NovelToon NovelToon
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Tianxu, setiap orang terlahir dengan kemampuan menyerap Qi untuk berkultivasi. Namun Xiao Yun, bocah yatim dari Desa Kabut, lahir tanpa memiliki Qi sedikit pun dan hidup sebagai bahan hinaan seluruh desa.
Setelah kakek angkatnya meninggal, Xiao Yun bertahan hidup seorang diri dengan mencari tanaman obat di Hutan Terlarang. Hingga suatu hari, sebuah kecelakaan membawanya ke Lembah Iblis — tempat ia bertemu roh petapa kuno bernama Luo Hai.
Tanpa disadari siapa pun, di dalam tubuh Xiao Yun tersegel kekuatan kuno bernama Nadi Kekosongan, kekuatan terlarang yang bahkan ditakuti langit.
Dari bocah tanpa Qi yang dipandang sampah, Xiao Yun memulai perjalanan untuk mengguncang dunia kultivasi.

{ Update setiap hari }

Mohon dukungannya 👍🏻⭐🔁

Terima kasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.2 — Kerangka Dalam Goa

Xiao Yun meringis menahan nyeri.

Namun tepat pada saat itulah sesuatu yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan terjadi.

Tetesan darah yang jatuh ke tanah tiba-tiba memancarkan cahaya hitam samar.

DUK!

Jantung Xiao Yun berdenyut sangat keras.

Di bawah kulit dekat lehernya, simbol pusaran hitam muncul dengan sendirinya. Kali ini bentuknya jauh lebih jelas dibanding sebelumnya, seolah sedang terbangun oleh sesuatu yang tidak terlihat.

Dalam sekejap, udara di sekitar berubah menjadi dingin.

Sangat dingin.

Serigala Iblis yang sedetik sebelumnya hendak menerkam mendadak menghentikan gerakannya. Mata merahnya membelalak lebar, sementara tubuh besarnya mulai bergetar tanpa kendali, seakan-akan sedang berhadapan dengan sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada dirinya sendiri.

Whuuuuush...

Aura hitam yang sangat tipis perlahan keluar dari tubuh Xiao Yun. Kemunculannya hanya berlangsung sesaat, tetapi sudah cukup untuk membuat Serigala Iblis mundur beberapa langkah dengan tatapan penuh ketakutan.

"Ehh...?"

Xiao Yun sama sekali tidak memahami apa yang baru saja terjadi. Ia hanya menyadari bahwa binatang iblis yang sebelumnya begitu ganas kini justru tampak ketakutan tanpa alasan yang ia mengerti.

Namun sebelum sempat memikirkan semua itu lebih jauh.

KRAAAK!

Suara retakan keras tiba-tiba terdengar dari belakangnya.

Mata Xiao Yun langsung membelalak. Retakan di tanah itu menyebar dengan sangat cepat, menjalar ke segala arah seperti jaring laba-laba raksasa yang memecah permukaan bumi.

"Kyaaa!"

Belum sempat ia bangkit, tanah di bawah tubuhnya tiba-tiba runtuh. Tubuh kecil Xiao Yun kehilangan pijakan dan langsung terjatuh ke dalam jurang gelap yang selama ini tersembunyi di balik kabut tebal.

Di atas sana, Serigala Iblis melolong penuh ketakutan sebelum berbalik dan melarikan diri secepat mungkin, bahkan tanpa berani menoleh ke belakang.

Sementara itu, tubuh Xiao Yun terus meluncur semakin dalam menuju kegelapan yang seolah tidak memiliki dasar.

Tidak ada seorang pun yang mengetahui bahwa jurang tersebut bukanlah jurang biasa.

Selama ratusan tahun, tempat itu tersembunyi dari dunia luar dan dikenal sebagai sebuah wilayah terlarang.

Lembah Iblis.

Tubuh Xiao Yun terus terjatuh menembus kegelapan tanpa ujung. Angin dingin yang berputar di dalam jurang menerpa wajahnya dengan keras, menimbulkan suara melengking yang terdengar seperti jeritan roh-roh penasaran dari dasar dunia. Semakin lama ia jatuh, semakin kuat rasa takut yang mencengkeram hatinya. Dinding-dinding batu hitam yang menjulang di sekelilingnya hanya tampak sebagai bayangan samar yang melintas cepat, membuat jurang itu terasa seperti mulut raksasa yang siap menelan segala sesuatu yang masuk ke dalamnya.

"Aaaahhh!"

Teriakan panik keluar dari mulutnya tanpa bisa ditahan. Tubuh kecilnya berputar di udara, sementara kedua tangannya bergerak liar berusaha meraih sesuatu yang dapat menghentikan kejatuhannya. Namun tidak ada apa pun yang bisa digapai. Tidak ada akar pohon, tidak ada tonjolan batu, tidak ada tempat berpijak. Yang ada hanyalah ruang kosong yang seolah tidak memiliki dasar.

Ketika rasa putus asa mulai memenuhi pikirannya, berbagai kenangan muncul silih berganti di benaknya. Ia teringat rumah kayu tua yang menjadi tempat tinggalnya selama ini, kebun tanaman obat yang dahulu dirawat bersama kakeknya, serta sosok lelaki tua yang selalu tersenyum hangat meski hidup mereka penuh kekurangan. Untuk pertama kalinya sejak terjatuh, Xiao Yun benar-benar berpikir bahwa mungkin inilah akhir hidupnya.

Namun tepat ketika kesadaran itu mulai diterimanya, sesuatu yang aneh terjadi.

Jantungnya berdetak sangat keras hingga terasa menyakitkan.

Sebuah sensasi hangat muncul dari bagian lehernya sebelum menyebar ke seluruh tubuh. Simbol pusaran hitam yang sebelumnya hanya muncul sesaat kini kembali terlihat di bawah kulitnya. Cahaya hitam redup memancar dari simbol tersebut dan menyelimuti tubuh Xiao Yun seperti lapisan tipis yang hampir tidak terlihat.

Perubahan itu berlangsung begitu cepat sehingga ia bahkan tidak sempat menyadarinya.

Angin yang semula mengamuk di sekelilingnya mendadak melemah. Kecepatan jatuhnya yang terus meningkat perlahan mulai berkurang. Seolah ada kekuatan tak terlihat yang menahan tubuhnya agar tidak menghantam dasar jurang dengan seluruh tenaga.

Namun kepanikan telah menguasai pikirannya sepenuhnya. Xiao Yun hanya bisa memejamkan mata sambil menunggu benturan yang menurutnya pasti akan merenggut nyawanya.

Beberapa saat kemudian, tubuhnya akhirnya mencapai dasar jurang.

Bruk!

Benturan keras tetap terjadi, tetapi jauh lebih ringan dibanding yang seharusnya terjadi dari ketinggian seperti itu. Meski demikian, rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuh cukup kuat untuk membuat kesadarannya lenyap seketika.

Dunia di sekelilingnya tenggelam dalam kegelapan.

Entah berapa lama waktu berlalu.

Ketika kesadaran perlahan kembali, hal pertama yang dirasakan Xiao Yun adalah rasa nyeri yang menjalar dari kepala hingga ujung kaki. Kelopak matanya terasa berat saat dibuka, sementara pikirannya masih dipenuhi kebingungan.

"Ugh..."

Keluhan pelan keluar dari bibirnya.

Dengan susah payah ia duduk dan memandang sekeliling. Apa yang dilihatnya membuat seluruh rasa kantuk dan kebingungan menghilang dalam sekejap.

Tempat ini sama sekali tidak menyerupai bagian mana pun dari Hutan Terlarang yang pernah diketahuinya.

Tebing-tebing hitam menjulang mengelilingi lembah seperti dinding raksasa yang memisahkan tempat ini dari dunia luar. Puncaknya begitu tinggi hingga hampir menutupi langit. Kabut berwarna ungu pucat melayang di udara seperti tirai tipis yang bergerak perlahan mengikuti arah angin. Tanah di bawah kakinya berwarna abu-abu gelap dan tampak tandus, sementara kesunyian yang menyelimuti seluruh lembah terasa begitu pekat hingga membuat setiap napas terdengar jelas.

Tidak ada suara burung.

Tidak ada suara serangga.

Bahkan suara angin pun nyaris tidak terdengar.

Kesunyian di tempat ini terasa tidak wajar.

"Aku... di mana?"

Xiao Yun bergumam pelan sambil menelan ludah.

Perlahan-lahan ia mengingat kembali kejadian sebelum pingsan. Serigala Iblis. Tanah yang runtuh. Jurang yang tiba-tiba muncul di bawah kakinya.

Kesadaran bahwa dirinya masih hidup membuatnya segera memeriksa kondisi tubuhnya.

Anehnya, tidak ada luka serius.

Selain beberapa memar dan goresan ringan, tubuhnya baik-baik saja. Tidak ada tulang yang patah ataupun cedera yang mengancam nyawa. Padahal dari ketinggian seperti itu, seharusnya tubuhnya sudah hancur berkeping-keping.

Xiao Yun tidak mengerti bagaimana hal itu bisa terjadi.

Namun ia terlalu muda untuk memikirkan jawabannya.

Baginya, fakta bahwa ia masih bisa bernapas sudah merupakan keajaiban besar.

Setelah memastikan dirinya mampu berjalan, ia mengambil keranjang bambu yang masih tersangkut di punggung. Beberapa tanaman obat memang rusak akibat benturan, tetapi sebagian besar masih bisa diselamatkan.

Dengan hati-hati ia mulai menjelajahi lembah asing tersebut.

Semakin jauh melangkah, semakin banyak hal aneh yang ditemukannya. Di antara bebatuan tumbuh berbagai tanaman yang belum pernah ia lihat sepanjang hidupnya. Beberapa memiliki daun berwarna perak berkilauan. Sebagian lain memancarkan cahaya redup dari kelopaknya. Bahkan ada tanaman yang mengeluarkan aroma harum yang membuat pikirannya terasa jauh lebih jernih.

Sebagai seseorang yang dibesarkan dengan pengetahuan tentang tanaman obat, Xiao Yun segera menyadari bahwa tanaman-tanaman itu sangat istimewa.

"Kakek tidak pernah mengajariku tanaman seperti ini..."

Rasa ingin tahunya perlahan mulai mengalahkan ketakutan yang sebelumnya memenuhi hatinya.

Namun semakin dalam ia memasuki lembah, perasaan diawasi justru semakin kuat. Seolah ada sesuatu yang bersembunyi di balik kabut dan mengamati setiap langkahnya dengan tenang.

Tak lama kemudian, langkahnya terhenti.

Di hadapannya terbentang kerangka raksasa yang membuat napasnya tercekat.

Tulang-tulang putih sebesar pohon tua berserakan di tanah. Kerangka itu membentuk tubuh makhluk yang panjangnya mencapai puluhan meter. Bahkan tengkoraknya saja lebih besar daripada rumah tempat ia tinggal selama ini.

Meski hanya tersisa tulang, Xiao Yun masih bisa merasakan tekanan yang aneh saat berdiri di dekatnya.

Seolah makhluk tersebut pernah menjadi penguasa yang sangat menakutkan ketika masih hidup.

Dengan jantung berdebar kencang, ia segera menjauh dari tempat itu.

Naluri dalam dirinya terus memperingatkan bahwa lembah ini menyimpan rahasia yang jauh lebih mengerikan daripada yang bisa dibayangkannya.

Dan tanpa disadarinya, setiap langkah yang membawanya semakin jauh ke dalam lembah juga membawanya semakin dekat menuju pertemuan yang akan mengubah takdirnya untuk selamanya.

Setelah menjauh dari kerangka raksasa itu, Xiao Yun terus melangkah menyusuri lembah dengan kewaspadaan penuh. Meski rasa takut masih bersemayam di dalam hatinya, rasa ingin tahu yang telah lama menjadi bagian dari dirinya perlahan mendorongnya untuk terus maju. Tempat ini memang menyeramkan, tetapi pada saat yang sama menyimpan terlalu banyak hal yang belum pernah dilihatnya sepanjang hidup.

Kabut ungu semakin tipis seiring langkahnya. Di kejauhan, samar-samar terlihat bayangan sesuatu yang jauh lebih besar daripada bebatuan di sekitarnya. Mula-mula Xiao Yun mengira itu hanya tebing lain, tetapi setelah mendekat, ia menyadari bahwa benda tersebut memiliki bentuk yang berbeda.

Sebuah gua raksasa berdiri di hadapannya.

...BERSAMBUNG...

1
asri_hamdani
Sepertinya tidak ada paragraf yang menceritakan kemunculan tanda hitam tersebut
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: terima kasih koreksinya🙏🏻
kesalahan teknis auto koreksi keypad nya menyala,jeleknya keyboard handphone. 😅

segera di revisi.
total 1 replies
asri_hamdani
Sepertinya ada paragraf yang kurang.🤔
asri_hamdani
Ada yang aneh. Apa sebabnya dia jatuh kedalam jurang 🤔. Kesandung kelereng atau terpeleset 🤔?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: ada yg tertinggal di notepad sudah di revisi kak.

makasih sudah di koreksi 🙏🏻
total 1 replies
Jojo Shua
up
Jojo Shua
7
Arinto Ario Triharyanto
muter-muter terus Thor, tinggal pake warisan, satset satset beres
Arinto Ario Triharyanto
lama, muter-muter mulu
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
ujian nya adalah pilihan
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
sama kek berapa waktu kah ini?
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Jejak
𝐀⃝🥀ᴀʟᴇᴀˢ⍣⃟ₛ
gmn nasibmu stelah ini Xiao Yun ,ngeri juga ya masuk ke lembah iblis
☠️⃝✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᎪℓ☘𝓡𝓳
aku kasih vote ya kk, semangat berkarya kk
☠️⃝ вͬяͦσᷤηᷠιͣк🏀zc❖
best
THE GIRL COOL😑
cerita panjang banget jirrr😭
Ney
aku hadir
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: makasih 🙏🏻
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
jejak jejak...
Yun ada kaitannya sama tokoh sblm nya nggak sih?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: gak ada
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!