NovelToon NovelToon
ALENSKY

ALENSKY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali dengan kisah keluarga Nugraha, kali ini adalah generasi termuda, ALENSKY yang berpindah tempat kuliah untuk sebuah ketenangan, namun pada akhirnya kembali pada pertarungan antara Cinta, Persahabatan dan Kekuasaan.

Perpaduan kisah yang menyeret kita untuk menggunakan emosi dan hati saat membacanya, ada kalanya ketidak Adilan yang lama membelenggu akhirnya harus terlepas oleh seseorang yang punya keberanian.

Persembahan sebuah Novel dari Author Sinho, semoga memberikan kesenangan dan manfaat bagi para pembaca.

Salam, sehat, semangat dan jangan lupa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alen 19

Dengan nafas yang sedikit ter engah akhirnya Alensky sampai juga di samping mobilnya, ralat, mobil yang masih di sita oleh Tranaka.

"Sengaja sekali membuat ku berlarian!" Teriak Alensky yang kesal setengah mati, lalu kemudian tanpa permisi masuk begitu saja ke dalam mobilnya.

"Cepat!" Teriaknya.

Ingin sekali Tranaka memberi pelajaran pada Alensky, seenaknya saja berteriak seolah dirinya adalah sopir pribadi.

Masuk dan menghidupkan mobil, Tranaka lalu terdiam sejenak.

"Ada apa lagi?" Alensky mulai curiga jika Tranaka hanya membohonginya saja.

"Naka, Ayo!" Teriaknya lagi.

Tranaka akhirnya menghela nafasnya, dasar gadis cerewet yang tak peka sama sekali, lalu dengan cepat mencondongkan tubuhnya hingga wajahnya hampir saja menempel pada Alensky.

"Apa yang kau lakukan!" Teriak Alensky yang hampir saja mendorong nya.

"Safety belt mu" Tranaka lalu menariknya dan memasangkan dengan cepat.

"Sorry, aku lupa" sahut Alensky yang tak enak hati sesaat lalu telah berburuk sangka.

Perjalanan cukup panjang, Alensky juga heran kenapa jauh sekali, ketika hampir sampai, Tranaka justru malah berbelok ke sebuah minimarket.

"Apa lagi?" Alensky bertanya dengan wajah kesalnya.

"Turun" perintah Tranaka yang sudah membuka pintu mobil untuk Alensky.

"What?, buat apa?" Alensky masih tak mengerti.

"Menurut mu kita pantas menjenguk seseorang tanpa membawa buah tangan?" Ucap Tranaka.

Alensky terdiam, baru tersadar jika dirinya tak membawa apapun juga saat ini, dan akhirnya Alensky mengikuti kemana langkah kaki Tranaka pergi.

Memasuki minimarket yang kebetulan di lewati, Alensky hanya mengikuti Tranaka saja, karena dia juga minim ilmu jika berurusan dengan oleh-oleh yang harus di bawa, biasanya yang mengurus semua itu siapa lagi kalau bukan kakak sepupunya.

Tanpa di sadari, Alensky melihat apa yang di lakukan oleh Tranaka, sosok laki-laki penguasa kampus itu rupanya punya sisi yang mengejutkan.

Memilih buah dengan teliti, melihat beberapa contoh dan menciumnya untuk memastikan kesegaran, lalu kemudian berjalan ke sisi lain, kali ini Roti yang nampak lezat menjadi sasarannya.

"Sebanyak ini?" Tanya Alensky yang melihat keranjang nya penuh.

"Hem" Tranaka mengangguk.

"Kenapa banyak sekali roti keringnya?" Tanya Alensky sebelum sampai kasir.

"Lebih tahan lama, bisa untuk yang jaga juga, multi fungsi untuk banyak keadaan"

"Oh" Alensky mengangguk, tanda kalau dia baru memahami.

Tranaka yang menyadari jika Alensky sepertinya baru mengerti segera menghentikan langkahnya.

"Berapa banyak pelayan di Mansion mu?"

"Banyak, memang kenapa?"

"Oh jadi kau seorang putri rupanya"

Shit!, Alensky seketika menyadari, jika pertanyaan Tranaka adalah jebakan belaka, dan celakanya Alensky baru menyadari setelah menjawabnya, dasar Tranaka sialan!, batinnya.

Semua telah terbayar, Tranaka lalu membawa dua bingkisan besar yang sudah di tata cantik di dalam keranjang yang sudah di hiasi bunga-bunga.

Melajukan kembali mobilnya, dan Tranaka mengamati jalanan dengan senyum yang membuat Alensky merasa tak nyaman.

"Okey, aku akan mengakui sesuatu"

"Silahkan" ucap Tranaka dengan tenang.

"Dari kecil aku memang hidup di Mansion bersama orang tuaku" hanya itu, dan Alensky tak berminat melanjutkan lagi.

"Pantas uang satu milyar tak membuat mu kalang kabut, dan mobil mewah ini, bukan hal yang terlalu mahal buat mu bukan?"

"Tidak juga, aku mungkin punya segala kemewahan dunia, tapi itu justru terlalu biasa" sahut Alensky berusaha untuk mendominasi.

"Hem, lalu siapa sebenarnya keluarga mu?"

"Aku tidak berminat menjawab hal itu" Alensky lalu merebahkan punggungnya dengan nyaman, membuat seseorang di sebelahnya penasaran lumayan menyenangkan, bisa di bilang ini balas dendam.

Rupanya Rumah Sakit yang menjadi tujuan mereka sudah ada di depan mata, Tranaka tak memperpanjang urusan nya dengan Alensky kali ini.

Mobil terparkir di sebuah tempat yang disediakan, rupanya sudah sore hari, dan Alensky mempercepat langkahnya setelah mendapat kabar dari Draja yang memang benar sudah ada di sana.

Tranaka berjalan mengikuti kemana Alensky pergi.

"Yakin kita tidak tersesat?" Tanya Tranaka yang mulai ragu.

"Entahlah, tapi Draja mengatakan lorong ini memang benar, atau aku yang tidak bisa membaca tanda ya?" Sepertinya Alensky lebih kepada ngomong dengan dirinya sendiri.

Sementara Tranaka hanya menggeleng kan kepala, Rumah sakit sebesar ini mau di kelilingi untuk mencari keberadaan satu orang?, yang benar saja!, batinnya.

"Kenapa mereka tidak memberikan posisinya dengan jelas sih!, ini terus mau kemana?!" Teriak Alensky rasanya sudah mulai frustasi.

Seseorang sepertinya bisa menyelamatkan Tranaka saat ini, dokter muda yang tak sengaja lewat memberikan senyum padanya, dan Tranaka menggunakan kesempatan itu dengan cukup baik.

"Maaf dokter!" Tranaka berhasil membuat wanita yang memakai jas putih itu berhenti.

"Iya, bisa aku bantu Mas_?"

"Tranaka"

"Oh okey, ada yang bisa aku bantu Mas Tranaka?" Ucap wanita itu dengan senyum dan mata yang berbinar sekali.

"Emm, begini kami_"

"Aku sudah menemukannya!" Teriak Alensky tiba-tiba, dan sontak membuat Tranaka seketika menoleh padanya.

"Okey, maaf mengganggu mu yang sedang bertugas, sepertinya kami sudah menemukan kamarnya" ucap Tranaka tak enak hati dengan dokter muda itu.

"Tidak masalah, salam buat adik mu yang cantik itu ya" ucap sang dokter dengan senyumannya.

Tranaka hanya menaikkan alisnya, mendengar kata adik untuk menyebut Alensky membuat hatinya geli.

"Okey, akan aku sampaikan " sahut Tranaka tanpa di sadari Alensky tengah melotot tajam di depan sana.

Tranaka berjalan mendekati Alensky yang masih melihatnya dengan sorot mata yang berbeda.

"Adik kau bilang, memangnya siapa adikmu?!"

"Hanya membuat hati seseorang senang, apa susahnya, asal kau tau banyak yang menginginkan posisi itu" jawab Tranaka enteng.

"Dan yang jelas bukan aku" Alensky lalu melengos pergi, masuk ke dalam kamar yang didalam nya ada salah satu temannya yang terluka.

Tranaka buru-buru menyusulnya, dan saat pintu terbuka pemandangan yang menyedihkan ada disana,

Alensky hampir tak percaya, jika seorang wanita yang kini tengah berbaring di atas kasur mendapatkan luka lebam serius di beberapa tubuhnya.

"Murni" ucap Lirih Alensky yang kini menatap nya dengan lembut.

Dan Tranaka hanya terdiam di ambang pintu, sampai melihat seorang wanita keluar dari kamar mandi yang ada di dalam ruangan perawatan.

"Silahkan masuk Tuan Tranaka" ucapnya mempersilahkan, dan Tranaka mengangguk pelan.

Alensky tidak tuli, telinganya mampu menangkap sempurna kalimat apa yang baru terucap barusan, berikutnya seorang wanita mendatanginya dengan wajah yang nampak lelah.

"Ibu, ini Alensky, teman yang aku ceritakan, dia yang menolong ku"

"Oh, iya, Terimakasih Nona Alensky, trimakasih banyak, maaf kalau Murni merepotkan mu"

"Tidak Bu, tidak apa-apa" ucap Alensky merasa tidak enak hati saat ibu Murni mengucapkan terimakasih berkali-kali.

Tangan yang nampak begitu rapuh, kasar dan gemetar itu masih menyentuhnya, Alensky lalu menggenggamnya erat untuk memberikan ketenangan.

"Ibu baik-baik saja?" Tanya Alensky.

"Iya, ibu baik-baik saja, terimakasih sudah mau menjadi teman Murni dan melindungi nya"

Alensky hanya mengangguk dan memberikan senyuman.

Lalu wanita itu menatap Tranaka kembali, ada ketakutan di sana, dan kemudian mengatakan sesuatu,

"Maaf Tuan Tranaka, bukan bermaksud mengusir mu, tapi tolong jauhi Murni, jangan berada disekitarnya lagi"

"Ibu?!" Sela murni.

"Ibu terpaksa Murni, demi keselamatan kita"

Ditengah pertengkaran ibu dan anak itu, tiba-tiba saja Tranaka menjawabnya_

"AKU TAU"

Lalu berjalan keluar dan menutup pintu.

Ada rahasia apalagi ini?, apa hubungan Tranaka dengan Murni dan ibunya?, yuk mana Komennya?, jangan lupa LIKE VOTE dan HADIAH nya.

1
Siti Aisah
karya/cerita dari kk author luar bisa, tidak membosankan alurnya menarik singkat tidak bertele-tele pkoknya love"
Siti Aisah
love deh buat kk author besok kutunggu lagi cerita nya😘
Nurul Ambar
makasih kak ud up bnyak2 mkin semangat bacax
Kaa
bukanya Sera udah nikah ya ini sebenarnya duluan Sera apa Alen yang nikah
Kaa
seru thour kita bacanya jadi deg degkan thour lanjut
Siti Aisah
pokoknya dari pertama oma sudah milih calon mantu dan kesampaian🤗
Kaa
inisih Alen sama gila nya
Kaa
makin asik Thor lanjut ya Thor aku suka karya mu thor👍
Kaa
gak apa apa di paksa juga Alen memang harus di paksa
Mutia Agustin
semangat thor, crazy up
Mutia
Apakah mereka akan dinikahkan?, sementara di novel sebelumnya Sera lebih dulu menikah..
Linda Liebeciicapclup
alhamdulillah akhirnya crazy up... mksih kakak... semangat trs y... ditunggu lanjutan ny.... apalgi sampe indentitas alen terungkap huh g sabar liat muka ny meriya yg pucat pasi... dan naka kyk ny punya supranatural jg...
Aghitsna Agis
pasti langsung suruh tanaka ngelamar ale
Mundri Astuti
et dah si naka nempel mulu lagi y di kampus, kesian dah si murni
Kaa
lanjut Thor perjodohan nya
Mundri Astuti
nah kan, senjata makan tuan ya Ale 😛, sekalian dah dinikahin jadinya.
Naka sebenernya dah ada rasa tuh 😄
Siti Aisah
hahaha oma pasti bahagia cucunya normal... alensky pasti disuruh cepat nikah🤭biar bisa beranak pinak lanjut
Arw
matur nuwun up nya yg banyak banget kak....maakin ga sabar ...kapan mereka berdua menyadari kalau telah saling jatuh cinta ...🤭🤭
Susy Ariyani
pekerjaan murni dan ibunya di rumah oma nya
Sinho: Makasih Komennya kak😍
total 1 replies
ismi
berhasilkah alen,,mengeluarkan murni dan ibu nya dari keluarga nya merya
Sinho: kita tunggu saja cerita selanjutnya kak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!