NovelToon NovelToon
Istri Rasa Depkolektor

Istri Rasa Depkolektor

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:68.7k
Nilai: 5
Nama Author: Asma Khan

⚠️ No Plagiat _ No Boom Like❗

Hubungan itu ibarat detakan denyut jantung.

Ketika semua orang berlomba untuk menjadi pasangan terbaik, menyempurnakan diri untuk memikat hati pasangan mereka, hal itu tidak berlaku untuk si gadis desa dengan sgala kekurangannya.

Cantikkah? Pintarkah? Kayakah? Jawabannya TIDAK. Asma hanya gadis desa yang bekerja sebagai buruh pabrik, tetapi takdir mempersatukan garis nasib bersama Reyhan Aditya—pria dengan title bule kulkas.

Kehidupan damai dalam kesendiriannya menjadi penuh drama. Semua karena pernikahan yang dia lakukan. Istri sederhana dengan segudang keinginan selama fase kehamilan yang selalu menjadi pemicu peningkat kesabaran.

Bagaimana pernikahan di antara Asma dan Reyhan akan berlangsung? Apakah kisah tanpa nama menjadi akhir dari segalanya? Saksikan kisahnya hanya dalam Istri Rasa Depkolektor.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Rey ketiduran, Pagi Kebenaran

"Apa pertanyaanmu?" Asma menoleh menatap pria di sebelahnya, Rey mengalihkan perhatiannya.

Pria itu membalas tatapan Asma. Ia mencoba menenggelamkan diri dalam dinginnya rasa yang menyelimuti kehidupan gadis itu, "Apa alasanmu, meminta kami menjauh dari kehidupanmu."

Seulas senyuman tersungging di wajah gadis itu. Senyuman yang menghadirkan lesung pipi mungil. Walau tidak cantik seperti anak gadis yang sering dia temui di kota, tapi Rey sadar. Menatap wajah manis pemilik mata sipit dengan alis tipis melengkung, dagu agak lancip. Ternyata tidak membosankan.

Pikirannya mulai Menjelajah. Kemana senyuman itu menghilang selama ini? Kenapa baru malam ini, dia melihatnya. Meski hanya sesaat, itu seperti terpatri dalam relung hatinya. Tanpa sadar, bibirnya ikut tersenyum.

"Hidupku hanya tentang ibu. Bukan cinta, dan juga rasa. Alasanku cuma satu, menjaga hati untuk calon suamiku. Dia yang datang pada ibu, memintaku untuk menjadi seorang istri. Kebenaran dan kepalsuan itu, setipis kulit bawang. Sekarang,kuharap Anda memahami segalanya."

Rey mencerna setiap kata yang dijelaskan Asma. Namun, ia masih tak memahami. Kenapa gadis itu terlalu keras pada dirinya sendiri. Padahal masih muda, jika pacaran tentu tidak ada masalah. Iya 'kan? Seakan memahami isi pikiran pria di sebelahnya. Asma kembali menyandarkan kepala ke belakang, menatap rumahnya dengan tatapan kosong.

"Tuan Reyhan, kehidupan semua orang pasti memiliki rintangannya masing-masing. Aku tidak muda lagi, masa lalu ku tidak baik. Apa gunanya memberi harapan pada cahaya yang padam? Jelaskan saja pada Ka Bagas. Carilah wanita yang tepat dengan kehidupan yang baik. Selamat malam, Assalamu'alaikum."

Tanpa menunggu jawaban. Dibukanya pintu mobil. Asma berjalan meninggalkan Rey seorang diri. Pria yang kini mencoba merenung dan memahami segala sesuatunya. Apa arti dari semua itu? Kenapa terdengar seperti pengusiran secara halus. Tiba-tiba ponselnya berdering, sontak membuyarkan lamunan.

Panggilan telepon dari Bagas. Sekali geser layar ponsel, panggilan tersambung. "Assalamu'alaikum, ya katakan. Ada apa, Nando?"

Rey memejamkan mata mendengarkan ceramah panjang kali lebar dari seberang. Bagaimana bisa, Bagas tahu semua percakapan di dalam mobil. Apakah anak itu meletakkan alat penyadap? Jika iya, keterlaluan, tapi apa bisa dikata? Seperti apapun Bagas, dia tetap sahabat terbaiknya.

"Apa mau mu? Memaksa wanita yang bahkan enggan melihat wajah kita." Rey tak ingin memperkeruh situasi yang sudah tidak kondusif, Asma benar. Bagas terlalu memberi penekanan, pantas saja gadis itu merasa tertekan. "Tunggu aku di lobby. Kita akan pulang ke Jakarta, malam ini juga."

Panggilan diakhiri. Rey meletakkan ponselnya kembali ke tempat semula, lalu mencari alat yang digunakan Bagas untuk mendengar semua yang terjadi di dalam mobil. Setelah memeriksa seluruh sudut, akhirnya menemukan sebuah klip yang memang alat penyadap.

Bagas bukan nekat, tapi niat. Semua sudah terencana. Perjalanan ini, pertemuan dan seluruh rangkaian yang terjadi. Apakah pria itu mengatakan sesuatu yang aneh tentangnya? Sesaat mencoba mengingat percakapan pesan antara Asma dan Bagas.

Rey menghela nafas berat, lalu menyandarkan tubuhnya ke belakang. Rasanya kepala berputar, karena untuk pertama kalinya. Ia terjebak di dalam masalah yang rumit. Semakin dipikirkan, maka semakin merosot ke dalam jurang yang dalam. Tanpa sadar, rasa lelah yang mendera, membuat pria itu perlahan terlelap.

Suara ayam berkokok terdengar begitu nyaring membangunkan Rey. Pria itu merentangkan kedua tangan, "Astaghfirullah, rupanya aku ketiduran di mobil. Astaga bagaimana dengan Bagas?"

Rasa bersalah menggerogoti hatinya. Rey menyalakan mesin mobil, lalu bersiap menginjak pedal gas. Akan tetapi berhenti, ketika melihat Asma keluar dari rumahnya. Gadis itu sudah berpakaian olahraga dengan headphones menutupi kedua telinga. Tudung jaket yang dipasang sebelum berlari kecil menyusuri jalan setapak.

"Olahraga sepagi ini, bahkan baru pukul lima lebih sedikit. Tidak ku sangka, gadis dingin seperti dia juga menjalani hidup sehat." gumam Rey bermonolog pada dirinya sendiri. "Sepertinya masih bisa sholat, jadi lebih baik ke mushola dulu."

Rey kembali mematikan mesin mobil, lalu keluar dan tak lupa mengunci mobilnya. Langkah kaki berjalan menyusuri setapak yang memang sedikit ada kerusakan di beberapa titik. Mungkin sudah lama infrastruktur jalanan tidak mendapat perbaikan. Tujuannya adalah Mushola yang berseberangan dengan rumah Asma.

Beruntung ada takmir mushola yang menjelaskan dimana tempat wudhu, hingga pria itu bisa melaksanakan sholat dengan khusyuk. Setelah menyelesaikan do'a, sejenak Rey terduduk merenung semua yang telah terjadi antara dia, Bagas, dan Asma. Ikatan macam apa yang mereka miliki?

Ia pun tak tahu, hingga Bapak takmir menghampirinya untuk sekedar basa-basi bertanya asal dan obrolan ringan sebagai sesama pria. Namun, ketika mengatakan sebagai teman Asma yang memang hanya untuk bertandang demi silaturahmi.

Si Bapak takmir menatap Rey begitu serius, "Jadi, Mas ini, calonnya Mba Asma? Loh, bukane calon anaknya Pak Rasyid itu orang kota ini juga, ya."

"Maaf, maksudnya bapak bagaimana, ya?" tanya Rey menahan diri agar tidak bereaksi berlebihan.

Yah, dia pikir. Asma menolak permintaan Bagas karena memang tidak ingin pacaran atau sejenisnya, tapi kenapa bapak takmir mengatakan gadis itu memiliki calon. Jadi, mana kebenaran yang bisa dipercaya? Apakah ucapan Asma, atau pria yang duduk di sebelahnya?

Bapak takmir menoleh ke arah pagar tanaman yang menghalangi pandangan mata. Jika tidak ada pagar itu, pasti rumah Asma terlihat dari Mushola. "Dua tahun lalu, ada rombongan pria datang melamar. Ini desa kecil, jadi semua tetangga pasti tahu. Bapak kira, Mas ini calon dari anaknya Pak Rasyid."

Kebenaran yang mengejutkan, tetapi kenapa rasanya begitu menyesakkan? Apa yang salah dengan itu? Asma memiliki calonnya sendiri, lalu kenapa perasaan tidak terima hadir menelusup ke dalam hatinya. Wajarkah? Tidak.

Pria itu baru mendengar setengah kebenaran dari bapak takmir, sedangkan setengah kebenaran lagi. Hanya Asma yang tahu, bahkan keluarga gadis itu tidak sepenuhnya tahu. Rey berpamitan dan tidak lupa bersedekah sebelum meninggalkan mushola.

Langkah awal berniat untuk kembali ke mobil, namun justru hatinya membawa ia berjalan menuju rumah Asma. Rumah sederhana yang selalu menarik perhatiannya. Tanpa ragu, tangannya terangkat mengetuk pintu kayu yang sudah lapuk, bahkan harusnya sudah di ganti dengan yang baru.

"Assalamu'alaikum," laungan salam Rey terdengar hingga dapur, membuat Ibu Zulaikha menghentikan aktivitasnya.

Wanita paruh baya yang masih nampak awet muda berjalan masuk, "Waalaikumsalam, tunggu sebentar."

Ketika pintu terbuka, terlihat seorang pemuda berdiri di depan dengan tatapan mata yang meneduhkan. Seulas senyuman menyambutnya, tetapi wajah itu, bukankah yang mengajak Asma keluar jalan semalam?

"Mari masuk, Nak. Jangan berdiri di depan pintu pamali." Ibu Zulaikha mempersilahkan tamunya begitu ramah, membuat Rey merasa tidak enak hati.

Bagaimana tidak, saat ini baru pukul setengah enam pagi lebih sepuluh menit. Sudah pasti bukan waktu yang tepat untuk berkunjung ke rumah orang, tetapi dengan percaya dirinya. Dia mengetuk pintu rumah yang diyakini akan memberikan hatinya ketenangan.

Ibu Zulaikha masuk ke dalam, mungkin tengah membuatkan minuman untuknya. Sembari menunggu, Rey memilih mengirim pesan pada Bagas. Menjelaskan apa yang tengah dilakukannya saat ini dengan pesan singkat. Sekaligus meminta maaf karena tidak datang ke hotel semalam.

"Nak, maaf adanya teh hangat. Kebetulan airnya baru masak." Ibu Zulaikha meletakkan nampak, lalu mengangkat secangkir teh yang mengepulkan asap putih. Kemudian, menyodorkan ke Rey, "Silahkan di cicipi, selagi masih hangat."

1
Mom La - La
hadir kk...
☕☕ untuk mu...
Bpearlpul
congrats ya kak novelnya udah tamat dan sukses terus
Bpearlpul: ♥♥♥♥♥
total 6 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
kalau gk baca akhirannya dah protes aku, bisa²nya Fay sama Bagas gantung 😭
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: 🚶‍♀️🚶‍♀️Cari abangnya dlu
total 3 replies
Ela Jutek
huh kenapa terjadi seperti itu
Ela Jutek: iya mesti
total 26 replies
Ela Jutek
ohhh seperti itu toh, untung obat nya istri nya sendiri😊

dan siapa kah dia belom punya istri udah pen bulan madu aja😆
Ela Jutek: hooh iya🙄
total 16 replies
Ela Jutek
haahh masa sih pak bos, gak percaya deh🙄
Ela Jutek: dikit doang
total 26 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
wassalam ini mah, untung dah buka puasa bacanya, langsung scroll kabur🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: 🤣berhenti ada palang
total 1 replies
Ela Jutek
uhh manis nya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: 😇iya ay
total 7 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
liburan berkedok bulan madu ya😳
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: seru sih, nunggu giliran aja 😌
total 1 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
good job Fay, napa gk dikasih makan sekalian kan marah butuh tenaga kalau cuma minum mah gk kenyang, kembung yg ada😳
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: jadi makan kuy lah 🚶‍♀️
total 3 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
hm, cinta yg membutakan
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: heem 🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️
total 1 replies
Ela Jutek
pulang bawa dede bayi ya😄
Ela Jutek: kebanyakan emang gitu sih kak
total 30 replies
Ela Jutek
ohhh wow kaburr ahhh🏃🙈🙈
Ela Jutek: biarin lah
total 22 replies
Ela Jutek
indah
Ela Jutek: iya adanya😂
total 40 replies
Ela Jutek
emm pengagum rahasia🙄
Ela Jutek: iyaa kak otw
total 26 replies
Ela Jutek
nangis aja dulu biar lega, noh ada yang nguping tuh sapa coba
Ela Jutek: nah kan
total 16 replies
Ela Jutek
wahh ternyata diam diam cinta dengen berkedok kakak🙄
Ela Jutek: iya dong😆
total 24 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
cinta atau obsesi? dari rasa kagum hanya akan menjadi suka, tapi rasa ingin memiliki itu disebut obsesi, so what?
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴: cinta bisa membutakan
total 6 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
Fay benar, di sini bukan tentang hubungan Fay dan Bagas melainkan ada hati lain yg patah 😌
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: 🙄diem aja lah 🏃‍♀️🏃‍♀️
total 7 replies
Ela Jutek
nah lo jelaskan tuh Rey
Ela Jutek: moh ah, kaburrr🏃🏃
total 10 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!