

"Walaikum salam, Uda sudah pulang?" Ala berpindah hendak menyambut sang suami. Akan tetapi, laki-laki itu sudah naik ke lantai atas.

"Kamu, pakai kerudungmu!" ucap pria yang sudah berada di lantai atas itu.

Ala mengusap rambutnya yang terikat itu, beralih pada dadanya dengan wajah tertunduk. "Tapi, kita ini suami istri. Tidak berd0sa di antara kita jika melihat apa yang aku miliki," gumamnya pelan.

Beberapa waktu, Ala masih merenung. Ia memang tak kaget lagi dengan sikap dingin itu. "Mungkin dia masih canggung melihat wanita asing tanpa kerudung satu atap dengannya."

Ala beranjak masuk ke dalam kamar, mengambil bergo yang bisa dipasang secara instan. Ia menatap waktu yang terus merangkak menjadi terang.

"Aku harus buru-buru, soalnya ada kuliah pagi."

Gadis itu bergerak cepat menyiapkan sarapan pagi. Waktu yang dihabiskannya selama tiga puluh menit dan ia telah selesai memasak nasi goreng spesial itu.

Ala pun masuk kamar dan bergerak membersihkan diri dan menyiapkan dirinya untuk ke kampus. Setengah jam juga dilalui untuk menyiapkan diri hingga kali ini waktu telah menunjukan pukul setengah tujuh pagi, sementara ia harus masuk pukul tujuh pagi.

Ala bergegas dalam pakaiannya yang rapi, dengan celana gembrong jins andalannya. Saat ia keluar dari kamar, ternyata pria yang menjadi suaminya itu telah berpakaian rapi ditambah dengan dasi dan peci.

"Kamu mau ke mana?" tanya pria itu melirik Ala.

"Aku harus ke kampus. Ada kuliah pagi," ucap Ala.

"Hmm, kuliah? Kalau aku tidak mengizinkanmu berangkat bagaimana?" Syauqi membelakangi Ala membenahi dasi yang tadinya belum terlalu rapi.

Ala menegakan kepalanya. "Ya nggak bisa gitu dong? Uda kan tahu, aku ini memang sedang berkuliah."

"Aku tidak mengizinkanmu!" ucap pria itu dengan dingin.

"Apa alasan Uda melarangku berkuliah? Aku juga punya cita-cita, Uda?"

Bibir Syauqi tersenyum tipis melirik di ujung matanya. "Jika kau keberatan atas laranganku, kau tahu di mana tempat untuk mengadu kan? Pengadilan Agama tidak terlalu jauh dari sini." Syauqi menarik tas kerja yang tadinya berada di atas kursi. Ia beranjak melangkah ke arah pintu luar.

"Uda, kenapa? Kenapa Uda begitu padaku?" tangis Ala akhirnya pecah.

"Apa aku boleh bertanya juga padamu? Kenapa kamu mau saja disuruh menikah denganku? Sementara kamu tidak mengenalku?"

"Uda, apakah kau bisa melihatku dengan baik? Aku ini manusia, yang memiliki hati, bukan tembok tanpa nyawa berada di sisimu."

Syauqi memasang wajah datarnya, masih enggan menatap wajah sang istri. "Aku tak sudi!"

...****************...

Yuuuk, punya teman Author yang lainnya ni kak...

Judul: Jesslyn Terpaksa Menikah

Author: Hanny

jangan lupa mampir dan dukung yaaa...

1
Nini Tuti
katanya anak ustadz, tp koq berbakti kepada orang tua....
marta💎
ini beneran tamat y?
beneran gk ad kelanjutannya?
gantung bgt thor... ayo dong up lg.
Cici Syafikin
sukurinnnnn...
Cici Syafikin
aku benci sama uqi yang sudah melakukan malam pertama benci benci benci
Merlinda Ani Inda
baguslah kalau Ama sudah sadar
Sri Tati
Luar biasa
Putri Chaniago
Aulia apa Alya istrinya Rizky sepupu Rafatar adiknya Ala sih?
kalo y jgn deh satukan dg Syauqi
SicantikKinyisKinyis
Semangat Kak, jangan lupa mampir juga di karya aku yang berjudul Takdir Cinta Twins D
Susi Yanti
hanya sebagian daerah kecil Minang kabau yg perempuan melamar...sebagian besarnya sama laki2lah yg melamar perempuan..maaf ya saya orang Padang
ummu rekyhan
👍
ummu rekyhan
yaah begitulah...
ummu rekyhan
laah, yang bingung yang baca...
gimana itu...????
ummu rekyhan
gimana ini hukumnya, kok ....????
paham agama kan????
susi lawati
mulai nyesel nihhh pak ustadz
susi lawati
seru...
susi lawati
mampir Thor..
Anha Ruheni
jgn sampai Syifa meninggal yah otor
Erni Kusumawati
Thor please jg siksa Syifa dg penderitaan seperti ini.. saya sbg seorang ibu tdk tahan melihatnya kak.. biarkan karma itu hanya berjalan utk ibunya tp tdk utk anaknya...
Anaknya Syifa tdk tahu apa2 kak😭😭😭 kalo pun boleh memilih tentu Syifa tdk akan memelih utk dilahirkan dr rahim wanita itu😭😭😭
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Kasih Bonda
next Thor semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!