NovelToon NovelToon
Ayla, Anak Kandung Yang Tersisih

Ayla, Anak Kandung Yang Tersisih

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Bagaimana rasanya menjadi seorang anak yang tidak diinginkan, di tuntut untuk selalu mengalah dalam segala hal, menyerahkan apapun yang dimiliki untuk orang lain bahkan orang yang di cintai sekalipun harus ia lepaskan? Selalu salah dan di anggap pembawa sial.

Itulah penderitaan yang di rasakan oleh seorang wanita bernama Ayla, ia tumbuh di keluarga yang serba berkecukupan, punya dua kakak laki-laki dan orang tua yang masih lengkap, namun sayang sekali, meskipun memiliki semua itu Ayla sama sekali tidak memiliki kasih sayang dan kebahagiaan.

Di mata keluarga Ayla adalah pembawa sial, sosok yang selalu salah dalam segala hal, berbanding terbalik dengan Alena yang selalu menerima kasih sayang penuh dan selalu di utamakan oleh semua orang.

Siapa Alena? Dan kenapa Ayla memiliki nasip berbeda dengan nya? Cus baca kisah mereka di sini, bersama author Nadia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

01# Kau Kalah Lagi

Plak...

“Kenapa kau mendorong Alena? Bukankah kau tahu dia tidak bisa berenang?” seru seorang laki-laki paruh baya, tepat setelah ia melayangkan tamparan keras ke pipi gadis yang berdiri di hadapannya.

“Papa, jangan salahkan Ayla. Aku jatuh sendiri,” sahut gadis lain yang tubuhnya kini basah kuyup, menggigil kedinginan.

“Alena, cukup! Jangan terus-menerus membela dia. Apakah kau akan terus membelanya sampai dia membuatmu mati konyol?” potong wanita paruh baya sambil membawa handuk. Ia segera menyelimuti tubuh gadis itu dengan penuh perhatian dan kelembutan.

“Lihatlah, kakakmu masih saja berusaha membelamu, padahal kau sudah melakukan banyak hal kejam padanya,” ujar Bayron—sang Papa—dengan nada penuh kemarahan.

“Pa, Ma, aku tidak melakukannya. Aku tidak mendorong Kak Alena. Dia benar-benar jatuh sendiri,” jelas Ayla, berusaha mati-matian membela diri di tengah tuduhan yang menimpanya.

Hikss...

Hikss...

Hikss...

“Ayla benar, Ma, Pa. Aku jatuh sendiri,” sela Alena di sela-sela isak tangisnya.

“Alena, tenanglah. Sebagus apa pun kau membelanya, Mama dan Papa tidak akan pernah percaya. Kau sendiri sangat trauma dengan air, bahkan kau tidak bisa berenang. Bagaimana mungkin kami percaya kau jatuh sendiri? Kau bahkan selalu menghindar setiap kali harus berada di dekat kolam renang,” ungkap Tina, sang Mama. Ia berbicara dengan nada tegas, seolah ia paham betul apa yang sebenarnya terjadi pada putrinya itu.

“Ada apa ini? Kenapa dengan Alena? Kenapa dia basah kuyup begini?”

“Dan gelangmu mana, Alena? Kenapa kau bisa jatuh ke kolam?”

Dua orang pemuda tampan berjalan menghampiri mereka setelah mendengar keributan di area kolam renang rumah mewah itu. Dari pakaian yang masih mereka kenakan, terlihat jelas sepertinya mereka baru saja pulang dari pekerjaan.

“Kak Bastian... Kak Adnan...” Alena segera menghampiri kedua pemuda itu, menatap mereka dengan pandangan yang memelas dan menyedihkan.

“Astaga, Alena... Kenapa bisa sampai begini keadaannya?” seru Bastian, lalu segera merangkul dan memeluk tubuh gadis itu seolah takut ia akan terluka sedikit saja.

Sementara itu, Ayla—yang kini menjadi sasaran kemarahan seluruh keluarganya—hanya bisa diam terpaku. Ia menatap pemandangan penuh kasih sayang di depan matanya, kehangatan keluarga yang tak pernah sekalipun ia rasakan seumur hidupnya.

Ayla Agustina Gunawan. Ia adalah satu-satunya anak perempuan kandung di keluarga Gunawan. Ia memiliki dua kakak laki-laki bernama Bastian Gunawan dan Adnan Gunawan, serta orang tua bernama Tina Talisa Gunawan dan Bayron Gunawan.

Namun ada satu orang lagi: kakak perempuan yang selalu ada di sisinya, Alena Gunawan. Ia adalah anak angkat keluarga Gunawan.

Jika orang luar tidak mengetahui kisah sebenarnya, mereka pasti akan mengira bahwa Aylalah anak angkat itu, bukan Alena. Kenapa demikian? Jawabannya sederhana: karena perlakuan keluarga itu terhadap keduanya sangatlah bertolak belakang.

Ayla selalu diperlakukan dengan buruk oleh keluarga kandungnya sendiri. Sebaliknya, Alena diperlakukan sangat istimewa, disayangi, dan diprioritaskan dalam segala hal. Ayla sebenarnya tak pernah mempermasalahkan hal itu. Baginya, perlakuan kasar dan dingin itu sudah pantas ia terima, sebab di mata seluruh keluarganya, ia adalah pembawa sial.

Padahal, Alena sejatinya adalah anak kandung kepala pelayan rumah tangga mereka, yang sudah bekerja bertahun-tahun mengabdi di keluarga itu. Alena tumbuh besar bersama Ayla, dengan selisih usia hanya dua tahun saja.

Dulu, saat Ayla masih berusia lima tahun, kedua orang tuanya sempat menitipkannya pada kepala pelayan tersebut. Saat itu, Mama dan Papa sedang harus pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis, sementara kedua kakak laki-lakinya sedang sibuk bersekolah dan tak bisa pulang dalam waktu dekat.

Karena kepala pelayan itu memiliki anak perempuan seusia Ayla—yaitu Alena—orang tua Ayla merasa sedikit lega. Mereka beranggapan Ayla tak akan kesepian selama ditinggalkan karena ada teman bermain.

Awalnya semua berjalan baik-baik saja. Namun, siapa sangka, di hari itu sebuah tragedi mengerikan menimpa keluarga mereka. Ayla kecil yang baru berusia lima tahun sedang bermain bersama Alena di dapur. Entah apa yang terjadi saat itu, tiba-tiba saluran gas di dapur rumah itu bocor dan memicu kebakaran hebat. Sang kepala pelayan tewas seketika karena berusaha menyelamatkan Ayla dari ledakan dahsyat tersebut. Peristiwa mengerikan itu terjadi tepat di depan mata Alena. Sejak hari itu, Alena selalu berkata bahwa kebakaran itu terjadi karena kelalaian dan kesalahan Ayla.

Sedangkan Ayla sendiri harus dirawat di rumah sakit selama satu minggu penuh, dan mengalami trauma mendalam akibat kejadian yang membekas di ingatannya itu.

Karena rasa bersalah yang mendalam serta rasa hutang budi, keluarga Gunawan pun memutuskan mengangkat Alena sebagai anak angkat mereka. Sejak saat itu, kehidupan yang dulu terasa biasa saja bagi Ayla berubah seketika menjadi mimpi buruk yang panjang. Orang tua dan kedua kakaknya kini selalu mencurahkan perhatian lebih kepada Alena, yang dikabarkan mengalami trauma berat akibat kehilangan ibu kandungnya di usia yang masih sangat muda.

Alena juga kerap jatuh sakit. Kondisinya itu membuat seluruh waktu dan perhatian keluarga Gunawan tersita, terutama Mama dan Papa. Ditambah lagi, kedua kakak laki-lakinya semakin membenci Ayla, menganggap Ayla adalah anak pembawa nasib buruk yang membuat Alena kehilangan kasih sayang seorang ibu di usia belia.

Di hadapan siapa pun, terlebih di hadapan keluarga Gunawan, Alena selalu menampakkan diri sebagai sosok gadis yang lemah, rapuh, seolah-olah nyawanya tak akan bertahan lama jika tak dijaga dengan baik.

Hal itu perlahan namun pasti, membuat Ayla menjadi gadis yang tersisihkan di tengah keluarganya sendiri.

“Alena, gelang yang kuberikan padamu mana?” tanya Adnan tiba-tiba, menatap gadis itu yang kini berdiri di sampingnya.

“Kak Adnan... aku minta maaf... gelang itu... putus lalu jatuh ke dalam kolam saat aku...” Alena menghentikan ucapannya. Ia tak melanjutkan kalimatnya, namun matanya menatap tajam ke arah Ayla.

“Apa? Kenapa kau menatapku begitu? Kau ingin menyalahkanku atas gelang itu? Bukankah kau sendiri yang—”

“Ma, Pa, bawa Alena masuk ke kamar untuk istirahat. Biar aku dan Adnan yang mengurus anak ini,” potong Bastian cepat. Ia mulai menggulung lengan kemejanya dengan gerakan kasar.

“Baiklah. Ayo, Alena, kita masuk dan istirahat. Jangan sampai kau jatuh sakit lagi. Segera ganti bajumu yang basah itu,” ujar sang Mama lembut, lalu berjalan pergi bersama suami dan Alena.

Sebelum benar-benar meninggalkan tempat itu, Alena sempat berbalik badan. Ia mengarahkan pandangannya tepat ke arah Ayla, lalu tersenyum tipis—senyum penuh kemenangan yang hanya bisa dilihat oleh Ayla seorang saja.

“Kau kalah lagi.”

Gerakan bibirnya membentuk tiga kata itu dengan sangat jelas, sebelum akhirnya mereka menghilang di balik pintu kaca rumah mewah itu.

Kini, hanya tersisa Ayla yang berdiri sendiri, menatap kedua kakak kandungnya. Dan tatapan yang ditujukan kedua kakaknya padanya... begitu mengerikan, seolah mereka sedang menatap musuh yang ingin segera mereka musnahkan.

“Ayla, kenapa kau selalu berbuat begini pada Alena? Dia sudah cukup menderita sejak kecil. Dan kau tak lupa, bukan? Kaulah penyebab dari segala penderitaannya itu,” ucap Bastian dingin, lalu mencengkeram lengan Ayla dengan sangat kuat hingga terasa perih.

“Kak Bastian, sudahlah. Tak perlu bicara halus padanya lagi. Dorong saja dia masuk ke kolam, biar dia merasakan rasa sakit yang sama seperti yang dirasakan Alena!” sambar Adnan dengan nada tak sabar, seolah ia sudah lama ingin menghakimi adiknya itu.

“Kenapa, Kak? Kenapa kalian tak pernah mau percaya padaku? Aku ini adik kandung kalian! Darah daging kalian sendiri! Bukan Alena!” jerit Ayla, yang akhirnya tak sanggup lagi menahan segala rasa sakit dan kecewa yang memuncak di dadanya.

Bastian dan Adnan seketika terdiam mendengar teriakan itu. Namun, tak ada sedikit pun raut iba atau penyesalan yang terlihat di wajah mereka. Yang ada hanya kebencian dan kekecewaan.

 

****

1
Soraya
lanjut thor
Author Nadia🪷: iya kak
total 1 replies
putmelyana
next Thor ceritanya
Author Nadia🪷: iya kak
total 1 replies
Valen Angelina
jgn jdi lemah ok....
Author Nadia🪷: okeee
total 1 replies
Adi Sudiro
salah satu cerita dgn segala kebodohan dan ketololan pemeran utama
bukan satu atau dua alur cerita begini jadi udah malas ma ceritanya
Author Nadia🪷: iya maaf ya kak 🙏
total 1 replies
Soraya
mampir thor
Author Nadia🪷: iya kak makasih ya
total 1 replies
Valen Angelina
semoga ayla cepat sembuh😍
Author Nadia🪷: udah gak sabar yaaa🤭🤭🤭🤭 btw sekarang aku juga punya Kanaya, ramekan ya kak, meskipun baru satu bab aja wkwkwkwkw
total 1 replies
Valen Angelina
𝚜𝚢𝚞𝚔𝚞𝚛𝚒𝚗 𝚎𝚖𝚐 𝚎𝚗𝚊𝚔
Author Nadia🪷: terkapar deh🤭🤭
total 1 replies
Valen Angelina
𝚝𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚋𝚞𝚌𝚒𝚗 𝚖𝚞 𝚠𝚔𝚔𝚠
Valen Angelina
tenang aylia... suamimu ganteng bbgt lo wkkwk😂
Author Nadia🪷: kalau aku jadi Ayla udah gas Ken banget 🤣🤣🤣
total 1 replies
Valen Angelina
𝙷𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚕𝚋𝚒𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚢𝚕𝚒𝚊... 𝚘𝚛𝚝𝚞𝚊 𝚋𝚘𝚍𝚘𝚑 𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚌𝚘𝚋𝚊 𝚕𝚋𝚒𝚑 𝚙𝚎𝚛𝚌𝚊𝚢𝚊 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚛𝚒𝚙𝚍𝚊 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚔𝚊𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒
Author Nadia🪷: betul dan itu sakit banget, kita kalau dibedain orang tua sama saudara kandung sendiri aja sakit hati apalagi sama saudara angkat
total 1 replies
Valen Angelina
𝚋𝚊𝚐𝚞𝚜
Author Nadia🪷: makasih kak
total 1 replies
Valen Angelina
𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚊𝚢𝚕𝚊..... 𝚜𝚊𝚊𝚝𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚊𝚕𝚊𝚜 𝚍𝚎𝚗𝚍𝚊𝚖
Author Nadia🪷: makasih kak🥰
total 1 replies
Valen Angelina
𝚜𝚎𝚖𝚘𝚐𝚊 𝚟𝚊𝚕𝚎𝚗 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗 𝚢𝚊... 𝚗𝚊𝚖𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚜𝚘𝚊𝚕𝚗𝚢𝚊 𝚠𝚔𝚠𝚔𝚔𝚠🤣
Author Nadia🪷: awokawok ngakak, mana iya lagi sama nama nya 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ulfah Fiza
luar biasa
Author Nadia🪷: terimakasih kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!