NovelToon NovelToon
LOVE WITH MY HOT UNCLE

LOVE WITH MY HOT UNCLE

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Pelakor / Tamat
Popularitas:375.6k
Nilai: 5
Nama Author: EmeLBy

"Biarkan begini dulu Kaniya. Ini akan Om rindukan selamanya." Pinta Abian dengan tangan yang sedang menangkup buahan ranum pada dada gadis yang kini duduk di penghujung masa Sekolah Menengah Atas. Secara silsilah keduanya adalah Om dan keponakan. Sebab Abian adalah saudara Abrar ayah kandung Kaniya.
Tapi bagaimana dengan perasaan cinta yang tumbuh semena-mena di antara mereka?
Kemungkinan memiliki anak cacat karena gen yang dekat, pernah menghantui mereka. Hidup dalam kucilan juga siap mereka jalani, asal tetap selalu bersama.
Namun jalan mereka tentu tak semudah Tol.
Penasaran?
Simak hanya di NovelToon platform kesayangan mu.
Semoga betah🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 : MAHLIGAI DOSA

“Om Abi …” rintih Kaniya pelan mengigit bibirnya sendiri merasa geli dan nyaman saat leher putihnya di endus dan di sesap sedikit oleh Abian saudara ayahnya. Hal itu sering terjadi, berulang – ulang oleh pria beranjak dewasa yang secara silsilah adalah Om Kaniya.

Usia mereka terpaut hampir tujuh tahun. Saat itu Abian berusia 26 tahun, memiliki jabayan sebagai Manager di Perusahaan yang di miliki oleh Abrar Waluya ayah Kaniya. Ya … Abian Wiguna adalah adik bungsu dari Abrar Waluya. Kaniya merupakan anak tunggal dari hasil pernikahannya dengan Veronia. Pernikahan mereka hanya berselang 13 tahun. Pernikahan itu tak bisa di lanjutkan karena adanya bukti perselingkuhan Veronia dengan mantan kekasihnya. Abrar tak bisa melanjutkan pernikahan yang ternoda itu. Mengusir Veronia dari rumahnya dan meminta agar Kaniya tetap tinggal bersamanya.

“Biar kan begini dulu Kaniya. Ini akan Om rindukan selamanya.” Pinta Abian yang kini tangannya sudah menangkup buahan kecil di dada remaja yang masih mengenyam pendidikan Sekolah Menengah Atasnya. Salah memang, dosa itu pasti. Secara silsilah mereka adalah om dan keponakan.

“Om Abi yakin akan pergi dari Niya …?” ringisnya pelan. Ada air yang tanpa ijin jatuh membasahi pipi remaja itu. Saat pria yang sedang menempel di tubuhnya itu pamit untuk pergi ke London untuk melanjutkan kuliah pasca sarjananya.

Abian tak sanggup jika terus dekat dengan Kaniya Putri Waluyo. Ia mengakui perasaan sayangnya pada Kaniya sudah bukan sebagai Om dengan keponakan. Tetapi lebih menjurus pada cinta terhadap lawan jenis. Ini salah, jelas terlarang. Kaniya masih harus menjadi Sarjana, pun anak dari kakaknya sendiri. Ia tau akan adat istiadat, Abian tau ini tabu.

Tetapi, dapatkah Abian selalu menahan diri untuk tidak melakukan hal di luar nalar. Saat seluruh organ tubuhnya sudah aktif dan minta di puaskan. Dorongan untuk melakukan hal tak pantas selalu menjadi beban terberatnya.

Kaniya menarik kepala yang mengendus lehernya, kemudian mengarahkan wajah itu tepat di depan irasnya. Kening mereka bertemu tanpa jarak, ujung hidung keduanya pun saling bersentuhan. Pelan namun pasti, kini giliran bibir mereka yang saling bertautan.

Decakan saliva yang tetukar jelas terdengar pada ruang dengar keduanya. Sepinya ruang kosong di gudang belakang kediaman Abrar Waluyo menambah syahdu, dosa itu terjadi. Ini bukan yang pertama. Ini sering terjadi antara om dan keponakan itu. Abian tak pernah memaksa, namun Kaniya sendiri yang tak pernah menolak.

Huh … tangan Abian tidak hanya berhenti pada buah-buahan kecil yang bahkan baru tumbuh di dada Kaniya. Tapi tangan Abian pria yang beranjak dewasa itupun sering mampir menyentuh sesuatu yang sering di sembunyikan dalam kain berbentuk segitiga di balik rok yang Kaniya kenakan.

“Niya sayang Om Abi.” Manja Kaniya pada Abian. Dan hal itu membuat Abian makin gila.

“Om Abi lebih banyak sayang kamu.” Dengus Abian kesal melepas ciuman panas nan brutal mereka.

“Kalau Om Abi sayang Niya … kenapa Om tinggalkan Niya?” tangisnya pecah, tak terima jika ini adalah hari terakhirnya dekat dan bertemu sang paman.

“Kamu anak mas Abrar, Niya. Kamu seolah anakku sendiri. Kita salah jalan, kita tak boleh terus begini. Terima kasih untuk kebersamaan kita selama ini. Kamu tetap pernah jadi yang terindah dalam hati Om. Kamu kesayangan Om.” Urai Abian frustasi. Ia sadar Kaniya bahkan lebih cocok ia sayang sebagai anak, sebab Abrar kakaknya. Hanya dia yang bodoh memanfaatkan derita Kaniya dengan pesonanya ternyata dapat mengganggu pikiran remaja labil itu.

“Mama sudah pergi, Papa tak peduli lagi dengan Niya, sekarang Om Abian pun meninggalkan Niya. Kenapa Niya tidak mati saja Om. Untuk apa Niya hidup tanpa orang-orang yang sayang dan peduli dengan Niya.” Kaniya sesungukan. Tak sanggup membayangkan hari-harinya tanpa saudara ayahnya yang selama ini memperhatikannya itu.

Abian adalah pahlawan dalam hidup Kaniya, saat dunia tak lagi menganggap ia ada. Sejak kelas 4 Sekolah Dasar Kaniya tak punya mama, karena di usir sang ayah. Hanya 2 minggu setelah surat cerai resmi keluar, Abrar sudah kembali menikah bahkan dengan seorang janda beranak satu. Soraya yang bekerja sebagai sekretaris di kantornya.

Tak perlu di tanya bagaimana tidak adilnya Soraya pada Kaniya. Papanya bahkan tak begitu terliti dalam hal memperhatikannya. Apalagi pernikahan mereka baru sebulan, Soraya sudah hamil. Bagai nerakalah suasana rumah tangga tersebut.

Semua derita itu berubah membaik, saat seorang remaja berusia 16 tahun datang dari desa. Setelah kematian Indah nenek Kaniya, yaitu ibunda Abrar dan Abian. Ia menjadi yatim piatu di desa asal mereka, untuk itu Abrar mengajak adiknya untuk tinggal bersamanya di Kota yang sama. Agar dapat menempuh pendidikan yang layak serta menikmati semua fasilitas yang ia punya.

Sejak itu, Abian dan Kaniya menjadi akrab. Merasa senasib sepenanggungan. Membuat keduanya selalu mengisi waktu bersama. Saling bertukar cerita, keluh kesah. Abian selalu berusaha melindungi Kaniya sekuat mungkin. Hal itu yang membuat keterikatan satu sama lain. Kaniya tumbuh semakin besar menjadi siswa berseragam putih biru, masa pubernya pun telah terjadi. Perubahan fisiknya pun tentu mengalami perubahan.

Perubahan dari bocah ke remaja, membuat Kaniya semakin terlihat cantik. Rambut nya panjang, hitam legam. Tak sekali Abian yang menguncir surai itu. Haid pertamanya pun Abian yang mengajarinya untuk menggunakan pembalut. Abian bisa menjadi apa saja bagi Kaniya.

Abian bisa menjadi ibu yang selalu menenangkan Kaniya. Abian bisa menjadi ayah yang dapat mengingatkan agar ia sabar menghadapi kejamnya perlakuan ibu tiri. Abian bisa menjadi guru, saat Kaniya tak bisa mengatasi soal-soal yang di berikan oleh guru di sekolahnya. Abian bisa menjadi sahabat tempat Kaniya menumpahkan kekesalannya pada teman-teman sekolahnya. Bahkan Abian juga bisa sebagai penolong dalam hal apapun saat Kaniya merasa tak sanggup melewati hal yang menderanya.

“Kita manusia biasa Niya. Kita mahkluk penuh dosa. Jika selalu dekat dan bersama maka kitalah penunggu neraka itu sendiri. Jika Om boleh meminta pada sang pencipta … Om hanya ingin terlahir menjadi orang lain. Bukan sebagai adik mas Abrar. Om sangat mencintai mu Niya, percayalah.” Bisik Abian kesal dengan silsilah kekerabatan antara mereka.

“Apa hukumannya bila kita terus bersama Om. Aku sangat butuh Om?” sungut Kaniya bertanya pada Abian sedih dan lirih.

“Om bukan Tuhan, jadi Om tidak tau upah dosa itu apa? Namun, sebelum semuanya terlambat. Lebih baik kita berpisah saja.” Kalimat itu tak bersambung. Sebab lagi-lagi Kaniya menyergap bibir yang sedari tadi banyak bicara itu. Kaniya sudah akrab bercanda dengan deretan gigi dalam rongga mulut pamannya itu. Menyerang lincah, menerobos dalam dan lama dalam mahligai dosa yang sulit mereka akhiri.

Bersambung …

1
namia khira
ceritanya bagus /Good/
Hesti Permata setiani
loh dagangan yg dikampung Abian ga di ceritain min , mending buat aku aja usahanya yg dikampung wkwkwkwkk
aryuu
Kania gatel diajarin Abian sih/Smug/
Qaisaa Nazarudin
Akhir cerita yg ku suka,Aku gak mau Vero kembali ke Abrar yg Bego itu..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkk takut tuh terseret hukum...😂😂😂
Qaisaa Nazarudin
Kalo udah BODOH ya tetap BODOH aja..Rasain tuh Abra KARMA IS REAL..jangan Sampai Veronia mau dengan gampang menerima Abrar lagi,Dengan alesan KASIAN DIA GAK ADA YG NGURUSIN,dia kan banyak uang,Abian juga Kaya,Biarkan saja dia diurus perawat..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Keliatan banget Abrar itu ngedepanin Nafsu,Bertepuk sebelah tangan tidak akan berbunyi, ISTRI DI UJI SAAT SUAMI TDK PUNYA APA2,SUAMI DI UJI SAAT UDAH PUNYA SEGALANYA.. Ternyata CINTA nya Abrar itu lemah,Makanya gampang goyah.
Qaisaa Nazarudin
Abian dan Abrar ternyata sama Bodohnya,Mau aja percaya omongan orang lain,Katanya punya kuasa, Kenapa tidak mencari tau sendiri suatu masalah, Jangan ia ia aja...ckk kesel aku..
Qaisaa Nazarudin
Apakah itu anaknya Papa Abrar??
Qaisaa Nazarudin
Alice kamu itu hanya di jadikan PELARIAN,kamu lah ORANG KE 3 dalam hubungan mereka,Tapi pada kenyataan di mata orang Kaniya lah seorang Pelakor,Hadeeuuhh rumit yg sengaja Abian cipta sendiri, bener2 Egois Abian..
Qaisaa Nazarudin
Kan ku nilang juga apa,Kaniya bukan anak kandung Abrar,Harusnya sebelum menikah Abian mencari tau dulu tentang Kaniya,Jadi gak ada yg terluka,kalo udah begini lagi tambah rumit,banyak hati yg terluka.. Sekarang Kaniya udah jadi PELAKOR dlm RT abian..
Qaisaa Nazarudin
Di sini yg beruntung nya Abian,Bisa bercocok tanam sana sini..cewek2 nya yg Bego..
Qaisaa Nazarudin
Kecewa aku,Kok Abian nikah dgn wanita lain sih..
Qaisaa Nazarudin
Semoga aja Kaniya bukan anak kandung Abrar,Kan katanya tadi mamanya Kaniya selingkuh dari Abrar..
Ervina
hmmm anak sendiri...., sampe2 dimandiin n di tidurin ya om/Facepalm/
Ervina
nekad bikin naked deh, hadeuhh...
bunda n3
alice aj yg nemenin, atau Handoko
bunda n3
kalau dah sakit pasti istri pertama yg rawat
bunda n3
seru banget
bunda n3
soraya gembongnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!