NovelToon NovelToon
Bukan Pelakor

Bukan Pelakor

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Cinta Seiring Waktu / Pelakor / Gadis Amnesia / CEO / Chicklit / Tamat
Popularitas:65.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yenny Een

Awan menyingsing berdendang di langit senja yang muram. Desir angin menusuk hangat dingin di malam yang membeku. Debur ombak memecah keheningan malam. Seorang gadis berusia 18 tahun tergeletak di lantai sebuah ruangan kosong tepi pantai. Wajahnya membengkak bekas dipukuli, tangan dan kakinya penuh dengan luka darah yang mengering.

Dinginnya angin malam menusuk sampai ke tulang membuat Chika membuka matanya. Chika memegang kepalanya yang terasa berat. Chika merintih menahan sakit. Chika sungguh tidak mengerti, apa kesalahan yang dia perbuat sehingga disiksa seperti ini.

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Bagaimana nasib Chika? Dosa apa yang diperbuat Chika?

Ikuti jalan ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Ulang Tahun Alya

TIT! TIT! TIT!

Bunyi alat medis bergema di dalam ruangan VVIP sebuah rumah sakit. Aroma khas obat-obatan memenuhi ruangan. Alya masih betah berada di alam bawah sadarnya. Entah apa yang membuatnya enggan membuka mata.

Air mata tak terasa mengalir dari pelupuk mata Calista. Calista memegang jemari Alya yang nampak pucat. Aaron dan Keenan duduk di sofa ruangan itu melihat Calista yang terus meneteskan air mata.

"Kak Alya, bangun. Banyak yang ingin aku ceritakan pada Kakak. Aku sekarang sendirian, Mama telah mengusirku. Aku sebatang kara."

Aaron dan Keenan hanya diam mendengarkan Calista yang curhat di depan Alya.

"Kak Alya, aku mohon bangun. Apa Kak Alya tega meninggalkanku sendiri. Kalo terjadi apa-apa dengan Kak Alya, aku yang akan jadi tersangka. Karena pada saat kecelakaan terjadi kita bersama. Tolong Kak, bangun. Aku tidak ingin orang salah paham padaku." Calista menyeka air matanya.

"Kak Alya, sekarang mantan Suami Kakak sedang bahagia bersama istri barunya. Mereka mungkin sekarang tertawa di atas penderitaan Kakak,"

"Calista, apa yang kamu katakan!" Keenan bangkit dari tempat duduknya.

"Bangun Kak! Apa Kak Alya tahu, mungkin saja kecelakaan yang menimpa kita adalah perbuatan seseorang yang ingin melenyapkan Kak Alya!"

"Calista, cukup!" Keenan menarik kursi roda Calista agar menjauh dari Alya.

"Kak Alya, Bang, tangan Kak Alya bergerak, aku bisa merasakannya," tunjuk Calista.

Keenan meraih jemari Alya, "Kak Alya, jika mendengar genggam tanganku,"

Alya dengan lemah menggerakkan tangannya. Aaron keluar dari ruangan memanggil Dokter dan Perawat yang ada di luar. Tidak berapa lama Dokter dan Perawat masuk memeriksa kondisi Alya. Keenan, Calista dan Aaron keluar ruangan.

"Terima kasih Calista," ucap Keenan.

"Maaf Bang Keenan. Aku cuma sedih melihat keadaan Kak Alya. Bukan bermaksud untuk membuatnya terluka. Tapi aku ingin memberikan Kak Alya semangat untuk hidup," Calista kembali mengusap air matanya.

"Maafkan juga aku," ucap Keenan.

Setelah beberapa menit kemudian, Dokter keluar dan menyampaikan berita baik kepada Keenan. Alya telah sadar, walaupun kondisinya masih lemah tapi Alya berusaha untuk melawan sakitnya. Dokter sangat berterima kasih karena kedatangan Calista dan Aaron membawa kemajuan untuk Alya.

Keenan tidak henti-hentinya berterima kasih kepada Dokter dan juga kepada Calista dan Aaron. Keenan masuk kembali menemui Kak Alya.

"Kak Alya, cepat sembuh Kak," Keenan memegang jemari Alya dan Alya meresponnya. Keenan menangis di depan Alya.

Waktu berjalan dengan cepat, hari terus berganti. Calista perlahan membaik, dia sudah bisa berjalan. Calista sekarang tinggal bersama Aaron. Setiap hari Calista selalu mengunjungi Kak Alya. Kak Alya juga perlahan mulai membaik. Alya juga sudah mulai berkomunikasi sedikit demi sedikit. Kehadiran Calista sungguh sangat membantu dalam kesembuhan Alya.

Alya juga perlahan menggerakkan jari tangannya. Dengan penuh kesabaran, Alya mengetik pesan, walaupun ketikannya masih banyak yang typo, tapi masih bisa dimengerti dan mengirimkannya kepada Keenan dan keluarganya. Isinya sama, Alya menceritakan kronologis terjadinya kecelakaan yang dia alami. Dan Calista tidak bersalah atas kecelakaan itu.

Malam ini semua keluarga berkumpul di dalam ruangan Alya. Mereka merayakan secara sederhana ulang tahun Alya yang ke 27 tahun. Papa Areesh, mama Tika, Keenan, Aaron, Calista dan beberapa sepupu dari Alya. Karena pestanya diadakan di rumah sakit, undangan dibatasi.

Acara baca doa dan potong kue sederhana untuk Alya. Alya yang terlihat kurus dan masih memakai alat bantu pernapasan sangat terharu bisa kumpul dengan keluarganya. Alya memegang erat jemari Calista, pandangannya tidak lepas dari Keenan. Dalam hati, Alya ingin sekali menyatukan Calista dengan Keenan. Tapi Alya tidak mau egois, biarlah jodoh mereka sendiri yang cari.

Satu persatu sepupu dari Alya pamit pulang. Mama dan Papa mengantarkan mereka ke lantai bawah. Di dalam ruangan masih ada Keenan, Calista dan Aaron.

"Ca ... lista, a ... pa dia ke ... kasihmu?" susah payah Kak Alya menggerakkan mulutnya.

Calista dengan senyuman menggelengkan kepalanya. Aaron yang mendengar pun tersenyum ke arah Kak Alya.

"Kak Alya, Calista sudah saya anggap adik saya sendiri. Begitu juga dengan Calista, dia menganggap saya Abangnya. Karena itulah saya sangat menyayanginya. Saya sakit hati bila ada orang lain menyakitinya," sahut Aaron.

Kak Alya beralih memandang Keenan. Keenan mengerti maksud tatapan Kak Alya. Keenan hanya menunduk.

"Te ... rima ka ... sih. Ka ... kak ha ... rap ka ... lian terus ber ... sa ... ma wa ... lau pun Kakak ti ... dak ada," Alya meneteskan air mata.

"Kak, jangan ngomong begitu," Keenan langsung memeluk Alya.

"Kak Alya, jangan ngomong gitu. Sebelum kecelakaan Kak Alya juga ngomong gitu. Kak Alya harus tetap bersama kami," Calista juga memeluk Alya, tanpa dia sadari tangan Keenan dan dirinya saling bertautan.

TOK!

TOK!

Semua perhatian teralihkan ke depan pintu. Seorang perawat pria datang membawa baki kecil ada suntikan di sana.

"Permisi, Bu Alya waktunya disuntik,"

Keenan dan Calista sedikit menjauh dari hospital bed. Aaron melihat keanehan dari tingkah laku perawat itu. Dari balik maskernya Aaron menatap ketegangan dari tatapan matanya. Tangannya gemetar, ketika meraih tali infus Alya.

"Berhenti! Keenan tangkap dia!"

Keenan yang tidak mengerti menangkap perawat pria itu. Tubuhnya bergetar. Aaron mengambil suntikan yang ada ditangannya dan berlari ke luar ruangan. Mama Tika dan papa Areesh kebingungan melihat Aaron yang berlari.

"Keenan apa yang terjadi?" tanya papa Areesh.

"Dia ingin berbuat jahat Pa,"

Papa Areesh mencengkram kerah perawat dan bertanya mengapa ingin berbuat jahat kepada Alya. Perawat itu menangis, dia meminta maaf. Dia terpaksa melakukan ini karena memerlukan uang untuk biaya sekolah adik-adiknya. Ada orang yang menyuruhnya menyuntikkan cairan ke dalam tubuh Alya.

Papa Areesh mengancam akan memasukkannya ke dalam penjara jika tidak memberitahu siapa yang menyuruhnya. Dan papa Areesh berjanji akan memberikan uang 2x lipat lebih banyak untuk membayarnya.

Aaron kembali masuk ke dalam ruangan bersama Dokter. Dokter itu telah mencek di laboratorium ternyata cairan yang akan disuntikkan itu adalah racun yang akan membunuh Alya. Alya pingsan setelah mendengarkan hal itu.

Perawat itu kemudian memberitahu Aaron dia akan bertemu dengan orang yang membayarnya di suatu tempat. Aaron menyuruh perawat itu untuk mengambil foto Alya yang tidak sadarkan diri.

Aaron dan Keenan mengikuti perawat itu ke gang sempit belakang rumah sakit. Perawat itu menunjukkan foto Alya yang tidak sadarkan diri. Dan pria yang ditemui perawat itu memberikan amplop, segera perawat itu berlari meninggalkan gang sempit.

"Akhirnya kamu akan pergi selama-lamanya. Dan sebentar lagi posisimu akan menjadi milikku. Karena kamu sudah meninggalkan surat wasiat untukku, ha, ha, ha."

"Kak Azmi!"

"Keenan!"

"Tega kamu!"

Azmi lari, Keenan dan Aaron berusaha mengejar. Tapi, langkah Keenan dan Aaron dihalangi beberapa orang bertubuh besar, wajah sangar penuh tato. Mereka menyerang Aaron dan Keenan. Terjadilah perkelahian di antara mereka.

Azmi semakin jauh, Keenan kehilangan jejaknya. Keenan dan Aaron dikeroyok sekelompok preman.

"Hentikan!" teriak Keenan.

Semua menghentikan aksi mereka. Keenan dan Aaron kewalahan menghadapi kelompok preman. Lawan mereka begitu kuat. Dan tidak adil rasanya Keenan dan Aaron kalah banyak.

"Berapa dia membayar kalian?" tanya Keenan dengan napas yang terengah.

"Cukup banyak," jawab salah satu preman.

"Aku akan memberikan kalian imbalan lebih banyak. Tangkap lagi dia dan seret ke hadapanku. Dan ini kartu namaku," Keenan memberikan kartu namanya.

Preman itu berunding dengan teman-temannya. Setelah berhasil mencapai kesepakatan nego imbalan, akhirnya sekelompok preman meninggalkan Aaron dan Keenan untuk mencari keberadaan Azmi.

Keenan mendapatkan telepon dari orang kepercayaannya.

"AAPAAAA?"

"CHIKA?"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Queen
Ditunggu karya barunya 💪
Anai
Ku menangis /Sob//Sob//Sob//Sob/
Fang
/Sob//Sob/
Fang
😭😭😭😭😭😭
Queen
rasaiiinnnnn
Queen
matiiiiii kutu 🤣
cho mel
sungguh kejam 😭
Na!
tuh kan. gak tau bedanya 🤪
Na!
pengalaman pertama juga mungkin bagi Aaron ,🤪
Queen
oh apa yg Ter jadi? mungkin kah mereka masih bersama?
Queen
😱😱😱😱😱
Queen
sungguh sadis caramu Aaron 😡
Queen
😱
Queen
Apa yg Ter jadi?
Al!f
Ih, Aaron kok gitu sih
Al!f
licik
Aci
Jahat bgt sih 😭😭😭😭
Fang
kasian 😭😭
Queen
dimasukin sesuatu tuh sirup
Queen
jahat amat Calista
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!