NovelToon NovelToon
Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Status: tamat
Genre:CEO
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rie2611

WARNING: DALAM PROSES REVISI PENULISAN DAN PERGANTIAN NAMA TOKOH AGAR TAK TERKESAN FANFIC.


Emy seorang gadis desa yang cantik, pintar dan ceria memiliki masa kelam yang ingin dilupakannya. Meraih prestasi yang luar biasa di bidang akademik dan karier tak sepenuhnya membuat Emy melupakan masa kelamnya. Hatinya dingin tak ingin lagi mengenal cinta.

Kim Tae Sang, seorang CEO tampan berhati dingin di Negara K. Karena paksaan sang kakek, ia menikah dengan Emy.

" Maafkan aku, aku tidak tahu kalau..."

langkahnya terhenti dan memandang tajam kearah Emy.


" Aku benci dan muak melihat wajahmu!" jawabnya sinis.


" Saya berjanji, anda tidak akan melihat wajah memuakkan saya lagi. Dan maafkan saya, karena saya telah membuat anda sangat membenci saya."



Season 1 & Season 2.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rie2611, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menunggu

Malam ini terasa sangat dingin, angin berhembus tiada berhenti. Hujan menitik membasahi bumi, manusia lalu lalang membawa benda bergagang menghindari air mata langit.

Mendekap tubuhnya yang serasa dingin dengan tangannya yang bergetar, seorang wanita dengan rambut yang diikat ekor kuda, berjalan mendekati sebuah pintu gerbang berwarna hitam nan kokoh. Hatinya bergejolak tak berhenti.

' Ah, apa aku kembali kerumah eomma aja ya?' gumamnya. Cukup lama ia berdiri disana, tapi keraguan selalu muncul tiap ia mencoba menekan tombol didepannya.

' Oh, Tuhan, apa manusia es itu akan membukakanku pintu, ya?' batinnya. Setelah mengumpulkan keberaniannya, ia memencet tombol berbentuk kotak didepannya.

ting tong...

dag dig dug

Suara jantung wanita itu bergemuruh didalam dadanya. Mengulum bibir mungil dan mengerutkan alisnya. Ya, ada ketakutan, kecemasan menghantuinya.

Takut yang empunya rumah tak membukakan, cemas jika si manusia es akan membentaknya lagi. Dilihatnya penunjuk waktu yang melingkar dipergelangan tangan kecilnya. Jam 11.00 malam. Gerbang tak terbuka, ia menunggu 15 menit lagi lalu menekannya lagi.

ting tong

Kembali dipijitnya tombol putih itu. Tetap tak ada tanda-tanda gerbang terbuka, ataupun suara dari speaker yang ada disamping tombol yang menghubungkan dengan si penghuni rumah, walau telah menunggu 15 menit lamanya.

Wanita itu mengambil nafas dan membalikkan badan lalu melangkah menjauhi gerbang. Ia sudah merasa lelah bekerja seharian dan tak ingin menunggu lagi.

'Ah ... lebih baik pulang ke rumah eomma,  aku panggil taksi dulu.'

Diambilnya benda pipih disakunya, mencari nomor yang ia butuhkan dan menekannya lalu mengarahkan benda pipih berwarna silver itu ketelinganya. Dengan memegang ponsel didekat telinganya, ia mulai berbicara

" Pak, bisa tolong jemput saya di Pyeongchang-dong, 7-gil ?" Tanya wanita bertubuh mungil itu setelah panggilannya diterima.

"......"

" Ah ... baiklah. Terima kasih, Pak," ucapnya dan menutup panggilannya.

"Aku duduk disini dulu. Besok aku harus mengambil beberapa barang-barangku.." Gumamnya.

Emy, ya ... wanita bertubuh langsing nan cantik itu tak lain adalah Emy. Setelah sehari penuh berada di rumah sakit, ia ingin sekali merebahkan tubuhnya ditempat yang empuk.

Tak berapa lama, sebuah taksi berhenti didepan Emy, membuat Emy tersenyum lebar dan menepuk tangan sekali sambil sedikit meloncat, dengan girang dibukanya pintu taksi lalu menutupnya kembali.

" Samcun (paman)...terima kasih sudah mau menjemput kesini." Kata Emy kepada sopir taksi setengah baya itu dengan ramah. Sopir itu hanya tertawa dan mengangguk.

ditempat lain

ting tong

Tae Sang menekan tombol di layar, ia melihat kalau Emy datang. " Huh...Kau datang? Jangan harap aku akan membukakanmu pintu, wanita matre!" gumam Tae Sang lalu melangkah pergi kedapur, membuka kulkas besar dengan 4 pintu itu, lalu mengambil botol air mineral dan menutup pintu kulkas.

Dengan gontai, Tae Sang melangkah ke ruang santai dan mengambil remote lalu menyalakan layar pipih besar didepannya. Sesekali ia meneguk air didalam botol yang dipegangnya.

ting tong

Laki laki berwajah tampan itu hanya sekilas melihat ke arah video interkom yang terpasang didekat dapur namun tetap terlihat dari ruang santai.

" Hah.. Dasar tak tahu malu!" gumamnya dengan seringai tanpa beranjak dari duduknya.

Puas dengan berita bisnis yang ditontonnya, Tae Sang berdiri mematikan TV, melempar remote ke sofa dibelakangnya dan melenggang pergi kekamarnya, tanpa ada keinginan untuk kembali ke interkom dan membukakan pintu untuk Emy.

Direbahkannya tubuhnya diatas ranjang king size yang sudah tertata rapi dan memejamkan matanya. Tak ada suara lagi dari bel didepan.

"Sepertinya dia sudah menyerah! Hah... gampang sekali dia menyerah!" gumamnya, tapi kegelisahan mulai menderanya, bukan gelisah karena ia terpikir akan keadaan Emy, tapi lebih kepada rasa takut jika Emy akan mengadu.

Tae Sang segera bangkit dan sedikit berlari kearah video interkomnya, dia melihat Emy menepuk tangannya meloncat girang dan sebuah taksi menunggu.

Tanpa sadar bibirnya sedikit terangkat dan tersenyum melihat Emy, ' dia sungguh imut.' batinnya.

Tapi wajah dingin tanpa ekspresi itu kembali muncul diwajahnya setelah Emy menutup pintu taksi.

" Apa dia akan melapor pada kakek? " Tanyanya pada diri sendiri. " Ah, sudah biar aja!" Dan dijawabnya sendiri....lalu kembali kekamarnya.

Emy terbangun dengan suara alarm hpnya. Menggeliat seperti bayi, mengucek matanya lalu duduk dan melihat sekitarnya dengan mata sedikit tertutup. Sepertinya belum bangun sepenuhnya, itulah kebiasaan Emy setiap pagi. Karenanya...

kriiiinggg...

Emy selalu memasang alarmnya 2x dengan interval 5 menit, untuk dapat membuatnya benar-benar bangun dan bergegas ke kamar mandi. Emy menyikat gigi, mencuci wajahnya dengan sabun wajah favoritnya, lalu mendekat ke pancuran dan menyalakannya.

Hanya butuh 30 menit bagi Emy untuk bersiap-siap. Ia kini sudah memakai kaos oblong putih dengan jeans biru muda emboss, dan memakai kacamata fashion sebagai pelengkap.

Dengan bersandar di kaca jendela rumahnya, Emy menikmati keindahan bunga-bunga dihalamannya dimana banyak kupu beterbangan menari dengan gembira.

Puas dengan apa yang dilihatnya, Emy melihat waktu yang ada dipergelangan tangannya yang melingkar indah dengan tali emas hadiah dari Mike dan Marie di hari ulang tahunnya yang ke-20.

" Oke ... saatnya cari Woonnnn (won: mata uang korea)..." pekiknya, sambil mengangkat tangannya keudara. Senyum sumringah menhiasi wajahnya.

Emy memutuskan naik bis kali ini. Jarak antara rumahnya dan rumah sakit hanya 15 menit dengan bis, dan 10 menit dengan taksi. Emy menikmati kesibukan pagi ini.

Ini sudah pukul 8.30, jadi banyak manusia berlalu lalang dengan langkah cepat agar tak terlambat, bis yang dipenuhi anak sekolah dan orang-orang yang akan pergi ke kantor mereka.

Tak ada pesan atau telpon dari rumah sakit pagi ini, sepertinya semua teratasi dengan baik.

' Tuhan, aku berharap aku bisa berhasil disini,' doanya dalam hati.

Seperti di rumah sakit pada umumnya, Emy dan dokter lainnya disibukkan dengan pasien rawat jalan dan visite.

Tak ada kendala yang berarti, selain beberapa dokter dan perawat yang terkadang tak mau bekerjasama dengannya hingga Emy harus menanganinya sendiri. Tanpa mengeluh, Emy mengerjakan semuanya.

Jabatan yang ia emban saat ini adalah Wakil Kepala Divisi Bedah, tapi itu tak membuatnya merasa disepelekan saat harus menangani pasien-pasiennya sendiri.

Ia sadar, dirinya belum mendapat kepercayaan mereka atas kemampuannya. Beberapa pasienpun menolak untuk ditangani Emy, tapi dibalasnya dengan senyuman. Tak ada sakit hati atau keluhan.

tut..tut..

Interkom diruangannya kembali berbunyi.

" Prof.Sie?"

" Ya?"

" Anda dimohon datang ke ruang OPE 3 jam 2 siang ini sebagai asisten dokter Choi. Laporan tentang pasien sudah saya kirim ke email Anda."

" Baiklah, Nona Na. Terima kasih."

Emy melihat layar monitor didepannya dan membuka email.

Emy ingat bahwa hari ini salah satu pasien jantungnya harus operasi. Ia menghitung dan memperkirakan waktu operasi dengan dr.Choi, lalu menekan tombol interkomnya.

tutt...tutt..

" Nona Na, tolong siapkan ruang OPE jam 4 sore, untuk pasien Lee In Jung. Minta dr. Jang dan dr. Park jadi asisten saya. "

" Baik, Prof. Tapi, operasi dengan dr.Choi adalah operasi cangkok hati dok, apakah waktunya cukup?"

" Saya rasa cukup Nona Na, saya akan konfirmasi dengan dr. Choi setelah ini. Tolong disiapkan, ya. Terima kasih, Nona"

Emy menutup sambungannya dan melangkah keluar, ia berjalan menuju ruang dr. Choi

hallo readers...jangan lupa like, komen n favorit ya...

😘😘😘😘

1
H0534 Rh3m4 Liman
emynya kemana kok tdk ada kabarnya itu?
H0534 Rh3m4 Liman
semangat thor
H0534 Rh3m4 Liman
lanjut thor
H0534 Rh3m4 Liman
bikin gemes aja si bocahnya....😘😘😘😊😊😊
H0534 Rh3m4 Liman
nomer 1 ya
Erni Kusumawati
kalo di dunia nyata mungkin gak ya ada anak yg seperti Emi.. sdh di siksa, di buang lalu tiba2 datang minta pertolongan.. njirrr kayanya gak ada deh
Erni Kusumawati
sumpah kalo gak! baca dg jeli dan mengikuti dr awal bab dijamin nih Reader. bakalan keder dg nama2 tokoh dj dlm cerita ini.. mana nama2 tokohnya adalah nama2 luar negeri bukan lokal lagi😁😁
Erni Kusumawati
hadeuhhh gak kelar2 nya konfliknya, ada aja seperti pepatah hilang sepuluh tumbuh seratus juta musuh baru..
Erni Kusumawati
ya msh aja ada musuhnya di season 2 ini.. kirain tinggal yg manis2nya aja ternyata msh ada pahit2 nya jg
Erni Kusumawati
kalo gak baca dg jeli bisa lieur saya..
Erni Kusumawati
curiga nih kak Author calon nakes atau mmg sdh nakes krn bs paham ttg istilah 2 kedokteran yg rumit.. 😊
Erni Kusumawati
butuh konsentrasi tinggi utk membaca cerita ini.. ceritanya berat kak..
Erni Kusumawati
apakah Emy juga mengidap kanker otak sama seperti orang tua angkatnya dulu..
Erni Kusumawati
ironi sekali ya hidup Emy.. menderita terus deh..
Erni Kusumawati
kerenlah visualisasi tokoh2 nya kak.. cocok☺☺🥰🥰🥰
Erni Kusumawati
sepertinya cerita ini berjenis misteri tp alurnya kurang rapi.. mungkin next bs diperbaiki lagi ya kak..
ttp semangat dlm berkarya kak☺
Sulati Cus
dr td cm bisa mewek sp g komen
Sari Handayani
pemeran utama yg sangat menyedihkan bahkan sad ending
Sari Handayani
terbuat dari apa hati seorang emy. dilukai baik fisik dan hatinya tp tetap sabar
mpooh
maaf ya thor.....cerita y....org jenius yg dibodohi.......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!