Cinta Sang Psychopath
Malam hari di area balap. Lampu-lampu redup berkelip. Suara mesin meraung, memekakkan telinga. Seorang wanita berdiri di sudut lintasan. Berpakaian gelap tanpa hiasan. Jaket hitam melekat di tubuhnya
0
1
TEMAN PERJALANAN —Mbak SPG WARDAHH
Minggu pagi di kereta Whoosh. "Mau tukeran tempat duduk? Biasanya cewe lebih suka foto pemandangan," ucap pria yang duduk di sebelahku. Aku mengangguk setuju. "Boleh, kalau kaka nggak keberatan,"
2
3
Kesalahanku
Siang itu terasa lebih panas dari biasanya. Bukan hanya cuaca, tapi juga dadaku, saat sebuah pesan masuk dari seseorang yang dulu sangat kukenal. “Hai. Bagaimana kabarmu?” Pesannya singkat. Aku memb
0
2
Ketika Malam Menjadi Saksi
Sejak kecil, aku kerap menghabiskan sore di kamar, ditemani tumpukan buku dan kertas-kertas bernilai di atas meja belajar. Lampu belajarku terus menyala hingga larut malam, sementara di ruang lain taw
0
1
Perjodohan Tanpa Cinta
Hari pernikahan itu datang seperti hujan yang turun tanpa pernah diminta. Langit cerah, tamu tersenyum, musik mengalun lembut—namun hati Raka kosong. Di sampingnya berdiri Ayu, perempuan yang kini sah
0
0
RINDU
Angin terus berhembus dengan kencang hingga membuat kain gorden terus bergerak tidak karuan. "Kencang sekali, harus segera ditutup nih, " ujarnya seraya menutupkan jendela. Setelah menutupkan jende
0
1
Dendam di Lorong Merah
Lorong itu disebut Lorong Merah bukan karena cat temboknya, melainkan karena lampu jalan tua yang selalu menyala redup kemerahan setiap malam. Siang hari tampak biasa, tapi saat malam turun, udara di
0
0
Ikhlasku, Awal Takdirku
Langit sore yang cerah, Mutia duduk di dalam sebuah bus antar kota Provinsi Kalimantan Timur. Sehari sebelumnya, Halimah kakak sepupu yang usianya selisih 25 tahun dengannya mengirim pesan. Halimah
2
6
Nama yang Tidak Lagi Diucapkan
Hujan turun tanpa tergesa, seolah memahami bahwa beberapa hal tidak pernah meminta untuk diselesaikan sekaligus. Ia jatuh satu per satu, membasahi tanah pemakaman yang lengang, meresap ke sela rumput,
0
4
SEBUAH JANJI
Siang itu teriakan kembali menggema dibalik kamar paling depan. Kebiasannya memanggil adiknya tanpa membuka pintu sambil terus menggerutu kesal. "Alma, ambilkan minum aku haus, cepat," perintah Angg
0
4
Akar yang Menolak Langit
Tidak semua hujan turun untuk menyelamatkan. Di tanah utara Benua Ralindra, hujan sering datang tanpa aba-aba. Kadang hanya rintik yang membuat debu lengket di telapak kaki, kadang badai yang menghapu
2
6
Cinta Beda Negara
Cinta itu berawal dari sebuah aplikasi kencan internasional.Pada Minggu pagi seorang gadis yang bernama Nelisa yang berasal dari Indonesia sedang main aplikasi kencan.Nelisa adalah seorang gadis yang
0
1
Bab 6 - Saat Semua Rasa Jadi Sunyi
Ada masa di mana aku berhenti mencari. Cinta tak lagi jadi tujuan, tapi jadi ruang hening tempat aku belajar menerima. Bukan berarti aku berhenti merasa, tapi aku mulai memahami bahwa cinta tidak ha
0
1
Mesin Waktu
Mesin waktu itu tidak sebesar yang ada di film. Ia hanya berupa jam tua berwarna perak, tersembunyi di dalam laci meja ayah. Jarumnya bergetar pelan, seolah bernapas. Aku menemukannya secara tidak sen
0
0
Sebuah Mimpi
Dalam mimpiku, aku berjalan di tempat yang tidak pernah ada di peta. Langitnya berwarna senja abadi—tak terlalu terang, tak benar-benar gelap. Udara terasa ringan, seperti napas yang tak perlu dihirup
0
0
Debu Tak Bersalah
Aku hanyalah debu. Tak bernama, tak bersuara, dan sering disalahkan. Setiap kali cahaya matahari menembus jendela tua itu, tubuhku terlihat menari—melayang pelan di udara. Namun manusia selalu mengern
0
0
Hantu yang bisa jatuh cinta
Rumah Kos yang Aneh Saat Rina menekan bel pintu rumah kos Kuroyuri-so, dia langsung merasakan angin dingin menyelinap lewat celah bajunya. Padahal cuaca di Surabaya tengah panas menyengat. Pintu ter
0
2
Judul: Di Bawah Biru yang Sunyi
Laut sore itu tampak tenang, seolah menyembunyikan rahasia di balik gelombangnya yang berkilau. Kapal kayu kecil yang kutumpangi bergoyang pelan, hingga tiba-tiba angin berubah arah. Ombak datang tanp
0
1
Operasi "Ojek Cinta Tanpa Rem"
Pagi itu, aku bangun dengan semangat yang setara dengan roket NASA. Hari ini adalah hari bersejarah, Bimo Sang Pemanjat Pagar resmi menjadi Bimo Sang Driver Pribadi Laras. Aku sudah mencuci motor be
0
0
Operasi "Martabak Penentu Nasib"
Sore itu, aku berdiri di depan pagar rumah Laras dengan gemetar. Sesuai janji, kami akan belajar bareng. Aku sudah memastikan tiga hal: Celanaku baru, kuat, dan TIDAK robek. Aku membawa martabak man
0
0