Garis besar cerita ini kelanjutan dari novel Aku mencintai istri kontrak ku 2, kedua anak Antonio dan Isabella sudah dewasa.
Awal cerita Isabella harus kembali terjun ke dunia mafia bersama dengan Antonio, hal itu mau tidak mau membuat Dua anak Isabella harus mengikuti jejak kedua orang tuanya.
Apalagi ditambah dengan Putra Paman Ridwan yang terjerumus pada lembah kegelapan karena dijebak oleh seorang wanita, cinta romansa ketiga orang itu membuat Isabella dan Antonio harus menghadapi begitu banyak permasalahan dengan dunia bawah tanah atau bisnis gelap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluar
Langkah kaki Ricardo langsung mendekati Aselia yang sedang memasak, bau masakan yang dibuat oleh Aselia benar-benar menggoda penciuman pria itu.
"Bagi 2." pintar Ricardo yang tiba-tiba sudah berada di belakang tubuh Aselia.
Wanita itu terkejut karena Ricardo tiba-tiba sudah berada di belakang tubuhnya.
"Kenapa kau selalu mengageti ku sih!!" seru Aselia yang marah kepada Ricardo.
"Aku mau sama masakanmu, jadi bagi dua." pintar Ricardo yang terus membuntuti Aselia.
"Ogah." jawab aselia yang kemudian menaruh piringnya di meja makan.
Terlihat wanita itu langsung memakan masakan sederhana yang barusan dia masak, tanpa menunggu lagi.. Ricardo langsung mengambil sendok dan ikut makan dalam 1 piring dengan Aselia.
"Apa yang kau lakukan?!" seru Aselia yang melihat sendok yang ada di tangan Ricardo telah menyusup ke dalam piringnya.
"Aku lapar, jadi aku mau makan." jawab Ricardo yang santai.
"Aselia menarik piringnya agar tidak dimakan makan oleh pria itu, namun yang terjadi malah Ricardo menarik piring dan merampas sendok Aselia. tentu saja Aselia sangat marah dengan kelakuan pria itu.
"Buka mulutmu!" seru Ricardo yang meminta Aslea untuk membuka mulutnya. terlihat pria itu sudah merampas sendok Aselia dan menyembunyikannya.
"Kalau kau tidak mau ku suapin ya tidak apa-apa, bakal ku makan sendiri masakan ini." ucap Ricardo yang kemudian melahap masakan Aselia.
Gadis itu sangat marah, saat kemudian karena sudah sangat lapar dia hanya menuruti perlakuan Ricardo. dia membuka mulutnya, Hal itu membuat Ricardo tersenyum gembira.
"Lebih baik seperti ini kan, biar tidak boros sendok." ucap Ricardo yang membuat Aselia hanya melotot.
"Dasar pria tidak tahu diri, tidak tau terimakasih, suka memaksa." ucap Aselia sambil mengunyah makanannya.
"Nanti akan ku ajak kau jalan-jalan ke pulau ini." ucap Ricardo Aselia sangat senang saat mendengar perkataan pria itu. bagaimana Tidak, sudah hampir 4 bulan lamanya dia terkurung di tempat ini. sebuah pulau terpencil yang membuat Aselia seperti burung yang dikurung di sangkar.
"Awas sampai kau berbohong padaku, bakal aku racuni kau saat makan." ucap Aselia yang kemudian meninggalkan Ricardo.
"Kalau kau membunuhku tidak akan ada pria yang menikahimu, karena Aselia Antonio Yusuf adalah calon istriku." jawab Ricardo yang kemudian tersenyum melihat Aselia sudah masuk kedalam kamarnya. Gadis itu terus menggerutu tidak karuan karena semua perlakuan dari Ricardo.
Bagaimana tidak, selalu pria itu membuat Aselia jantungnya seperti lari maraton, kata-katanya yang begitu romantis kelakuannya yang selalu membuat Aselia ingin marah sekaligus menyukainya.
"Kalau Papa kelakuannya seperti ini, mungkin Mama tidak akan sampai terluka karena sikap apa yang dingin waktu itu." gerutu Aselia yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.
Aselia telah tertidur dengan menggerutu tidak karuan, pagi telah menyerang. Ricardo mengetuk pintu kamar Aselia karena pria itu sudah berjanji akan mengajak Gadis itu untuk keluar jalan-jalan dari pulau miliknya.
Tok...
Tok..
Tok...
Antonio mengetuk pintu kamar Aselia.
Aselia membuka pintu kamarnya, terlihat Gadis itu menatap seorang pria yang sudah berdiri diluar kamarnya. sesaat kemudian tatapan matanya menatap Ricardo yang sudah tersenyum kepadanya.
"Ada apa?" tanya Aselia kepada Ricardo.
"Katanya kau ingin jalan-jalan denganku." jawab di Ricardo yang membuat Aselia langsung menutup pintunya dan bergegas membersihkan dirinya.
"Tunggu sebentar lagi, aku akan membersihkan diriku!" seru Aselia yang kemudian memasuki kamar mandinya. terlihat wanita itu sangat bahagia saat mendengar perkataan dari Ricardo.
15 menit kemudian ternyata Aselia sudah keluar dengan memakai celana pendek dan kaos sederhana.
Ceklek..
Aselia membuka pintu kamarnya, yang terlihat di sana ternyata Ricardo masih berada diluar kamarnya.
"Kenapa kau masih di sini?" tanya Aselia kepada Ricardo.
"Memangnya kenapa aku tidak boleh disini?" tanya Ricardo balik.
"Kau kan bisa menungguku di bawah." jawab Aselia.
"Aku tidak mau." jawab balik Ricardo.
"Ya sudah kalau begitu." jawab Aselia yang kemudian berjalan mendahului Ricardo. pria itu hanya tersenyum saat melihat senyum yang merekah dari Isabella. tentu saja Wanita itu sangat bahagia saat melihat Aselia seperti itu.
"Kau benar-benar akan mengajakku jalan-jalan kan?" tanya Aselia. Ricardo menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian pria itu sudah menyuruh Bobby untuk mengendarai mobilnya.
Akhirnya mereka berdua keluar bertiga, tatapan mata Aselia menatap pulau kecil tempat Ricardo.
"Pulau ini milikmu atau kau merampasnya dari seseorang?" tanya Aselia.
"Tentu saja Aku membelinya. Kau kira aku ini perampok apa." jawab Ricardo yang membuat Aselia tersenyum.
"Mungkin saja." Jawab Aselia.
"Memangnya Mamamu juga perampok?" tanya Ricardo balik.
"Tentu saja bukan." Jawab Aselia sambil marah.
"Kalau Mamamu bukan perampok, berarti aku juga bukan. karena aku juga salah satu orang kepercayaannya." jawab Ricardo yang kemudian mengajak Aselia untuk turun ke sebuah tempat.
"Kita mau kemana?" tanya Aselia.
"Aku akan mengajakmu untuk bermain di laut itu." jawab Ricardo.
Sesaat kemudian Bobby sudah menghidupkan speed boat yang ada di tempat itu, tatapan mata Aselia terlihat bahagia. sudah 1 bulan lamanya dia terus terkurung di pulau terpencil itu.
Tatapan mata Aselia menatap seluruh tempat itu, sebuah tempat yang begitu indah dan laut yang begitu luas. wanita itu terus berputar-putar bersama dengan Ricardo dan Bobby, Dia sangat senang jarang sekali Dia bersenang-senang bersama kedua orang tuanya.
Tatapan mata Aselia menatap sebuah tempat yang lumayan jauh, terlihat di sana beberapa kapal sudah melaju dan mendekati mereka bertiga.
"Apakah kau membawa anak buah lagi?" tanya Aselia kepada Ricardo.
"Memangnya ada apa?" jawab Ricardo.
"Apakah mereka anak buahmu?" tanya Aselia kembali.
Tatapan mata Ricardo menatap jari Aselia yang menunjuk kearah lain.
"Bobby, segera pergi dari sini!" seru Ricardo yang melihat kalau salah satu musuhnya telah mendekati mereka bertiga.
** bersambung **