NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:240.7k
Nilai: 5
Nama Author: Julia And'Marian

Keira tidak pernah menyangka—keputusan sederhana untuk bersembunyi di sebuah rumah kosong justru mengubah seluruh jalan hidupnya. Niatnya hanya menghindar dari masalah yang mengejarnya, mencari tempat aman untuk sesaat. Namun takdir seolah punya rencana lain.
Sebuah kesalahpahaman terjadi.
Dan dalam hitungan waktu yang begitu singkat… Keira terikat dalam pernikahan dengan seorang pria yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya.
Gus Zayn.
Pria yang datang ke rumah itu bukan untuk mencari masalah—melainkan hanya menjalankan permintaan temannya untuk mensurvei sebuah rumah yang akan dibeli. Ia tak pernah membayangkan, langkahnya hari itu justru menyeretnya ke dalam sebuah ikatan suci yang sama sekali tidak ia rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Hujan turun pelan sore itu.

Bukan hujan deras yang mengamuk, bukan juga gerimis yang nyaris tak terasa. Tapi hujan yang… cukup untuk membuat jalanan basah, cukup untuk membuat orang-orang memilih berteduh, dan cukup untuk membuat suasana terasa lebih sepi dari biasanya.

Keira berdiri di bawah atap sebuah ruko yang sudah tutup.

Napasnya masih belum teratur.

Dadanya naik turun pelan, tapi terasa berat. Tangannya sedikit gemetar, entah karena dingin atau karena sesuatu yang sejak tadi ia tahan.

Ia melirik ke belakang.

Sepi.

Tidak ada siapa-siapa.

Tapi perasaan dikejar itu… masih ada.

Masih menempel di kulitnya. Masih membuatnya sulit untuk benar-benar merasa aman.

Keira menelan ludah.

“Aku nggak bisa pulang…” bisiknya pelan, lebih seperti berbicara pada dirinya sendiri.

Hujan semakin rapat.

Rintiknya mulai mengenai ujung sepatu Keira. Air merembes masuk perlahan, membuat kakinya dingin. Tapi ia tidak bergerak.

Seolah kakinya terpaku di sana.

Seolah pikirannya sedang berlari ke banyak arah… tapi tubuhnya tertinggal.

Ia menarik napas dalam.

Lalu menghembuskannya pelan.

“Aku cuma butuh tempat… sebentar aja.”

Matanya menyapu sekitar.

Jalanan itu tidak terlalu ramai. Beberapa motor melintas, tapi kebanyakan orang sudah memilih berteduh. Lampu-lampu mulai menyala, memantul di jalan yang basah, menciptakan kilau yang aneh… indah, tapi juga terasa dingin.

Lalu—

Tatapannya berhenti pada sebuah rumah.

Tidak terlalu besar. Pagar besinya tertutup, tapi tidak terkunci rapat. Catnya sedikit pudar, dan halaman depannya tampak kosong.

Seperti… tidak berpenghuni.

Keira mengernyit.

Ia menatap rumah itu cukup lama.

Ada ragu.

Jelas ada.

Ini bukan hal yang seharusnya ia lakukan.

Masuk ke rumah orang lain—meskipun kosong—bukan sesuatu yang bisa dibenarkan dengan mudah.

Tapi…

Ia menoleh lagi ke belakang.

Perasaan itu datang lagi.

Menekan.

Mendesak.

Seolah mengatakan bahwa ia tidak punya banyak pilihan.

Keira menggigit bibir bawahnya.

“Aku cuma numpang bentar…” gumamnya pelan, hampir tak terdengar.

Langkahnya mulai bergerak.

Pelan.

Hati-hati.

Ia mendekati pagar itu, mendorongnya sedikit.

Ckrek…

Suara kecil itu terdengar.

Keira langsung berhenti.

Jantungnya berdegup lebih kencang.

Ia menahan napas, menunggu beberapa detik.

Tidak ada apa-apa.

Tidak ada suara lain.

Tidak ada orang keluar.

Ia kembali bernapas.

Pelan.

Lalu mendorong pagar itu sedikit lebih lebar, cukup untuk tubuhnya masuk.

Halaman rumah itu terasa… dingin.

Rumputnya sedikit liar, seolah sudah lama tidak dirawat. Ada beberapa daun kering berserakan, basah oleh hujan.

Keira melangkah pelan.

Sepatunya menimbulkan suara kecil saat menyentuh tanah yang lembap.

Ia berhenti di depan pintu.

Tangannya terangkat.

Ragu lagi.

Selalu ragu.

“Aku nggak punya pilihan…” bisiknya.

Tangannya menyentuh gagang pintu.

Dan—

Klik.

Tidak terkunci.

Keira terdiam.

Beberapa detik.

Seolah menunggu sesuatu terjadi.

Tapi tidak ada.

Hanya suara hujan di luar yang terdengar samar.

Dengan hati-hati, ia mendorong pintu itu.

Pintu terbuka perlahan, menimbulkan suara gesekan yang pelan tapi cukup membuat bulu kuduk meremang.

Ruangan di dalam gelap.

Hanya sedikit cahaya dari luar yang masuk, cukup untuk memperlihatkan siluet perabotan sederhana—sofa, meja kecil, dan beberapa benda lain yang tertutup kain tipis.

Bau rumah kosong langsung menyambutnya.

Pengap.

Sedikit berdebu.

Keira melangkah masuk.

Perlahan.

Seolah takut setiap langkahnya akan memanggil sesuatu.

Pintu ia tutup kembali, tapi tidak sepenuhnya.

Menyisakan sedikit celah.

Seperti… jalan keluar.

Ia berdiri di tengah ruang tamu itu.

Diam.

Sunyi.

Hanya suara napasnya sendiri yang terdengar.

Dan detak jantungnya.

Kencang.

Terlalu kencang.

Tangannya meremas ujung jaket yang ia kenakan.

Matanya mulai menyesuaikan diri dengan gelap.

“Aman…” bisiknya pelan.

Entah untuk meyakinkan dirinya sendiri.

Ia berjalan ke arah sofa.

Membersihkan sedikit debu di sana dengan tangannya, lalu duduk perlahan.

Tubuhnya langsung terasa lemas.

Seolah semua tenaga yang tadi ia pakai untuk bertahan… habis begitu saja.

Ia menunduk.

Rambutnya yang sedikit basah jatuh menutupi sebagian wajahnya.

Keira memejamkan mata.

Dan untuk pertama kalinya sejak tadi—

Ia membiarkan dirinya diam.

Benar-benar diam.

Tanpa lari.

Tanpa berpikir terlalu jauh.

Hanya… bernapas.

Namun—

Bruk!

Suara sesuatu jatuh dari dalam rumah membuat Keira tersentak.

Matanya langsung terbuka.

Jantungnya kembali berdegup kencang.

“Apa itu…?” bisiknya pelan.

Ia menoleh ke arah dalam rumah.

Gelap.

Lebih gelap dari ruang tamu.

Tangannya perlahan mencengkeram sisi sofa.

Napasnya tertahan.

Beberapa detik berlalu.

Tidak ada suara lagi.

Sunyi kembali.

Tapi sekarang… sunyinya terasa berbeda.

Lebih berat.

Lebih menekan.

Keira berdiri perlahan.

Kakinya terasa sedikit lemas, tapi ia tetap melangkah pelan, menuju sumber suara tadi.

“Ada orang…?” suaranya kecil, namun terselip keraguan di dalamnya.

Tidak ada jawaban.

Hanya sunyi.

Ia terus berjalan.

Pelan.

Hingga—

Tiba-tiba—

Klik.

Lampu menyala.

Keira terlonjak kaget.

Matanya langsung menyipit karena cahaya yang tiba-tiba.

Dan di ambang pintu—

Seorang pria berdiri di sana.

Tinggi.

Rapi.

Dengan tatapan yang langsung tertuju padanya.

Waktu seolah berhenti.

Keira membeku di tempat.

Pria itu juga tidak bergerak.

Mereka saling menatap.

Asing.

Canggung.

Dan penuh tanya.

“...Kamu siapa?”

Suara pria itu akhirnya memecah sunyi.

Tenang.

Tapi tegas.

Keira menelan ludah.

Bibirnya terbuka, tapi tidak langsung mengeluarkan suara.

Beberapa detik berlalu.

Sebelum akhirnya ia menjawab—

dengan suara yang hampir tidak terdengar.

“Aku… cuma numpang…”

"Hayo!! Kalian ketahuan buat mesum di sini!"

Deg

1
Cah Dangsambuh
astaghfirllah al kenapa aktifnya sudah terbentuk dari balita ya 🤣🤣🤣 nah lho mas ojol kena hukuman dari al lagian kenapa ikutan main mobilan juga
Cah Dangsambuh
obrolan hangat penghantar tidur
Cah Dangsambuh
allahu akbar ya allah ya karim kenapa adik mo di kasih nama ayam atau ojol sih al kamu tuh lucu atau memang lagi ngelawak🤣 tar manggilnya ning ayam /gus ojol bapakmu aja kalo manghil ibumu bikin lumer seantero jagat mosok kamu mo manggil adiknya ayam/ojol 🤣🤣🤣
Julia and'Marian: hahaha
total 1 replies
Dokkan Battle
GUS GUS AGUS
Cah Dangsambuh
iiiih seneng banget masih ada panggilan zaujati kirain dah bener bener pergi kata kata yang bikin candu🤭,,,semangat kak
Cah Dangsambuh
ga papa kak toh endingnya dah pas bertata ga ngegantung,semoga kisah alfian lebik seru dari abinya ,tapi gus zayn jangan di bikin tua kak🤭 aku suka banget debgan karakternya baiknya pol polan sabarnya kelewatan romantisnya bikin ikutan edan🤭🤭🤭💪💪💪💪💪
Cah Dangsambuh
yasalaam al kamu nyaman ya tidul sama mas ojol sampe kebawa ngimpi,,,keyra anakmu kwi lho ga mau kasih kesempatan mas ojolnya zizah buat icip icip dikit🤭
Marini Suhendar
Awas Ya Al..pagi" d omelin abi sama umi😄
Cah Dangsambuh
kak mo nanya,,kemarin notif up dari jam 1 siang tapi bolak balik di bukablum ada nah ada bisa ku baca tadi malam trus ini ada notif up lagi lagi lum nongol apa hpku yang lemot atau gimana kak aku ga sabar buka tapi nihil terus,,maaf soalnya aku gaptek banget🙏🙏🙏🙏
Cah Dangsambuh: oke makasih berarti hpku yg tua🤣🤣🙏
total 3 replies
Cah Dangsambuh
al kamu ganggu bibi ya tar malah umi sama abi kamu yang punya malam panjang,atau jangan jangan ini ide abi kamu supaya kamu gangguin bibi🤣🤣🤣
Marini Suhendar
aihh...aku yg senyum "😄😄😄
Cah Dangsambuh
ahirnya oenantian panjang walaupun banyak rintangan takdir allah tetap memilih dan mereka tetap bersatu dalam takdirnya,di jum'at hari yang begitu agung mereka mengikrarkan janji di hadapan allah SWT yuk yang nunggu nunggu beberapa hari kita langsung meluncur kondangan👍👍👍💪💪💪
Cah Dangsambuh
ya allah saking groginya sampe berulang ulang. awas raka besok harus lancar ya🤭🤭👍
Cah Dangsambuh
yuk kita siapin baju yang bagus uang yang banyak buat kondangan ke umi
Cah Dangsambuh
kurang kak,ujug ujug berganti bulan padahal pingin juga tau proses sadar dan pemulihan sampe ke persiapan lamaran tapi yowislah ga papa masih terima kasih mas ojolnya selamat dan menepati janjinya untuk mbanya💪💪💪🙏
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah rasanya ikutan dag-dig-dug....
𝐈𝐬𝐭𝐲
semoga ada keajaiban...
dewi
mewek AQ thor bacanya.....
Rio Mario
Alhamdulillah
pdm
baca smp bab ini kok ikut mewek... pdhl blm tau permasalahannya apa. berasa lg motong bawang merah /Cry/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!