Ada masa di mana aku berhenti mencari. Cinta tak lagi jadi tujuan, tapi jadi ruang hening tempat aku belajar menerima. Bukan berarti aku berhenti merasa, tapi aku mulai memahami bahwa cinta tidak harus selalu berwujud seseorang.
Setelah sekian lama berjalan di antara kenangan dan kehilangan,
Aku mulai paham sesuatu:
Bahwa tidak semua hal yang kita kejar memang seharusnya kita temukan.
Beberapa cinta memang diciptakan hanya untuk mengajari kita cara melepaskan,
Bukan untuk dimiliki.
Aku dulu mengira cinta adalah tentang menemukan seseorang yang melengkapi.
Seseorang yang datang membawa tenang, yang membuat hidup terasa penuh.
Tapi semakin aku tumbuh, aku sadar —
Cinta yang sebenarnya bukan tentang menambal kekosongan,
Melainkan tentang menerima bahwa bahkan tanpa siapa pun, aku tetap utuh.
Aku pernah mencintai dengan cara yang salah —
Menggenggam terlalu erat, berharap terlalu dalam,
Hingga lupa bahwa cinta seharusnya bukan penjara.
Aku menaruh harapan pada seseorang yang bahkan tak tahu
Bagaimana harus menatap ke arah yang sama denganku.
Tapi saat ia pergi, yang tersisa bukan kebencian,
Melainkan rasa lega yang aneh:
Lega karena akhirnya aku berhenti berlari.
Aku mulai menikmati sepi.
Menikmati setiap pagi tanpa pesan yang kutunggu,
Setiap malam tanpa nama yang kubisikkan dalam doa.
Bukan karena aku tak ingin dicintai,
Tapi karena aku tak lagi merasa harus dicintai untuk merasa cukup.
Aku belajar bahwa cinta tidak harus besar dan berapi-api.
Kadang cinta hadir dalam hal-hal kecil —
Dalam cara aku tersenyum pada diriku sendiri di cermin,
Dalam langkah-langkah yang kulalui tanpa rasa takut,
Dalam keputusan untuk tetap percaya
Bahwa hidup selalu punya cara sendiri untuk sembuh.
Aku tak lagi mencari cinta yang datang dengan janji.
Aku hanya ingin cinta yang datang tanpa perlu kuundang,
Dan jika suatu hari ia pergi, aku bisa melambaikan tangan tanpa air mata.
Sebab kini aku tahu, cinta bukan tentang siapa yang menetap,
Melainkan tentang siapa yang pernah mengajarkan kita arti pulang —
Meski akhirnya kita pulang ke diri sendiri.
“Cinta sejati tak selalu datang untuk dimiliki,
Tapi untuk disadari — bahwa kadang, yang paling kita cari
Ternyata telah lama ada di dalam diri.”
✨ Filosofi singkat di bawah halaman:
“Manusia berkelana mencari cinta, padahal rumah sejati selalu ada di dalam dada.
Pulang bukan tentang tempat atau seseorang —
Tapi tentang keberanian untuk berdamai dengan diri sendiri.”