Jansen pemuda yang memiliki wajah tampan dan blasteran Indo-Belanda itu yang sangat menginginkan menghabisakan liburannya untuk mendaki Gunung yang belum terjamah. Dia memiliki kekasih yang begitu cantik yaitu Amanda Prisila.
Jansen sedang mencoba membujuk kekasihnya itu untuk pergi menghabiskan liburan mereka ke puncak gunung perawan. tetapi orang tua Amanda tidak mengizinkanya.
Apakah akhirnya Jansen dapat membujuk orang tua Amanda? dan apakah liburan Jansen dan Amanda akan menggembirakan atau malah berujung kematian?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afionita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab X
Enjoy reading !
" Coklat ? ahh.. terima kasih sayang " ucap Lola yang membuat Roy senang lalu memeluknya yang tak mau kalah dari Rama dan Intan.
Hari akan gelap begitupun matahari yang sudah tidak memunculkan keberadaanya.
Mereka semua berkumpul dan bekerja sama untuk membuat api unggun.
Di tenda ~
" Aku mau bicara dengan mu " ucap Lola jutek.
" Kita berdua saja ? " kata Intan.
" Iya .. berdua saja , ayo ikuti aku " ucap Lola lagi.
" Ini.. kita mau kemana ? ini sudah jauh dari tempat kita. Sebenarnya kamu ingin bicara apa sih sama aku La ? " tanya Intan yang masih belum mengerti.
" Oke aku langsung saja ke intinya. sebenernya motif lo itu apa sih ? loe mau buat gua menderita ya ? " ucap Lola marah marah.
" Aku nggak mengerti , kamu itu ngomong apa sih La ? " tanya Intan lagi.
" Udah lah Gak usah sok polos ya elu, lagian kita cuma berdua aja. gua tau elu mau kan manfaatin kepolosanya Rama " kata Lola blak blakan.
" Eh maksud Elo apa nuduh gwe kayak gitu la ? " ucap Intan.
" Yah .. udah keluar kan jati diri sebenarnya. gue udah bisa tebak sih sebenarnya sikap sok polos elu." terucus Lola terus menerus.
" Gua kasih tahu ke elo ya. Elu gak usah sok manis deh di depan Rama. asal lo tau ya.. kalau gue itu orang yang tak akan tergantikan di hati Rama gua kasih tau itu ke lo " ucap Lola kemudian pergi meninggalkan Intan. tetapi langkah Lola terhenti saat Intan memegang tanganya.
" Maksud kamu apa ya ? kamu .. kamu .. omongan kamu tadi maksudnya apa ? La kamu itu pacarnya Roy kenapa kamu nyebut-nyebut nama Rama ? Tanya Intan sedikit emosi.
" Gua kasih tau ke lo. Dihatinya Rama itu cuma aku seorang ya. dia itu nggak bisa jauh- jauh dari aku. asal kamu tahu sebelum ada kamu dalam kehidupan nya Rama, aku itu kekasih yang paling di cintainya. " ungkap Lola sambil menunjukan jarinya ke arah Intan.
" Apa ? kalian dulu adalah kekasih ? " ucap Intan kaget.
" Iya lo baru tahu ya, Rama itu sangat mencintai aku, di dalam hatinya yang terdalam hanya ada nama ku. dan kamu itu cuma di buatnya untuk pelampiasanya karena aku meninggalkanya. " ucap Lola.
" Kamu bohong kan ? " tanya Intan tidak percaya.
" Hei... kamu pikir dong ! untuk apa aku membohongi mu. buang tenaga saja. kamu tidak percaya ya ?. buktinya saja kalau Rama tidak mencintaiku mengapa dia masih perhatian dengan ku, mengapa kita masih dekat, dan satu lagi mengapa dia langsung datang ke rumah ku dan mengajak ku untuk mendaki gunung ? " ucap Lola panjang lebar.
" Intan pun terdiam tak berkata apa-apa "
" Aku pergi dulu, pasti semua teman akan mencari. gara-gara kamu pembicaraan kita menjadi lama " ucap Lola kesal.
Intan tidak berkata lagi dan hanya berjalan kembali ke tempat mereka berkumpul.
" Lola kamu sendirian ? " Tanya Amanda.
" Iya aku sendirian, memang ada apa man ? " tanya Lola.
" Tidak, kok Intan tidak muncul ya ? " ucap Amanda.
" Bukankah itu Intan " ucap Jansen.
" Kamu di mana aja sih ? aku cari - cari kamu " ucap Rama khawatir.
Intan terdiam dan melepaskan pegangan tangan Rama ke tanganya.
" Intan ? " panggil Rama.
" Sudahlah mungkin Intan sedang PMS. biasa kan cewek " gurau Jansen.
" Teman- Teman aku ingin memberikan ini kepada kalian semua. ini di bawakan khusus dari Roy pacar aku yang hebat ini " teriak Lola sambil meberikan nya satu persatu.
Saat Lola memberikan nya kepada Rama dan berjalan ke arahnya tiba - tiba saja dia sengaja membuat dirinya terjatuh.
" Aduh " teriak Lola kesakitan. Rama pun menolongnya dan membantunya berdiri.
" Kamu tidak apa-apa La ? ada yang sakit ? " Tanya Rama cemas. di saat itu juga Intan melihat kekawatiran yang ada di raut wajah kekasihnya itu.
" Perkataan Lola memang benar. aku hanya lah pelampiasan ya untuk melupakan Lola. Lola yang begitu cantik dan anggun mana bisa di bandingkan dengan aku yang biasa saja ini " batin Intan yang tersakiti.
" Tidak ada apa apanya " ucap Intan.
" Kamu berkata sesuatu tan ? " Tanya Amanda.
" Ahh.. tidak kamu salah dengar manda " jawab Intan.
Mendengar teriakan Lola, Roy lalu berlari.
" Apa yang terjadi ? " Tanya Roy.
" Kaki Lola sepertinya terkilir " ucap Rama.
" Biar aku saja " ucap Roy marah saat kekasihnya di bantu oleh mantan kekasihnya dulu.
" Jangan kamu sembarangn menyentuh kekasih ku " kata Roy kesal.
" Aku nggak papa kok sayang " kata Lola.
" Lukamu ini harus segera di obati, kalau tidak akan menimbulkan bekas di kaki mu ini. kamu tidak mau kan sampai itu terjadi. " ucap Roy kawatir kepada kekasihnya.
" Iya, " jawab Lola.
" Sepertinya tidak mudah ya untuk melepaskan orang yang kita cintai ? " ucap Gita kepada Alex.
" Sepertinya perang akan segera di mulai " Imbuh Alex.