NovelToon NovelToon
Kembali Sebelum Penghianatan

Kembali Sebelum Penghianatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Reinkarnasi
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurizatul Hasana

Lisa Yang adalah wanita lembut yang percaya pada cinta. Ia menikah dengan pria yang ia cintai sepenuh hati, Arvin Pratama.
Namun pernikahan yang ia kira akan menjadi kebahagiaan justru berubah menjadi neraka.
Suaminya berubah menjadi pria dingin dan kejam. Lebih menyakitkan lagi, sahabatnya sendiri sejak kecil—Clara—ternyata adalah selingkuhan suaminya.
Selama bertahun-tahun Lisa dipermalukan, dimanfaatkan, dan diperlakukan seperti pembantu di rumahnya sendiri.
Pada akhirnya pengkhianatan itu mencapai puncaknya.
Lisa dibunuh oleh suaminya sendiri bersama sahabatnya demi merebut seluruh warisannya.
Saat napas terakhirnya hilang, Lisa bersumpah dalam hatinya.
"Jika aku diberi kesempatan hidup lagi... aku akan menghancurkan kalian berdua."
Namun keajaiban terjadi.
Lisa membuka mata dan menyadari dirinya kembali ke masa tiga tahun sebelum pernikahannya.
Kali ini Lisa tidak akan menjadi wanita bodoh yang sama.
Ia akan membalas semua pengkhianatan.
Dan dalam rencananya, ia mulai mendekati se

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurizatul Hasana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 Akhir Dari Sebuah Pernikahan

Hujan turun deras malam itu.

Butiran air menghantam kaca jendela rumah mewah yang dulu begitu Lisa banggakan. Rumah besar itu berdiri megah di kawasan elit kota, lampunya terang, halamannya luas, semuanya tampak sempurna di mata orang luar.

Namun hanya Lisa yang tahu…. Rumah itu bukan rumah. Tapi Itu adalah penjara.

Lisa Yang berdiri di ruang tamu yang sunyi. Rambut panjangnya sedikit berantakan, wajah cantiknya pucat, dan matanya merah karena terlalu sering menangis.

Sudah tiga tahun. Tiga tahun sejak dia menikah dengan pria yang dulu ia cintai sepenuh hati.

Arvin Pratama.

Lisa masih ingat bagaimana dulu ia percaya bahwa Arvin adalah pria yang ditakdirkan untuknya. Arvin begitu perhatian saat mereka masih pacaran.

Selalu menjemputnya. Selalu menanyakan kabarnya. Selalu mengatakan bahwa Lisa adalah wanita yang paling berharga baginya.

Dan Lisa yang bodoh… mempercayai semuanya. Lisa menatap cincin pernikahan di jarinya. Cincin itu dulu terasa begitu berharga.

Sekarang rasanya hanya seperti rantai yang mengikatnya.

Suara pintu depan tiba-tiba terbuka.

Lisa menoleh perlahan.

Arvin masuk dengan langkah santai. Jas mahal masih melekat di tubuhnya, wajahnya tampan seperti biasa, tetapi ekspresinya dingin.

Bahkan terlalu dingin untuk seorang suami.

"Akhirnya kamu pulang juga," kata Lisa pelan.

Arvin bahkan tidak langsung menatapnya.

Ia melemparkan kunci mobil ke atas meja dan membuka kancing jasnya.

"kenapa kamu belum tidur?"

Lisa tersenyum pahit.

" suda Jam dua pagi, Arvin."

Baru saat itu Arvin meliriknya. Namun tatapan itu bukan tatapan hangat. Tatapan itu penuh ketidaksabaran.

"Aku sibuk bekerja, makanya pulang larut." jawabnya singkat.

Lisa menatap wajah pria itu lama. Dulu suara itu membuat hatinya tenang. Sekarang hanya membuat dadanya sakit.

"Bekerja?" Lisa tertawa kecil.

Tawa yang terdengar sangat lelah.

Arvin mengernyit.

"Apa maksudmu?"

Lisa mengangkat ponselnya perlahan. Di layar terlihat sebuah foto. Foto Arvin dengan seorang wanita.

Mereka sedang berpelukan di sebuah restoran. Sangat mesra. Sangat jelas. Wajah Arvin langsung berubah.

Untuk beberapa detik ruangan itu menjadi sunyi.

"Aku tidak menyangka," suara Lisa pelan, hampir berbisik.

"Orang yang bersamamu ternyata dia."

Arvin tidak menjawab.

Lisa menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

"Clara."

Nama itu keluar dari bibirnya dengan susah payah.

Clara Wijaya.

Sahabat terbaiknya sejak kecil.

Orang yang paling ia percaya.

Orang yang selalu ia ceritakan segalanya.

Lisa menutup matanya sebentar.

Ia masih ingat bagaimana Clara datang ke pernikahannya tiga tahun lalu.

Memeluknya.

Menangis bahagia.

Mengatakan bahwa Lisa sangat beruntung mendapatkan Arvin.

Ternyata semua itu hanya sandiwara.

Lisa menatap Arvin lagi.

"Kalian sudah berapa lama?"

Arvin menarik napas panjang.

Namun yang membuat hati Lisa semakin hancur adalah ekspresi pria itu.

Tidak ada rasa bersalah.

Tidak ada penyesalan.

Hanya… ketidakpedulian.

"Jadi kamu sudah tahu."

Lisa merasa tubuhnya dingin.

Hanya itu?

Hanya itu reaksinya?

"Aku menunggu kamu menjelaskan," kata Lisa.

Arvin tertawa kecil.

"Menjelaskan apa?"

Lisa mengepalkan tangannya.

"Kamu berselingkuh dengan sahabatku!"

Arvin menatapnya datar.

"Lalu?"

Satu kata itu terasa seperti pisau yang menusuk dada Lisa.

Air mata akhirnya jatuh.

"Kenapa…?" suara Lisa bergetar.

Arvin berjalan ke sofa lalu duduk santai.

Seolah-olah pembicaraan ini tidak penting.

"Kamu benar-benar ingin tahu?"

Lisa mengangguk.

Arvin tersenyum tipis.

Senyuman yang dulu membuatnya jatuh cinta.

Sekarang terlihat begitu kejam.

"Karena aku tidak pernah mencintaimu, Lisa."

Dunia Lisa seakan berhenti.

"Apa…?"

"Aku menikahimu karena keluargamu kaya."

Setiap kata keluar dengan dingin.

"Perusahaan ayahmu."

"Warisanmu."

"Itu saja."

Lisa menatapnya tidak percaya.

Selama tiga tahun pernikahan mereka. Selama ini… Semua hanya kebohongan?

Arvin melanjutkan dengan santai.

"Clara jauh lebih menarik daripada kamu."

Lisa merasa napasnya hampir berhenti.

Pintu kamar tiba-tiba terbuka.

Suara langkah sepatu hak tinggi terdengar di lantai. Perlahan mendekat. Lisa menoleh perlahan. Dan jantungnya seperti berhenti berdetak.

Clara berdiri di sana. Memakai gaun merah yang elegan. Rambutnya ditata rapi dan Bibirnya tersenyum mengejek.

"Lisa," katanya manis.

Suara yang dulu selalu membuat Lisa merasa nyaman.

Sekarang terasa seperti racun.

Lisa menatapnya dengan mata penuh luka.

"kenapa Kamu… di sini?"

Clara berjalan mendekat lalu berdiri di samping Arvin.

Bahkan dengan santainya ia merangkul lengan pria itu.

Gerakan yang sangat intim.

"Kami pikir sudah waktunya kamu tahu semuanya."

Lisa merasa lututnya lemas.

"Kalian… sudah berapa lama?"

Clara tertawa kecil.

"Sejak sebelum kamu menikah dengan Arvin."

Kalimat itu menghancurkan semuanya.

Lisa mundur selangkah.

"Bahkan saat kalian pacaran…?" suaranya hampir tidak terdengar.

Clara mengangguk santai.

Lisa tidak bisa menahan tangisnya lagi.

Selama ini…

Selama bertahun-tahun…

Ia hidup dalam kebohongan yang sangat besar.

Arvin berdiri lalu berjalan mendekatinya.

"Lisa."

Suara pria itu sekarang terdengar lebih dingin.

"Ada satu hal lagi."

Lisa menatapnya dengan mata kabur oleh air mata.

Arvin mengambil sebuah gelas dari meja.

"Minumlah."

Lisa mengerutkan kening.

"Apa ini?"

Clara menjawab dengan santai.

"Anggur."

Lisa menatap gelas itu ragu.

Arvin tersenyum tipis.

"Minum saja."

Entah kenapa hati Lisa tiba-tiba merasa tidak enak.

Namun saat ia menatap dua orang di depannya…

Ia sadar sesuatu.

Tatapan mereka.

Itu bukan sekadar kebencian.

Itu…

Niat membunuh.

Lisa mundur perlahan.

"Kalian…"

Arvin tiba-tiba mencengkeram lengannya kuat.

"Sudah terlambat."

Clara tersenyum.

"Maaf ya, Lisa."

Lisa mencoba melepaskan diri.

"Apa yang kalian lakukan?!"

Arvin memaksa gelas itu ke bibirnya.

Cairan pahit masuk ke tenggorokannya.

Lisa terbatuk keras.

"Apa… ini…"

Tubuhnya mulai terasa panas.

Kepalanya pusing.

Kakinya tidak kuat berdiri.

Ia jatuh ke lantai.

Pandangan Lisa mulai kabur.

Namun ia masih bisa melihat dua orang itu berdiri di atasnya.

Arvin berkata dingin.

"Setelah kamu mati… semua warisanmu akan menjadi milikku."

Clara menambahkan dengan senyum manis.

"Terima kasih sudah menjadi wanita bodoh selama ini."

Air mata terakhir mengalir dari mata Lisa.

Di detik terakhir hidupnya…

Hatinya hanya dipenuhi satu perasaan.

Penyesalan.

Jika saja…

Jika saja waktu bisa kembali…

Aku tidak akan mempercayai kalian.

Pandangan Lisa akhirnya gelap.

Napasnya berhenti.

Namun jauh di dalam kegelapan itu…

Sebuah suara seolah berbisik.

"Jika kamu diberi kesempatan lagi… apa yang akan kamu lakukan?"

Dan untuk pertama kalinya…

Lisa menjawab dalam hatinya.

Aku akan menghancurkan mereka.

 

1
Su Darno
blm ada ending nya msh penasaran thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!