Cerita ini bercerita tentang seorang gadis bernama Viona yang tidak pernah dianggap apalagi di terima oleh keluarganya. Karena sang mama meninggal ketika melahirkan nya dan saudara kembarnya Vivian.
Bahkan ayah kandungnya tidak pernah menganggap nya ada . Lebih parahnya Viona dianggap pembawa sial oleh keluarganya.
Setelah Viona tumbuh dewasa dan pergi dari rumah orang tua nya. Malah badai semakin kuat menghantamnya. Gagalnya pernikahan nya karena saudara kembarnya.
Tolong jangan kasih Rate jelek ya! Kalau tidak berkenan membaca silahkan di skip saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayya mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERATURAN BARU LAGI
Viona bersekolah di sekolah negeri yang dekat dengan rumah papanya. Sejak oma nya meninggal ,Vania juga harus pindah sekolah. Karena jarak sekolah lama nya dengan rumah papa nya sangatlah jauh.
Awalnya Sebastian tidak ingin memindahkan sekolah Viona . Setiap pagi pukul lima , Viona berangkat diantar mbok Minah dengan naik ojek online. Dan pulangnya dia sendiri dengan diantar ojek langganannya. Tapi ada satu hari Viona harus pulang sendiri dengan berjalan kaki karena ternyata ojek yang biasa menjemputnya mengalami kecelakaan.
Bi Minah juga tidak tahu tentang itu. Jadilah Viona berjalan hampir dua jam untuk sampai di rumah papanya. Dulu sekolah itu dekat dengan rumah oma nya.
Tepat pukul tiga sore , Viona baru sampai di rumah dengan baju dipenuhi keringat.
Dan itu tak luput dari perhatian papa nya. Tapi sebisa mungkin sebastian mencoba abai pada anak bungsu nya itu.
Sampai malam hari nya Viona mendadak demam. Mungkin karena kelelahan berjalan jauh.
Bibi Minah pun memberanikan diri untuk memberitahu majikan nya , bagaimana jika sekolah Viona di pindah saja.
Tadinya Sebastian setuju dan bermaksud ingin memindahkan Viona di sekolah yang sama dengan Vivian. Namun rencana itu langsung di tolak mentah-mentah oleh ibu mertua nya . Yang tak lain nenek Viona sendiri dari pihak ibu.
***** Di Sekolah Viona.
Walau baru bersekolah disana selama satu bulan , Viona sudah akrab dengan semua teman-teman nya.
Pembawaan gadis kecil yang ceria itu membuatnya mudah beradaptasi. Di sekolah baru nya ini tidak ada yang tahu jika Viona adalah putri dari salah satu orang berada di komplek dekat sekolah mereka.
Yang mereka tahu Viona adalah anak dari asisten rumah tangga yang bekerja disana yaitu bi Minah.
Siang itu suasana ruang kelas Viona sangat tenang.Lebih tenang dari biasanya. Itu di karena kan akan ada guru baru yang akan menjadi wali kelas sementara mereka.
Wali kelas yang dulu sedang cuti melahirkan.
Semua murid di kelas tiga sekolah dasar itu terlihat tenang bukan karena mereka semua terbiasa untuk tidak berisik. Akan tetapi lebih ke rasa penasaran dan takut jika guru baru yang akan menjadi wali kelas mereka ternyata galak.
"Selamat siang anak-anak!" sapa seorang wanita cantik yang baru saja masuk ke kelas itu.
"Selamat siang bu !" balas anak-anak kompak. Wajah-wajah mereka yang tadi nya tegang kini sudah mulai bisa tersenyum dengan lega setelah melihat siapa yang guru baru yang akan menggantikan wali kelas mereka.
"Baik! Sebelumnya izinkan saya untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu.
Nama saya Alma Hera dan saya yang akan menggantikan bu Tyas untuk sementara waktu. Kalian semua bisa memanggil saya bu Alma atau bu Hera! Senyaman kalian saja" jelas bu Alma.
"Buk kok mirip nama gunung ya?" tanya salah satu siswa.
"Bukan gunung tapi nama salah satu provinsi di Maluku utara" jelas Viona.
"Benarkah ?"tanya nya lagi.
"Iya benar,apa yang teman kalian bilang tadi .
Karena ibu belum tahu nama kalian masing-masing jadi bu Alma absen dulu ya! Supaya bu Alma tahu siapa nama kalian" ujar bu Alma.
Setelah Absen dengan memanggil nama siswa dan siswi nya satu persatu . Kini bu Alma bersiap mengajar dengan memberi materi yang ringan sembari bercanda dengan mereka. Tak terasa pula ternyata waktu susah pukul dua belas lebih tiga puluh menit. Itu artinya jam pulang sekolah telah tiba.
Semua siswa berhamburan keluar kelas. Namun tidak dengan Viona,dia masih santai duduk di meja nya ketika semua teman-teman nya berebut untuk keluar kelas lebih dulu.
Semua itu tak luput dari perhatian Alma.
"Viona ! Kenapa kamu belum pulang nak?" tanya bu Alma.
"Apakah kamu menunggu di jemput oleh kedua orang tua mu?" tanya nya lagi.
"Tidak bu, saya pulang sendiri .Tapi nanti dulu karena saya menunggu sepi terlebih dahulu " jawab Viona.
"Tapi kenapa kamu harus menunggu sepi terlebih dahulu ?" tanya bu Alma penasaran.
" Iya bu , itu akan lebih aman karena tidak berebut untuk keluar lebih dulu " jawab Viona lagi dan itu di rasa masuk akal .
Setelah sepi ,benar saja Viona memasukan buku yang tadi di baca nya ke dalam tas. Dengan langkah pasti ,gadis kecil menuju ke tempat dimana sepedanya berada.
Viona pulang dengan perasaan gembira .Karena hari ini dia mendapat pengalaman baru dengan guru baru. Tapi rasa bahagia itu tak bertahan lama .Setelah sesampainya di rumah ada sebuah mobil yang sangat familiar di otaknya sudah terparkir rapi di depan rumahnya.
"Pasti akan ada drama lagi setelah ini;" gumam Viona menghembuskan nafas kasar.Viona tahu betul siapa pemilik mobil itu. Dan tidak akan ada hari yang menyenangkan jika si pemilik mobil itu datang sejak dulu.
@@@@Yang sabar ya Viona.... Semoga kebahagiaan segera menghampiri mu !.
Jangan lupa berdoa ya nak.
Untuk para sahabat readers ...... Mohon maaf jika masih banyak kurang nya.