NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Mbak Rani!" Tyas langsung memeluk kakaknya erat.

​"Wah, adik Mbak sudah besar sekarang, ya. Makin cantik," puji Rani tulus, mengusap kepala adiknya. Rani kemudian beralih ke suaminya yang berdiri di ambang pintu. "Mas, ini Tyas."

​Tyas beralih menyalimi tangan Angga. "Halo, Mas Angga. Mohon bantuannya ya selama Tyas kuliah di sini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu di rumah tangga yang dingin

Pagi itu, aroma kopi hitam dan roti panggang memenuhi dapur minimalis rumah Rani dan Angga. Di usianya yang menginjak 24 tahun, Rani selalu berusaha menjadi istri yang sempurna. Sebagai seorang wanita kantoran yang sibuk dengan rutinitas korporat, ia tetap memastikan kebutuhan suaminya terpenuhi sebelum ia berangkat kerja.

​Namun, di balik keharmonisan yang tampak di permukaan, ada sunyi yang telanjur mengakar. Lima tahun sudah mereka membina rumah tangga, namun suara tangis bayi yang mereka impikan tak kunjung hadir. Angga, yang dulu begitu hangat, kini lebih sering menatap layar ponselnya atau pulang larut malam dengan alasan lembur. Kejenuhan mulai merayap di mata pria itu, sebuah jarak tak kasat mata yang sangat dirasakan oleh Rani.

​"Mas, hari ini Tyas datang," ujar Rani memecah keheningan meja makan, sambil merapikan blus kerjanya.

​Angga menurunkan cangkir kopinya, menatap Rani dengan alis berkerut. "Jadi dia benar-benar mau tinggal di sini?"

​"Iya, Mas. Kasihan kalau harus kos, lagipula kampus baru tempat Tyas kuliah dekat sekali dari sini, cuma lima belas menit perjalanan," jelas Rani lembut, berharap suaminya mendukung keputusan ini. "Dia baru lulus SMA, masih delapan belas tahun. Setidaknya kalau di sini, aku bisa ikut menjaganya."

​Angga hanya mengangguk pelan, kembali acuh tak acuh. "Terserah kamu saja."

​Siang harinya, sebuah taksi berhenti di depan pagar. Tyas turun dengan koper besar dan senyum merekah. Di usianya yang baru menginjak delapan belas tahun, Tyas bukan lagi anak sekolah yang kekanak-kanakan. Pertumbuhan fisiknya begitu pesat—ia memiliki tubuh yang sintal, proporsional, dan apa yang sering disebut orang sebagai bohay. Dengan kaus ketat dan celana jin yang membentuk lekuk tubuhnya dengan sempurna, Tyas memancarkan aura keremajaan yang segar sekaligus menggoda tanpa ia sadari.

​"Mbak Rani!" Tyas langsung memeluk kakaknya erat.

​"Wah, adik Mbak sudah besar sekarang, ya. Makin cantik," puji Rani tulus, mengusap kepala adiknya. Rani kemudian beralih ke suaminya yang berdiri di ambang pintu. "Mas, ini Tyas."

​Tyas beralih menyalimi tangan Angga. "Halo, Mas Angga. Mohon bantuannya ya selama Tyas kuliah di sini."

​Saat tangan mungil Tyas menyentuh kulitnya, dan saat aroma parfum manis khas remaja itu terhirup oleh indra penciumannya, Angga terpaku. Matanya tanpa sadar turun, menyapu lekuk tubuh adik iparnya yang begitu kencang dan sintal—sangat kontras dengan Rani yang akhir-akhir ini tampak selalu lelah dan monoton.

​"A-ah, iya, Tyas. Anggap saja rumah sendiri," jawab Angga, berdeham kecil untuk menetralisir rasa gugup yang tiba-tiba menyerang.

​Malam pertamanya di rumah itu berjalan hangat bagi Rani, namun menjadi awal dari badai yang tak kasat mata bagi Angga.

​Saat makan malam selesai, Rani harus kembali masuk ke ruang kerja karena ada laporan kantor yang mendesak. Tinggallah Angga di ruang tengah, berpura-pura menonton televisi. Tak lama kemudian, Tyas keluar dari kamar mandi dengan rambut basah yang terurai, hanya mengenakan celana pendek dan kaus santai yang agak longgar, memperlihatkan kulit mudanya yang mulus.

​"Mas Angga, Mbak Rani masih sibuk kerja ya?" tanya Tyas sambil duduk di sofa tunggal, tidak jauh dari Angga. Ia melipat kakinya, membuat celana pendeknya sedikit tersingkap.

​"Iya, Mbakmu memang selalu sibuk kalau akhir bulan," jawab Angga. Matanya mencoba fokus pada layar televisi, namun sudut matanya tak bisa berbohong. Pikiran Angga mendadak liar.

​Melihat kedekatan fisik Tyas, mendengar tawa renyahnya, dan menyaksikan bagaimana tubuh ranum itu bergerak, ada sesuatu yang bergejolak di dalam diri Angga. Rasa bosan yang menumpuk selama lima tahun pernikahannya dengan Rani seolah menemukan celah untuk meledak. Imannya yang selama ini kokoh, malam itu mulai goyah hanya oleh kehadiran seorang gadis delapan belas tahun di rumahnya.

1
Anonim
Kurang ajar banget si angga dan si tyas ini,buat rani tau lebih cepat thor tentang kebangsatan suami dan adik nya
Anonim
Lama bener thor muter nya ,si rani kapan sadar perselingkuhan adik nya sama suami nya jangan kelamaan
Anonim
Si rani kenapa oneng sih g bisa liat sekilas model ade nya kek apaan dah ,cuek apa emang buta dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!