NovelToon NovelToon
NAMA KU QUEEN

NAMA KU QUEEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan
Popularitas:642
Nilai: 5
Nama Author: Dewi ars

NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.

Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.

Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??

Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARI PERTAMA

Waktu menunjukkan pukul 04.30 saat queen bangun tidur, sang ibu baru pulang dari belanja, ayahnya sibuk membersihkan rumah. Queen bukan anak tunggal, dia memiliki kakak perempuan, tetapi kakaknya sudah menikah dan tinggal bersama suaminya jauh di luar kota.

" sudah bangun nak?, cepat sholat sebelum waktunya habis" titah sang bapak

"iya pak " jawab queen singkat, lalu buru-buru masuk kamar mandi.

"masak apa bu??" tanya bapak

" goreng tempe, oseng kangkung dan sambal tomat kesukaan queen pak, sekalian nanti buat bekal dia kerja" jawab ibu

" Terimakasih bu, Alhamdulillah... " queen keluar kamar, dan menjawab sang ibu. Dia berniat membantu mencuci piting dan alat-alat memasak, sebelum berangkat bekerja.

" masuk jam berapa nak??" tanya ibu

" jam 7 bu, tapi nanti queen berangkat jam 6 saja, takut terlambat" jawab queen

Ibunya merogoh saku, memberikan sejumlah uang." ini buat naik angkot nak" kata ibu

" maaf bu, tidak usah, queen sudah ada, buat ibu belanja besok saja" dia menolak, karena dia yau yang di berikan ibu nya adalah uang jaga buat belanja. bapak yang tadi diam ikut bicara " tidak usah di tolak, nanti bapak gajian, ibu mu bapak kasih". Queen akhir nya menerima uang saku tersebut, " Alhamdulillah...." bisik nya dalam hati.

jam 05:45 queen sudah berangkat, dia bilang ke ibu nya berangkat awal takut terlambat, padahal dia sengaja tidak naik angkot, uang dari ibu dia simpan, " bukankah jalan lebih sehat..." dia bergumam sambil berjalan. Jarak rumah dan toko sekitar 5km, bukan jarak yang jauh menurut dia. setelah berjalan sekitar 1 jam, queen sampai di toko. Jangan membayangkan keringat dia bercucuran, tidak, queen bukan gadis yang mudah berkeringat, hanya sedikit keringat di keningnya, dia tetap terlihat fresh. Dia di sambut sama CS yang kemarin menunjukkan kasir. " hai dek, udah sampai ya?" sapa CS tadi yang bernama Nia.

" baru saja mba, apa yang bisa saya bantu mba?, tolong saya di bimbing" kata queen

mba nia tersenyum laku berkata " kamu ini dek, masak cantik-cantik kok bantu menyapu, kamu nanti bekerja nya di dalam, bukan seperti mba ini"

" kalau mba ini memang bagian bersih-bersih saja, nama kamu queen ya??" lanjut dia

" iya mba, panggil saja queen" jawab queen

kasir toko yang bernama Rani keluar

" ayo semua masuk, kita briefing" kata rani,

tanpa banyak kata semua karyawan toko termasuk queen, masuk dan ikut dalam barisan. situasi sunyi, tidak ada yang bercanda, sebab briefing yang biasanya di pimpin kepala toko, hari ini di pimpin pemilik langsung. Queen sedikit gemetar, hati nya tidak berhenti beristigfar agar sedikit mengurangi gugup nya. setelah pembukaan dan pembacaan doa, pemilik toko membuka sesi bicara.

" hari ini kita kedatangan karyawan baru, silahkan kamu perkenalkan diri mu " kata pemilik toko yang bernama Lili, biasa di panggil cik li.

queen menarik nafas lalu menghembuskan perlahan-lahan sebelum berbicara.

" selamat pagi Bu Lili dan semua tim, nama saya queensha, saya biasa di panggil queen. Terimakasih sudah memberi kesempatan buat saya untuk bergabung menjadi bagian dari keluarga toko surya, kedepan... Mohon bimbingannya agar saya mampu beradaptasi. Terimakasih" queen menatap bu Lili, lalu berpindah menatap semua karyawan hingga akhirnya menunduk sopan, semua mata tertuju padanya, tidak ada senyum di antara mereka, tetapi tatapan mba Rani seolah memgatakan " tenang... Jangan gugup, nanti kita belajar sama-sama"

" terimakasih queen, selamat bergabung" ucap singkat dari Bu Lili.

Setelah briefing selesai dan di akhiri doa. Rani mendekati queen, dia akan memberi arahan pada queen sebelum toko di buka, dia mengajari dengan telaten tapi tegas. Queen mendengarkan dengan seksama, mencatat hal yang di perlukan, bertanya jika dia tidak mengerti. Waktu sangat cepat, sekarang jam sudah menunjukkan angka 12 siang, queen masih baru, jadi karyawan toko memberi dia kesempatan istirahat urutan pertama, karena sistem istirahatnya bergantian. Quen Sholat dzuhur setelahnya baru makan, dia berdua dengan mba Nia. " beli bakso yuk dek" ajak mba Nia. " saya bawa bekal mba" jawab queen sambil membuka kotak bekalnya.

"waaaah oseng kangkung" seru mba nia

" mau mbak? , ayo kita makan bareng, ibu bawain saya banyak ini" jawab queen.

" kalau sama aku, jangan pakai kaya saya dek, biasa saja, aku juga karyawan di sini, tukang sapu malah, hahahaha" mba nia berkata sambil tertawa.

" iya mba" jawab queen singkat sambil tersenyum, dia ingat harus cepat selesai makan, karena di tunggu yang lain.

Queen kembali masuk toko, kebetulan toko lagi sepi, hanya 5-10 pengunjung saja, itupun bergantian keluar masuk, tidak ada antrian di kasir, jadi dia bisa bebas membersihkan rak sambil menghafal daftar barang, hingga tanpa terasa, jam menunjukkan angka 16.30, sudah waktunya pulang pikirnya, tapi dia tidak berani berkata. Sampai akhirnya mba rani mendekati dan berkata " queen, kamu bisa berkemas dan pulang, sementara kamu tidak terkena jadwal sif"

" Alhamdulillah... Baik mba, terimakasih bantuannya" jawab queen sopan.

" dia lugu sekali, sopan dan dari penampilan dia tidak neko-neko " mba rani bergumam dalam hati.

" Assalamualaikum bu... Pak..." queen sampai rumah sudah hampir petang, karena dia tetap berjalan kaki. Sepi... tidak ada jawaban, kunci dia ambil dari tempat biasanya. " mungkin ibu dan bapak belum pulang" queen bergumam sendirian.

dia masuk rumah, menyalakan lamu, dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri. karena sudah terdengar suara adzan, queen langsung menunaikan kewajiban nya sebagai seorang muslim. di akhir sholat dia bersimpuh dan menunduk, lalu berdoa " Alhamdulillah... Terimakasih ya Allah, hari ini Engkau beri hamba kelancaran. Aamiin"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!