Seorang perwira muda sekaligus Dokter militer tang terkenal dengan kejeniusannya dari Negara C , yang bernama Li Guang Yue, meninggal saat kembali dari tugas . karena Pesawat yang dia tumpangi meledak setelah beberapa saat mengudara .
Namun ternyata Dewa masih menyayanginya dia yang sudah mengira Rohnya berada di Alam keabadian, ternyata bereinkarnasi di dalam tubuh gadis lembut Cantik namun lemah , Putri dari Jendral Feng yang memiliki nama hampir sama dengannya. Gadis itu bernama Guang Manyue . gadis yang hidupnya menderita dan di abaikan keluarga kandungnya karena ulah Putri Palsu . Dan akhirnya mati di tangan gadis palsu tersebut.
Kehidupan mereka Tertukar karena ulah seseorang yang mengincar harta keluarga Jendral. Dan ingin kehidupan bayi kecil tersebut kelak akan menderita selama hidupnya . Mereka melakukan itu karena Dendam pada sang ibu juga keserakahan di dalam hati mereka . Ingin memiliki harta yang bukan milik mereka. penasaran...? kita baca Yuk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEMARAHAN FENG SAO YANG
Ketika sampai di dekat pembaringan dua bayi Singa emas tersebut, Guang Manyue melihat dua binatang kecil itu sudah membuka matanya dan berusaha untuk bangun. Melihat itu, Guang Manyue segera mengangkat keduanya. Dan memindahkan tempat tidur mereka di lantai yang sudah dia lapisi dengan kain tebal yang sudah dia sediakan . Karena Dia takut mereka jatuh kebawa saat mereka tidak ada yang menjaga. .
Setelah setelah memindahkan keduanya dan juga memberi air Suci, Guang Manyue segera ke luar dari Duni kecil miliknya. Saat dia keluar dari kamarnya, ternyata hari sudah menjelang sore . terlihat tiga pelayannya sedang sibuk bekerja . Saat mereka melihat Guang Manyue keluar dari kamarnya, mereka segera mendekat.
" Nona...." Sapa mereka hampir bersamaan. mereka berlari mendekati Guang Manyue
"Nona tadi jadi keluar..? " Tanya Ansi perlahan
" Jadi..Apakah tadi ada yang mencari ku..?" Tanya Guang Manyue.
"Ada pelayan dari kediaman Kakak ketiga anda ." Jawab Ansi. Tentu saja jawaban Ansi membuat Guang Manyue kaget.
"Pelayan kakak ketiga..? Kenapa dengan kakak ketiga sampai menyuruh pelayan datang kemari..? apakah dia sakit..?" Tanya Guang Manyue. Namun hatinya sudah berdebar tak karuan .
(Gawat.. Apakah kakak tahu itu aku...? ) ucap Manyue dalam hati.
"Hamba tidak tahu Nona.. Pelayan tadi datang hanya menanyakan keberadaan anda. Dan saat hamba mengatakan kalau anda sedang beristirahat, pelayan tersebut segera kembali. ." Jawab Ansi . Mendengar ucapan sang pelayan, terlihat Guang Manyue terdiam sesaat .
"Pelayan kakak ketiga menanyakan keberadaan ku ..? Hanya itu...?" Tanya Manyue dengan wajah heran namun juga lega .
"Benar Nona.. " Jawab Ansi.
( Ada apa dengan kakak ketiga, tumben sekali menanyakan aku . Ini bukan kebiasaannya. jangankan menanya an keberadaan aku, saat bertemu denganku dan melihat wajahku saja Dia enggan, lalu sekarang tiba-tiba mengirim pelayanan untuk menanyakan keberadaan ku. Aneh sekali...ee..tunggu dulu.. jangan - jantan Dia menyadari kalau akulah yang telah menolong mereka tadi..gawat.. kalau memang benar, Dia pasti tahu kalau aku bisa ilmu beladiri. Bukankah Guang Manyue Yang asli tidak bisa ilmu beladiri.?tapi dari mana dia bisa tahu kalau tadi itu aku..?.apakah dari suaraku hingga dia bisa tahu kalau itu aku..?) ucap Guang Manyue dalam hati. Ada perasaan cemas di dalam hatinya.
(Ck.. Kenapa aku mesti takut.. Aku tidak berbuat salah pada mereka, aku malah menyelamatkan mereka. Bukankah mereka seharusnya berterimakasih padaku..Lalu mengapa aku harus takut ketahuan oleh mereka.? Tidak, mereka tidak boleh tahu kalau aku bisa ilmu bela diri. Maksudku belum saatnya mereka tahu akan hal itu . Aku masih harus masuk Perguruan kerajaan dulu. Setelah aku menjadi Murid Perguruan Cahaya Bulan , barulah aku bisa memperlihatkan kemampuan ku pada mereka . Dengan aku masuk Perguruan, kemampuanku ini tidak akan di curigai oleh mereka. Bukankan Guang Manyue yang asli tidak tahu apa- apa. Aduh.. Kenapa aku bodoh sekali sih... Bukankah aku bisa menyangkal tuduhan dia, jika Dia menanyakan itu padaku ... ) Setelah berfikir demikian, Guang Manyue merasa tenang.
" Dan satu lagi Nona , kami melihat kalau dua pe layan halaman Nona Li Nan selalu memperhatikan kediaman Kita. Entah apa yang mereka cari. " Ucap Ansi.
" Benar Nona.. Kami melihat sejak siang tadi mereka memperhatikan kediaman ini. Sepertinya Mereka di suruh mengawasi tempat kita oleh Nona Li Nan... "Ucap Juya menambah ucapan Ansi .
" Pelayan Li Nan.. ? Untuk apa mereka mengawasi kediaman kita..?" Tanya Guang Manyue sambil menatap mereka bertiga .
"Mereka memperhatikan tempat kita secara sembunyi- sembunyi Nona. Sikap mereka seolah takut ketahuan kita.. "Tambah Yi An
"Biarkan saja selama mereka tidak mengganggu kita . Kalau mereka bosan, mereka akan pergi sendiri.. " Ucap Guang Manyue dengan tenang .
"Baik Nona... " Jawab mereka bertiga serempak.
Guang Manyue dan ketiga pelayannya berjalan keluar dari rumah . Ketika mereka sudah berada di halaman rumah , Ansi berkata perlahan pada Guang Manyue di mana pelayan Li Nan berada. tanpa melihat pada pelayanan dari halaman Li Nan yang masih mengawasi kediaman mereka . Melihat dua orang pelayanan yang ada di balik sebuah batu besar yang terletak tidak jauh dari rumah mereka, Guang Manyue kembali berkata.
" Biarkan saja, jika majikannya tidak mendapatkan informasi apapun dari tempat ini , mereka akan kembali dengan sendirinya. " Ucap Guang Manyue perlahan.
"Memangnya apa yang mereka cari, Nona..? " Tanya Juya.
" Bukankah Feng Li Nan sekarang sedang sakit, dan Wanita itu menduga kalau yang terjadi padanya semua itu karena ulahku.. "Ucap Guang Manyue dengan wajah tenang.
" Nona..Bagaimana kalau Nona Li Nan menyampaikan dugaannya pada Nyonya besar dan memfitnah anda kembali.. " Ucap Ansi dengan wajah cemas.
"Biarkan saja.. Bukankah sejak dulu mereka seperti itu. Jika Mereka percaya omongan Feng Li Nan seperti biasanya, apa boleh buat...aku sekarang sudah tidak perduli lagi Li.. paling- paling mereka akan memarahiku dan menghukum ku atau menakut-nakuti aku dengan kata - kata pengusiran, bukankah masalah itu sudah biasa untuk kita. dan sangat kebetulan sekali jika mereka benar -benar mengusirku dari kediaman ini. Itu kata- kata yang aku tunggu . Aku sudah tidak tahan ting gal di tempat ini..." Jawab Guang Manyue datar.
( andai aku tidak terikat dengan janji pada Guang Manyue yang asli, sudah sejak awal aku pergi dari tempat ini. Dan jika kali ini pun mereka percaya kata- kata si teratai putih itu serta mengusir ku, apa boleh buat. Walaupun sebenarnya aku ingin berdamai dengan mereka sekarang ..) ucap Guang Manyue dalam hati.
"Nona.. Jika itu sampai terjadi, hamba akan ikut anda pergi .. " Ucap Ansi.
" Hamba juga Nona.. " Seru Juya.
" Hamba juga.. " Ucap An Yu mengikuti kedua temannya.
"Apakah kalian tidak akan menyesal..? " Tanya Guang Manyue.
" Tidak akan... "Seru mereka bersamaan.
"Baik.. Kita akan pergi bersama, jika mereka sampai mengusirku.. " Ucap Guang Manyue.
##@@
Sedangkan di tempat lain , tepatnya di kamar Putra Ketiga, terlihat Pria tampan itu sedang berbaring dengan luka di lengan dan pahanya yang baru di balut oleh tabib keluarga, di dalam kamarnya. Di dekat pembaringan, duduk dengan tenang kedua saudaranya . Terlihat mereka sedang membahas sesuatu.
"Apakah kau yakin kalau Wanita penolong kalian itu adik perempuan kita. ? " Tanya Kakak pertama.
" Aku tidak yakin Kak.. tapi aku mendengar suara seperti saat kita mendengar suara hati adik kecil kita . Dan dia berkata kalau semua pembunuh bayaran tersebut suruhan Pangeran Kedua yang ingin membunuh Putra Mahkota.." Ucap Feng Sao Yang.
" Apaa...kiriman pangeran kedua...!" Seru mereka berdua serempak.
" Hmm.. " Angguk Feng Sao Yang.
Terlihat kedua saudaranya menatap Feng Sao Yang dengan wajah kaget dan tak percaya
" Dia mengatakan itu. ?" Tanya putra pertama Hao Yu menatap sang adik dengan tatapan kaget dan tak percaya .
" Benar kak.. Aku juga sangat kaget saat mendengar ucapannya. . " jawab Feng Sao Yang.
" Lalu apakah Putra Mahkota juga mendengar kata- kata yang kau dengar itu. ?" Tanya Bay Yan dengan wajah cemas .
" Melihat reaksi dan wajah Putra Mahkota yang tenang, Sepertinya dia tidak mendengar ucapan itu ."Jawab Sao Yang sambil menatap keduanya bergantian. Terlihat wajah mereka berdua menatap wajahnya dengan tatapan cemas. Setelah terdiam sejenak, terdengar suara sang adik.
" Kalau seperti itu, aku yakin itu Yue'er kita kak.." Ucap Putra Keempat.
"Tapi dia sangat lihai dalam pertarungan. Tanpa bantuan Dia, mungkin kami akan kalah dan celaka. atau malah Tewas di tangan mereka . Puluhan pembunuh bayaran menyerang kami. Kami kalah Jumlah Kak..." ucap Putra ketiga yang masih ragu dan tak percaya kalau gadis tangguh tadi adalah adik kandungnya yang lemah . Mendengar ucapan Sao Yang membuat kedua saudaranya terdiam. Dan tak lama Feng Hao Yu berkata.
"Kalau benar dia adik kecil kita, dan Dia sengaja menyembunyikan kemampuannya dari kita, maka kita jangan sampai memperlihatkan sikap kalau kita sudah tahu tentang kekuatannya. Terutama kau Yan'er.. Kau yang sering ceroboh. Jika bertemu Adik kecil, Bersikaplah wajar saja padanya . Jangan memperlihatkan sikap curiga atau apapun yang bisa membuat Dia malah curiga padamu. Kita akan lihat apa yang akan terjadi selanjutnya.. " Ucap Putra Pertama .
"Lalu dari mana dia mendapatkan kuda gagah itu dan topeng perak. aku melihat topeng itu bukan topeng biasa Kak... begitu juga dengan kuda yang dia naiki.. " ucap Feng Sao Yang dengan wajah penasaran.
"Sola ini kita lihat saja nanti. lagi pula aku tak pernah menyangka kalau Yue'er pandai berkuda.. " jawab Feng Hao Yu. mereka terdiam lagi
Tak lama Feng Hao Yu juga menceritakan semua yang terjadi kemarin saat dia tidak berada dirumah. Dan juga saat mereka berdua mengintai di kediaman Feng Li Nan yang mengadakan pertemuan dengan Ayah kandungnya.
" Apaa..Jadi Ayah kandung Feng Li Nan adalah Paman Hong Yi.. ? Jadi Dia bukan Putri pedagang dari Desa itu...?" Seru Feng Sao Yang dengan wajah kaget bukan main .
"Benar.. Ternyata semua itu ulah mereka karena Dendam Bibi Lu Pada Ibu.." Jawab Feng Hao Yu dengan wajah menahan kemarahan. Feng Hao Yu juga menceritakan dendam apa antara sang ibu dan Bibi Lu Sira. Mendengar semua itu, membuat Feng Sao Yang semakin marah pada Feng Li Nan dan kedua orang tuanya .
"Dasar keluarga tak tahu balas Budi, bukankah kita sangat baik dengan mereka. Sampai Putra pertama mereka ayah masukkan ke Perguruan Cahaya Bulan. Tapi dia malah melakukan semua itu hanya karena dendam pada ibu.. Dasar keparat tak tahu diri..!" Seru Feng Sao Yang sambil mengepalkan tangannya erat. .
"Kita juga kaget saat mendengar dan melihat kenyataan itu. Selain karena dendam, mereka ingin merebut kekayaan keluarga Kita.."Ucap Feng Hao Yu kembali.
" Merebut harta kita..? Apakah mereka bisa..? Dasar manusia gila dan serakah. Kalau memang ingin kaya, kenapa tidak bekerja dengan benar. Malah mengincar harta memiliki keluarga kita. Apakah Mereka lupa, siapa yang telah membantu paman Hong Yi sampai mendapatkan jabatan yang sekarang Paman Hong duduki..?. Benar- benar manusia tak tahu diri . Lalu apa yang akan kita lakukan pada mereka kak. Terutama gadis sialan itu. Gara- gara dia, kita telah menyakiti adik kandung kita sendiri. Bukankah lebih baik kita usir dia dari kediaman kita..untuk apa kita mempertahankan gadis jahat, licik dan tak tahu diri seperti Dia.. ."Ucap Feng Sao Yang dengan wajah terlihat merah karena marah .
"Jangan..Kita tidak punya bukti untuk me jebloskan Dia kedalam penjara. dan aku tak rela mereka bisa hidup tenang setelah membuat adik kita menderita . Kalau kita mengusir dia dari rumah ini , kita akan memberi kesempatan pada Li Nan dan orang tuanya melakukan tindakan yang merugikan kita. Biarkan gadis itu bersama kita. Kita bisa mengawasi dan menjaga Dia dengan ketat. Lebih baik kita menghilangkan orang-orang kepercayaan mereka terlebih dahulu yang ada di rumah kita . Dan jangan katakan masalah ini pada ibu. Kita akan mengatakan semua ini saat Ayah kembali nanti..Bukankah sebentar lagi Ayah dan adik kedua pulang dari perbatasan . " Ucap Feng Hao Yu menolak usulan sang adik.
"Baiklah aku akan menahan kemarahan ini. Tapi jangan harap aku akan berbaik sikap pada gadis sialan itu.. "Jawab Sao Yang dengan nada dingin.
" Dasar kau ini...baiklah kau bisa melakukannya. Dan kau harus ingat ucapan Yue'er.. Kau harus hati- hati dengan Gadis Wang Yi Ran itu . " Ucap Hao Yu kembali.
"Sejak awal memang aku sudah muak dengan gadis itu. Apalagi setelah mendengar ucapan Yue'er. Walaupun kita belum tahu kebenarannya... aku memang tidak suka padanya..." Ucap Kembali Sao Yang.
"Kak ...sepertinya apa yang di katakan Yue'er selama ini, semua benar adanya. Banyak kejadian yang terjadi persis dengan apa yang dia ucapan di hati adik kita kak... Sepertinya adik kita benar-benar bisa melihat masa depan. .. " Ucap Bay Yan perlahan .
" Apa yang di katakan Yan'er akupun menyetujui nya. Beberapa ucapan Yue'er terbukti semuanya. Dan kalau memang Dia yang telah menolong kau dan Putra Mahkota . Sepertinya dia sudah tahu apa yang telah terjadi hari ini pada kalian di hutan itu . Hingga Dia bisa menolong kalian dari bencana tersebut dengan tepat waktu. Bukankah ini menunjukkan kalau Dia benar-benar tahu kejadian apa yang akan terjadi denganmu dan Putra Mahkota. .. " Ucap Feng Hao Yu dengan wajah kaget, bangga dan juga haru.
"Sepertinya Yue'er benar-benar ingin melindungi kita . Dia menolong Putra Mahkota karena Kakak ketiga ada bersama Putra Mahkota..." Ucap Feng Bay Yan. Terlihat ketiganya terdiam. Namun di dalam hati mereka, mulai meyakini semua yang di ucapkan Guang Manyue di dalam hatinya.
##@@##
Sedangkan di tepat Feng Li Nan sendiri, gadis itu merasa sangat tersiksa dengan rasa gatal pada wajahnya . Obat dan salep yang dia dapatkan dari tabib, tidak mampu menyembuhkan wajahnya. Hanya sedikit bisa mengurangi rasa gatal di wajahnya. Dan semua itu membuat sengsara para pelayannya. Untuk menyalurkan Frustasi nya, dia hanya bisa memarahi dan memukul pelayannya.
"Brengsek..Dasar kalian bodoh semua .. Kenapa kalian tidak bisa mencari Tabib yang lebih baik lagi, dan kenapa ibu serta kakak tidak datang menjagaku, melihatku.. ! Apakah mereka sudah melupakan aku ha..." Teriaknya dengan keras. Dan sebuah vas bunga melayang kearah para pelayannya. Dan salah satu dari mereka terkena lemparan vas bunga tersebut, tepat menghantam badan pelayannya.
" Mungkin karena tabib berkata kalau penyakit Nona hanya Alergi biasa, yang akan segera hilang setelah anda meminum ramuan yang dia berikan.." Ucap salah satu pelayan dengan wajah terlihat takut.
"Apa..? tabib mengatakan kalau penyakit ini hanya alergi semata. ? Apa tabib itu bodoh.. kalau ini hanya alergi, aku tak akan sampai tersiksa seperti ini.., Panggil Ibu dan kakak, Katakan pada mereka kalau aku sangat tersiksa dan menderita karena penyakit ini..! " Serunya marah.
"Baik Nona.." Jawab Wangji salah satu pelayan kepercayaan Feng Li Nan. Segera salah satu pelayan tersebut keluar ruangan. Dia gembira karena mempunyai kesempatan keluar dari kamar Feng Li Nan . Karena sejak tadi sudah beberapa kali mereka menerima tamparan dari Feng Li Nan. Dia sendiri sudah dua kali terkena lemparan benda dari gadis itu. Dan bukan Dia saja yang menderita. Hampir semua pelayan yang ada di ruangan itu terkena lemparan barang atau tamparan di wajah mereka . Dan mereka hanya bisa diam menerima perlakuan kasar sang Nona .
Segera pelayan tersebut berjalan cepat menuju kediaman Nyonya Lu. Sesampainya di rumah sang rumah kediaman Lili, Dia segera menemui Nyonya Lu . Namun ternyata Nyonya Lu berada di kediaman Tuan Muda ketiga. Mendengar ucapan pelayan Rumah kediaman Lili itu, pelayan Wangji segera berlari ke tempat tuan muda ketiga. Dan kebetulan sekali, Nyonya Lu baru keluar dari kediaman tuan Muda ketiga . terlihat Nyonya Lu berjalan keluar bersama beberapa pelayannya. Melihat keberadaan nyonya besar, Wangji segera mendekat dan menghadang jalan sang Nyonya dan saat Nyonya Lu mendengar laporan dari pelayan Feng Li Nan tersebut, ,terlihat kekesalan di wajah anggun Nyonya Lu.
"Katakan pada Nona Li Nan, hanya penyakit alergi saja, jangan terlalu di besar- besarkan. Bukankah Tabib telah memberi obat untuknya . Sebentar lagi juga akan sembuh. Suruh Nona kalian bersabar. .." Ucap Nyonya Lu dengan nada jeng kel.
" Tapi Nyonya.. Nona muda meminta anda datang untuk menjenguk Dia " Ucap Wangji sang pelayan setia Feng Li Nan.
"Tidak, kami tidak bisa datang kesana . Katakan pada Nona mu kalau kakak ketiganya sedang sakit.. ibu perlu merawat Dia..." Ucap Nyonya Lu dengan wajah terlihat sangat kesal. Melihat itu Wangi tudak bisa memaksa lagi. Segera dia berpamitan dan pergi .
" Dasar gadis manja.. Ternyata sifat Feng Li Nan seperti itu. Kenapa kami baru menyadarinya sekarang.. Atau semua itu kasalahan kami yang terlalu memanjakan dia.. ?" Ucap Nyonya Lu saat Wangji pergi kembali ke taman Li Nan .
"Nyonya.. Bukankah sejak awal hamba suda memberitahu Anda. itu bukan salah anda.. sepertinya sifat Nona Li Nan menurun dari orang tua kandungnya..." ucap Bibi Yi mencoba menghibur . Bibi Yi merupakan pelayan setia nyonya Lu yang di bawa dari keluarga Lu.
" Maafkan aku Bi.. Selama ini aku mengabaikan peringatanmu, malah sering memarahimu. Sebab aku tidak pernah menduga kalau gadis yang dulu memiliki sifat penutur dan baik hati itu, berubah menjadi gadis seperti itu. "Ucap Nyonya Lu dengan wajah kecewa.
"Maaf Nyonya.. Sebenarnya sudah sejak lama hamba merasakan atau menyadari sifat Nona Li Nan berubah. Bukan hanya di saat kedatangan Nona muda Yue saja, tapi semenjak usia Nona Li Nan berumur delapan tahun. .. " Ucap Bibi Yi dengan wajah prihatin,
" Maksudmu..? "Tanya Nyonya Lu dengan wajah terlihat heran dan penuh tanya. Dia sampai menghentikan langkah kakinya.
"Maksud hamba, sebelum kedatangan Nona muda Manyue perubahan Nona Li Nan sudah hamba ketahui. saat itu tanpa sengaja hamba melihat gadis itu sedang memukul pelayannya sampai terluka cukup parah. dan kesalahan pelayan itu hanyalah, tanpa sengaja dia menjatuhkan saputangan Sutra Miliknya..." Ucap bibi Yi dengan wajah menunduk.
"Bagaimana kau bisa mengetahui dan merasakan perubahan gadis itu, sedangkan aku tidak tahu apa- apa. Benar kata Yue'er kami...kami ternyata orang - orang bodoh. yang telah di bodohi gadis itu..." ucap Nyonya Lu sambil kembali berjalan. Lalu Bibi Nan memberitahu sikap Feng Li Nan jika di belakang Sang ibu dan keempat kakaknya . Bibi Yi sering melihat Feng Li Nan memperlakukan pelayannya dengan kasar. Dia sering memukul dan menghajar para pelayannya saat mereka memiliki kesalahan, walaupun itu kesalahan yang sangat kecil. Namun jika di depan ke dua orang tuanya dan keempat kakaknya, sikapnya sangat jauh berbeda. Dia terlihat sebagai gadis yang sangat pengertian, sabar , lembut baik hati dan juga ramah. Mendengar ucapan sang Pelayan kepercayaan nya, terlihat nyonya Lu tertegun. Dia menatap Bibi Yi dengan tatapan tak percaya.
"Beneran seperti itu Bi. ? " Tanya Nyonya Lu dengan tatapan kaget hingga matanya membesar
" Benar Nyonya.. Hamba tidak akan pernah berani membohongi anda dan memfitnah Nona Li Nan.. " Jawab Bibi Yi.
"Karena itukah kau sering memperingatkan aku..?" Tanya Nyonya Lu lagi.
"Benar Nyonya.. " Jawab Bibi Yi lagi.
Mendengar ucapan Bibi Yi, terlihat tatapan kekecewaan di wajah Nyonya Lu semakin besar . Setelah terdiam sejenak, Dia kembali melangkah kearah tempat tinggalnya.
udahan dulu ya.. aku lanjut pada episode selanjutnya. dan maaf jika dalam minggu ini author hanya bisa memberi satu episode saja. karena kesibukan yang harus author lakukan 🙏🙏
Bersambung
ayo lanjut up lagi Thor..... untuk menambah semangat updatenya aku kirim secangkir kopi nih ...semangat ya thor...... 💪💪
mari kita liat bagaimana nanti mukanya si anak angkat...🤭🤭🤭🤭
terimakasih sudah kembali menulis 🥰🥰🥰
ayo lanjut up lagi Thor..... semangat ya 💪💪.... secangkir kopi untukmu