NovelToon NovelToon
Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Cinta Lansia
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: husna_az

Ainun yang sudah berusia senja, harus mengurus Alif—cucunya—yang tingkat kenakalannya luar biasa. Beberapa kali dia dipanggil ke sekolah karena Alif membuat ulah. Meskipun begitu Ainun sangat menyayangi cucunya itu.

Hingga suatu hari datanglah murid baru dari kota yang ternyata cucu dari Malik, yang merupakan mantan kekasih Ainun. Perasaan tidak enak dan canggung pun membuat keduanya bingung harus bagaimana. Namun, tanpa disadari semua itu adalah awal dari cinta lama yang kembali hadir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Seorang wanita yang masih terlihat begitu cantik meski sudah berumur. Rambutnya pun sebagian sudah ada yang memutih. Namun, wanita itu tetap terlihat bugar karena memang selalu menjaga pola makan, juga selalu menjaga kesehatan dengan berolahraga ringan.

Dia seorang nenek yang bernama Ainun. Wanita itu tinggal di sebuah desa bersama dengan cucunya—Alif. Anak dan menantunya sendiri tinggal di luar negeri dan bekerja di sana. Mereka mendapatkan tugas dari perusahaan untuk menyelesaikan masalah yang ada di sana dan tidak memungkinkan untuk membawa Alif, jadilah anak itu dititipkan pada neneknya.

Dulu saat kecil Alif tinggal bersama orang tuanya di luar kota, tapi semenjak kedua orang tuanya dipindahkan tugas ke luar negeri, Alif dititipkan pada Ainun. Wanita paruh baya itu pun tidak keberatan. Justru dengan kehadiran cucunya, dia merasa senang meski setiap hari harus memperbanyak kesabaran akan tingkah laku cucunya.

Ponsel Ainun yang ada di atas meja berdering. Wanita itu pun segera meletakkan segelas teh yang diminumnya dan segera mengangkat panggilan tersebut. Ternyata dari sekolah cucunya. Tanpa dijelaskan pun Ainun sudah tahu alasan dari pihak sekolah menghubunginya. Pasti karena cucunya yang sudah membuat ulah. Entah kali ini apalagi yang dilakukan oleh anak itu.

"Assalamualaikum, Bu."

"Waalaikumsalam, Pak. Apa cucu saya membuat ulah lagi, Pak?" tanya Ainun yang tidak ingin berbasa-basi.

"Iya, seperti yang Ibu perkirakan, Alif saat ini memang berada di ruangan BK dan saya berharap Ibu segera bisa datang."

Ainun mencoba meredam amarahnya dan bertanya, "Kali ini dia membuat ulah apalagi, Pak?"

"Dia mengerjai teman sekolahnya. Padahal temannya itu murid baru yang baru hari ini masuk sekolah. Mungkin maksudnya Alif ingin berkenalan, tapi cara Alif untuk berkenalan jadi agak terlalu berlebihan. Saya juga sudah menghubungi orang tua dari murid tersebut dan nanti Anda bisa bicara juga sekalian di sini."

"Baik, Pak. Saya akan segera ke sana."

"Kami tunggu kedatangan Ibu, assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Ainun pun memutuskan sambungan telepon. Wanita itu mau membuang napas panjang. Selalu seperti ini. Entah kapan cucunya itu sadar dan tidak membuat ulah lagi seperti ini. Akan tetapi, sepertinya akan sulit padahal dulu anaknya yang merupakan ayahnya Alif tidak seperti ini. Entah dari mana kenakalan cucunya itu.

Ainun pun pergi dengan diantar oleh seorang sopir menuju tempat sekolah cucunya. Sudah berapa kali dia menasehati Alif agar tidak membuat ulah. Entah kenapa anak itu tidak pernah mau mendengarkan nasehatnya, padahal jika dilihat dengan saksama cucunya itu bukan tipe anak yang bandel-bandel amat. Tingkahnya masih bisa diperbaiki, tapi ternyata sulit sekali. Mungkin itu hanyalah penilaiannya sendiri saja.

Mobil yang ditumpangi Ainun akhirnya sampai juga di sebuah sekolah swasta ternama di kota tersebut. Wanita itu turun dari mobil dan segera menuju ruangan guru BK, yang sudah sangat dia hafal karena beberapa kali dia sudah datang ke sana, bahkan pernah menjadi amukan wali murid lainnya. Saat Ainun menghubungi sang putra dan mengatakan apa yang dilakukan oleh Alif, mereka hanya bisa pasrah karena dulu juga selalu seperti itu.

Begitu Ainun masuk ke ruang BK, terlihat di sana Alif cucunya sedang duduk dengan begitu santai, seolah tidak pernah melakukan kesalahan apa pun. Lihatlah keadaannya yang sudah kacau. Seragam yang terlihat kusut serta memar di pipi dan pelipis.

Hal itu semakin membuat Ainun membuang napas kasar. Alif memang selalu seperti itu. Jika dia merasa tidak melakukan kesalahan pasti terlihat biasa saja. Berbeda jika memang dirinya yang melakukan kesalahan, tanpa diminta pun pasti anak itu akan langsung meminta maaf.

"Selamat siang, Bu Ainun. Mari silakan duduk!" ujar seorang guru BK yang bernama Pak Anton.

Ainun pun mengangguk dan duduk di samping cucunya. Di seberang terdapat seorang murid lainnya yang penampilannya tidak jauh berbeda dari cucunya. Ada beberapa luka di wajah dan penampilannya pun sudah acak-acakan. Seragam yang dipakai juga terlihat begitu kusut.

"Pak, kali ini apa yang dilakukan cucu saya?"

"Sama seperti sebelumnya, Bu Ainun. Alif bertengkar dengan temannya, tapi yang saya heran kali ini justru bertengkar dengan murid baru. Ini adalah murid baru kami, namanya Fajar. Dia murid baru hari ini dia sekolah. Kami juga sedang menunggu wali dari fajar untuk datang, semoga saja Fajar dan Alif bisa perbaikan dan tidak membuat masalah ke depannya. Semoga keluarga juga bisa bekerjasama dengan kami untuk membimbing mereka."

Ainun melirik ke arah cucunya dan saat itulah Alif baru menundukkan kepala. Anak itu tahu jika saat ini omanya benar-benar sangat marah dan dia tidak bisa melihat itu. Meskipun selama ini Alif sering membuat ulah, tapi omanya tidak pernah benar-benar marah. Hanya selayaknya orang tua selalu mengomel dan pada akhirnya akan menguap begitu saja.

"Kenapa kamu membuat ulah lagi dan sekarang malah sama murid baru? Kamu ada masalah sama dia? Kamu 'kan baru kenal dia hari ini? Tidak bisakah kamu berkata-kata lebih sopan dan lembut?"

"Siapa bilang aku tidak mengenalnya, Oma? Dia itu musuhku dari sekolah lama sebelum aku pindah ke sini, saat masih tinggal sama mama dan papa."

Ainun melirik ke arah pemuda di depannya yang ternyata sedang melirik ke sinis ke arah cucunya. Pantas saja Alif bertengkar dengan murid baru, ternyata mereka sudah saling mengenal di sekolah lama. Kalau sudah seperti ini pasti ke depannya mereka akan bertengkar lagi. Pasti di sekolah lama mereka selalu bertengkar.

"Nak Fajar, maafkan cucu Oma, ya! Dia memang selalu seperti itu, selalu membuat masalah. Kamu mau maafin cucu kamu ya?"

Fajar menatap wanita paruh baya itu dengan saksama. Ada sesuatu memori yang mengatakan jika dia pernah melihat wanita itu, tapi yang dirinya lihat dalam versi masih muda. Meskipun begitu kecantikannya masih sama dan Fajar sangat yakin jika orang yang ada di depannya adalah orang yang sama dengan apa yang ada di pikirannya.

Akan tetapi, Fajar melihatnya di mana itulah yang dirinya lupa atau mungkin memang itu hanya perasaannya saja. Nanti dia akan mencoba mengingat kira-kira di mana mengenal wanita yang ada di depannya itu.

Alif kesal karena Omanya justru meminta maaf Padahal dia sama sekali tidak bersalah, memang si Angga saja yang selalu membuat ulah.

"Oma, kenapa minta maaf sama dia? Aku tidak salah. Dia yang lebih dulu menyerangku. Aku tidak salah 'kan jika membalasnya."

"Sudah, kamu diam saja. Kamu itu selalu membuat ulah. Apa kamu tidak bosan setiap hari dipanggil guru BK. Mau kamu Oma masukin ke pesantren, biar sekalian dididik sama ustad di sana. Lebih baik kamu di sana, biar tidak membuat Oma jantungan terus."

"Jangan dong oma! Bukannya Oma yang dulu pernah bilang jika ada orang yang mengganggu kita, maka kita harus membalasnya."

"Tidak dengan cara yang kasar juga Alif. Selagi kita bisa berdamai dengan baik-baik kenapa harus mencari masalah? Sekarang kamu minta maaf sama temanmu itu."

"Apa? Tidak!"

1
Love You Z♥️
aku ngak puas bacanya,,, padahal novelnya baguuussss,,, ngak melulu percintaan anak muda remaja atau dewasa,,, tapi dicerita yang mengisahkan lansia lansia iniiii menunjukkan setia itu mahaaalll
Husna_az: terimakasih atas ulasannya kak🙏
total 1 replies
Love You Z♥️
uploadlaahhh 2 bab sehari thooooorrrr,,,
Love You Z♥️
semangat teruuussss othooooooorrrrrr,,,
ceritanya baguuuuss,,, aluuuurrrnnnyyaaa aku suka bangeeettttt,,,,, 😍😍😍😍
gaby
Seru thor, sangat jarang ada novel kisah cinta paruh baya, bahkan bila adapun biasanya mereka baru pny anak, bukan cucu yg dah remaja. Btw dr awal bab ga di sebutin brp usia mereka, biar kt bisa berhalu ria
gaby
Seru, kisah cinta pasangan paruh baya👍👍
gaby
Penyakit anak jaman skrg gitu, ga menghargai orangtua. Dulu ketika mereka msh anak2, kita para orang tua yg repot mwngasuhnya. Giliran anak2 dah dewasa & berumahtangga, kita jg yg harus jd babu ngurus cucu. Harusnya menikmati sisa usia dgn pikiran tenang, ini malah di bebani jg babu sitter. Kalo pasutri sama2 kerja, alangkah baiknya sewa pembantu buat ngasuh anak, tp tetep nenek atau kakeknya bantu pantau doang.
Love You Z♥️
sering sering up yaaa thooorrr
novelnya baguuuuss,,,, alur ceritanya juga bagussss,, aku suka😍
Husna_az: insyaallah diusahakan ya kak
total 1 replies
Mira Hastati
bagus
Nurgusnawati Nunung
semoga berhasil usaha kalian.. Fajar, Alif
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor..
Nurgusnawati Nunung
Alif . bisa juga ngerayu oma.
Nurgusnawati Nunung
Fajar anak yang baik. masih memikirkan opa Malik..
Nurgusnawati Nunung
Aduh.. opa Malik suka nge ghibah juga yaa. 🤣
Endang Sulistia
pret...manisnya mulutmu lif..
Endang Sulistia
lanjut thor...
Endang Sulistia
betul tuh lif..👍
Endang Sulistia
cocok Alif Ama fajar jadi saudara
Endang Sulistia
🤪🤣🤣🤣
Endang Sulistia
🤣🤣🤣🤣
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!