NovelToon NovelToon
PEMAKSAAN BERUJUNG CINTA

PEMAKSAAN BERUJUNG CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Lari Saat Hamil
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Sir Leonardo, Komandan Militer Inggris, memburu pemberontak yang membunuh orang tuanya. Setelah berhasil menemukan si pemberontak dan membunuhnya beserta istri tapi menyisakan putri mereka. Balas dendam Leo tidak berhenti hanya dengan kematian pembunuh kedua oran tuanya, namun menjadikan putri si pemberontak sebagai pelampiasan amarah, nafsu, gairah dan perasaan lainnya. Apa yang terjadi dengan putri si pemberontak kemudian? Apakah dia akan bertahan atau menyerang balik seorang Leonardo?

Cerita lainnya :
1. Putri Jenderal bersama Mafia (Haile & Antonio)
2. Putri Duke bersama Bos Wine (Katy & Terios)
3. Cinta saudara Tiri (Eliza & Zane)

Mana cerita pemaksaan cinta yang paling kalian sukai? Jangan lupa dukung author yaaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BALAS DENDAM BERLANJUT

Terlihat 30 orang mengintari kawasan rumah pondok pengungsi tengah malam di Nottinghamshire (wilayah lapang luas dan melalui perhutanan, berjarak sekitar 3 jam dari London, pusat Inggris/Britania Raya) dengan membawa pistol masing masing.

Ada juga yang sudah berada di atap pondok siap siap menerobos ke dalam rumah.

Listrik satu kawasan itu dimatikan dan suara tembakan mulai terdengar.

Doorrr!!!

Door!!! Door!!!

Brak!!

Pintu dibuka secara paksa oleh beberapa orang berpakaian militer inggris.

Suara tembakan bertubi tubi menembus setiap pondok rumah dalam hutan tersebut, karena gelap tidak jelas siapa yang ditembak yang terpenting tidak ada yang boleh selamat dari penyergapan ini, kecuali anak anak dan wanita.

Berdiri seorang pria dengan rompi militer berlapis. Dalam kegelapan, iris mata birunya memancarkan cahaya. Ia menatap kedua orang yang sudah tak bernyawa diatas ranjang. Seorang pria dan wanita.

"Begini akhirnya nasib pembunuh kedua orang tuaku. Setelah 3 tahun mencari kalian, semudah ini kalian tak bernyawa dihadapanku" lirihnya.

Door!! Door!!

Ia menembakkan pelurunya tepat di masing masing dahi pembunuh orang tuanya. Ternyata si pemberontak memilih membunuh diri mereka sendiri saat merasakan sergapan dari musuh.

"KOMANDAN!!!" teriak prajurit lain.

"ADA BEBERAPA PEMBERONTAK YANG MELAWAN! MEREKA MEMILIKI GRANAT!" lanjutnya.

Pria beriris mata biru itu segera keluar pondok pembunuh orang tuanya menuju api yang membara.

"Door!!"

Ada balasan peluru kearah para militer.

"LINDUNGI DIRI KALIAN!!" teriak si komandan.

dari pintu pondok rumah yang tadi ditinggalkan pria beriris mata biru itu, berdiri seorang wanita dengan pistol di tangannya.

"AWAS KOMANDAN!!" teriak salah satu prajurit yang melihat wanita itu mengarahkan pistol kearah atasannya.

Namun terlambat, kecepatan peluru berhasil menyentuh punggung si Komandan.

Door!! Dooor!! Door!!

3 peluru langsung menancap di punggung komandan itu.

"KOMANDAN LEOOOO!!!!"

"SIR LEOOO!"

Teriak para prajurit sambil berlari menuju pria bernama Leo itu.

Wanita itu langsung ingin menembakkan dirinya sendiri namun peluru telah habis. Keburu disergap oleh prajurit.

"Jangan bunuh dia!" perintah Leo, si komandan.

Komandan yang tertembak 3 peluru di punggungnya, seperti mati rasa. Dirinya tidak jatuh maupun terlihat kesakitan. Prajuritnya pun heran dengan kekebalan tubuh sang pimpinan.

"Kalian sudah tau jika aku tidak akan kesakitan meskipun tertembak berapapun. Jangan alay" omelnya kepada prajurit yang berteriak menghampirinya tadi.

"Ka..kami..kami lupa bahwa anda memang bertubuh besi, Sir" sahut sang prajurit.

Leo tidak menyahuti prajuritnya dan mrmilih berjalan kearah wanita yang sudah dipegang oleh dua prajutit lainnya.

"BAJINGAN!! KALIAN MEMBUNUH ORANG TUAKU!!" teriak wanita itu tanpa takut.

Leo tersenyum menyeringai.

"Membunuh orang tuamu? Anda terlalu optimis nona. Orang tua mu memilih mati dengan mudah dan aku tidak puas" sahut pria itu.

"KAMI WARGA SKOTLAND HANYA INGIN HIDUP DAMAI!!" teriak wanita itu.

"Damai? Hahahahaa omongan pemberontak yang begitu menipu" ujar Leo.

Pria itu pun mendekatkan wajah didepan wanita sanderanya.

"Orang tuamu sudah membunuh orang tuaku. Sudah 3 tahun aku membiarkan kalian hidup tenang dan damai tanpa rasa bersalah. Sekarang giliranku untuk menghilangkan pemberontak Skotland dari Britania Raya" jelas Leo.

"DENGARKAN PERINTAHKU!! TANGKAP SEMUA WANITA DAN ANAK ANAK YANG MASIH HIDUP DAN BUNUH SEMUA PRIA BAIK TUA MAUPUN MUDA! JANGAN ADA SISA!" teriaknya kemudian.

"SIAP KOMANDAN!" sahut para prajurit serentak.

Dari sudut gelap lainnya, ada seorang pria yang menatap kearah wanita itu dengan amarah dan kepalan tangan. Dadanya mengucurkan darah dan dia tidak bisa nekat menyelamatkan kekasihnya secara langsung.

"Maafkan aku, Agatha. Aku tidak bisa menolongmu sekarang. Tapi aku janji akan segera menolongmu secepatnya. Tunggu aku. Aku akan mengumpulkan pasukan baru kita" lirih pria itu.

"AGATHAAAAA TUNGGU AKUUUU!!! AKU AKAN MENYELAMATKAN MU!" lalu ia berteriak dan langsung membuat wanita itu sadar jika apa yang diteriakan oleh sang kekasih adalah pesan untuknya.

"Callum, aku akan menunggu mu menyelamatkan ku" batin wanita yang dipanggil Agatha itu.

Leo pun mencari sumber teriakan itu dan menginstruksikan beberapa prajurit untuk mencari pria yang berteriak.

"JANGAN BIARKAN PRIA ITU SELAMAT!" perintah Leo.

Wanita itu tertawa kecil membuat Leo kembali fokus kepadanya.

"Dia kekasih mu?" tanya Leo.

"Hmm..tidak penting untukmu" jawab si wanita

"Kenapa kamu tertawa?" tanya Leo lagi penasaran.

"Karena kamu tidak akan bisa menangkapnya" jawab wanita itu meremehkan.

Leo hanya memberi senyuman smirk.

"Oh begitu ya? Baiklah. Jika aku tidak bisa menangkapnya, setidaknya aku bisa menangkap kekasihnya" ujarnya lalu memerintahkan prajurit yang memegang si wanita untuk dibawa kedalam pondok mengikutinya.

Ternyata Leo membawa wanita itu didalam kamar orang tua si wanita.

"Lepaskan dia lalu pakaikan borgol dan tinggalkan kita berdua disini. Jangan ada yang masuk keruangan ini sebelum aku perintahkan. Berjagalah didepan pondok" perintah Leo kepada kedua prajuritnya.

"SIAP KOMANDAN!" seru para anak buah si Leo.

Setelah memasang borgol di kedua tangan sang sandera, para prajurit keluar kamar dan menutup pintu.

Cahaya dari luar pondok menebus sela sela ventilasi kamar hingga jenazah kedua orang tua wanita itu terlihat jelas di mata sang putri meskin remang remang.

Air matanya seketika menetes.

Leo memperhatikan wanita ini.

"Namamu Agatha kan? Kekasihmu meneriakkan namamu tadi?" celetuknya memecah keheningan.

Wanita itu memilih tak menjawab.

"Seharusnya kamu berterima kasih kepadaku karena aku memberikan kesempatannu untuk berpamitan kepada mereka. Tidak sepertiku. Selain orang tuaku, orang tuamu sudah merusak keamanan dan kenyamanan warga inggris di London beberapa tahun ini dengan serangan kecil yang rutin" lanjut Leo.

"Meskipun kalian berhasil mendapatkan kehidupan di hutan Nottinghamshire tapi ancaman serangan tidak berhenti" lanjutnya.

"Cih! Orang Inggris seperti kalian yang merusak kehidupan kami" sahut wanita itu.

"Hahahhaa boleh juga. Kamu sungguh berani menjawabku, Agatha" ujar Leo.

"Aku akan melawanmu sampai nafas terakhirku. Ingat itu. Jadi bunuh aku sekarang agar hidup dan misi balas dendammu selesai" pancing wanita yang bermama Agatha itu. Wanita berambut coklat kemerahan ciri khas orang Skotlandia dengan mata cerahnya. Berbeda dengan Leo yang beriris mata biru, iris mata Agatha terlihat lebih cerah keabu abuan.

"Hahahhahahahhaa..tidak semudah itu. Orang tuamu sudah mati semudah ini, maka dari itu kamu yang menanggung dosa mereka" balas Leo.

"Hal pertama yang akan aku lakukan adalah menikmatimu didepan jenazah mereka" lanjutnya dengan senyuman smirk.

Leo mendekat dan Agatha yang kedua tangannya diborgol hanya bisa melangkah mundur hingga punggungnya membentur dinding.

"JANGAN SENTUH AKU!! BUNUH AKU!!" teriak wanita yang tak berdaya ini.

Tendangan diberikan namun karena tenaganya yang sudah lemah, hanya seperti gerakan anak kecil didepan Leo.

Sang komandan hanya tersenyum kecil.

"Jangan banyak tingkah. Kamu sudah menjadi milikku untuk rasa sakit kehilangan orang tua ku karena pemberontak seperti kalian" ujar Leo dengan tatapan tajam. Warna iris mata birunya membuat Agatha tak berkutik.

Grep!

Leo menahan pinggang Agatha untuk bersandar di dinding.

Agatha berusaha meronta ronta namun kedua tangan Leo ditubuhnya lebih kuat.

Tiba tiba bibir sang komandan sudah menempel di bibir mangsanya.

*latar belakang cerita ini berada di Inggris, Kerajaan Inggris di tahun 1630-an saat dipimpin oleh Raja Charles I. Hanya mengambil latar waktu dan tempat saja, semua isi cerita fiktif dan sebagai hiburan semata

1
Mia Camelia
aduh leo kau kejam😂
Mia Camelia
semangat thor😄
cerita nya seru👍
SariRani: Terima kasih kakak 🙏🏻 mohon dukungannya biar semangat berimajinasi hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!