NovelToon NovelToon
Belenggu Cinta Tuan Kejam

Belenggu Cinta Tuan Kejam

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Mafia / Roman-Angst Mafia / Romansa / Tamat
Popularitas:108.1k
Nilai: 5
Nama Author: Joy Jasmine

Ayla pikir ia akan menjadi Alice dan hidup bahagia selamanya. Gadis itu tidak tahu kalau cerita novel Belenggu Cinta akan segera berakhir.

“Kamu tidak akan bisa menjadi Alice selamanya. Karena ini bukanlah dunia aslimu. Kembalilah dan cari kehidupan nyata mu sendiri.” ~ Alice Lawrence

“Kau adalah istriku sekarang. Katakan siapa pemilik kalung ini dan aku akan melepasmu.” ~ Marvelio Prado

“Aku tidak tahu, aku tidak mengingat apapun. Yang ku ingat kamu adalah Kakak Edric yang sangat menyayangiku.” ~ Ayla Navara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Joy Jasmine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 ~ Makanan Terlarang

"Hey, Lio. Ayo kita main," ajak Genio sembari memegang sebuah bola.

Lio tidak menggubris, anak itu tetap bergeming tanpa menoleh sedikitpun.

"Ish, tidak asyik. Aku ajak yang lain saja deh."

Bugh.

"ARGHHH," pekik seorang gadis kecil berhasil mengalihkan perhatian Lio.

"Lala." Genio segera berlari ke arah gadis kecil itu. Sungguh ia tidak sengaja menendang bola ke arah Lala.

Namun betapa terkejutnya Genio saat Lio berlari lebih kencang darinya. "Kamu tidak papa?" tanya Lio yang dibalas mata berkaca-kaca milik Lala.

"Sakit," lirihnya masih tertelungkup di tanah.

"Lala."

"Pergi," sentak Lio sembari mendorong Genio.

"Hei, apa yang kau lakukan? Aku tidak sengaja menendangnya. Kenapa kau mendorongku?"

"Ini semua karena mu. Kau yang membuat dia kesakitan."

"Sudah aku bilang. Aku tidak sengaja."

"Berhenti!" pekik yang lainnya. Mereka membantu Lala untuk bangun, dan menatap kesal pada Lio dan Genio.

"Aku tidak papa. Kalian jangan bertengkar lagi," ucap Lala dengan suara yang sangat lembut. Bahkan gadis kecil berusia 7 tahun itu tersenyum hangat.

Senyuman hangat yang mampu mengalihkan tatapan datar Lio. Anak laki-laki itu membalas senyumnya, menciptakan keheranan tersendiri untuk Genio.

.

.

.

Byurrr.

"Hah, uhuk, uhuk, uhukk." Ayla terbangun dengan kaget, hidungnya kemasukan air hingga terasa sangat perih. Refleks ia merasa sesak dan terbatuk-batuk. Tubuh basah itu lalu bergerak naik turun seirama batuk yang ia keluarkan.

Glek.

Marvel menelan ludahnya kasar kala penglihatannya terpatri pada dua buah yang terlihat molek dan siap dilahap itu. "Sial," batinnya. Sekuat tenaga ia menenangkan diri.

"Bangun dan ikuti aku! Aku tunggu tiga menit untuk kau berganti pakaian, jika dalam tiga menit kau belum ada di hadapanku maka siap-siap menerima akibatnya," ucap pria itu dengan dingin dan beranjak dari sana. Jika sedikit lebih lama, ia takut akan hilang akal.

"Haha. Apa kau pikir ini rumah milik nenek moyang mu? Enak sekali tidur-tiduran di saat kami dan yang lainnya sedang sibuk. Kau itu sekarang statusnya tidak lebih dari kami, bahkan mungkin kau lebih rendah," sarkas pelayan yang bernama Daisy itu sembari tersenyum sinis.

Namun Ayla tidak menggubris, gadis itu segera bangkit dan membuka koper yang sebelumnya telah Willy siapkan.

"Apa kamu mau melihatku berganti pakaian?" tanyanya ketika melihat Daisy tidak juga pergi dari sana.

"Memangnya kenapa? Malu? Padahal aku kira kau tidak tahu malu."

"Aku bukannya malu, tapi aku takut kau yang malu dan iri karena tidak memiliki tubuh seindah aku."

"Kau! Hemm." Dengan kesal pelayan itu berjalan pergi. Kalau berbicara tentang penampilan, ia memang kalah dari Ayla yang memiliki tubuh bak gitar spanyol. Walau ia memiliki tubuh ideal tapi tentu tidak sesempurna Ayla walau saat ini wanita itu terlihat lebih kurus.

Setelah pelayan itu pergi, Ayla segera berganti pakaian dan menghampiri Marvel yang sudah duduk di meja makan. Gadis itu bahkan tidak sempat menyisir rambutnya yang basah.

Glek.

Lagi-lagi Marvel harus menelan ludah kala menatap gadis itu. Rambut Ayla yang berantakan dan basah justru menambah kesan seksi, apalagi gadis itu mengenakan kaos berwarna putih yang kebesaran yang membuatnya imut di saat bersama.

"Sial, sial. Ada apa denganmu Marvel?" batin pria itu merutuk. Belum pernah ia merasa tertarik sampai seperti ini pada seorang wanita. Hanya Ayla yang bisa, apalagi sejak kejadian itu yang membuat ia selalu terbayang-bayang.

"Kak, ada apa ...." Tenggorokan Ayla terasa tercekat kala Marvel menatapnya dengan tajam seakan bisa membelah-belah tubuhnya hingga beberapa bagian.

"Tu-tuan."

"Sini!"

Ayla menurut, ia berjalan perlahan ke samping pria itu dan hendak duduk di sana. "Siapa yang mengizinkanmu duduk?"

"Hah, uhm. Maaf, Tuan."

"Siapkan makanan untukku!"

Ayla mengangguk, gadis itu menelan ludahnya kasar saat menatap berbagai jenis hidangan di hadapannya. Sungguh ia lapar, terakhir ia makan adalah tadi pagi. Dan ini sudah waktunya makan siang.

"Ini, Tuan," ucap Ayla setelah menaruh sepiring nasi di hadapan Marvel.

"Mana lauknya?"

"Hah? Tuan mau makan apa?"

"Kamu!"

"Hah?"

"Kau mau mati?"

"Apa?"

"Huft. Ambilkan aku ayam goreng!"

Ayla pun segera bergerak, ia ambil sepotong ayam goreng ke dalam piring pria itu.

"Duduk!" titah Marvel sembari melirik kursi disebelahnya.

Gadis itu tersenyum senang, setidaknya pria ini masih memiliki hati nurani untuk membiarkannya makan.

Baru saja akan membalikkan piring di hadapannya, sebuah suara sudah menginterupsi. "Siapa yang menyuruhmu makan?"

Ayla menatap penuh tanya, kalau bukan untuk ikut makan lalu kenapa ia disuruh duduk.

"Kupas kan ayamnya!"

Hah? Apa Ayla tidak salah dengar? Memang pria ini tidak ada tangan? Kalaupun tidak bisa pakai tangan kan tinggal digigit. Lagi pula itu ayam goreng fillet yang tentunya tak bertulang.

"Hei, cepat lakukan tugasmu! Kenapa malah melamun."

"I-iya," sahut Ayla sedikit kaget. Namun tak dapat dipungkiri, ada rasa kesal yang bersarang di dalam hatinya.

Gadis itu lalu meraih piring Marvel dan hendak mengambil ayam goreng di dalam piringnya.

"Eh, tunggu sebentar! Pakai dulu sarung tangan plastik itu."

"Huft." Ayla menarik napasnya berat. Tanpa banyak berkata ia memakai sarung tangan yang sudah terletak di depannya.

Dengan gerakan asal ia mengupas ayam goreng itu menjadi kupasan-kupasan kecil. Setelah selesai ia kembali mendorong piring itu ke hadapan Marvel.

Namun pria itu bergeming hingga membuat Ayla kebingungan. "Suapi aku!" titahnya dengan wajah yang senantiasa datar.

Ayla pun menatapnya dengan tidak percaya. Apa pria ini jelmaan bocah, tidak hanya sikap yang seperti bunglon tapi tingkah pun bisa dibilang manja.

Di sisi lain, Audi yang melihat bagaimana sang kakak sepupu sedang bermesraan dengan wanita jahat itu merasa kesal.

Dengan langkah cepat ia berjalan kembali ke kamarnya. Rasa lapar pun seolah kenyang setelah melihat drama Korea yang disiarkan secara langsung tadi.

"Non, Nona, tunggu sebentar."

"Ck, ada apa?"

"Besok kan Nona libur. Kalau Nona tidak ada kegiatan, apa boleh saya i ...."

"Tidak ada izin-izinan! Kamu baru satu minggu kerja loh. Masa udah mau izin aja," sanggah Audi, ia sudah kesal tapi Genio malah buat dia makin kesal.

"Baiklah, Nona." Apalah daya seorang bawahan, memang harus menuruti bos apabila ingin pertahankan pekerjaan.

Tanpa mempedulikan Genio, Audi berbalik dan beranjak dari sana.

"Wajah memang mirip, tapi Kiara benar-benar segalanya dibanding nona Audi ini," gumam pria itu.

Merasa haus, ia pun beranjak ke dapur. Sayup-sayup ia mendengar suara seseorang sedang marah-marah.

"Kau benar-benar tidak berguna! Kau mau membunuhku, hem? Apa perlu aku potong tangan tidak berguna ini? Berani sekali menyuapiku makanan yang aku larang di rumah ini," ancam Marvel sembari mencengkram lengan Ayla dengan kuat.

"Aww, maaf Tuan. Sa-saya tidak sengaja," ujar gadis itu dengan kedua mata yang berkaca-kaca.

"Tidak sengaja?" tanya Marvel sembari menarik sudut bibir kirinya. Tangannya yang lowong beralih untuk mencekik gadis itu.

"Ugh, Tu-tuan, sa-kit." Jatuh sudah air mata yang sejak tadi menggenang di pelupuk matanya. Sungguh, pria ini benar-benar seperti bunglon. Tadi bisa bersikap manja layaknya anak kecil, namun sekarang bersikap kejam layaknya iblis.

"Siapa gadis itu?" gumam Genio sembari mengintip di balik dinding.

"Sedang apa kau disini?" tanya seseorang dengan suara dingin.

"Mely ... eh, Agya? Gadis itu siapa?" tanya Genio balik seraya berbisik.

"Tidak perlu tahu apa yang memang seharusnya tidak perlu kamu ketahui."

"Tapi, bos bisa membunuhnya."

"Bos juga bisa membunuhmu."

"Hey, kau tidak mau menolongnya?" tanya Genio sembari mencegat Agya yang akan pergi.

"Nyawaku terlalu berharga untuk itu."

"Ck, tapi aku tidak bisa membiarkan seseorang yang tidak bersalah mati di hadapanku," gumam Genio sembari melangkah ke arah meja makan.

"Ugh." Ayla sudah kehabisan napas, wajahnya kian memerah, ia sudah pasrah bahwa hidupnya akan segera berakhir. Lagian untuk apa hidup di dunia asing yang menyedihkan ini. Lebih baik mati bukan.

Gadis itu perlahan menutup kedua matanya. Rasanya sedikit lagi pertahanannya akan segera berakhir. Napas terakhirnya akan segera terambil.

"Tuan, kau bisa membunuhnya!" Di saat-saat terakhir terdengar suara melengking yang menginterupsi, Ayla membuka sedikit matanya, menatap pria yang terlihat samar-samar.

Bruk.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Tbc.

🌼🌼🌼🌼🌼

1
Moreno
Good, La. Cowok red flag macam Lio memang tidak pantas diidamkan
Moreno
Ayla memang tidak punya ingatan sama sekali tentang kehidupan aslinya? sama sekali?!
Rafillah Kanza
aku bingung sendiri...yg di kubur siapa...dn sekarang yg istrinya sapa lagi....Ayla dahati kn...nah yg selamat tadi siapa...Alya kemana ...Lala tu sapa lagi...knp ketukar tukar bah..ndk ngerti aku...Ayla ad kembaran yh...Alya terus sahabat ny...ku kira saudari ny...nm ny 11 12 Soalny..maaf kak..sampe mati pun aku GK ngerti sumpaa /Sob//Sob/
Joey: Kalau Kakak baca season 1 yang Fake Antagonist, juga ada sedikit penjelasan.

Saat Ayla dituduh membunuh, dia sembunyi di desa masa kecilnya. Di sana dia menggunakan nama Lala, nama saat dia masih tinggal bersama nenek angkatnya.
total 2 replies
Rafillah Kanza
aku bingung sendiri...yg di kubur siapa...dn sekarang yg istrinya sapa lagi....Ayla dahati kn...nah yg selamat tadi siapa...Alya kemana ...Lala tu sapa lagi...knp ketukar tukar bah..ndk ngerti aku...Ayla ad kembaran yh...Alya terus sahabat ny...ku kira saudari ny...nm ny 11 12 Soalny..maaf kak..sampe mati pun aku GK ngerti sumpaa /Sob/
🌸💫Dhaniatree🔥🌻
bagus ceritanya
Nunung Elasari
good 👍
Indri Lestari
ceritanya bagus..
Joey: Terima kasih Kk, mampir di karya baru Author juga ya😁
total 1 replies
Nani Kurniasih
endingnya membingungkan. soale dari awal cerita dijudul sebelah khan namanya Ayla trus lanjut kejudul ini malah endingnya Lala
Nani Kurniasih
balikin Ayla asli ih.. dinovel aja Alice mati apalagi disini..
Rana Syifa
sehat selalu untuk authorx
Joey: Terima kasih, salam sehat untuk kk juga❤️❤️
total 1 replies
Berliannasya Sachiela
kak ini mksdnya apa cba aku bngung tolong jelasin kak please...Ayla dan Lala itu kan satu tubuh, Ayla adalah Lala yg di op tp skrng op lagi berubah wajah lgi jd Lala trus yg dikuburan siapa
Joey: Coba baca lagi bab 13 ~ Silent Sparta. Di sana dijelaskan kalau Ayla dan Lala duduk bersama di dalam bus sebelum kecelakaan. Yang selamat sebenarnya Lala, tapi karena wajahnya tidak bisa dikenali. Akhirnya pas di operasi menggunakan wajah Ayla.

Jadi yang di kuburan itu Ayla yang asli.
total 1 replies
Desi deshiny
udah dong kak author.jgn kelamaan nyiksa ayla nya..kalo ujung" nya jadi bucin
Yuliana Chandra
trus yg d kubur siapa? apa ayla pelayannya ayla.... kpan matinya?
Zelfiana
😍
Tutie Arkan
kasihan Ayla ya thor...
hrs menata hati dan hidup dr awal lgi...
Hu.. hu...
E H Mukti
Jadi kuat lg ayla 😇
cupa
sakit jiwa
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
Hanimun Hanimun
Luar biasa
falea sezi
yg dikubur td siapa
Berliannasya Sachiela: kak aku butuh penjelasan kan si Ayla itu Lala trus skrng udh di operasi wajahe brubah lgi jdi Lala trus yg dikubur itu siapa kan Lala dan Ayla satu tubuh?
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!