NovelToon NovelToon
Ma Chérie, Don'T Run!

Ma Chérie, Don'T Run!

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: you see me

Bagi dunia, Hades Sterling adalah pengusaha kejam yang tak tersentuh. Namun bagi Persephone Sinclair, dia adalah suami posesif yang memanggilnya "Ma chérie". Percy suka petualangan dan kegilaan keliling dunia, sementara Hades suka membiarkannya bebas, dalam pengawasan ratusan pengawal bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon you see me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

Masa tengah malam baru saja berganti ketika rombongan limusin mewah milik keluarga Sterling kembali memasuki halaman utama mansion Manhattan yang dikelilingi pagar besi tinggi berpola klasik. Di dalam mobil, aroma harum burger hangat dan kentang goreng memenuhi udara kabin sisa dari pesta kecil-kecilan yang secara sepihak diadakan oleh Percy di restoran cepat saji tadi, di mana sang istri bahkan dengan bangga memakan kentang gorengnya langsung dari pangkuan Hades sambil tertawa renyah.

​Begitu mobil berhenti sempurna di depan pintu lobi marmer, Hades turun terlebih dahulu. Pria itu tidak menunggu pintu dibukakan oleh pengawal, melainkan langsung membuka pintu sisi penumpang dan mengulurkan tangan besarnya.

​Percy menyambut uluran tangan itu dengan senyuman lebar, lesung pipinya tercetak manis di kedua pipinya yang sedikit merona karena lelah sekaligus gembira. Namun, begitu kakinya menginjak lantai marmer lobi mansion, tubuh mungilnya tiba-tiba terangkat ke udara dalam gendongan gaya bridal style tanpa peringatan.

​"Ehh! Hades!" seru Percy terkejut, melingkarkan kedua tangannya secara refleks ke leher sang suami agar tidak terjatuh. Bibir kecil ranumnya mengerucut lucu. "Turunkan aku! Aku bisa berjalan sendiri, tahu!"

​"Diam, Ma chérie," bisik Hades dengan suara baritonnya yang berat, melangkah menaiki tangga melingkar menuju lantai atas dengan langkah lebar tanpa sedikit pun kesulitan menopang tubuh mungil istrinya. "Malam ini kau sudah terlalu banyak berulah dari mendatangi gala amal, mempermalukan aktris murahan di depan umum, hingga mentraktir seluruh restoran cepat saji di Manhattan. Waktunya ratu kecilku untuk kembali ke sarangnya dan tidur."

​Para pelayan yang berbaris di sepanjang koridor lantai atas langsung menunduk hormat begitu melihat sang tuan besar membawa sang nyonya besar ke kamar tidur utama.

​Di dalam kamar tidur utama yang luas dan hangat, Hades menurunkan Percy perlahan di atas hamparan seprai sutra tempat tidur king size. Pria itu melepas jas hitamnya, melemparnya sembarang ke sofa, lalu ikut duduk di tepi ranjang, mengurung tubuh mungil Percy di antara kedua lengannya.

​Mata amber Percy menatap suaminya dengan lekat. Meskipun ia tampak kelelahan, tidak ada secercah ketakutan pun di matanya yang ada hanyalah kilatan nakal seorang wanita yang tahu betul bagaimana cara mencairkan hati pria paling dingin di muka bumi ini.

​"Kau marah padaku karena kejadian di gala tadi?" tanya Percy pelan, sengaja memasang wajah sok bersalah, meskipun lesung pipinya justru berkedut menahan senyum.

​Hades menatapnya tajam selama beberapa detik, sebelum akhirnya menghela napas panjang dan mencubit hidung mancung istrinya pelan. "Marah? Tidak, Ma chérie. Aku justru terpesona melihat bagaimana caramu menghancurkan harga diri aktris itu tanpa harus mengangkat tanganmu sendiri."

​Hades mendekatkan wajahnya, mengecup lembut bibir kecil ranum Percy sekilas. "Tetapi ingat, lain kali jika pria sialan seperti Hefaistos berani mendekatimu lagi, aku tidak akan hanya memukul rahangnya. Aku akan memastikan ia tidak pernah bisa berjalan lagi."

​Percy merinding kecil mendengarnya, namun ia justru tersenyum manis, mendekatkan tubuhnya dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Hades. Jari-jarinya kembali memainkan kancing kemeja suaminya.

​"Aku tidak butuh pria lain, Hades," bisik Percy tulus, suaranya melembut di tengah kesunyian malam. "Aku hanya butuh kamu... meskipun kadang-kadang kau menyebalkan dan suka mengurungku."

​Hades tersenyum tipis. Ia melingkarkan kedua lengannya erat-erat, mendekap erat tubuh mungil sang istri dalam pelukan posesif dan penuh kehangatan yang tidak akan pernah ia lepaskan kepada siapa pun di dunia ini. Di luar jendela, malam Manhattan terus berdenyut, namun di dalam kamar itu, badai apa pun di luar sana tidak akan pernah mampu menyentuh ratu dari sangkar emas Hades Sterling.

Pagi hari datang menyambut kota Manhattan dengan bias cahaya keemasan yang menembus tirai beludru kamar tidur utama. Suasana di dalam ruangan terasa begitu tenang dan damai, jauh dari hiruk-pikuk skandal sosialita maupun ketegangan dunia bisnis luar sana.

​Percy membuka matanya perlahan. Ia mendapati dirinya berada di dalam dekapan erat tangan kekar Hades. Tubuh mungilnya terkurung dengan aman di sisi dada bidang sang suami, merasakan deru napas teratur pria berdarah Yunani-Italia itu. Tidak ada gerakan terburu-buru, tidak ada niat untuk merencanakan pelarian pagi ini. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, rasa lelah yang amat sangat berpadu dengan rasa aman membuat Percy memilih untuk membenamkan wajahnya semakin dalam di lekuk leher Hades, menikmati kehangatan yang hanya bisa diberikan oleh sang penguasa Sterling.

​Tanpa disadari Percy, sepasang mata kelabu Hades telah terbuka sejak beberapa menit yang lalu. Pria itu menatap lurus ke arah sang istri dengan tatapan yang dipenuhi oleh rasa puja dan kepemilikan mutlak. Jemari besar Hades bergerak perlahan, membelai lembut helaian rambut panjang berwarna chesnut brown milik Percy.

​"Bangun, Ma chérie," bisik suara bariton Hades yang serak khas baru bangun tidur, terdengar begitu berat dan mematikan di telinga Percy.

​Percy mengerjap, mendongakkan kepalanya dan mendapati suaminya tengah menatapnya lekat-lekat. Lesung pipi Percy tercetak tipis saat ia tersenyum malas, bibir kecil ranumnya mengerucut manja. "Lima menit lagi, Hades... kakiku masih terasa pegal karena ulahmu semalam," protesnya pelan dengan nada merajuk.

​Hades mendengus geli, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis. "Satu jam lagi pun tidak masalah, selama kau tetap berada di dalam pelukanku dan tidak berencana kabur ke belahan bumi mana pun hari ini."

​Percy tertawa kecil, melingkarkan tangannya di pinggang Hades. Di luar sana, dunia mungkin takut pada singa tanpa ampun bernama Hades Sterling, dan para aktris murahan mungkin masih merajut rencana busuk di balik layar internet. Namun di dalam sangkar emas ini, di bawah dekapan sang suami yang paling kejam sekaligus paling lembut terhadapnya, Persephone Sinclair tahu persis bahwa ia telah menemukan tempat peristirahatan paling aman di dunia.

Di belahan kota Manhattan yang lain, jauh dari kemewahan dan kehangatan mansion Sterling, sebuah apartemen mewah berantakan oleh pecahan gelas dan dokumen yang berserakan di lantai.

​Iris Montgomery berdiri di depan cermin besar ruang tamunya dengan napas memburu. Wajahnya yang biasanya terpampang sempurna di sampul majalah kini tampak kusut, dipenuhi sisa air mata amarah. Kekalahannya di acara gala amal beberapa malam lalu bukan hanya melukai harga dirinya, tetapi juga menjadi bahan tertawaan di kalangan agen dan produser film. Kariernya mulai meredup secara perlahan beberapa tawaran kontrak iklan mendadak dibatalkan tanpa alasan yang jelas sebuah bentuk sanksi tidak langsung yang tentu saja berasal dari kekuatan di balik layar imperium Sterling.

​Namun, alih-alih menyerah, keputusasaan itu justru mengubah Iris menjadi sesosok wanita yang dikuasai oleh dendam kesumat.

​"Kau pikir kau bisa menyingkirkanku begitu saja, Nona Sinclair?" desis Iris penuh kebencian, menatap pantulan dirinya sendiri di cermin sambil mencengkeram selembar foto lama Percy yang diambil secara diam-diam oleh seorang paparazzi bayaran.

​Iris tahu ia tidak bisa melawan kekuasaan finansial Hades Sterling secara terang-terangan. Namun, di dunia hiburan dan media sosial, informasi adalah senjata yang paling mematikan. Jika publik New York belum mengetahui siapa wanita misterius yang menjadi istri sah sang miliarder, maka Iris bersumpah ia akan menjadi orang pertama yang membongkar rahasia itu dengan cara yang paling menghancurkan.

​Kembali di dalam mansion Sterling, ketenangan pagi hari perlahan bergeser menuju siang. Percy yang tadinya menikmati dekapan hangat sang suami kini mulai merasa bosan berlama-lama di atas tempat tidur. Sifat 'cegil' dalam dirinya kembali bergolak rasa penasarannya terhadap reaksi dunia maya atas kejadian di gala kemarin malam membuatnya meraih iPad di atas nakas.

​Ditemani oleh secangkir teh hijau hangat yang disiapkan pelayan, Percy duduk bersila di sofa kamar, menatap layar tabletnya sambil sesekali terkekeh geli membaca berbagai spekulasi netizen tentang pertikaiannya dengan sang aktris.

​Hades, yang baru saja selesai mengenakan kemeja kerjanya di dekat walk in closet, melangkah keluar sambil merapikan manset tangannya. Pria itu menatap istrinya yang tampak begitu asyik sendiri, menggelengkan kepala pelan dengan senyuman tipis tersungging di bibirnya.

​"Jangan terlalu banyak membaca sampah di internet, Ma chérie," tegur Hades dengan suara baritonnya yang tenang, berjalan mendekat dan mengecup puncak kepala Percy sekilas. "Jika artikel-artikel itu mulai mengganggumu, aku bisa melenyapkan seluruh server media sosial itu dalam waktu satu jam."

​Percy mendongak, mengerucutkan bibirnya manja namun matanya berbinar jenaka. "Hih, jangan berlebihan begitu, Tuan Sterling! Justru aku sedang menikmati bagaimana aktris silikon itu mempermalukan dirinya sendiri di depan publik." Percy menutup layarnya, lalu meraih tangan Hades dan menarik pria itu agar duduk di sampingnya. "Hari ini kita mau apa? Aku tidak mau dikurung di kamar terus. Paling tidak, biarkan aku turun ke taman belakang atau menelepon Tyche untuk mengobrol."

​Hades menatap tangan mungil yang menggenggam jemarinya erat. Sorot mata kelabunya melembut seketika. "Kau boleh melakukan apa saja di dalam batas mansion ini hari ini, Ma chérie. Tetapi ingat, keamananmu adalah yang utama. Aku harus pergi ke kantor pusat untuk menyelesaikan rapat besar dengan para dewan direksi."

​Percy mengerjap, lesung pipinya tenggelam saat ia tersenyum lebar. "Baiklah, pangeran dingin! Cepat sana pergi bekerja, biar aku bisa membuat kekacauan kecil di dapur bersama para koki!"

​Hades mendengus pelan, mengecup bibir kecil ranum istrinya satu kali lagi sebelum beranjak berdiri mengambil jasnya. Pria itu melangkah keluar kamar, meninggalkan Percy yang kembali menyeringai licik tanpa mereka sadari berdua, badai besar yang sesungguhnya tengah dirajut oleh tangan-tangan penuh dendam di luar sana, siap menerjang benteng pertahanan keluarga Sterling.

1
Hema Simangunsong
sukaaaaa cerita nyaaa, tp bukan mau tamat kan ya cerita thor.
you see me: terima kasih kakak /Whimper/
belum tamat kakak, masih ada lanjutannya.
terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya saya kakak hema /Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!