NovelToon NovelToon
MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)

MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Chicklit / Tamat
Popularitas:169.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reni t

Novel ini adalah sekuel dari Novel Hasrat Terlarang Anak Tiri, disarankan untuk membaca dahulu Novel tersebut agar reader semua, tidak kebingungan saat membaca Novel ini.

Lahir dari rahim seorang ibu yang merupakan wanita penghibur, bukanlah suatu pilihan, karena seorang anak tidak bisa memilih dari rahim siapa dia ingin dilahirkan. Itulah yang dirasakan oleh gadis bernama Silvia.

Silvia begitu membenci kehidupan yang dia jalani, terutama dia sangat membenci pekerjaan sang ibu yang membuat dirinya merasa sangat hina dan juga merasa malu, karena ibunya tersebut seorang wanita penghibur.

Sampai akhirnya, datanglah orang yang tidak dikenal mengaku sebagai utusan sang ayah dan memberinya warisan, dan seketika itu juga kehidupan Silvia benar-benar berubah, dia menjelma menjadi seorang Miss Billionaire, wanita dengan memiliki kekayaan yang tidak akan habis tujuh turunan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istana

📞 ''Halo ...'' sapa Silvia ragu-ragu berbicara dengan Daniel.

📞 ''Kamu Silvia?''

📞 ''Iya, betul. Anda siapa?''

📞 ''Perkenalkan, saya Daniel. Kakakmu.''

📞 ''Kaka ...? ha ... ha ... ha ...! jangan bercanda, sejak kapan aku punya Kaka, ngaco ...'' tawa Silvia merasa tidak percaya.

📞 ''Ceritanya panjang, kalau kamu penasaran, kenapa gak datang aja ke sini? aku juga sudah siapin rumah yang besar untuk tempat tinggal kamu, dan juga uang sebesar Triliunan milikmu masih tersimpan baik di bank. Apa kamu tidak tergiur? uang itu milik kamu lho.''

Silvia terdiam sejenak. Apa ini mimpi? dirinya akan benar-benar menjadi orang kaya, jadi Miliarder? Akh ... rasanya Via masih merasa tidak percaya.

📞 ''Anda tidak sedang membodohi aku 'kan? apa aku mendadak kayak raya seperti yang ada di film-film itu? gadis miskin yang tiba-tiba dapat warisan dan berubah jadi gadis kaya raya bergelimang harta, begitu?'' tegas Via dengan suara yang terdengar terbata-bata.

📞 ''Hmm ... Seperti itulah ...''

📞 ''Ha ... ha ... ha ... Aku sama sekali gak percaya, mana mungkin hal seperti itu benar-benar terjadi sama aku?''

📞 ''Terserah, tapi kalau kamu gak mau, aku bisa sumbangkan semua uang ini ke panti asuhan, dan kamu akan tetap hidup miskin, kamu mau seperti itu?''

📞 ''Tidak, Om. Eh ... Kaka ... Duh ... Tadi anda bilang, anda kaka aku 'kan?''

📞 ''Hmm ... Gimana?''

📞 ''Iya, aku ke sana sekarang. Semua uang yang tadi kakak sebutkan itu jangan disumbangin ke panti asuhan dulu.''

📞 ''Ya sudah, aku tunggu sekarang juga.''

Silvia pun langsung menutup telpon.

''Bawa aku, Om. Aku sudah jengah hidup miskin seperti ini.'' Pinta Silvia, menyerahkan ponsel kepada Ridwan.

''Baik, Nona. Silahkan ikut saya,'' Ridwan merentangkan satu tangannya.

''Oke ...''

Silvia pun berjalan dengan diikuti oleh Ridwan dan ketiga anak buahnya.

''Tunggu, Nona Silvia. Gimana dengan ibumu? kita harus mengajak dia juga.'' Pinta Ridwan.

''Nggak usah, dia lagi sibuk?'' jawab Via datar.

''Tapi, Nona. Dia pasti mencari kamu nanti.''

''Gak bakalan, aku lagi malas ketemu sama Mommy.''

''Tapi ... Nona Silvia?''

''Udah, nanti juga aku balik lagi buat ajak dia, kalau Mommy udah gak sibuk.'' Via datar.

Mereka pun sampai di depan mobil mewah berwarna hitam, dan Ridwan segera membukakan pintu mobil untuk Silvia.

Via hanya terdiam mematung, menatap mobil yang akan dinaikinya itu membuat matanya begitu terpukau, bukannya langsung naik ke dalamnya, dia malah berputar dengan mengusap mobil tersebut dengan tangannya.

''Ini mobil aku, Om? waaaah ... bagus banget, mewah, aku gak pernah naik mobil kayak gini?'' ucap Via dengan mata yang berbinar.

''Bukan, Nona. Ini mobil saya ...''

Silvia pun merasa malu seketika, dia merubah raut wajahnya yang semula tersenyum begitu lebarnya, kini merapatkan kedua bibirnya merasa malu.

''Kita berangkat sekarang,'' pinta Via langsung masuk ke dalam mobil dengan wajah yang memerah.

Ridwan hanya bisa tersenyum lucu, gadis bernama Silvia ini benar-benar unik, lucu, dan satu lagi udik. Mungkin karena dia tumbuh dilingkungan miskin membuat kepribadian terlihat polos dan juga kampungan.

Di perjalanan Silvia nampak hanya terdiam, tatapan matanya menatap ke arah luar jendela kaca mobil seolah menatap pemandangan yang ada di luar sana, tapi sebenarnya, via melayangkan tatapan kosong, pikirannya melayang memikirkan sang ibu yang dia tinggalkan sendiri di sana, di rumah sederhana yang biasanya dia tinggali berdua.

'Maafin Via, Mom. Karena via pergi tanpa pamit, tapi via janji bakal balik lagi dan bawa Mommy bersama via ke sana, ke tempat yang via sendiri tidak tau dimana,' ( Batin Silvia )

Malam yang semakin larut membuat pemandangan di luar sana terlihat begitu gelap, pekat, hanya diterangi beberapa buah lampu jalanan namun, tidak cukup untuk menyembunyikan kegelapan yang memang terlihat lebih mendominasi.

Sinar lampu berwarna oranye itu hanya terlihat seperti titik samar membuat jalanan malam itu terlihat sedikit berwarna. Lama larut dalam dalam lamunan, akhirnya Via pun tertidur seketika.

❤️❤️

Setelah menempuh perjalanan panjang selama lebih dari 7 jam, akhirnya mobil yang ditumpangi Silvia sampai di halaman rumah luas membentang, Ridwan pun segera membangunkan gadis bernama Silvia.

''Nona Silvia, bangun. Kita sudah sampai,'' pinta Ridwan seraya membuka pintu mobil.

Silvia yang memang tidur pulas sekali, mulai mengedipkan matanya perlahan, mulutnya pun nampak dibuka lebar menguap, dengan kedua tangannya direntangkan panjang, lalu mulai membuka mata sempurna.

''Huaaaa ... Apa kita sudah sampai?'' tanya Via menatap sekeliling dengan membulatkan bola matanya seketika.

''Iya, Nona. Silahkan turun, ini adalah rumah Nona, rumah milik mendiang ayah Nona.''

''Mendiang ayah? itu berarti ayahku sudah benar-benar meninggal? sayang sekali, padahal aku ingin sekali bertemu dengan dia,'' gumam Via mulai melangkahkan kakinya keluar dari dalam mobil.

''Huaaaaa ... Ini rumah apa hotel, Om?'' tanya Via menatap bangunan tinggi empat lantai yang berada di hadapannya.

''Ini rumah, rumahmu sekarang Nona Silvia ...''

''Tunggu, Om. Aku ingin memastikan dulu kalau ini bukan mimpi.''

Via dengan sengaja menampar pipi kiri bahkan pipi kanannya juga keras membuat dirinya meringis kesakitan.

Plak ...

Plak ...

''Argh ... sakit ...! ternyata ini beneran bukan mimpi lho. Ya Tuhan ... aku baru tau ada rumah sebesar ini, sebenarnya ini rumah apa istana?''

Ridwan kembali terkekeh menyaksikan sikap kampungan Silvia.

''Mari masuk, Nona. Bos Daniel sudah menunggu di dalam.''

Silvia mengikuti Ridwan memasuki rumah besar milik kediaman mendiang Richard, matanya nampak menatap takjub sekeliling halaman yang terlihat begitu luas membentang lengkap dengan rumput hijau dengan tanaman hias yang berjejer, membuat halaman luas itu terlihat seperti taman bunga yang begitu asri dan rindang.

Ceklek ...

Pintu rumah pun di buka, Ridwan masuk ke dalam rumah, begitupun dengan Silvia yang masih mengikuti dari arah belakang, dia bahkan menyimpan sandal jepitnya di depan pintu layaknya seseorang yang sedang bertamu.

''Waaaah ... Ini si gila. Rumah ini benar-benar seperti istana,'' Via menatap takjub sekeliling rumah.

''Silahkan duduk, Nona.'' Pinta Ridwan.

''Ba-baik ...'' jawab Via duduk di karpet yang membentang di bawah kursi.

''Aduh Nona, kenapa duduk di bawah? duduk di kursi dong,'' pinta Ridwan tertawa.

''Oh ... Maaf. Kursinya bagus sekali soalnya. Aku takut kursinya kotor soalnya aku dari kemarin belum mandi,'' jawab Via dengan begitu polosnya.

''Astaga Nona Silvia, kamu benar-benar ya ... ha ... ha ... ha ...'' Tawa Ridwan terdengar begitu renyah tidak tahan lagi untuk tidak menertawakan gadis bernama Silvia itu.

''He ... he ... he ...'' Via pun tertawa mengikuti tawa Ridwan.

Tidak lama kemudian, seorang pemuda keluar dari dalam lift, wajahnya yang begitu tampan rupawan dengan kaos oblong berwarna putih lengkap dengan celana jeans pendek selutut, dengan rambut yang dibiarkan sedikit berantakan tanpa di sisir, membuat penampilannya terlihat santai namun tetap tampan dengan kulit putih bersih.

Pemuda itu nampak menatap Silvia dari ujung rambut sampai ujung kaki yang terlihat lusuh dan juga kampungan dengan tatapan datar.

''Dia siapa, Om? apa dia pelayan baru di rumah kita?'' tanya Damien santai.

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

1
Nyonya Nasution
mantau dulu ya Thor cucuk tak like sekebon🤣🤣🤣🤣🤣🤣🙏🙏🙏
Nur Adam
smgt untuk semua krya mu thoor
BunNa1
clbk ceritanya
BunNa1
emang knp gk setuju Mika
BunNa1
perhatian kecil Damien yg akan berubah jadi cinta
BunNa1
ntar suka2an lagi
BunNa1
bagus
BunNa1
Daniel bisa aja. pelayan katanya 😂😂😂😂😂
BunNa1
mampir. suka banget. gk nyangka banget klo Dona msh terima pelanggan
Puja Kesuma
richard mmg tdk memberikan kebahagian buat dona tp richard memberikan kebahagian buat putrinya.... akhirnya semua bahagia
Puja Kesuma
dona kalah sama anaknya..masak anaknya duluan yg nikah... ibunya masak msh gadia aja 😁😁
Puja Kesuma
tuh kan udah kebelet pingin belah durwn kan... ketahuan omes😃😃
Puja Kesuma
😃😃😃baru pengantin pria ngebet bgt pingin cepet di nikahkan..jgn jgn pingin cpt belah duren kyk aldo
Puja Kesuma
mmg udah donk..udah sering malah dl
Nok Ais Nok Ais
yah bakalan kangen sama Silvia dan Damien 😭😭😭💪💪💪💪
Nok Ais Nok Ais: apa judulnya
total 3 replies
Sagittarius
Aldi anaknya Aldo kan.
Nok Ais Nok Ais
jutex banget si Lusi tp penyayang juga 💪💪💪💪
Nok Ais Nok Ais
makin seruuuuuu 👍👍👍
Puja Kesuma
jgn jgn tuh ank aldo...
Puja Kesuma
baik bgt kau lus.jd momy😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!