happy reading ☺️
Cerita ini menceritakan tentang seorang gadis yang bernama Nadira Winta gadis yang baru saja lulus dari SMAnya. Nadira dan teman-temannya pun merayakan hari kelulusan nya dengan berlibur. Tak di sangka waktu perjalanan pulang mereka kendaraan yang mereka tumpangi rusak, akhirnya Mereka memutuskan kan untuk mencari bantuan tapi nihil tidak ada seorang pun yang lewat di jalan sepi itu. Kevin yang merupakan kakak Nadira Winata mengingat bahwa di dekat situ ada rumah tuannya tanpa ragu-ragu Kevin pun memberikan Kunci rumah itu Dengan syarat jangan memasuki kamar tuan saya jelas Kevin pada Bu ladi guru Nadira.
Tapi Nadira yang terlena akan keindahan ruangan itu Mulai melangkah kan kakinya masuk ke kamar itu akibat kecerobohan nya Nadira malah terjebak dengan pria pemilik ruangan itu.
Akankah Nadira bisa terlepas dari jebakan pria itu?
Dan siapa sebenarnya pria itu.
Buat yang penasaran baca langsung ya cerita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devii💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari sial
Happy reading 😊
Dio berjalan tergesa-gesa. menyisakan dengan kasar karyawan yang menghalangi jalannya. Dan menerjang pintu yang tertutup rapat didepannya.
"Gawat" ucapnya khawatir saat memasuki ruangan sahabatnya itu "kenapa?" tanya Alex masih sibuk mengotak-atik laptop didepannya.
"Perusahaan yang di luar kota hancur berantakan" jelasnya panik.
Ulah siapa lagi ini gumam Alex geram
"Pokoknya. kita harus ke sana sekarang" tegas Dio tetapi
masih terdengar sopan.
"Siapkan mobil. kita pergi sekarang!" perintahnya menutup laptopnya keras.
Kevin menatap ke pergian Alex lagi-lagi ia tersenyum puas
" Kau akan hancur Alex" mengepalkan kedua tangannya
Alex dan Dio sudah berada di dalam mobil bahkan mobil mereka sudah lalu lalang di alun-alun kota.
"Siapa pelakunya?" tanya Alex dingin.
"Aku belum mencari tahunya" sahut Dio gugup
"Bodoh. Boleh tidak sekali saja kau memakai otakmu?" sindir Alex kesal.
Dio langsung terdiam. ia bahkan terkejut mendengarnya, akhir-akhir ini memang emosi Alex tidak stabil.
"Suruh yang lain mencari tahunya pekerjaan begitu saja tidak becus" umpatnya emosi.
Satu jam berlalu mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing tetapi tidak dengan Alex, sepanjang perjalanan ia selalu mengumpat dan mengotak-atik telpon genggamnya layaknya orang kesetanan.
Ingin sekali rasanya dio membenturkan kepala Alex nyaris pingsan agar tidak merusak gendang telinganya yang terus komat kamit layaknya pantat ayam.
"Bukannya ini jalan ke rumah penghianat" tanya Alex dingin sambil memperhatikan sekelilingnya.
"Penghianat siapa?" mengerutkan keningnya bingung
"Ujang sialan " bentaknya
Sensi amat nih bocah batin Dio kesal
"Iyaa.. tapi harus belok sana dulu" sahut Dio cetus sambil menunjuk arah jalan yang berbeda.
"Tapi kalau memang ingin, kita bisa dari jalan itu tapi memakan waktu lama" jelas Dio lagi.
"Tidak perlu! aku tidak ada bilang mau ke sana" ucapnya datar.
Dio hanya bisa menghela nafas mencoba sabar
Sepertinya dia lagi datang bulan gumam Dio prustasi.
"Kenapa berhenti ?" sambar Alex sinis.
"Maaf pak, jalannya ditutup karena renovasi jalan pak" ucapnya terbata karena gugup.
"Keparat, kau membuang waktuku sia-sia Makanya kerja itu yang becus cari informasi dulu atau apa lihat kan sekarang"makinya tatapan matanya berubah dingin.
"Saya benar-benar minta maaf pak" balasnya ketakutan
"Kalian memang tidak berguna percuma digaji mahal" bentaknya menahan amarah.
"Gaji kamu saya turunkan 2 kali lipat" sahut Alex dengan suara yang sulit dibantah.
"Tapi.. pak" keluhnya
"Diam kamu!" balas alex sengit.
"Sudah tidak apa, putar saja cari jalan lain" ucap Dio membuka suara.
Sambil membuang muka karena pria disebelahnya menatapnya seperti ingin mengulitinya hidup-hidup.
"Tapi kalau kita cari jalan lain lama pak, apa tidak papa?" tanya supir itu takut-takut karena gajinya sedang terancam.
"Sekali lagi kau bertanya ku penggal kepalamu " ucap Alex jengkel.
Dio hanya menghela nafas prustasi
Ya Allah kenapa dia bodoh sekali makinya dalam hati.
Disisi lain Nadira sedang melakukan kebersihan terhadap rumahnya. kerena sudah beberapa minggu ini ia tidak melakukan aktivitas apa-apa.
Bahkan sampah didalam rumah mereka sudah menumpuk malah sudah menyebarkan aroma tidak sedap.
Sesekali Nadira ingin muntah saat penciumannya tidak tahan dengan aromanya.
Aku tidak tahan ini bau sekali batinnya sambil menyeret sampah itu ke depan rumah. berhubung tempat sampah mereka memang ada di depan rumahnya.
Nadira tidak tahu ada sepasang mata terus menatapnya dari kejauhan dimana gadis itu hanya menggunakan kaus tipis dan celana pendek nyaris tidak terlihat. yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Pria itu menelan saliva nya susah ia menjadi ingat saat bermain dengan gadis itu
Tanpa pria itu sadari salah satu bagian tubuhnya menegang tapi tidak tahu apa.
di tunggu up selanjutnya