NovelToon NovelToon
Hot Policeman

Hot Policeman

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / TKP / Tamat
Popularitas:508.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Desau

Dibenci atasan dan rekannya, itulah Rangga. Dia memang seorang polisi yang jujur dan baik, Rangga semakin disukai masyarakat karena paras tampannya.

Inilah kisah Rangga yang siap dan bekerja keras menyelesaikan berbagai kasus kejahatan. Suatu hari sebuah kasus menuntunnya pada titik terang menghilangnya kakak iparnya. Kasus itu juga membawanya kembali bertemu dengan kakak kandungnya. Maka saat itulah Rangga menyusun rencana balas dendam. Ia tak akan peduli dengan siapapun, bahkan atasannya yang bobrok dirinya hancurkan kalau perlu. Bagaimana ceritanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8 - Gadis Berseragam Penuh Darah

Astrid segera ikut keluar dari mobil. Mengikuti Rangga dari belakang. Lelaki itu tampak mengetuk pintu rumah seseorang.

"Jadi yang mana rumahmu?" tanya Astrid.

"Itu, yang di depan mobilmu," jawab Rangga.

"Kenapa kau tidak membiarkanku tidur di rumahmu saja malam ini. Nggak enak ganggu te--"

"Halo, Dek Rangga!"

Ucapan Astrid terpotong, saat Septi membuka pintu. Perempuan itu langsung menyapa Rangga.

Dahi Astrid berkerut dalam saat melihat pakaian Septi. Bagaimana tidak? Wanita itu hanya mengenakan gaun tidur yang pendek dan memperlihatkan belahan dada. Septi menggerai rambut bahkan mewarnai bibirnya dengan lipstik merah menyala.

Astrid mendekatkan mulut ke telinga Rangga. "Kau ingin aku tidur serumah dengan makhluk ini?"

"Ini satu-satunya opsi. Kalau nggak mau, tidur saja di bawah jembatan." Rangga balas berbisik. Sementara baginya, penampakan Septi seperti itu sudah biasa, dan Rangga sama sekali tak tertarik.

"Kenapa nggak di rumah kamu aja sih?"

"Di rumahku? Kau mau kita digrebek warga?"

"Kok malah bisik-bisik sih. Ayo masuk!" sergah Septi. Menghentikan interaksi di antara Rangga dan Astrid.

"Makasih, Mbak Septi. Tapi kedatanganku cuman mau ngantar temanku aja. Dia lagi nyari tempat menginap. Seingatku kamar di rumahmu ada yang mau disewakan kan?" sahut Rangga.

"Iya, bener! Ayo masuk, Dek!" ajak Septi ramah. "Kamu nggak mau minum dulu, Dek Rangga," tawarnya.

"Enggak. Aku kebetulan ada jadwal jaga malam ini," tanggap Rangga. Dia segera meninggalkan Astrid. Cewek itu segera masuk ke rumah Septi sambil membawa tasnya.

Rangga memesan ojek online agar bisa kembali ke kantor. Tak perlu menunggu lama, ojek pun datang. Rangga segera beranjak pergi.

Kembalinya ke kantor, Rangga langsung mengerjakan laporannya lagi. Dia dan Beben bergantian tidur dalam semalaman.

Kala waktu menunjukkan jam 3 dini hari, Rangga dan Beben bertukar tugas. Dimana sekarang giliran Rangga yang berjaga, sedangkan Beben tampak sudah tidur di sofa ruangan kapolsek.

"Tolong... Tolong..." tiba-tiba terdengar suara lirih seorang gadis.

Rangga bergegas menemui gadis itu keluar. Betapa terkejutnya dia saat melihanya, Rangga melihat seorang gadis berseragam SMA berlumuran darah. Gadis itu jatuh terduduk ke lantai sambil menangis.

"Astaga! Apa yang terjadi padamu, Dek?!" tanya Rangga cemas. Dia segera membawa gadis itu masuk dan duduk ke dalam kantor.

Mendengar adanya keributan, Beben keluar dan memeriksa. Dia tentu kaget sekali menyaksikan gadis SMA itu.

"Ya ampun! Apa dia terluka?" tanya Beben.

"Apa kau terluka, Dek?" Rangga mengulang pertanyaan Beben.

Gadis itu menggeleng. Dia lalu menangis histeris sambil memeluk tubuhnya.

"Apa kau mau kami bawa ke rumah sakit?" tawar Rangga.

"Aku nggak terluka... Tapi Nadia dia sepertinya terluka cukup parah..." isak gadis itu dengan sesegukan. Tubuhnya menggigil, bibirnya biru, dan wajahnya pucat.

"Oke. Kau sebaiknya tenangkan diri dulu. Aku akan buatkan minuman hangat," ujar Rangga. "Jaga dia, Ben!"

Beben mengangguk. Dia mengambilkan selimut untuk gadis tersebut. "Siapa namamu?" tanyanya

"Fira, Om..." lirih Fira.

"Bicaralah saat sudah siap ya," tutur Beben.

"Aku akan bicara sekarang. Aku dan teman-temanku sudah bersalah. Kami merekam video tak senonoh Mirna. Kami bersalah, Om... Sepertinya gara-gara kami juga Mirna bunuh diri. Kami..." Fira bercerita sambil menangis.

Beben mengerutkan dahinya. "Jadi tujuanmu ke sini itu mau menyerahkan diri atau melaporkan orang?" tanyanya.

"Me-menyerahkan diri, Om... Aku lebih baik di penjara dari pada terus-terusan diteror sama hantu Mirna..." ungkap Fira.

"Hah? Hantu?" Beben semakin heran. Bersamaan dengan itu Rangga kembali sambil membawa segelas teh. Beben segera menceritakan semuanya pada Rangga terkait cerita Fira tadi.

Sama seperti Beben, Rangga juga bingung. Karena jika dilihat dari keadaan Fira, gadis itu sepertinya sudah disakiti oleh seseorang. Namun saat ditanya, Fira terus menyebutkan kalau semuanya ulah hantu Mirna.

"Kenapa ya kasus besar selalu datang bareng gini?" bisik Beben.

"Inilah resiko jadi polisi, Ben. Sama seperti dokter, kita nggak pernah tahu kapan seseorang memerlukan bantuan kita. Kita bisa selesaikan semuanya pelan-pelan seperti biasa. Aku yakin, gadis ini sedang dikerjai oleh orang yang mengaku sebagai arwah Mirna," balas Rangga.

1
Cui Lan Seng
aneh ini Kapan Dita dan Safeea migrasi ke rumah kontrakan Rangga?
Cui Lan Seng
kapan Rangga beli mobi Thor? mereknya apa ya? Motornya diparkir dimana?
Cui Lan Seng
ah mana ada Kantor Polres pangkat tertinggi Jendral? ya AKBP lah. Baru di Polda ada Brigjend, Irjen, Komjend
Cui Lan Seng
polisi udah janji beli sate malah ga dibeliin
Susi Setiawati
suruhan firza
Ning Suswati
seru banget pengantin baru tp belum malam pertama
Ning Suswati
akhirnya datang juga derita yg selama ini dia buat sendiri, semua demi uang sampai adik dan isteri diterlantarkan demi jabatan, kekuasaan dan uang
Ning Suswati
firza sdh di atas awan jadi mau berbuat apapun sdh pasti, apalagi hanya seorang serangga, kecil bagi firza, namun mereka belum tau ada kelompok yg sdh siap sedia
Ning Suswati
gila kau rangga, gk mikir akan nasib orang2 terdekatnya, terlalu mudah ditebak kalau rangga yg melakukannya
Ning Suswati
jangan sampai rangga dijadikan tumbal oleh manusia bejat swpwrti firza, dan tujuan rangga bisa lancar dan selamat
Ning Suswati
aq ingin firza mendapatkan karma yg sangat pedih, masa enak2an, sekarang yoranya kemana y🤔 apa dia selingkuh juga
Ning Suswati
semoga saja firza tdk jahat dan iri lagi dg adik sendiri, kan sekarang sdh berada di posisi puncak, uang jabatan dan kekuasaan
Oaow Hwhe
dita
Ning Suswati
yg sabar rangga, kakakmu sdh menjadi petinggi di jajarannya, bukan musuh cuma dg adu otot, gk bakalan menang
ferry gamal
rangga dan Astrid
ferry gamal
pelakunya maling
Ning Suswati
baguslah ada pendekar bayangan yg akan mengusut semua kejahatan yg dilakukan oleh oknum aparat
Ning Suswati
issshhh jadi ikutan nyesek pengen nangis, suatu pengorbanan yg sangat besar, bahkan yg melakukannya orang lain, bahkan mantan ipar, bukan saudara atau keluarga
Ning Suswati
nah kena kau kak dita, polisi mau dikibulin
Ning Suswati
makin ribet aja, masalah astrid, dita yg hilang ditelan awan, udah deh rangga jadilan polisi sesuai SOP, gk usah menentang pimpinan, kau bisa masuk polisi karena suap juga, pegorbanan dita jgn sampai sia2, sok2an jadi orang suci
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!