Abaikan tanda End di atas ya.
Sebelum membaca "Indahnya Jatuh Cinta"
Di saran kan membaca "Talak Tiga" karena semua nya berawal dari sana.
***
Setelah Indah dan Arfan berteman selama dua tahun kini Indah dan Arfan telah resmi menjadi pasangan suami istri. Namun sayang di tengah pernikahan mereka yang terlihat harmonis dan hangat itu siapa sangka kalau Indah belum bisa mencintai Arfan.
Masa lalu Indah yang begitu pilu membuat nya menjadi orang yang menutup hati nya bagi siapa saja termasuk Arfan. Dan pernikahan mereka pun sama sekali tidak di rencana kan. Semua itu karena hal yang membuat mereka terpaksa menikah.
Lalu bagaimana? apa kah Indah akan jatuh cinta pada Arfan yang berstatus suami nya itu?.
Atau kah ia lebih memilih menutup hati nya karena ia takut masa lalu yang kelam itu akan terulang lagi. Karena ia sedang mempersiapkan hati nya bila suatu saat Arfan juga akan melukai nya?.
Terus ikuti cerita nya dan tidak penasaran "Indahnya Jatuh Cinta"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Indah kini sedang duduk di kursi kebesarannya. Kemarin ia tidak masuk bekerja membuat pekerjaan nya jadi bertambah hari ini. Indah terus menatap layar laptop di hadapannya. Sesekali ia merentangkan otot-otot tubuh nya yang terasa letih karena ulah suami mesum nya itu.
Clek!.
Pintu terbuka.
"Pagi boss" sapa Vega.
"Em" jawab Indah dengan cuek.
"Indah" kata Yeni.
Indah yang tadi nya menunduk mulai mendongkak melihat siapa orang yang memanggil nya.
"Yeni" kata Indah.
Yeni tersenyum sambil berjalan mendekati Indah. Yeni duduk di kursi berhadapan dengan Indah.
"Ada apa Yen?" tanya Indah.
"Ini aku di suruh sama Bimo. Ngantar berkas kerja sama proyek kita yang baru. Buat kamu pelajari" kata Yeni. Sambil memberikan sebuah map pada Indah.
"O" kata Indah. Indah menerima dan membuka nya.
"Boss kemaren ke mana kok engga ada kabar?" tanya Vega. Yang juga ikut duduk di samping Yani.
"Ada urusan keluarga" jawab Indah sambil menyandarkan tubuhnya pada kursi kebesarannya.
Tanpa Indah sadari dua kancing kemeja nya terlepas. Mata Vega membulat karena melihat sesuatu. Vega terus mengucek mata nya meyakinkan kalau apa yang ia lihat tidak lah salah.
"Loe kenapa?" tanya Yeni. Karena Yeni melihat kelakuan aneh Vega.
"Yen itu kissmark bukan?" tanya Vega.
"Mana?" tanya Yeni mulai penasaran.
Vega menujuk Indah. Mata Yeni membulat saat melihat arah yang di tunjuk Vega. Indah yang melihat kedua sahabat nya itu menunjuk ke arah dirinya mulai menunduk dan melihat apa yang di bicarakan kedua sahabatnya itu. Indah melihat ternyata kancing kemeja nya terlepas dan ia tau ada tanda yang di buat Arfan di sana. Denga jantung yang berdetak kencang Indah dengan cepat mengancing kembali kemejanya.
"Iya Loe bener" kata Yeni.
"Indah gue butuh penjelasan dari loe" kata Yeni. Karena Yeni tau Indah belum menikah tapi kenapa di tubuh Indah ada tanda merah.
"Apa?" tanya Indah dengan malas.
Yeni bangun dari duduk nya dan berjalan mendekati Indah.
"Vega" Yeni memanggil Vega.
"Apa" jawab Vega.
"Loe penasaran ngak sama kissmark tadi beneran atau engga?" tanya Yeni.
"Iya lah" jawab Vega dengan semangat
"Loe pegang tangan nya" kata Yeni.
"Berani kamu sentuh saya. Habis kau!" kata Indah pada Vega.
"Vega cepet" kata Yeni.
"Vega!" bentak Indah.
"Cepet Vega. Loe mau yakinin yang loe lihat ngak" kata Yeni.
"Mau " jawab Vega.
"Cepat pegang tangan nya" kata Vega.
"Maaf boss buat kali ini aku berpihak pada Yeni" kata Vega.
Vega mulai memegang tangan Indah. Indah terus meronta-ronta karena ia sangat kesal dengan kedua sahabat nya itu.
"Yeni loe gila banget tau ngak" kata Indah dengan tangannya di pegan Vega.
"Loe enggak jawab pertanyaan gue" kata Yeni.
Yeni melebarkan matanya begitu juga dengan Vega. Ternyata benar apa yang di ucapkan Vega. Bahkan bukan satu atau dua tapi Vega dan Yeni melihat sangat banyak.
"Kalian gila banget deh" kata Indah sambil membetulkan kemejanya dan kembali mengacing kemejanya yang dua kancing di buka Yeni.
"Indah gue butuh penjelasan. Kita sahabat ya dan antara loe sama gue dari dulu tidak ada rahasia sekecil apa pun" kata Yeni dengan tegas.
"Gue belum siap jelasinnya. Gue juga masih belum percaya dengan apa yang terjadi sama gue. Dan sekarang gue juga sedang berusaha jalani semua ini. Mungkin ini lah kebahagian gue yang sebenarnya" kata Indah.
"Bos to the poin saja" kata Vega. Karena Vega sudah sangat penasaran.
"I am married" kata Indah.
"What" pekik Vega.
"Are you still sane" tanya Yeni.
"Maksud mu aku gila" ketus Indah.
"Tidak. Tadi loe bilang menikah. Menikah sama siap? selama ini gue tau loe kan engga punya pacar. Terus apa ia loe nikah enggak ngundang gue. Bahkan Vega Asisten loe aja enggak tau kan aneh" kata Yeni.
"Betul" jawab Vega.
"Sama CEO loe" jawab Indah.
"Apa?" Yeni dan Vega shock dan reflek keduanya berterik di hadapan Indah.
"Biasa aja woy" kata Indah.
"Maksud loe. Loe nikah sama bos Arfan?" tanya Yeni.
"Ya" jawab Indah.
"Bos serius dong" kata Vega yang masih belum percaya.
"Ya Ndah jangan bercanda" kata Yeni lagi.
"Gua serius. Entar gue aduin kalian berdua. Terutama loe Yen. Karena berani kuarang ajar sama gue. Istri CEO loe sendiri" kata Indah berpura-pura mengancam.
"Jangan dong Ndah. Gue beneran takut" kata Yeni.
"Bos cerita dulu kenapa Bos bisa mendadak menikah dengan tuan Arfan?" tanya Vega.
"Ya Ndah" kata Yeni lagi.
Indah mulai menceritakan semua yang mereka alami saat berada di desa itu. Dan bagai mana mereka bisa menikah. Kedua sahabat nya itu mulai menganguk mengerti.
"Oh jadi gitu" kata Yeni setelah mendengar penjelasan Indah.
"Ber-arti semalam abis uwu-uwu dong bos" kata Vega.
"Vega kamu sadar tidak sedang berhadapan dengan siapa" kata Indah.
"Maaf bos" kata Vega.
"Eh. Tapi Vega bener. Apa ia itu kissmark bos Arfan yang bikin?" tanya Yeni.
"Iya. Masa ia gue nikah sama dia terus tidur sama orang lain" kata Indah.
"Bukan nya loe enggak cinta sama bos Arfan?" tanya Yeni. Karena Yeni tau Indah sudah sering kali menolak lamaran Arfan.
"Ya. Tapi gue kan udah jadi istri nya. Gue enggak bisa nolak dia. Dan Gue tau itu kewajiban seorang istri. Lagian gue mulai sekarang aku akan belajar mencintai dia" kata Indah.
"Iya loe benar" kata Yeni.
"Yen gue tau elu itu dulu nya gimana. Lue tu cewek anggun dan pendiam. Tapi semenjak berteman dengan Vega loe jadi berubah persis Vega cewek gesrek" kata Indah.
"Wah-wah bos. Jangan pitnah dong" kata Vega.
"Emang ia??. Abis tadi gue sumpah penasaran banget" kata Yeni.
"Selamat ya bos. Semoga bahagia" kata Vega.
"Terimakasih" jawab Indah.
"Sama-sama" jawab Vega.
"Tumben waras" kata Indah. Dengan jutek nya.
"Eh tapi lu enak ya Ndah. Loe udah dua kali nikah. Lah gue sekali aja belum" kata Yeni dengan wajah sedihnya.
"Lu kan deket sama Bimo. Kenapa engga coba deketin dia aja" kata Indah.
"Ogah. Kalau Dino gue mau" kata Yeni.
"Wah-wah ternyata Dino punya penggemar rahasia" kata Vega sambil berteriak.
"Mulut loe Vega" kata Yeni.
"Loe suka ya sama Dino" tanya Vega sambil setengah berteriak.
Indah tau mengapa Vega seperti itu. Karena Dino sedang berdiri di depan pintu dan Yeni yang mebelakangi Dino tidak mengetahui kalau orang yang ia maksud ada di belakang nya.
"Ya sedikit" jawab Yeni.
"Dino. kamu nya suka ngak sama Yeni" tanya Vega pada Dino.
Deeg!.
Yeni merasa ada yang aneh. Dan ia mulai berbalik matanya membulat saat melihat Dino ada di belakangnya.
Jadi hati - hati klo ngatain orang takutnya ketulah, " Mulutmu Harimau Mu"