Putih abu-abu alias SMA disebut-sebut sebagai masa yang paling indah. Wajar saja, SMA adalah tiga tahun terakhir merasakan duduk di bangku sekolah.
Masa-masa peralihan dari remaja menuju dewasa. Adapula yang mengatakan masa-masa pencarian jati diri.
Bahkan mungkin di sinilah tempat kita pertama kali mengenal cinta. Masa SMA memang penuh lika-liku remaja, dari cerita cinta, persahabatan, kekonyolan, hingga kenakalan.
Waktu terus berjalan, setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Banyak cerita-cerita yang akan terus terkenang.
Banyak momen-momen keindahan yang telah tercipta di sekolah kesayangan, tentang kebersamaan, persahabatan bahkan tentang percintaan.
Semua tertuang menjadi satu cerita yang begitu indah. Inilah kisah CINTA SMA seorang siswi SMA bernama Sinta Cahaya bersama sahabatnya dan kisah cintanya.
Yuk simak ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febti Sela Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Studi tour
"Sinta..." panggil mama Sinta yang sudah membungkus bekal makanan untuk di bawa Sinta.
"Iya, Ma! Sebentar!" sahut Sinta yang masih berada di kamarnya.
Hari ini adalah jadwal kunjungan ke Kebun Raya Bogor. Jadi Sinta meminta ayahnya, untuk mengantarnya ke sekolah.
Sinta langsung bergegas pergi, di antar oleh ayahnya menuju sekolah.
SEKOLAH
"Hey, Sin..." panggil Terry dari kejauhan, sambil kerepotan membawa tas di punggungnya.
"Hey, Ter..." sahut Sinta lalu tertawa melihat kerepotan temannya.
" Tumben dianter," tutur Terry melihat ayah Sinta yang baru saja pergi meninggalkan sekolah.
"Iya, aku takut kesiangan dan pasti nanti kena macet dijalan," jawab Sinta.
Semua siswa sudah berkumpul di lapangan, untuk mendengarkan kepala sekolah menyampaikan informasi, mengenai waktu keberangkatan.
Setelah mengetahui bis yang akan di naiki oleh Sinta, dengan cepat dia dan Terry menuju bus nomor 3.
"Ter, kamu deket jendela, ya! Aku pusing kalau melihat jalanan," pinta Sinta kepada Terry.
"Oke, sip!" ujar Terry
Sinta menyandarkan kepalanya, di sandaran bangku bis lalu memejamkan kedua mata sejenak. Karena kemarin adalah hari yang melelahkan, membuat toko kuenya ramai dikunjungi para pembeli.
Saat dirinya membuka mata dan menoleh kearah kanan, seketika dia melihat ada Dito duduk di belakang bangkunya. Sinta melihat Dito pun tertidur pulas.
"Sepertinya, kemarin tidak ada hal yang menarik buat Dito. Kok dia tidak menyapaku? Padahal aku duduk di depan bangkunya," gerutu Sinta dalam hatinya.
"Ah sudahlah, tak usah aku pikirkan," Sinta berucap malas di dalam hati.
Mereka semua bergembira, sorak sorai terdengar suara nyanyian para siswa, mengiringi perjalanan menuju kebun raya.
Sepanjang jalan Sinta menunjuk kearah jalan dan berbincang dengan Terry.
Sesekali Sinta melihat kearah belakang bangku, nampak Dito tertidur lelap. Mungkin dia lelah karena kemarin acara tahlilan kepergian neneknya.
KEBUN RAYA BOGOR
Bus pun berhenti, karena sudah tiba di area parkiran Kebun Raya Bogor.
Semua siswa turun satu persatu dari bis. Dan mereka pun berbaris ditempat parkir.
Bu Widia menjelaskan bahwa di Kebun Raya Bogor hanya sampai jam 12 siang. Sehabis solat Zuhur, para siswa langsung menuju puncak pass dan menginap di penginapan.
Para siswa pun mulai masuk ke area Kebun Raya Bogor. Bu Widia berpesan untuk tetap tertib dan menjaga kebersihan. Sinta dan Terry bergandengan tangan lalu menghampiri Wahyuningsih dan Puput.
"Kebun Raya Bogor adalah sebuah kebun botani besar yang terletak di Kota Bogor, Indonesia. Luasnya mencapai 87 hektar dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan." Pak Solihin memberi penjelasan, dia merupakan tour guide di tempat wisata kebun raya Bogor.
Siswa berkumpul di depan istana Bogor, mereka pun masuk melihat bangunan megah bekas peninggalan sejarah jaman Belanda.
"Istana Bogor merupakan salah satu dari enam Istana Presiden Republik Indonesia, yang mempunyai keunikan tersendiri dikarenakan aspek historis." Penjelasan dari Pak Solihin tour guide kebun raya Bogor.
"Keindahan alam yang dimiliki landmark Bogor ini memang belum ada duanya," takjub Sinta dalam hati.
Setelah mengelilingi kawasan Istana Bogor, para siswa semua diberi kebebasan untuk mengunjungi tempat di area kebun raya Bogor. Dan pada pukul 11 siang, para siswa diwajibkan berkumpul di area parkir.
Berjarak tak jauh dari lokasi Istana Bogor, Sinta dan teman-temannya berjalan sedikit ke arah danau yang bernama danau Gunting.
Sinta berjalan menyusuri pinggiran danau, dan merasakan dinginnya hawa di Bogor. Dia melihat langit tak bersahabat, ada awan mendung tepat di atas kepalanya, sepertinya mau turun hujan.
Sinta dan teman-temannya terus berjalan mengikuti arah kaki melangkah. Di ujung jalan Sinta melihat ada jembatan berwarna merah.
Namanya Jembatan Putus cinta, sisi menarik dari jembatan putus cinta ialah mitos menyebutkan bawah terdapat banyak hubungan percintaan harus berakhir kandas tengah jalan usai seseorang berhasil melewati jembatan.
Dukung terus karya author, jangan lupa like, vote dan komentarnya
mari saling mendukung,
singgah di karya ku juga ya kak
"Transfer Student"
Di sini ramai bgt ya❤️❤️