Malam hari di area balap. Lampu-lampu redup berkelip. Suara mesin meraung, memekakkan telinga.
Seorang wanita berdiri di sudut lintasan. Berpakaian gelap tanpa hiasan. Jaket hitam melekat di tubuhnya, dingin, kaku. Tatapannya lurus, kosong.
Saat itulah ia sadar.
Ia jatuh cinta.Bukan pada pria sembarangan. Melainkan pada sosok lelaki yang terlalu baik untuk dunia sepertinya.
Pertanyaannya sederhana, tapi kejam.
Apakah ia mampu membuat pria itu menjadi miliknya, sementara dirinya adalah seorang psychopath?
"Lo cuma milik gue," lirihnya.
Suaranya pelan, tapi tajam. Matanya menancap pada sosok pria itu, yang sedang tertawa bersama seorang wanita lain.
(Dia Xiamu Jiaran.)
Siang datang. Xiamu berdiri di depan kampus. Hari itu ia bertekad.Mendekati Cyanide Yaxua.
"Haii… Cyan, Cyan," sapanya.
Senyum manis terukir rapi, seolah tak menyimpan apa-apa.
Cyanide menoleh. Pria itu dikenal polos. Terlalu polos. Ia tersenyum kecil.
"Hai… maaf, kamu siapa ya?"
Senyum Xiamu sempat membeku.
Ia menggigit bibir, menekan sesuatu di dadanya. Hampir semua orang mengenalnya.
Hampir.
"Aku Xiamu. Adik kelas kamu," ucapnya tenang.
"Mungkin kamu pernah dengar rumor tentang aku."
"Oh…" Cyanide menunduk.
“Maaf, aku gak terlalu bergaul. Jadi aku gak tahu apa-apa.”
Jawaban itu membuat sesuatu di dada Xiamu berdenyut.Bukan marah.
Bukan kecewa. Tapi tertarik.
Bulan demi bulan berlalu. Mereka selalu bersama. Ke mana pun. Obsesi Xiamu tumbuh perlahan. Diam-diam. Mengakar.
Hingga hari itu tiba.Penolakan.
Cyanide menolak perasaannya.
Sore menjelang.
Xiamu datang ke rumah Cyanide, membawa senyum dan alasan bernama kejutan.
Namun justru ia yang terkejut.
"Cyanide… kamu,"
Xiamu terpaku. Di hadapannya, Cyanide berdiri dengan palu di tangan.Darah menetes. Seorang teman sekelas tergeletak tak bergerak.Sunyi.
Lalu… Xiamu tersenyum.Licik. Pelan. Penuh kepuasan.Ternyata Cyanide tidak sepolos yang ia kira. Tidak sebaik yang ia bayangkan. Dan itu… membuatnya semakin jatuh cinta.
Tamat.
Terima kasih sudah membaca. Maaf ceritanya agak kurang menarik. Maklum baru pemula.