NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Bersama CEO

Terjebak Pernikahan Bersama CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / CEO / Romansa
Popularitas:611.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Les07

"Kalian harus menikah jika tidak, desa kami akan terkena sial" Begitulah kata para warga yang terus mendesak.

Shasa Bella Putri yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di jenjang SMA, namun dia terpaksa menikah dengan lelaki yang tak di kenal karena terciduk berduaan di sebuah rumah kosong.

Niatnya ingin berteduh karena hujan deras, siapa sangka mala petaka terjadi. Hari itu adalah hari kesialan bagi Shasa, yang di mana kekasihnya berselingkuh di depan matanya sendiri. Dan parahnya dia berselingkuh dengan saudara tirinya sendiri.

Dan sekarang dia harus terjebak dengan pernikahan yang sangat tidak di harapkannya. Akankah dia mendapatkan akhir yang bahagia dari pernikahan ini?
Atau malah sebaliknya?.

Ikuti ceritanya yuk. "Terjebak Menikah"


IG : Lesmiyelesti_07

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Les07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Penuh Sial

..."Antara hujan dan takdir. Hujan adalah cara langit menumpahkan perasaan kepada bumi. Tidak peduli seberapa deras deraian yang jatuh, tanah dengan ikhlas menampung....

...Sehingga darinya dapat menumbuhkan berbagai kehidupan di atasnya. Begitu juga dengan takdir, jika kita ikhlas menerimanya, tidak peduli seberapa berat ujian yang datang pada akhirnya ada rencana tuhan yang tak pernah kita duga"...

..."Begitupun dengan jodoh, akan datang dimana pun dan kapanpun tanpa kita minta dan tanpa di duga. Semuanya sudah di takar tanpa tertukar"...

...*****...

"Alah mak mati aku!" Shasa bergidik ngeri melihat hewan itu mengeluarkan taring tajamnya.

"Hiya buset, anjingnya gede banget."

Shasa berjalan mundur mengawasi seekor anjing yang terus melihat ke arahnya, seakan akan siap menerkam kapan saja..

"Satu, dua......kabur." ia langsung berlari kencang sekuat tenaganya, anjing itu ikut mengejarnya semakin membuat Shasa panik bukan main.

"Tolong, jangan kejar aku, jangan gigit aku. Aku nggak mau mati terkena rabies karena aku belum menikah, aku pengen punya anak kembar lucu lucu." pekiknya histeris.

"Tolong, jangan kejar aku dasar anjing." Nafasnya tersengal, dia melirik ke belakang namun anjing itu masih mengejarnya.

"Hua tolong." pekiknya

Jantungnya berdetak cepat, situasinya antara hidup dan mati. Anjing itu menggonggong keras memperlihatkan giginya yang tajam, semakin membuat Shasa ketakutan.

"Guk guk guk."

"Tuhan tolong, aku tidak ingin mati konyol di makan anjing sungguh nggak lucu!." teriak Shasa.

Air matanya mengalir deras. Entah telah berapa jauh ia berlari, sesekali melirik ke arah belakang.

"Sial anjing ini, gabut yak." rengeknya.

Shasa langsung memasuki gang yang di lihatnya. Lalu bersembunyi di balik pohon besar. Akhirnya anjing itu sudah tak terlihat lagi.

"Huh selamat, rasanya aku hampir mau mati dasar anjing sialan."

Akhirnya dia bisa bernafas lega, jantungnya masih berdetak dua kali lipat seakan ingin lompat dari tempatnya.

"Ya tuhan kenapa hidupku terus penuh dengan sial. Apa memang aku terlahir menjadi orang sial." maki nya kesal.

Shasa menenangkan dirinya sejenak, merasa situasinya sudah aman dia keluar dari tempat persembunyiannya.

"Ini dimana?." matanya menyipit, melihat ke sekeliling arah.

"Sepertinya aku tersesat karena berlari terlalu jauh!." gumamnya, ama sekali tak mengenal tempat ini.

Terlihat sedikit rumah warga jarak nya berjauhan, banyak pohon pohon di sekelilingnya. Beruntung ada lampu jalan sebagai penerangan setidaknya suasana tak terlalu horor.

"Ck nasib nasib." Shasa mengacak rambut frustasi, ia melangkahkan kaki tak tentu arah matanya terus melirik ke arah sekitar.

"Sudahlah mau bagaimana lagi, mana hp ku mati lagi. Sungguh sial kan." rasanya dia ingin menangis keras, saking frustasinya.

Namun ada hikmahnya Shasa di kejar anjing, rasa kecewa dan sakit hatinya hilang di gantikan dengan jantung yang hampir loncat keluar.

"Hais ini di mana sih, sumpah nggak lucu kalau aku nyasar ke hutan!." kesalnya,

Shasa telah berjalan jauh namun semakin lama hanya ada beberapa rumah warga. Suara petir menggelegar, rintik hujan berjatuhan dengan cepat membasahi bumi.

"Ck sial sial sial." pekiknya,

Shasa berlari menuju rumah warga yang berada di ujung jalan. Rumah itu kotor tak terawat mungkin sudah lama tak berpenghuni, suasana semakin mencengkam apa lagi hujan deras menambah kesan horor.

"Dingin."

Shasa memeluk tubuhnya sendiri, akibat terkena hujan bajunya menjadi basah. Tubuhnya semakin terasa dingin karena di tiup angin yang kencang.

"Arghhhh" pekik seseorang nyaring.

"Siapa itu?." panggil Shasa melihat ke arah sekeliling.

Matanya menyipit melihat seorang pria berjalan sempoyongan di bawah guyur hujan yang deras. Shasa langsung berlari mendekati pria itu yang nyaris tumbang.

"Hey kau tak apa apa?." tanyanya, membawa pria itu ke teras rumah kosong untuk berteduh, sialnya bajunya semakin basah sehingga lekuk tubuhnya terlihat dengan jelas.

"Sst." desis pria itu, wajahnya penuh dengan luka lebam terlihat lengan kanannya mengeluarkan darah. Mungkin terkena luka tembak.

Shasa membantu mendudukkan lelaki itu, seketika wajahnya pucat melihat kondisi pria itu yang menggemaskan apa lagi darah terus mengalir.

"Hey kau masih hidup kan, belum ingin mati!" Shasa ketar ketir, jika pria itu mati bisa bisanya nanti dia yang di tuduh membunuhnya.

"Hey bangun jangan dulu mati dong." panggil Shasa.

"Ck berisik" bentak pria itu, mengerang kesakitan. Shasa langsung menutup mulutnya dia merasa kesal.

"Eleh, untung di tolongin kalau aku jahat ku biarkan kau mati di sini." gumamnya. Sekarang dia merasa kebingungan bagaimana menolong pria itu.

"Duh bagaimana ini, malah hujan deras lagi." decak nya kesal, kesialan datang bertubi tubi malam ini, entah kesialan apa lagi yang akan menimpanya.

"Hey kau bertahan dulu oke, jangan memejamkan kan mata, tetap bernafas." ucap Shasa dengan nada memerintah.

Pria itu tak menyahuti dia terus diam memegang lengan kanannya yang terluka, wajahnya telah pucat pasi. Pria itu merintih kesakitan.

Shasa langsung berdiri namun naasnya dia tergelincir karena lantai licin akibat air hujan. Sehingga dia jatuh terjerembab menimpa pria itu.

"Arghhhh" pekik keduanya.

"Aa sakit." rengeknya mengadu kesakitan, Shasa berusaha ingin bangkit namun dia kembali terjatuh menimpa lelaki itu, sialnya lagi bibir mereka saling menempel.

"Hey kenapa kalian di situ." panggil warga yang baru saja pulang dari shalat isya sambil memegangi payung.

Shasa terkejut dia langsung bangkit dengan wajah pias.

"Beraninya kalian berbuat mesum di sini." bentaknya menatap tajam ke arah mereka.

"Bapak bapak kemari ada yang berbuat mesum." ia memanggil teman temannya yang berada di belakang.

"Eh eh, apaan pak jangan main tuduh, saya tidak berbuat mesum di sini....

"Alah diam kamu saya melihat sendiri dengan mata kepala saya kalian berpelukan sambil berciuman, maling mana mau ngaku." gertak bapak itu melotot sambil menggeleng kepala.

Namun pria yang bersamanya hanya bisa terdiam tak berkutik.

"Dasar anak jaman sekarang." ucap warga yang menghampiri mereka.

"Bapak bapak tolong dengarkan saya, sumpah pak saya tidak bohong saya cuma berteduh di sini terus nolongin lelaki ini yang terluka parah." ucap Shasa mencari pembelaan.

Namun bapak bapak tersebut sama sekali tak mendengarkan ucapannya, membuat Shasa kewalahan menjelaskan kronologinya.

"Yang di katakan gadis ini benar, kami tak berbuat macam macam di sini, tolong jaga bicara anda." ucap pria itu tegas seraya meringis kesakitan.

"Alah saya tidak percaya, saya lebih percaya apa yang saya lihat. Jelas jelas saya melihat kalian berpelukan dengan bibir menempel apalagi kalau bukan berbuat mesum." ucap bapak itu.

"Eh pak jangan main asal tuduh dong, jelas jelas saya tadi terjatuh tak sengaja menimpa tubuh dia bahkan kami tidak saling mengenal." bantahnya tidak mau di salahkan.

Enak saja dia di tuduh berbuat mesum, selama pacaran saja ia hanya berpegangan tangan dan tidak lebih.

"Jangan banyak omong, jelas jelas alasan kamu tidak masuk akal jika ingin berbuat mesum mending jangan di sini." sahutnya tak percaya.

"Bapak bapak mari kita bawa mereka ke balai desa di nikahkan segera agar kampung kita tidak kena sial gara gara perbuatan mesum mereka." ucap salah satu dari mereka.

"Betul itu, kalian harus menikah jika tidak desa kami akan terkena sial." ucap bapak bapak menuntut.

Shasa bingung harus bagaimana masa iya dia harus menikah, itu sangatlah tidak dia harapkan, apalagi harus menikah dengan lelaki yang sama sekali tidak di kenal, akan seperti apa pernikahannya nanti?.

Sasha sudah berusaha melakukan pembelaan, namun tidak ada yang mendengarkannya.

Dan akhirnya warga tersebut mengarak Shasa bersama lelaki itu, sungguh Shasa merasa sangat kesal bercampur malu mau di taruh di mana mukanya. Sial sial sungguh sial, malang nian nasib yang menimpa Shasa.

"Tolong pak lepasin, kami tidak melakukan apapun, percayalah."

Shasa beberapa kali memberontak minta di lepaskan, mulutnya terasa pegal karena terus berbicara namun mereka seakan menutup telinga, tidak mendengarkan penjelasannya sedikitpun.

"Alah diam kamu, makanya kalau mau berzina jangan di sini!."

"Tapi pak, kami tidak melakukan apapun." sela Shasa masih bersih keras meyakinkan.

"Tidak usah banyak alasan, buktinya sudah di depan mata." sahutnya tidak percaya.

"Ayo bapak bapak, kita bawa mereka!."

Shasa hanya bisa terdiam seraya meringis. Sesampainya di balai Desa kebetulan pak RT sedang berada di sana.

"Ada apa rame rame seperti ini bapak bapak!." ucap pak RT yang baru saja keluar dari balai desa karena mendengar keributan dari luar gedung tersebut.

"Ini pak RT, kami menciduk kedua pasangan ini berbuat mesum di rumah kosong di ujung jalan!." ucap bapak yang pertama sekali melihat kedua orang itu.

"Betul pak RT, mending kita nikahkan saja mereka!."

Pak RT terdiam, lalu melihat kedua orang yang tampak berantakan.

"Tenang dulu bapak bapak, jangan asal ambil keputusan siapa tau mereka tidak berbuat seperti itu!." sela pak RT berkata bijak.

"Betul pak demi tuhan kami tidak berbuat apa apa, kami cuma berteduh di sana." timpal Shasa dengan wajah yang putus asa, karena warga lebih percaya dengan apa yang di lihat dari pada yang di dengar.

"Tidak usah menyebut nama tuhan jika masih berbuat Zina!." ucap warga menyudutkan Shasa.

Karena desakan para warga, apa lagi banyak orang yang berkerumun di balai desa karena keributan tersebut. Mau tak mau pak RT langsung menikahkan mereka berdua malam ini juga.

"Baiklah bapak bapak, harap kalian semua tenang dulu. Kita obati dulu pemuda ini baru di nikahkan!." ucap pak RT, sehingga membuat mereka semua diam.

"Mari nak, masuk dulu!." ucap ibu ibu membawa Shasa kedalam balai desa, sedangkan yang lainnya mulai mempersiapkan pernikahan dadakan tersebut.

Sudahlah Shasa sudah pasrah, mau bagaimanapun tidak akan ada yang percaya dengan ucapannya, sedangkan pria itu sama sekali tak berdaya apalagi dengan kondisinya yang lemah.

Sungguh fitnah lebih kejam dari pembunuhan, hal itulah yang menggambarkan kondisi Shasa saat ini. Di balai desa pun Shasa masih berusaha untuk menjelaskan namun hasilnya tetap nihil, sepertinya memang takdirnya seperti ini. Sungguh sial yang datang bertubi tubi.

Setelah mengobati lelaki itu, dan mereka berdua berganti pakaian dengan ala kadarnya serba sederhana, tidak ada yang namanya pesta mewah.

Shasa duduk terdiam seraya menundukkan kepala.

Setetes cairan bening lolos dari pelupuk matanya. "Takdir macam apa ini tuhan? apa aku harus berteriak melawan takdir yang engkau tuliskan untukku?." batin Shasa frustasi.

Kata 'Sah' menggema dibalai desa, banyak warga yang menyaksikan ikatan sakral tersebut. Yang Shasa baru ketahui nama suaminya adalah Jaevano Bagaskara.

Pria itu akhirnya mempersunting Shasa dalam keadaan genting dan mendadak, bahkan dengan maharnya hanya sebuah kalung liontin bewarna hitam pekat, dengan ukiran unik di tengahnya.

"Baiklah nak Shasa sekarang cium tangan suaminya." ucap pak penghulu. Mau tak mau Shasa mencium punggung tangan pria yang saat ini berstatus sebagai suaminya.

"Sial sial sial, hari ini adalah hari sial dalam hidup ku." teriak Shasa dalam hatinya.

_To Be Continue_

1
reza indrayana
kenapa kisah ini ibarat hilang tengelam Thor..., nunggu Upnya lama bangeetTt...
kenapa hidup Shas & Jaevano begitu menyedihkan sichh.., sudah cukup penderitaan mereka berdua akibat ulah dari orang2 yang serakah..
Pertemukan Shasa dengan JaeVano serta kedua anaknya agar penderitaan selama 6 Tahun bisa terobati dengan kebersamaan dalam keluarga yang seharusnya Memnag hidup bersama..😥😥💙💛💙😘😘😘
reza indrayana
lanjutannya juga bikin dredeg nichh..
reza indrayana
lama menunggu lanjutan Thor..
Samapi harus baca dr awal walau sebagian ada yg di lewati nichh.. lupa kisah awalnya shsa dn jaevano l.. 💙💛💙😘😘😘
Kasandra Kasandra
lanjut double up... up tiap hari lah
Kasandra Kasandra
lama banget ndak up
reza indrayana
kenapa selama 6 Tahun Shasa tidak ada kabar.. 🤔🤔🤔😥😥😥
reza indrayana
bikin hati nangis dengan keadaan Jae Vano & Dirga dan perjalanan kisah keluarganya .. 😥😥😥
reza indrayana
bikin penasaran aja..
reza indrayana
😥😥😥 jadi menyedihkan begini...
reza indrayana
sebenarnya makin seru ni h.., tapi kenapa tidak ada yg comant... 🤔🤔🤔😥😥😥
reza indrayana
kenap tidak ada yg comant .. 🤔🤔🤔
reza indrayana
😷😷😷
reza indrayana
mau coMant bagaimana lagi kalau alur cerita sudah bikin sesak di dada... 😥😥😥
reza indrayana
no coMant dh.. 😷😷😷
reza indrayana
males bacanya kalau endingnya penuh dengan derita... 😡😡😡
reza indrayana
bagaimna mau coMant kalau alurnya sudah begini... 😥😥😥🤦🏻‍♀️🤦‍♀️🤦🏻‍♀️
reza indrayana
Katanya seorang Queen tapi kenapa Shasa kalah dengan fitnahan receh tanpa cari tahu dulu.., mestinya waktu penyerangan dengan mudah Shasa menghubungi anggota Gank seribu bayangan.., ini malah tidak ada yang muncul satupun dari anggotanya dan kabar Jaevanopun Shasa tidak mencari tahu yang sebenarnya... 🤦🏻‍♀️🤦‍♀️🤦🏻‍♀️
reza indrayana
apa Shasa akan percaya dengan semua peristiwa yangenimpa JaeVano... 🤔🤔
reza indrayana
ini yang sangat di benci oleh para readers.., sudah tahu kalau cerita ini tidak di sukai kenapa masih di sisihkan... 😡😡😡
reza indrayana
bagaimana jadinya kalau sudah begini nichh... 😥😥😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!