Kebahagiaan Ayu dan Queen terenggut saat nyawa sang mama meregang nyawa di meja operasi karena melahirkan adik mereka.
Derita Ayu dan Queen di mulai saat ayah mereka Aditya menikah dengan Lisa dan tak lama dijebloskan ke penjara karena fitnah yang dilakukan oleh Rudi mantan pacar Lisa Ibu sambung mereka.
Sikap Lisa yang manis sebagai ibu sambung berubah menjadi iblis yang menakutkan buat Ayu dan Queen karena hasutan Rudi hingga membuat nyawa Queen melayang karena kekejamannya.
Kematian Queen dan siksaan yang dilakukan Lisa dan Rudi merubah sifat Ayu 180 derajat menjadi seorang pendendam, dan introver kepercayaannya terhadap orang lain luntur. Tidak ada lagi kasih sayang dalam kamus Ayu. Puncak dari semua ke kebiadaban Lisa dan Rudi adalah saat Ayu hampir di perkosa Rudi dan kepergok Lisa.
Rudi berdalih dia rayu oleh Ayu, seketika hal ini membuat Lisa kalap dan hampir membunuh Ayu.
Ayu berusaha kabur dan bertemu seseorang yang akan merubahnya untuk balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidur Paling Menyedihkan
Kelakuan Lisa semakin menjadi, dia benar-benar menjadikan Ayu dan Queen seperti budak terlebih kepada Ayu. Mereka berdua tidak diperbolehkan makan lagi di meja makan tapi mereka hanya diperbolehkan makan di dapur dengan lauk sayur.
Hidup Ayu dan Queen berbalik 180 derajat, kedua adik kakak anak Aditya yang biasanya dimanja dan serba berlebihan dalam segala hal sekarang diperas tenaganya dan juga diberi makan seadanya.
Sementara hampir setiap hari Rudi datang menemui Lisa untuk bersenang-senang, minum atau hanya mengobrol. Sesekali Rudi mengajak Lisa keluar untuk berbelanja ke mall. Seperti pagi ini Rudi datang dengan membawa sekantong kresek apel merah kesukaan Lisa.
"Pagi cantik, dah sarapan belum," sapa Rudi . manis dengan senyum manis tersinggung di bibirnya.
"Lagi nggak selera. Ngapain pagi-pagi sudah nongol ke sini. Emang nggak ngantor?" tanya Lisa sambil menikmati sebatang rokok di kursi malasnya.
"Ini juga lagi dalam tugas kantor datang ke sini." jawab Rudi sambil duduk di sofa ruang keluarga.
"Maksudmu apa?" tanya Lisa serius menarik tubuhnya duduk tegak.
"Direktur perusahaan memintaku lapor ke polisi untuk secepatnya menyegel rumah ini dan seluruh isinya tapi aku masih mengulur waktu dan berusaha menolaknya dengan berbagai alasan itu semata-mata karena kamu tinggal di rumah ini." ucap Rudi begitu serius menakuti Lisa.
Mendengar informasi Rudi membuat Lisa seketika lemas dan juga bingung dia membayangkan bagaimana nasib dirinya jika rumah ini disita oleh pihak kepolisian, hal ini dimanfaatkan oleh Rudi untuk menghasut Lisa kembali.
"Ada satu cara agar rumah ini aman tidak menjadi barang sitaan." Rudi mulai memancing Lisa untuk mengikuti keinginannya.
"Apa?" tanya Lisa serius dan bersemangat sambil mengerutkan dahi.
"Secepatnya kau datangi Aditya, ajak seorang notaris agar Aditya mengalih namakan rumah ini atas nama dirimu dan ingat, minta kepada notaris kalau pengalih hak rumah ini dilakukan sebelum tanggal Rudi tertangkap polisi dan itu artinya rumah ini aman dari barang sita karena rumah ini milikmu," usul Rudi setengah berbisik di telinga Lisa sambil tersenyum menyeringai.
Lisa terdiam memikirkan rencana Rudi yang memang masuk akal dan dia pun segera menganggukkan kepala.
"Baiklah, aku akan segera melakukannya sekarang," ucap Lisa sambil beranjak dari duduknya.
"Apa hanya sebatas itu kau berterima kasih atas info dan usul yang aku berikan padamu?" pancing Rudi dengan tatapan nakal.
Lisa mendekatkan tubuhnya ke arah Rudi lalu dia sedikit membungkuk dan mengecup pipi Rudi.
"Thanks, ini DP nya. Sisanya nyusul," ucap Lisa dengan suara manja di telinga Rudi.
Perlakuan Lisa yang nakal membuat Rudi mengulum senyum penuh kemenangan sambil menatap punggung wanita yang masih di cintainya.
"Sebentar lagi kau akan menjadi milikku, begitu juga dengan rumah ini dan kekuasaan yang Aditya miliki." monolog Rudi dengan sombongnya.
"Oh iya sayang, malam ini aku dapat undangan party vip di klub Router, aku minta kamu jangan menolak untuk menjadi pasanganku," ajak Rudi sedikit berteriak dari luar kamar Lisa.
Ceklek.
"Nggak bisa, gimana mungkin aku meninggalkan kedua anak itu di rumah tanpa orang dewasa bisa-bisa rumahku habis dibobol maling." tolak Lisa dengan ajakan Rudi walaupun dia juga menginginkan pergi ke pesta itu.
"Ribet amat sih tinggal kamu kunci aja mereka di dalam rumah." usul Rudi membuat Lisa mengerutkan keningnya.
"Nggak ahh, tar kalo mereka ceroboh memasak sesuatu tanpa sepengetahuanku bisa kebakaran rumah ini." kembali Lisa menolak ajakan Rudi.
"Ya udah, kalau gitu kamu kunci aja rumah ini biar mereka tidur di luar sampai menunggu kita pulang, gampang kan?" kembali Rudi memberikan usulnya yang tak berhati sebagai seorang manusia.
Lisa terdiam ragu sambil berpikir dengan usul Rudi yang terakhir.
"Udah jangan banyak mikir mereka bisa tidur di garasi." kembali Rudi memberikan ide gilanya pada Lisa.
"Ya udah, idemu lumayan manusiawi. Toh di garasi juga aman, kalau begitu Kamu jemput aku nanti malam." saut Lisa tersenyum manis ke arah Rudi.
***
Seperti rencana semula Lisa dan seorang notaris pergi menemui Aditya dengan bujuk rayu manis akhirnya Aditya mau menandatangani berkas pengalih nama hak milik rumah Aditya atas nama Lisa dan ini membuat Lisa merasa lega sekaligus bahagia karena dia punya hak penuh atas rumah itu sekarang.
"Terima kasih Mas Adit, aku janji akan merawat anak-anak Mas Adit agar mereka dan aku tidak menjadi gelandangan di luaran. Mas Adi nggak usah khawatir aku akan sering menjenguk Mas Adit di sini," janji manis Lisa di depan Aditya yang mau tak mau pasrah menerima ide Lisa.
"Tolong tepati janjimu Sayang, jangan sampai Ayu dan Queen terlantar, aku sangat percaya padamu." ucap Aditya pasrah sambil menggenggam erat jari jemari Lisa, Lisa tersenyum manis sambil mengangguk.
Malam harinya sesuai janjinya pada Lisa, Rudi menjemput Lisa di rumahnya tepat jam setengah sepuluh malam. Saat itu langit malam terlihat gelap tak ada bintang atau bulan yang tampak, hanya awan gelap yang menandakan akan turun hujan lebat.
"Ayu, Queen. malam ini kalian tidur di teras tunggu sampai tante pulang! Mengerti?" tanya Lisa sambil mendelik ke arah ke duanya.
"JAWAB! JAN DIAM SAJA!" bentak Lisa kesel pertanyaannya tidak mendapat jawaban dari Queen dan Ayu.
"I-iya Tante." jawab keduanya bersamaan.
"Ya sudah kalau gitu bawa selimut kalian keluar kalian bisa tidur di kursi teras."perintah Lisa memasang wajah judesnya dengan alis hampir bertemu.
Ayu dan Queen berjalan ke kamar mengambil selimut masing-masing lalu kembali berjalan menuju teras.
"Jaga rumah ini! Kalau ada orang asing yang masuk, kalian harus teriak sekuat tenaga!" perintah Lisa berpesan.
"Iya Tante." jawab Ayu dan Queen bersamaan.
Lisa melangkah dengan ringan dan sombongnya menuju mobilnya di mana Rudi sudah menunggu di sana. Rasa lelah dan kantuk membuat Ayu dan Queen tertidur di kursi teras.
DUARRR DUARRR.
Bunyi Guntur membangunkan Ayu dan Queen bersamaan, Queen ketakutan dan langsung memeluk Ayu. Hujan deras pun turun seperti air bah yang ditumpahkan dari langit hawa dingin membuat mereka menggigil begitu juga air hujan yang tampias ke teras membuat sebagian selimut dan baju mereka basah.
"Kakak, Queen takut kilat," kata Queen gemetaran sambil menutup kedua telinganya dan juga matanya saat ada kilat menyambar yang disusul suara guntur.
"Kita ke garasi saja Dek, bawa kursinya ke garasi," ajak Ayu kepada Queen.
Dengan susah payah Ayu dan Queen mengangkat dua kursi teras ke garasi.dan tidur sambil duduk dengan selimut membungkus tubuh mungilnya.
Hawa dingin dan guyuran hujan lebat tak menghalangi tidur nyenyak mereka karena rasa lelah yang amat sangat.
Tes tes tes
"Kaka bocor atapnya." jerit Queen kaget saat tetesan hujan membasahi pipinya hingga membangunkan Ayu.
"Kita pindah Dek, geser ke sana," tunjuk Ayu pada satu tempat yang tidak bocor.
Mereka berdua pun menggotong kembali kursi teras itu ke tempat yang aman dari tetesan bocor air hujan lalu melanjutkan tidurnya. Hujan makin deras tak berhenti hampir semalaman membuat Queen menggigil kedinginan dan Ayu pun menyelimuti tubuh Queen dengan selimutnya.
"Hhhgggg," suara Ayu menggigil kedinginan sambil mendekap erat lututnya.
"TINNNN ...TINNNN...TINNN," bunyi klakson mobil Lisa di depan pintu pagar minta di bukakan.
Ayu hanya melongok sebentar lalu kembali pura-pura tidur.
duh ngeriiiii, pembully an, kekerasan, obrolan serampangan
masih ada typo
duhh anak sekarang ngerii pintar tapi gak ada norma dan atittude jadi nya gitu bisanya mbully omongan nya ngabsen Kebon binatang
dan Lisa... tunggu karmanya