NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Untuk Anakmu

Menjadi Ibu Untuk Anakmu

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: mommy Eng

(Spin off dari The love story'of Single Parents)
Disarankan membaca novel The love stroy of single parents dulu, agar mengetahui bila Raka dan Jodhi itu tidak bisa terpisahkan.

🌺🌺🌺


Novel ini bergenre Romantis Dewasa, dengan membaca ini, pembaca berarti telah mengerti jika jalan cerita membutuhkan kebijaksanaan yang lebih.

***
Galuh, wanita itu merasa hidupnya hancur kala mengetahui jika suaminya telah menikahi wanita lain secara siri tanpa sepengetahuan dirinya.

Hingga takdir mempertemukan dirinya dengan duda yang notabene merupakan Ayah dari murid tempat dia mengajar. Bisakah mereka bersama? Saat rival masing-masing menghantam tak kenal kasihan?

***

Cintanya yang bertepuk sebelah tangan kepada Lintang membuat Jodhi memiliki sedikit dendam kepada teman semasa SMP- nya itu. Tak di nyana, di masa depan ia bertemu dengan Lintang yang menjadi wanita malam.

Kejadian fatal malam itu membuat Lintang harus mengandung benih dari Jodhi. Sialnya, Jodhi harus kehilangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Eng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Sepenggal kisah

Bab 2. Sepenggal kisah

.

.

.

...🌺🌺🌺...

Raka

" Papa mandi dulu , kamu sama onty sebentar ya!"

Usai menyuapi Citra, ia kini hendak membersihkan dirinya dulu. Berharap rasa lelah yang menyerang dirinya sirna bersama tetasan air yang membasuh tubuh liatnya.

Sensasi air dingin ia resapi dalam-dalam. Mengalir di tiap inci kulitnya yang terlihat bersatu dengan otot-otot tubuhnya yang keras.

Ia menyurai rambutnya yang basah. Mata yang terpejam itu kini tanpa sengaja teringat akan bayangan wajah istrinya dulu.

" Titip Citra mas!''

Kalimat itu terus saja terngiang-ngiang di dalam pikirnya. Ucapan lembut yang keluar dari bibir sang istri sewaktu wanita itu menuju tempat operasi jelang Caesar anak kedua mereka.

Perasaan bersalah, menyesal, dan marah berkecamuk dalam hati. Menyerang sanubari terdalamnya.

" Raka!"

" Ka!"

Suara Mama sukses membuat dirinya mempercepat ritual mandinya. Tangan berotot itu terlihat menyambar handuk lalu membebatkannya ke bawah pinggang. Raka terlihat segar sekali.

CEKLEK

Pintu kamar mandi terayun dan menampilkan sebagian tubuhnya yang masih basah. Menatap Mama sambil menggosok rambutnya yang masih meneteskan air.

" Astaga kamu mandi lama amat! Ya udah mama tunggu di bawah, Citra barusan Mama lihat udah tidur. Mama pingin ngobrol sama kamu!"

Raka mengembuskan napasnya pasrah. Jelas Mama akan membicarakan soal ibu sambung untuk Citra lagi. Dan dia selalu No untuk hal itu.

Haish!!!

Tapi Raka tetaplah Raka. Pria yang selalu menuruti sang Mama sedari kecil. Kelamnya rekam jejak masa lalu papanya, seolah menjadi cermin dirinya untuk tak berlaku sama. Sebagai pria sejati, menyakiti hati wanita itu merupakan hal yang harus ia hindari.

Tap

Tap

Tap

Suara langkah kakinya yang terdengar jelas saat menapaki anak tangga. Disana sudah terlihat Papa Abimanyu.

" Papa! Kapan datang?" Raka mencium takzim tangan Abimanyu yang rupanya sudah datang ke rumahnya.

" Barusan. Kamu masih sering lembur?'' Ucap Abimanyu yang kini melihat Raka tengah mendaratkan tubuhnya ke sofa di hadapannya.

Menatap dirinya yang jelas tak bersemangat.

Raka mengangguk " Kasihan Niko Pah. Ada anak buah yang korup di divisi keuangan!" Tutur Raka sembari menyalakan remote TV malam itu.

" Kasih tahu dia Mas. Dulu mas juga enggak begitu amat kan? Citra ini butuh peran orang tua Ka!"

Sahut Mama yang muncul dari arah belakang, terlihat membawakan beberapa cangkir berisikan teh hangat dan kudapan.

Raka mengembuskan napasnya pasrah. Itu lagi- itu lagi. Abimanyu membenarkan posisi duduknya, menghadap ke arah anaknya yang kini fokus mengganti channel TV.

" Prinsip dari assiten itu untuk memudahkan pekerjaan kita Ka. Jadi jangan semua- muanya kamu yang ngerjain. Rugi bayar orang kalau kamu masih ngoyo begitu!"

Raka tertegun sambil memperhatikan Andhira yang meletakkan cangkir ke hadapan dua pria itu. Mengabaikan siaran berita lokal yang menayangkan aksi demontrasi para mahasiswa.

" Mama kamu benar, soal Citra ini jangan kamu anggap enteng. Papa enggak mau cucu papa kenapa-kenapa!" Ucap Abimanyu terlihat serius.

" Besok Raka mau datang ke sekolahnya!" Sahutnya cepat. Berusaha membuat kedua orangtuanya tahu jika ia juga seorang papa yang responsible.

" Bukan masalah kamu datang ke sekolahnya atau enggak, bukan juga soal kamu bisa marahin semua guru bahkan anak yang nyerang anak kamu, bukan itu!" Abimanyu berusaha memberikan pengertian untuk Raka.

" Ini soal peran kamu sendiri!"

Raka tertegun dan memilih mematikan Chanel TV yang makin membuat pikiranya semrawut saja.

" Kamu enggak bisa terus- terusan begini. Kamu masih muda, Citra juga butuh sosok wanita Ka. Pikirkan ini agar jalan kamu kembali seimbang!" Ucap Mama lagi-lagi.

Andhira menatap wajah putranya serius. Sudah sering sekali mereka berbicara serius begini. Mereka ingin Raka mau membuka hatinya untuk orang lain.

" Papa tahu kamu mencintai Visya. Tapi dalam perjalanannya, Citra membutuhkan Ibu nak!"

Sekarang Raka semakin mumet. Bukannya tidak ada yang mau dengannya, ada banyak bahkan berlomba-lomba malah. Namun, jujur posisi Visya di hatinya benar-benar telah paten.

" Jika kamu menolak rekomendasi dari papa, papa kasih kesempatan kamu untuk mencari sendiri!" Ucap papa Abimanyu. Jelas makin mengusik keteguhan hatinya.

Baru beberapa Minggu yang lalu, Papa Indra dan Mama Anggi juga memintanya mencari Ibu sambung untuk Citra. Sekarang, Papa Abimanyu dan Mama Dhira juga melakukan hal yang sama.

Oh astaga, ingin rasanya Raka menenggelamkan diri ke dasar bumi saja. Huh!

.

.

...🌺🌺🌺...

Jodhistira

" Maaf Tuan, Melati belum free. Dia penuh malam ini!" Tutur pria yang tadi ia temui. Membuatnya sedikit mendengus kecewa.

" Jadi nama malamnya Melati?"

" Berani sekali dia menolakku, aku ingin bertemu dengan manager cafe ini!" Sorot mata Jodhi begitu mengintimidasi pria itu.

" Ta.. tapi.."

" Ambil dan bawa aku kesana!" Ucap Jodhi mengeluarkan koceknya yang lumayan.

Pria itu meneguk ludahnya dengan tubuh bergetar, uang bergambar proklamator berjumlah lebih dari tujuh lembar itu jelas membuat dirinya goyah.

" Sebelah sini Tuan!"

Jodhi membuang puntung rokoknya usai hisapan terakhir sebelum ia mengikuti pria itu. Benar-benar tidak sabar untuk menemui Lintang.

Ia membuntuti pria itu melewati lorong-lorong gelap dengan suara musik yang memekakkan telinganya.

Tok

Tok

Tok

Pria itu terlihat mengetuk sebuah ruangan dengan pintu dari kaca tebal, terlihat eksklusif sekali.

" Masuk!"

Ia turut mendengar suara sahutan dari dalam. Tanpa menunggu lagi, ia kini memasukinya ruangan luas dimana ia melihat pria gemuk yang tengah memangku wanita sexy, terlihat buah dadanya menyembul keluar. Wow!

" Bos saya ma.."

" Saya ingin bicara dengan anda!" Ucap Jodhi memotong ucapan pria itu. Membuat pemilik papan nama bertuliskan Zaky itu membulatkan matanya.

" Kita lanjutkan nanti sayang!" Zaky mencium mesra bibir wanita binal itu. Benar-benar menjijikkan.

Ia hanya diam dengan wajah dingin saat wanita dan pria itu keluar. Kini, menyisakan dirinya dan seorang manager cabul dalam ruangan bercat monokrom itu.

" Aku ingin Melati malam ini juga!"

Pria itu tertawa " Melati tidak open BO, dia hanya pelayan. Kau bisa menyewa..."

KLAK

KLEK

Zaky mendelik saat Jodhi dengan gerakan cepat menarik pistol dan mengokangnya dalam waktu sepersekian detik. Sial!

Ya, Jodhi memang selalu membawa benda itu untuk melindungi dirinya.

" Jangan main-main kamu!" Zaky ketakutan, kenapa bisa ada pria kurang ajar di cafenya. Sial!

" Apa kau polisi?" Tanya Zaky dengan wajah pias.

" Apa aku terlihat bukan seperti bajingan?" Jodhi menarik senyuman licik.

Oh Shiit!

" Melati tidak open BO, sudah aku katakan. Dia hanya pelayan!"

" Lagipula jadwal dia penuh malam ini!" Zaky tentu saja bingung, jelas ia akan mendapatkan masalah jika main comot wanita yang jelas sudah di order itu.

" Oh ya? Kau pikir aku percaya? Bagiamana bisa wanita dengan pakaian minim tidak open BO?"

.

.

BRAK

Lintang yang tengah sibuk menuangkan minuman kepada tamunya dibuat terkejut akan kehadiran seorang pria yang memasang wajah dingin bersama managernya.

" Apa-apaan ini?" Ucap tamu pria yang tengah di layani oleh Lintang. Terlihat tidak suka.

" Sa..saya mohon maaf Tuan. Tapi..Melati harus..!" Zaky benar-benar bingung harus memulai dari mana. Pria gila itu terus saja mengancamnya lewat tatapannya yang begitu mengintimidasi.

Lintang terlihat bingung, apa maksudnya?

Zaky melakukan gerakan kepala sebagai tanda bagi Lily untuk membawa pria itu keluar. Menyisakan Lintang yang dibuat bingung.

" Tuan, Melati hari ini saya gantikan. Mari!" Ucap Lily dengan kalimat penuh rayuan yang sukses membuat tamu itu melupakan Melati.

Kini Lintang alias Melati benar-benar dibuat tak mengerti. Ada apa ini? Mengapa Zaky main ganti begitu saja.

" Melati, layanilah Tuan ini dengan baik. Dia sudah membayar empat kali lipat!" Ucap Zaky menatap sendu wajah Lintang. Menyiratkan jika ia terpaksa.

.

.

Lintang

Sejak kematian papanya, ia menjadi tulang punggung untuk keluarganya. Ibunya sedang sakit keras. Kanker payudara yang di derita ibunya kian memperburuk kondisi keuangan mereka.

Kemoterapi dan juga pengobatan pendukung yang membutuhkan dana yang tak sedikit, jelas menjadi hal yang sifatnya memaksa Lintang untuk berbuat apapun.

Kehidupannya benar-benar berubah seratus delapan puluh derajat, ia yang kesulitan mencari pekerjaan terpaksa bergabung menjadi pemandu lagu juga pelayan demi membiayainya diri dan juga keluarganya.

Zaky merupakan pria yang pernah di tolong Lintang. Pria itu nyaris mati saat akan di keroyok oleh preman. Beruntung, Lintang yang lewat , mampumenolong meski ia sendiri babak belur dan harus berteriak meminta pertolongan orang lain.

Dari pertemuannya itulah, ia mendapat tawaran pekerjaan. Merasa berhutang budi, Zaky kemudian memperkerjakan Lintang di cafe plus-plus miliknya.

" Tenang, saya akan memilihkan tamu yang tidak akan macam-macam sama kamu!"

" Nanti kalau kamu sudah dapat kerjaan lain, kamu bisa keluar dari sini!"

Mungkin tidak akan ada yang percaya jika Lintang masih perawan. Zaky yang baik hati memang menjaga betul wanita itu. Dari kisah sulit yang dibeberkan olehnya, Zaky merasa iba dengan jalan terjal wanita manis itu.

Namun, saat datang seorang pria kurang ajar yang berani menodongkan pistol ke arahnya, ia tak tahu akan seperti apa nasib Lintang kemudian.

Jodhistira sialan!

"Melati, layanilah Tuan ini dengan baik. Dia sudah membayar empat kali lipat!" Hanya itu yang bisa ia ucapkan. Ia kini tahu siapa Jodhi. Orang yang cukup berpengaruh dan anak pemilik Dapur Isun.

Ia bisa melihat sorot mata penuh tanya dari mata pria berkepribadian ganda itu. Ia kini terlihat memandang wajah pria yang menurutnya tak asing. Pria bertinggi diatas seratus delapan puluh itu terlihat sangat familiar.

Tapi dimana mereka pernah bertemu?

.

.

.

.

To be continued...

1
Khairul Azam
astaga naga mulutnya,
Khairul Azam
itu nanti tau rumah yg ditinggali lintang jhodi semakin bertambah rasa bersalahnya
Khairul Azam
melok nangis aku, bener" sensitif banget aku klo menyangkut anak dan keadaan seperti lintang ini, dulu aku jg seperti itu, pisah sama mantan suami pas anakku umur kurang dua bulan, aku keluar dari rumahku sendiri cuman bawa anak gak punya uang, pas anak umur 9bln aku krj Alhamdulillah skrng aku bisa nyukupi anak punya tabungan punya kebun, dan mantan suamiku skrg hidupnya ya begutu" saja. iihh jd curhat
Khairul Azam
heran ya sama orang" itu, makan jg gak minta mereka
Khairul Azam
udah baca aku, bagus jg ceritanya
Khairul Azam
aku pas baca mas kawinya langsung tak hitung 😅😅😅
Khairul Azam
bukan nya waktu galuh nyamperin si adi sama maya, waktu itu si maya udah hamil ya? lha kq numpk skrng blm lahir jg
Khairul Azam
kasihan dwwi dia masih kecil gak tau apa" kenapa ditaruh panti asuhan, meski bukan anak kamdungnya kenapa gak dirawat aja orang anak kecil
TongTji Tea
astagaa...sambil makan pecel aku pas baca ini untuk kesekian Kali nya 😩😓.kawusss tenan.
Mommy Eng: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
TongTji Tea
Disini aku jadi meragukan Jodi. badboy beneran Nggak sih? padahal kalo badboy itu biasanya lebih peka ,lebih antisipasi .Bukan sekedar ena2 aja .Jadi kalo mudah banget masuk perangkap Dewi y jodhi ini Masih amatiran 😂
Lia Kiftia Usman
Luar biasa
Lia Kiftia Usman
he eh...😊 nikmat mana lagi yg kamu dustakan
Siti Zubaedah
Luar biasa
Egi Zen
aku ingin kisah Denok dan Jojon dan rumah baru lintang dan mantan2 jodhi
Irawati Soetojo
Sampai kemekel.....astaga
Phiphiet Safitri
Luar biasa
Cha Zharaa
kok jd kpikiran itu calist ya
Muhammad Jain
Kecewa
Mommy Eng: kak jika tidak suka tolong jangan kasih rate dua. Tinggalkan saja dan tidak usah baca
total 1 replies
Widia Annisa Santoso
akhirnya berakhir dg bahagia...🥰
Ennyyl
AQ kok keingat Tini ya. kalau ada mbk denok
Khairul Azam: hahhahh sama, novelnya juskelapa
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!