Laut sore itu tampak tenang, seolah menyembunyikan rahasia di balik gelombangnya yang berkilau. Kapal kayu kecil yang kutumpangi bergoyang pelan, hingga tiba-tiba angin berubah arah. Ombak datang tanpa peringatan, menghantam lambung kapal dengan kekuatan yang tak terduga.
Aku terjatuh ke laut.
Air asin menyelimuti tubuhku, dingin dan luas. Suara dunia di atas perlahan menghilang, digantikan sunyi yang dalam. Cahaya matahari terlihat samar dari kejauhan, seperti mimpi yang perlahan memudar. Di saat itu, pikiranku dipenuhi kenangan: tawa sederhana, janji yang belum sempat terucap, dan rumah yang menunggu.
Laut tidak kejam, hanya terlalu besar untuk dipahami manusia. Ia memelukku dalam diam, mengajarkan betapa kecilnya diri ini di hadapan alam.
Namun di antara sunyi itu, ada getaran—sebuah tarikan kuat. Tangan-tangan menarikku kembali ke permukaan. Batuk, napas terengah, dan cahaya yang kembali terang. Aku selamat.
Saat terbaring di dek kapal, aku menatap laut sekali lagi. Birunya tetap indah, tetapi kini aku tahu: di balik keindahannya, laut menyimpan pelajaran tentang menghargai hidup dan pulang dengan selamat.