Pada usia 44 tahun, Donatella terjebak di titik terendah dalam hidupnya setelah mengalami lebih dari 20 tahun penderitaan mental. Ini memberi pukulan yang menghancurkan pada perasaannya, tetapi dia sudah muak akan semua ini dan telah bangkit kembali, meski dia tidak yakin apa yang akan terjadi.
Leonardo, seorang duda tampan dan misterius, seorang pengusaha yang dikejar banyak orang, telah berubah menjadi pria yang dingin dan tanpa ampun setelah mengalami penderitaan dan pengkhianatan.
Namun, takdir suka memberikan kejutan dan menempatkan kita dalam situasi yang tidak biasa, dan begitulah cara mereka bertemu…
Ikuti aku! Mari kita mulai perjalanan yang penuh dengan perjuangan, keberanian, dan cinta. Tentu saja, dengan sedikit komedi juga...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlaucia Campos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Donatella dan Masa Lalu...
"Apa ini, Bernardo?" tanya Donatella.
"Itu pengeluaranku, tidak kaulihat...?" balas Bernardo, tanpa kesabaran sedikit pun.
"Mobilmu bermasalah lagi? Mobilmu masih baru! Dan dengan uang sebanyak yang kautarik dari perusahaan, kau bisa beli mobil baru daripada bayar montir," kata Donatella.
"Uang itu uangku, Maria Donatella. Kupakai sesuka hatiku," sahut Bernardo.
"Kau kasar sekali, Bernardo! Kita ini suami istri, uang itu bukan milikmu seorang!" protes Donatella.
"Terserah. Aku kerja keras untuk itu, jadi kubelanjakan menurut yang kuanggap perlu. Dan akhir pekan ini aku ke Toscana. Kuberitahu dari sekarang, jangan mulai lagi dengan interogasimu," kata Bernardo.
Donatella
Sebenarnya aku ingin mengatakan banyak hal lain, tapi aku harus membuktikan kecurigaanku, dan itu akan kulakukan sekarang.
"Aku ikut denganmu. Sekalian kita bicara tentang kita," kata Donatella.
"Tidak! Kau tahu aku lebih suka pergi sendiri. Ini akan jadi dua hari penuh rapat dan negosiasi," kata Bernardo, jelas terganggu oleh gagasan Donatella.
"Cukup, Bernardo! Sudah beberapa bulan kau berubah, dan dua minggu terakhir jauh lebih parah! Kukira ini soal stres gara-gara Manu, soal pacarnya, tapi aku salah! Kau bersikap kasar, berbulan-bulan tidak pernah mengajakku keluar, dan waktu aku mengajakmu, kau tak mau! Dan kau selalu bilang tidak ada yang salah. Katakan, apa yang sedang terjadi," kata Donatella.
"Tidak ada apa-apa! Berhenti menggangguku dengan segala kekhawatiranmu yang mengada-ada," kata Bernardo.
"Kekhawatiranku yang mengada-ada? Bernardo, kita bekerja bersama. Akulah yang mengurus keuangan perusahaan, dan ada yang tidak beres! Sudah berbulan-bulan aku menanyaimu. Awalnya kaubilang mengirim uang untuk ibumu, lalu untuk adikmu, lalu mobil baru yang katanya lebih mahal dari perkiraan, katamu untuk aksesori yang tak pernah kulihat! Katakan, Bernardo, apa yang sedang terjadi? Kau memperlakukanku dengan acuh tak acuh, dan hari-hari terakhir ini sungguh mengerikan. Aku tidak mengerti dirimu," kata Donatella.
"Aku lelah, Maria Donatella," kata Bernardo sambil mengusap rambutnya.
"Lelah karena apa? Karena aku?" tanya Donatella.
"Aku lelah punya istri yang tidak merawat diri, yang gemuk! Yang hanya memikirkan pekerjaan dan membuatku malu!"
Donatella
Aku terjatuh terduduk. Hal yang paling tidak ingin kupercaya ternyata benar-benar terjadi. Jauh di lubuk hati aku sudah tahu, tapi aku tak mau menjadi benar...
"Aku tidak merawat diri??? Munafik sekali kau...
Setiap kali kubilang 'Aku mau ke salon', jawabanmu selalu 'Sekarang tidak bisa, kau harus bantu aku di perusahaan.' Dan kalaupun sempat, kau selalu punya kelakarmu—untuk apa? Alih-alih menemaniku, katamu aku malah pergi merawat kuku... Aku mau operasi, mau ke ahli gizi, mau ikut pilates, dan apa katamu? 'Tolong, tunggu sebentar lagi!' Ada Manu yang baru masuk kuliah, anak kita butuh bantuan menyelesaikan studinya, ibumu butuh bantuan... ya sudah, aku selalu mengalah," kata Donatella.
"Tidak ada yang membenarkan kegemukanmu! Dulu kau elegan, tapi kau berubah jadi begitu! Kau tidak lagi menarik bagiku—sejujurnya, kau menjijikkan bagiku," kata Bernardo.
Donatella
Sampai saat itu aku tak pernah tahu bahwa seseorang bisa mati oleh kata-kata.
"Bernardo!!! Ya, aku memang kelebihan berat badan, tapi kau selalu mau makan malammu tersaji di meja, makan siangmu siap, rumah rapi, perusahaan, stres kehidupan sehari-hari... dan selalu harus aku! Kalau aku bilang tak akan makan, bahwa aku perlu menjaga diri, kau langsung marah besar! Padahal aku bekerja sama kerasnya denganmu, bahkan lebih, dan sisa waktuku yang sedikit kupersembahkan untukmu dan anak-anak kita."
Bernardo memotong ucapannya.
"Mereka tidak tinggal bersama kita lagi," kata Bernardo dengan kesal.
"Ya, baru beberapa minggu putri kita meninggalkan rumah. Kukira kau mencintaiku, Bernardo. Sudah dua puluh empat tahun kita menikah! Aku berjuang bersamamu, mengabdikan diri untuk perusahaan, untukmu, dan untuk anak-anak kita. Kurasa kita perlu meluangkan waktu bersama dan bicara baik-baik," kata Donatella.
"Waktu? Aku tidak mau waktu, Maria. Yang sebenarnya, aku sudah punya orang lain...," ucap Bernardo dengan suara dan kepala tertunduk.
"Apa katamu???" tanya Donatella terkejut.
"Kau dengar sendiri. Aku punya orang lain, dan aku tidak akan meninggalkannya demi kau. Kalau kau mau, kita bisa lanjut seperti ini saja. Ketahuilah, aku akan bersamanya, dan perjalanan bisnis itu—dialah yang menemaniku. Dia elegan, cantik, seksi... mana mungkin aku membawa perempuan gemuk sepertimu?"
"Aku tak percaya mendengar ini, Bernardo! Kau sadar apa yang kaulakukan? Kau paham apa yang kaukatakan padaku?" kata Donatella sambil menangis.
"Pilihan ada di tanganmu. Kalau mau, kita lanjut seperti ini. Aku tidak akan meninggalkannya demi kau," kata Bernardo.
"Sungguh??? Bernardo, aku tak percaya kau melakukan ini padaku, pada kita, pada anak-anak kita," kata Donatella berusaha menahan diri.
"Berhenti bikin drama! Tidak ada lagi 'kita', dan anak-anak kita sudah besar, mereka pasti mengerti," kata Bernardo.
"Kalau memang itu maumu, kita berpisah. Kalau kau punya orang lain, kisah kita berakhir di sini," kata Donatella.
"Aku sudah bersamanya empat bulan, Maria Donatella. Ada orang yang mengira dia istriku, dan aku lebih suka begitu," kata Bernardo.
Donatella
Kalau dia ingin membunuhku, dia berhasil. Entah dari mana aku mendapat kekuatan untuk menghadapi kata-kata yang mengiris seperti silet tajam.
"Bagus! Kalau begitu, setelah kita bercerai, silakan menikahi dia sepuasmu. Aku hanya mau semua yang jadi hakku. Aku berjuang dua puluh empat tahun bersamamu, dan perusahaan ini sukses—aku punya andil besar di dalamnya," kata Donatella.
"Kalau kau mau, kita berpisah, tapi perceraiannya baru bisa setahun lagi atau lebih, saat kontrak dengan Grup Lenns berakhir. Ada klausul yang menyatakan bahwa jika kita berpisah, mereka membatalkan kontrak. Dan kau lebih paham daripada aku bahwa perusahaan butuh nilai kontrak itu, jumlahnya sangat besar," kata Bernardo.
"Kita sedang mengakhiri hubungan dua puluh empat tahun, kita punya dua anak, melewati begitu banyak hal, dan yang kaukhawatirkan cuma kontrak sialan itu??? Ambil uang itu dan sumpal saja ke tempat yang tepat. Aku mau cerai," kata Donatella sambil menangis.
"Wah, mulutmu kotor sekali! Dan tidak! Aku tidak akan menandatangani apa pun sampai kontrak dengan mereka selesai," kata Bernardo.
"Aku yang mulut kotor? Orang yang selalu menjaga diri itu aku. Kalau mulutku kotor, aku bahkan tak sudi membahas mulutmu! Tahu apa, Bernardo, aku pergi," kata Donatella sambil mengambil barang-barangnya.
"Hei, hari saja belum benar-benar mulai, dan perusahaan membutuhkanmu," kata Bernardo.
"Ha ha ha, jangan bikin aku tertawa. Perusahaan membutuhkanku??? Atau kau yang membutuhkanku untuk mengelola perusahaan, karena kau payah dalam hal itu? Tahu apa, Bernardo, bawa saja modelmu ke sini, taruh dia di posisi lamaku. Lalu suruh dia menyiapkan makan malam, minum bersamamu, bangun jam lima pagi menyiapkan makan siang, mencuci baju, merapikan rumah, dan aku bahkan tak mau menyebut sisanya... kita lihat berapa hari dia bertahan," kata Donatella sambil mengambil laptopnya.
"Donatella, jangan campur urusan pribadi dengan profesional. Aku memang tidak mencintaimu lagi, tapi kita cocok bekerja sama di perusahaan. Kau tidak bisa meninggalkanku, menelantarkanku begitu saja. Siapa yang akan mengerjakan tugasmu?" kata Bernardo.
"Aku tak percaya kau bilang begitu. Aku menelantarkanmu... sungguh menggelikan. Sudah kubilang, bawa saja modelmu, dan aku pulang. Kutaruh baju-bajumu di trotoar, dan kalau kau tak suka, kubuang ke truk sampah," kata Donatella sambil berlalu.
Bernardo tinggal menggerutu dan memanggil-manggilnya kembali.
Donatella
Waktu sekretaris melihatku keluar sambil membawa barang-barang dan menangis, aku bahkan tak perlu berkata apa-apa! Dia sudah lebih dulu berkata, "Turut prihatin, Nyonya Maria Donatella."
Ternyata semua orang sudah tahu Bernardo punya wanita lain! Hanya aku, si bodoh ini, yang tidak tahu!
jgn bilang mau hoitus yaaa😅
please...ini seru kok ceritanya👍