Keira hanya ingin mengejutkan pacarnya di Italia, tapi justru dialah yang dikejutkan. Dikhianati di negeri asing, Keira nekat melampiaskan rasa sakit dengan cara yang gila memesan seorang gigolo. Sayangnya, ia salah kamar. Dan pria yang menatapnya di ranjang… bukan siapa-siapa, melainkan CEO termuda di Eropa, Dean Alferoz
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyCaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1 - Aku akan Ke Roma
Halo teman teman ini adalah squel dari cerita Kekasih polos CEO, kisah anak dari Reno dan Anggun ya, selamat menikmati\~
......................
Kring… kring…
“Selamat pagi kak, mau pesan apa?”tanya gadis cantik dengan rambut pendek sebahu dan kacamata tebal nya itu.
“Kak mau pesan Americano nya ya satu,”senyum wanita itu.
“Americano nya satu, apa ada tambahan lain?”tanya gadis itu dengan sopan.
“Tidak ada kak itu aja,”jawab pelanggan kembali.
“Baik kak total nya 27.000 ribu ya, terimakasih,”senyum gadis itu.
Keira Adelina seorang gadis cantik yang baru lulus kuliah, fresh graduate seperti nya sangat susah mencari pekerjaan untung nya saja gadis tersebut sudah bekerja sambilan di sebuah kafe semenjak dia kuliah.
Bahkan uang kuliah nya saja adalah beasiswa, otak standar dan kualifikasi pekerjaan yang tidak masuk akal membuat semua orang susah mendapatkan pekerjaan termasuk Keira.
tapi untung nya dia bisa memenuhi kebutuhan nya dengan bekerja bahkan 2 shift sekaligus, dan bisa membiayai pacar nya yang sedang berkuliah di Roma, Italia.
“Huft, gantian dong aku mau makan siang dulu,”teriak Keira kepada teman nya seorang barista cantik di sana.
“Yaudah sono deh, gua gantiin,”ucap Luna kepada Zara mengambil meja kasir di sana.
“Tenkyu,”ucap Keira menepuk bahu gadis itu.
Keira melangkah kan kaki nya masuk ke dalam ruangan yang hanya boleh staff masuk, gadis itu membuka kotak bekal nya. Keira menikmati makanan itu sambil menonton acara favorit nya di ponsel ya biasa Upin ipin.
“Perasaan dari gua kecil ini upin ipin ga pernah gede deh.”gumam Keira kepada diri nya sendiri.
Bau kopi dan pastry bercampur aduk di sana kafe tempat Keira bekerja cukup besar dan bahkan berada di tengah hiruk pikuk kota metropolitan tersebut bahkan banyak orang kantoran yang datang ke sana.
Ya kopi adalah salah satu minuman favorit untuk budak korporat ya termasuk diri nya, Keira hidup sendirian di ibu kota. Dia tidak memiliki orang tua karena dia tinggal di panti asuhan.
“Jangan lama lama maka nya kocak, gantian.”tepuk Zara kepada gadis itu.
“Uhuk, setan kaget!”teriak Keira emosi.
“Haha, Kei ganti gaya lu napa pakai baju oversize mulu, atau ga lengan panjang, hodie besar. Celana bahan, jadul banget, gini lah kayak gua crop top modern, lagi pula kita kerja di cafe,”ucap Zara duduk di kursi depan gadis itu.
“Udah ah males, buat apa gaya gayaan juga buat siapa. Cowo gua udah punya kok,”ucap gadis itu santai.
“Eh lu yakin si Tom ga selingkuh, we never know Kei, this is Roma bro, kalian LDR pula. Cowo mana tahan ldr, gua aja LDR beda kota doang si anj selingkuh apa lagi negara,”jawab Zara dengan penasaran.
Keira yang awal nya menikmati makanan nya itu langsung menghentikan aktivitas nya menyuap makanan ke dalam mulut nya, Kei yang awal nya fokus dengan tontonan nya beralih menatap Zara, gadis itu membenarkan kacamata nya.
Dia juga tau, dia takut dengan LDR. Tapi kekasih nya selalu membuat nya percaya tidak ada yang bisa membuat nya menuduh pria itu berselingkuh bukan.
“Zar, jangan sama kan relationship mu dengan orang lain. Pacar mu begitu belum tentu pacar ku begitu, bedakan!”kesal Keira menutup kotak makanan nya.
“Eh Kei, lu marah? Ih maafin Kei jangan marah dong,”bujuk Zara mengikuti Keira yang berjalan mencuci kotak makan nya itu.
Keira sama sekali tidak menjawab dia hanya diam, dia marah bukan karena menyalahkan Zara mengatakan itu. Dia merasa ada sebuah fakta terbesit di kata kata itu karena apa? Karena dia merasa asing dengan pacar nya sekarang.
Dia merasa pria itu semakin sibuk belakangan ini, dengan alasan semester akhir padahal saat Kei skripsi an di kos juga mereka sambil VC Kei tetap bisa, tapi argh sudahlah gadis itu benar merasa curiga.
“Tidak masalah jangan pikirkan lagi Zar, aku tidak menyalahkan mu, ayo ke depan atau Luna akan marah-marah kepada ku,”ucap gadis itu.
Mereka akhirnya ke depan setelah berbaikan Keira melanjutkan aktivitasnya sampai malam ya karena dia memang 2 shift demi double gadi tapi cuman sampai jam 10 ya, tidak sampai pagi walaupun cafe itu 24 jam.
“Duh cape banget, ayo bareng jalan ke depan sampe halte, aku pesan ojek online di sana saja,”ucap Luna kepada Keira dan Zara.
“Ya sebentar dimana ponsel ku, ah ini.”ujar gadis itu menemukan ponsel nya di loker.
Ya saat bekerja Keira sangat jarang yang nama nya memegang ponsel, saat gadis itu membuka hp nya dia menemukan immasage dari nomor luar negeri, seseorang mengirim sebuah foto.
Pria tampan dengan kacamata itu juga tengah berciuman panas dengan seorang gadis, foto itu di ambil dari samping sehingga itu kurang jelas tapi Keira tau itu adalah pacar nya.
“T t tom,”gemeter gadis itu.
Ponsel Keira terjatuh, gadis itu termenung, dia benar benar terdiam. Zara dan Luna yang melihat itu langsung kaget, mereka langsung memegang tubuh Keira agar tidak jatuh.
“Kei kau kenapa? Apa kau baik-baik saja?”tanya Luna memegang gadis itu.
“Kei ini apa? Ini mirip TOM?!”kaget Zara melihat isi pesan itu.
Ya di sana banyak foto panas itu ya tapi cuman ciuman tidak lebih, Luna dan Zara langsung saling pandang. Keira langsung terjatuh di sana air mata nya tidak bisa dia tahan orang yang paling percaya merusak semua nya.
“Hiks hiks, itu tidak mungkin tom. Tidak mungkin,”
“Dia mengatakan akan fokus dengan semester akhirnya,”
“Ya itu tidak mungkin dia ini pasti AI dunia sudah canggih sekarang siapa yang iseng, tapi nomor nya nomor luar,”
“Tapi kenapa? Aku sudah melakukan semuanya aku bahkan membantu menambah uang jajan nya aku memberikan semua nya untuk dia.”
ucap Keira bertanya-tanya kenapa dia bisa mengalami ini, Luna dan Zahra langsung memeluk gadis itu, Kei sudah lama berpacaran dengan Tom, tapi apa yang pria itu lakukan benar benar.
“Kei jangan percaya mungkin itu benar AI, tidak mungkin benar. Coba kau telpon Tom dulu,”ucap Zara.
“Aku akan menelpon nya,”Keira langsung menelpon tapi tidak ada jawaban ya Tom memang susah di hubungi akhir akhir ini.
“Tidak dia tidak mengangkat, Lun, Zar. Dia benar benar selingkuh tapi aku tidak percaya, bagaimana ini, dia itu TOM kan,”teriak Keira dengan stress.
“Kei tenang kan diri mu,”ucap Luna memeluk gadis itu.
“Aku akan ke Roma, Lun, Zar, pinjamkan aku uang aku ada sedikit tapi sisa nya,”ucap gadis itu dengan tekad penuh nya.
“HAH ROMA?!!!”teriak Luna dan Zara kaget.