NovelToon NovelToon
Sistem Penguasa Alam

Sistem Penguasa Alam

Status: tamat
Genre:Perperangan / Sistem / Harem / Penyeberangan Dunia Lain / Budidaya dan Peningkatan / Poligami / Fantasi Timur / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: dian_nurlaili

Arsaka Dirgantara harus menelan kenyataan pahit usai mendapat pengkhianatan dari rekan seperjuangan hingga tim yang dipimpinnya disergap musuh. Saat mengira dirinya akan mati, ternyata jiwanya pindah ke tubuh seorang pemuda lemah berusia 17 tahun dengan basis kultivasi yang rusak. Belum lagi, ia harus menghadapi hinaan dan pemutusan pertunangan karena ia yang sekarang dianggap sampah.

Di dunia yang tak dikenalnya itu, semua hal yang selama ini ia anggap mitos benar-benar ada. Kejutan belum selesai, Arsaka juga mendapatkan sebuah sistem yang selama ini hanya ia baca dari novel.

Tingkatan kultivator :
1. Prajurit (1-9)
2. Jenderal (1-9)
3. Raja (1-9)
4. Bumi (1-9)
5. Langit (1-9)
6. Immortal (1-9)
7. Saint (1-9)
8. Saint King (1-9)
9. Mahayana (1-9)
10. Dewa (1-9)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dian_nurlaili, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Transmigrasi

"SIALAN KAU RAIDEN!" Saka meraung penuh amarah melihat satu persatu rekan seperjuangannya gugur. Kurangnya persiapan akibat sergapan mendadak di lokasi yang sangat tidak menguntungkan bagi pihak Saka, tentu saja membuat tim-nya menjadi sasaran empuk para penembak jitu.

Dengan tangan mencengkeram perut yang terlobangi oleh peluru, Saka menatap mantan sahabatnya itu dengan nanar. Dibanding sakitnya peluru yang bersarang di tubuhnya, ada yang lebih sakit lagi hingga ia tak sanggup berkata-kata.

Hati.

Pengkhianatan.

"Hehehe, Saka ... Saka ... harusnya kau sadar tim Garuda hanya digunakan sebagai alat oleh negara. Andai kita mati pun, tak merubah apa-apa. Kita yang bertaruh nyawa, orang-orang berperut gendut sialan itu yang menerima pujiannya."

"Apa dengan menjadi pembelot lantas meninggikan derajatmu?" tanya Saka sinis. "Kau tak lebih dari tikus busuk yang mencari pembenaran. Bahkan kau lebih memuakkan dari mereka!"

"TUTUP MULUTMU!"

DORR!!

Satu peluru lagi kini tepat bersarang di jantung Saka. Mirisnya, peluru itu datang dari seseorang yang selama ini sudah ia anggap sebagai saudara dan sahabat sehidup semati. Hati manusia memang tidak akan pernah ada yang tahu. Saka hanya mampu pasrah menerima kematian saat napasnya mulai tersengal dan pandangannya memburam.

"Kau akan menerima karmamu, Raiden!" bisiknya lirih sebelum menghembuskan napas terakhirnya.

*

Uhuk!

Suara batuk, bersamaan dengan mata yang mulai terbuka perlahan. Mengerjap untuk menyesuaikan dengan cahaya dan visi yang ditangkap oleh inderanya. Sedikit mengernyit, pemuda yang tengah terbaring di dipan itu mencoba untuk bangkit.

Ugh! Sial! Perutnya sangat sakit.

"Ah, aku masih hidup?" bisiknya dengan nada tak percaya. Dengan dua peluru di perut dan jantung, harusnya ia sudah tak terselamatkan. Apalagi medan tempat tim-nya terkepung sangat terjal dan jauh dari pangkalan militer. Harusnya ia sudah mati kehabisan darah.

"Tuan Muda, Anda sudah bangun?"

Pemuda itu melirik ke arah pintu, di mana seorang wanita paruh baya mendekatinya dengan raut bahagia.

"Si-apa?" tanya pemuda itu dengan lemah.

"Tuan Muda, tolong jangan bercanda! Tuan Muda tunggu sebentar, saya akan panggilkan patriak dan mengabarkan keadaan Tuan Muda."

Tanpa mendapat jawaban, pemuda itu ditinggalkan begitu saja dengan kebingungan. Ia sama sekali tak memahami apa yang diucapkan oleh wanita paruh baya tersebut. 

[Ding! Proses penyatuan sistem dan jiwa Tuan telah berhasil]

Eh??

"Siapa itu?" tanyanya lemah sambil menoleh ke kanan dan kiri.

[Ding! Saya adalah sistem penguasa yang sudah menyatu dengan jiwa Tuan, sistem akan membantu Tuan untuk menguasai seluruh alam]

Remaja itu tertegun. Tentu saja ia tak asing dengan sistem. Meski sangat sibuk di militer, saat waktu senggang ia masih menyempatkan diri membaca novel di ponselnya.

"Benarkah sistem? Lalu di mana aku sekarang? Bagaimana teman-temanku?"

[Ding! Sistem memindahkan jiwa Tuan ke alam kultivator, di sini adalah langkah awal Tuan untuk menjadi penguasa alam]

"Transmigrasi?"

[Ding! Benar Tuan!]

"Lalu aku siapa?"

[Ding! Bisa diakses melalui ingatan pemilik tubuh sebelumnya]

Lantas remaja itu merasakan sakit yang tak terkira di kepala. Serasa ribuan jarum menusuk secara bersamaan bersama dengan berbagai informasi dan ingatan yang menyeruak masuk.

Wisaka Hirawan, adalah Tuan Muda keluarga Hirawan yang dibilang jenius muda karena mampu mencapai ranah Jendral tingkat lima dan membangkitkan jiwa spiritual tingkat empat, yaitu harimau suci. Tapi itu dulu, sebelum dantiannya hancur karena menyelamatkan sang tunangan saat berada di pegunungan berkabut.

Bersama dengan ingatan yang mulai jelas, wajah Saka mendingin. Tentu saja ia tahu dengan pasti jika peristiwa di pegunungan berkabut bukanlah resmi kecelakaan. Melainkan ulah dari sang adik tiri, Raden Hirawan yang sedari dulu memang iri dengan bakatnya.

"Raden, Raiden ... kalian memang selalu menjadi pengkhianat," gumam Saka sembari tertawa pahit.

Pintu terbuka, memperlihatkan wanita paruh baya sebelumnya diikuti dengan beberapa orang di belakangnya. Dari ingatan pemilik tubuh sebelumnya, Saka tahu, diantaranya ada sang ayah, patriak keluarga Hirawan, ibu tiri dan adik tirinya, sang tunangan Alisha Caraka dari keluarga Caraka dan ayahnya, Indra Caraka.

Meski sedikit terkejut, Saka tetap terdiam tanpa membuka suara sedikit pun.

"Oh, sudah bangun rupanya?"

Saka sedikit mengernyit mendapati nada datar dari sang ayah. Menurut ingatan yang didapat dari pemilik tubuh sebelumnya, sang ayah merupakan salah satu orang yang begitu bangga dengan pencapaiannya.  Lalu, apa-apaan dengan nada datar dan wajah tidak pedulinya itu?

"Untunglah kamu sudah bangun, ada yang ingin dibicarakan Alisha padamu."

"Patriak, bukankah kita harus menunggu Tuan Muda beristirahat sebentar lagi? Tuan Muda baru saja bangun setelah tertidur selama satu bulan." Wanita paruh baya itu terlihat gelisah dan khawatir melihat ke arah Saka yang tak berdaya di atas dipan.

"Kapan waktu yang tepat itu bukan kau yang memutuskan. Anak itu harus tahu, cepat atau lambat. Semakin cepat semakin baik, karena bersatunya keluarga Caraka dan Hirawan akan berdampak baik. Setidaknya dua keluarga lain tidak akan berani macam-macam."

Saka mengangkat sebelah alis melihat sang ayah. Sedikit banyak, ia mulai menebak alur yang akan terjadi. Hatinya semakin mendingin dan kilatan benci tak bisa disembunyikan dari sorot matanya.

"Karena kau sudah bangun, aku akan berbicara terus terang." Kali ini Alisha yang angkat bicara. "Karena dantianmu hancur dan tidak mungkin untuk kembali berkultivasi, aku memutuskan pertunangan kita, aku akan bertunangan dengan adikmu, ini demi kebaikan keluarga kita."

Saka ingin sekali tertawa terbahak-bahak. Demi keluarga kita ndasmu!  Saka sungguh tidak menyangka jika ia akan terjebak di keluarga yang sangat egois dan bermuka dua.

Sungguh memuakkan.

Saka mulai melihat satu persatu orang yang ada di ruangan, pandangan mereka terhadapnya sama, yaitu pandangan remeh dan merendahkan. Terutama dari sang adik dan ibu tiri. Kecuali wanita paruh baya itu, yang memandangnya dengan penuh kasih dan khawatir. Saka ingat, jika wanita itu seharusnya adalah pelayannya, tapi ia sudah menganggap pelayan itu sebagai pengganti ibunya yang sudah meninggal.

"Ya sudah, itu saja yang ingin kita bicarakan. Ke depannya, kamu dilarang untuk datang ke bangunan utama apalagi ke ruang harta. Karena kamu bukan lagi kultivator, kamu tidak akan membutuhkan itu semua. Kamu akan mendapat jatah dua koin emas setiap bulan, selebihnya kamu cari sendiri untuk kebutuhanmu." Lalu tanpa menanyakan kondisi atau sekedar berbasa-basi, sang ayah -Pandu Hirawan- melengos pergi diikuti oleh semua orang kecuali sang wanita paruh baya.

Setelah semua orang pergi, wanita paruh baya itu menghambur memeluk Saka dan menangis sesenggukan.

"Tuan Muda yang sabar ya, Patriak Pandu sebenarnya sangat menyayangi Tuan Muda, ucapannya jangan diambil hati."

Saka membalas pelukan itu dan menghembuskan napas pelan.

"Bi Sinta, Saka tidak apa-apa. Selama Bi Sinta ada untuk Saka, itu sudah cukup."

Tentu saja, saat ini yang ada di sini bukanlah Wisaka Hirawan yang sangat ingin mendapat pengakuan dari keluarga, tetapi Arsaka Bimantara, sang kapten tim Garuda yang hatinya sudah mati karena pengkhianatan. Ia tak akan ambil pusing, cukup meningkatkan kekuatannya sendiri lalu membalas mereka semua.

Saka tidak akan berbelas kasihan apalagi memberikan kesempatan kedua kepada mereka yang sudah menusuknya dari belakang dan berpaling saat ia berada di posisi terpuruk seperti saat ini. Termasuk sang ayah sendiri.

1
Matisekali Hidupsekali
membosankan.
Matisekali Hidupsekali
novel ni lagi sampah dari yang pertama.
saniscara patriawuha.
mantaffff
@ᴹᴿ乂⁴⁵・☂
tes
Chella
Ditunggu karya selanjutnya kak
Abady Ehm
mulai membosankan ceritanya nih,.. gak seru lagi,..
Dir Dirman: mukamu gak seru dilihat goblok😄😄
total 1 replies
Ari Kkmr
makin gacor saka malam pertama 🤣
Bar Bar
kudune diarani BEJO
Bar Bar
enakan ciu yAa🤣
abdillah musahwi
nih MCnya males apa🤔 kok nggak ada point pengalaman
abdillah musahwi
asem nih banget nih MCnya, mulut nyerocos kayak sepur tanpa rem🤭😄
abdillah musahwi
nih, bocah kurang ajer🤭 nggak ada angin dan badai tiba-tiba mau jadi Mak comblang 😄😁
abdillah musahwi
Thor, kenapa harus ada revolver atau senpi di dalam cerita dunia kultivator. memangnya kultivator segitu gampangnya ditembus sama senpi🤔/Shy/
abdillah musahwi
itu sih bukan keuntungan lainnya, Thor. sebab nama lain dari langkah angin adalah Langkah Seribu🤭
abdillah musahwi
lah bukannya tadi Jendral, thor🤔
Hasan Udin
lanjut Thor
Eva
jangan makhluk Tuhan thor...ganti dengan makhluk Ilahi gitu lho...
Eva
bener" pikun...bukannya di dalam surat tadi ibunya menjelaskan bahwa ia berasal dari alam bintang kerajaan api yang melarilan diri dari lamaran kaisae elemen...😅😅
Eva
baru denger authornya bosen dengan jalan cerita yang dibuat sendiri...😅😅😅
Eva
nggak sekalian rudal atau basoka rpg juga senapan serbu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!