Merasuki tubuh Logan, seorang pria lumpuh yang tak berdaya, sang karakter utama diberikan misi oleh sistem untuk membalaskan dendamnya agar ia bisa kembali ke dunia asalnya!
Merasa bahwa dia memiliki orang-orang penting yang menunggunya, sang karakter utama pun menyanggupi misi tersebut dan membalaskan dendam Logan menggantikan dirinya!
Dibantu oleh sistem, Logan pun menapaki jalan balas dendam!
Mampukah sang karakter utama menyelesaikan misi dari sistem dan memenangkan balas dendamnya?
* Karya ini hanya fiksi belaka, jangan meniru adegan apa pun yang ada di dalamnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fat Kitten, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 Panen Poin
"Apakah tidak ada yang ketinggalan?"
"Mhm."
Menggelengkan kepalanya, Liliana menjawab pertanyaan Logan yang takut jika putrinya meninggalkan sesuatu di rumah.
"Belajarlah yang rajin dan perhatikan ketika gurumu sedang mengajar, oke?"
"Mhm."
Melambaikan tangannya dengan rendah, Liliana masuk ke dalam taksi yang dipanggil oleh Logan.
Merogoh kantongnya, Logan membayar tarif taksi di awal dan berpesan kepada sang sopir untuk mengantarkan anaknya dengan selamat sampai ke sekolah.
Menatap taksi yang melaju menjauhi rumahnya, Logan kemudian masuk kembali ke kediamannya.
"Sistem, tunjukkan padaku berapa poin yang sudah kukumpulkan."
\=\=\=
Logan Epstein
Poin : 35.000
Kemampuan : -
Kartu : -
Status : Kehilangan 30% ingatan, Lumpuh
\=\=\=
"Hoo, ternyata ada panel status juga seperti yang kulihat di komik-komik, huh?"
Terpukau oleh tampilan sistem yang sistematis, Logan melihat-lihat layar statusnya.
"Oh iya, bisakah kau menjelaskan kepadaku soal misi sampingan yang kau berikan itu? Aku masih tidak paham soal makna dari kata 'menyakiti' ini."
Logan bertanya kepada sistemnya soal penjelasan yang lebih detail soal misi sampingan yang dimilikinya.
[Ding!! Menampilkan misi sampingan.]
\=\=\=
Misi sampingan :
- Menyakiti istri dan semua orang yang berhubungan darah dengannya.
Hadiah : 500 poin.
\=\=\=
[Setiap kali Tuan Rumah menyelesaikan misi sampingan, maka sistem akan menghadiahkan minimal sebanyak 500 poin terhadap setiap tindakan Tuan Rumah yang menyakiti istri dan semua orang yang berhubungan darah dengannya.]
Menanggapi pertanyaan Logan, sistem pun menjelaskan soal bagaimana misi sampingan itu berjalan dan terselesaikan.
Namun, ada satu hal yang Logan masih belum mengerti.
"Iya, aku paham soal itu. Hanya saja, ada beberapa saat di mana aku tidak berniat menyakiti, tetapi kau malah memberikan poin kepadaku."
Apa yang dikatakan Logan mengacu pada interaksinya dengan putrinya yang berkali-kali menghasilkan poin untuknya padahal ia sama sekali tidak berniat menyakiti putrinya.
"Contohnya adalah ketika aku sedang berbicara dengan putriku. Aku berbicara secara normal dengannya, tetapi kemudian dia ketakutan dan kau memberiku poin untuk itu."
Logan tidak mengerti tentang bagaimana cara sistem dalam memberikan penilaian.
"Lalu ketika aku berdebat dengan istriku barusan, aku bisa merasakan bahwa dia merasa panik, takut dan terkejut ketika aku mendebatnya. Tetapi, itu tidak sampai pada tahap di mana aku bisa dianggap menyakitinya. Lagi pula, aku hanya berniat mengancam dan menakut-nakutinya. Tapi, mengapa kau memberiku sangat banyak sekali poin untuk itu? Aku sama sekali tidak memahaminya."
Logan berpikir bahwa mungkin ada kesalahan atau error dalam sistemnya mengenai misi yang diberikan padanya.
Logan mengerti jika maksud dari kata "menyakiti" itu berlaku bukan hanya dalam hal menyakiti secara fisik saja, tetapi secara verbal juga.
Namun, yang masih Logan tidak mengerti adalah bahwa ia tetap diberikan poin ketika apa yang dia ucapkan sama sekali tidak memiliki niat menyerang.
Setelah beberapa saat mendengarkan keluhan Logan, sistem akhirnya menjawab kebingungannya.
[Ding!! Memberikan penjelasan singkat.]
[Misi "menyakiti istri dan semua orang yang berhubungan darah dengannya" memiliki makna yang luas.]
[Ketika Tuan Rumah melakukan suatu tindakan yang mengguncang mental target, dalam hal ini seperti menimbulkan perasaan takut, panik, was-was, gusar, cemas, gelisah, kesal, marah, dendam dan sebagainya, maka hal itu akan dianggap sebagai bagian dari "menyakiti". Dan berkat itu, maka Tuan Rumah berhak dihadiahi poin tergantung pada seberapa besar hal itu berpengaruh pada mental target.]
[Sederhananya, apa pun tindakan Tuan Rumah yang melukai, menyentuh atau meninggalkan bekas baik di fisik maupun di hati, maka Tuan Rumah dianggap sukses dalam hal "menyakiti" target.]
[Apakah penjelasan ini sudah membantu?]
Ketika sistem memberitahunya secara detail soal spesifikasi dari misi sampingan yang ditugaskan padanya, Logan akhirnya mengerti soal bagaimana cara sistem dalam melakukan penilaian.
"Oh, ternyata seperti itu. Jadi maksudmu, aku dianggap telah memberikan siksaan batin kepada mereka?"
[Ding!! Singkatnya seperti itu.]
"Hahaha, ini menarik!"
Logan yang baru saja mendapatkan pencerahan soal bagaimana misi sampingannya bekerja, merasa antusias dan tidak sabar untuk memanen poin lainnya dari istinya lagi.
Tapi rasa antusiasme Logan itu langsung menguap ke udara ketika ia menyadari sesuatu.
"Sayangnya, istriku jarang pulang."
"Andai saja jika dia berada di rumah setiap hari, maka aku bisa menjadikannya sebagai sapi perah dan memanen poin sebanyak yang kumau darinya."
"Tetapi, berdebat setiap hari dengannya juga tidak baik untuk kesehatan mental anakku. Aku tidak ingin menghancurkan dirinya hanya demi egoku sendiri."
Menghadapi kenyataan bahwa sulit baginya untuk bisa terus memanen poin dari istrinya, Logan pun mencoba memikirkan cara lain di mana ia bisa menghasilkan poin.
Tapi, tidak peduli seberapa banyak Logan berpikir, ia tidak bisa menemukan cara lain.
Satu-satunya alternatif yang bisa dia gunakan adalah dengan menggunakan putrinya sendiri.
Namun, Logan yang masih memiliki nurani di hatinya, merasa enggan untuk menyiksa batin putri kecilnya itu demi keuntungannya sendiri.
Bepikir bahwa tidak ada gunanya memikirkan soal itu sekarang, Logan pun mengalihkan fokus kepada sistem miliknya.
"Sistem, tukarkan poin milikku dengan Pil Medis yang ada di Toko."
[Ding!! Transaksi pembelian Pil Medis untuk 25.000 poin telah berhasil.]
[Poin yang tersisa saat ini : 10.000 poin.]
[Saat ini, harga yang ditawarkan telah dinaikkan sebanyak dua kali lipat menjadi 50.000 poin.]
[Item telah dipindahkan ke dalam saku celana Tuan Rumah.]
[Silakan diperiksa.]
"Kuh!"
Logan merasakan sakit ketika melihat harga dari pil tersebut telah naik dua kali lipat menjadi 50.000 poin.
Tidak peduli seberapa tajam mulut Logan dalam berdebat, mengumpulkan 50.000 poin jelas bukanlah hal mudah. Bahkan Logan sendiri merasa beruntung karena dia bisa menebus pil tersebut dengan modal berdebat sekali dengan istrinya.
Mengeluarkan pil dari sakunya, Logan merasa tentram saat mencium aroma pil yang sangat menyegarkan tubuhnya itu.
"Yah, terserahlah. Lagi pula, tidak mungkin aku akan lumpuh dua kali, bukan?"
Berkata begitu, Logan memasukkan pilnya ke dalam mulutnya dan menelannya.
Tak butuh waktu lama, efek dari pilnya langsung terasa.
/Bye-Bye//Cleaver/