NovelToon NovelToon
You Are My Destiny

You Are My Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / One Night Stand / Single Mom / Hamil di luar nikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Lari Saat Hamil
Popularitas:33.2k
Nilai: 5
Nama Author: xavieraa

Mereka pernah bersama pada masanya. Namun, kesalahpahaman membawa mereka untuk mengakhiri hubungan itu begitu saja.

Sampai beberapa tahun kemudian Gavin masih memiliki rasa yang sama pada Karina. Akan tetapi, seorang anak kecil membuat Gavin berpikir jika orang yang selalu ia harapkan jadi miliknya itu sudah menikah. Pada akhirnya Gavin harus menerima kenyataan yang tak pernah ia sangka sebelumnya. Akankan Gavin memperjuangkan cintanya pada Karina? Bagaimanakah takdir mempersatukan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xavieraa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Akan Ada Untukmu

Toni pun juga sudah prepare untuk menjemput Gavin di bandara. Mungkin Gavin akan sampai pada dini hari waktu Indonesia.

Benar saja, pukul 3 dini hari Gavin sudah landing di Soetta International Airport. Toni yang sudah menunggu disana segera mencari Gavin.

Gavin berhenti di cafe dalam bandara itu untuk membeli kopi dan roti untuk ia makan. Ia pun juga membelikan Toni pula.

"Pak, maaf jika sudah menunggu saya sebelumnya," ucap Toni yang menunggu Gavin di luar cafe.

"Tidak, aku baru saja datang dan membelikan ini untukmu," Gavin memberikan segelas kopi dan roti yang ia beli tadi ke Toni.

"Terimakasih," Toni pun menerima pemberian dari Gavin.

Gavin dan Toni pun duduk di kursi dekat cafe itu sembari meminum kopi. "Maaf, Ton jika aku terus merepotkan mu," tiba-tiba Gavin membuka suara.

Toni pun menaruh gelas yang baru saja ia minum tadi. "Tidak masalah, ini sudah tugas saya untuk selalu ada untuk anda," ujarnya.

Meskipun hubungan mereka hanya seorang bos dan karyawan, Namun, Gavin sudah menganggap Toni sebagai keluarganya sendiri. Toni yang datang dari desa untuk bekerja dan menghidupi ibu serta kedua adiknya. Toni pun gigih berjuang demi keluarganya sampai dirinya dipertemukan oleh Gavin. Gavin sudah mempercayai pria bernama Antoni ini sebagai asisten pribadi dirinya dan keluarga Sandika.

Selesai menghabiskan secangkir kopi dan sepotong roti Gavin pun mengajak Toni untuk segera meninggalkan bandara dan menuju rumah sakit.

"Nggak pulang dulu, bos?" Tanya Toni pada Gavin yang meminta untuk segera pergi ke rumah sakit. Padahal Gavin baru saja sampai dan barang-barangnya pun masih ia bawa.

"Ke rumah sakit aja, dari kemarin aku mikirin mereka berdua gimana keadaannya," jelas Gavin.

Baru kali ini Toni melihat bos nya bisa se care itu pada orang lain, memang Shaka adalah putranya sendiri jadi Gavin pasti akan melakukan apapun untuk anaknya. Akan tetapi semenjak hubungan Gavin dan Karina selesai bahkan Gavin seperti menutup akses untuk semua orang baru yang ingin mendekatinya dan cenderung lebih tertutup. Kini hati yang dulunya keras seperti melunak lagi semenjak kehadiran Shaka dan Karina.

Toni pun melajukan mobilnya untuk menuju ke RS Bunda Mulia. Di dalam mobil, Toni bisa melihat sayup-sayup Gavin memejamkan matanya.

'Kasihan sekali.' Gumam Toni sendiri.

Akhirnya, mereka pun sampai di rumah sakit dimana Shaka sedang di rawat. "Aduh, ternyata tidur si pak bos. Bangunin nggak ya?" Toni pun nampak bingung kala melihat Gavin menyatukan dua tangannya membelakangi dirinya yang ternyata pria itu sudah tertidur.

Memang, jam masih menunjukkan pukul 4 pagi kurang. Tak tega rasanya Toni untuk membangunkan Gavin yang mulai mendengkur halus, tapi ia juga tak mau disalahkan jika dirinya tak membangunkan Gavin.

"Aduh, serba salah kan gue nanti," Toni pun menepuk jidatnya sendiri.

"Bangunin nggak, bangunin nggak, bangunin nggak..." Toni seperti seorang dukun yang sedang membaca mantra.

"Bos, kita udah sampai di rumah sakit," dengan berani Toni menepuk pelan lengan Gavin. Pria itu perlahan merespon ucapannya.

"Ah, aku ketiduran ya?" ujar Gavin tiba-tiba seraya mengusap pelan matanya.

"Hehe iya bos," ucap Toni kikuk.

Gavin pun segera turun dan menuju ke ruangan Shaka. Gavin memerintah Toni untuk pulang, sebab Gavin belum mengetahui kapan dirinya akan pulang.

Setelah mendapat informasi dimana Shaka dirawat, Gavin segera menuju ke ruangan VIP anak.

Ia pun membuka pelan handle pintu, takut akan seseorang yang di dalam sana terkejut. Saat Gavin masuk, terlihat Karina sedang tidur di sebuah sofa besar yang tersedia di ruangan itu dengan badannya ditutupi selimut.

Gavin pun meletakkan dua paperbag berisi oleh-oleh serta baju dan mainan untuk Shaka di nakas. Saat perjalanan tadi Gavin sempat membeli buket bunga, untungnya ada toko 24 jam yang buka. Gavin akan memberikan buket itu ke Karina.

"Shaka harus cepat sembuh, Daddy disini ada untuk kamu," Gavin pun duduk di dekat ranjang Shaka tidur.

Ia bisa melihat wajah anak kecil itu seperti menampakkan raut wajah sedih. Gavin pun membelai puncak rambut warna hitam kecoklatan putranya lalu mendaratkan ciuman di pipinya.

Ia pun duduk didekat ranjang, sembari memandangi anak kecil yang tangannya masih terpasang selang infus. Gavin pun melihat Karina yang tertidur pulas di sofa dengan rasa sedih.

Gavin pun meletakkan kepalanya di ranjang Shaka, dirinya pun ikut tertidur pula disana.

Menjelang pagi kala matahari sudah terbit, Karina bangun dan betapa terkejut dirinya melihat seorang pria yang tertidur di dekat Shaka dengan posisi duduk.

"Hah? Gavin udah ada disini?" Ucapnya sendiri masih tak percaya. Tak tahu kapan pria itu datang dan kini tiba-tiba sudah ada di Indonesia. Berarti benar apa yang pria itu ucapkan kemarin dalam chat bahwa ia akan sampai di Indonesia hari ini.

Karina pun tak berani membangunkan 2 orang yang masih terlelap dalam mimpinya. Karina memutuskan keluar untuk membeli makan di restoran rumah sakit untuk dirinya dan Gavin.

Setelah mendapatkan sarapan yang ia mau Karina segera kembali ke ruangan Shaka. Khawatir manusia yang berada disana mencari dirinya.

"Dari mana, Rin?" Gavin yang sudah bangun menatap penasaran kedatangan Karina yang baru saja masuk membawa sebuah kantong berisi makanan.

"Ini beli sarapan buat kamu," Karina menaruhnya di meja nakas.

"Buat siapa?" Karina menunjuk sebuah bunga di meja yang didekatnya ada 2 buah paperbag.

"Buat kamu. Itu di dalam paperbag ada oleh-oleh juga mainan dan baju untuk Shaka," tutur Gavin. Karina pun duduk di sofa tempatnya tidur tadi.

"Kapan kamu kesini? Kenapa nggak bangunin aku?" Tanya Karina pada Gavin. Gavin yang kembali duduk dan menatap Shaka seketika memutar badannya menghadap ke Karina.

"Tadi pagi, dari bandara aku langsung kesini," jelasnya.

"Pulang dulu aja nggak papa, kamu pasti juga capek. Biar Shaka disini sama aku, bentar lagi Sasha pasti juga kesini," Karina menyuruh Gavin untuk pulang. Karina melihat penampilan pria itu yang sudah acak-acakan tak karuan. Namun, meskipun sejelek apapun seorang Gavin Alfarrel Sandika tetaplah tampan jika dilihat dari sisi manapun.

"Nggak, aku disini aja nemenin Shaka." Pria itu berlalu meninggalkan Karina ke kamar mandi untuk mencuci muka.

Merasa tidak enak kala kemarin ia mengatakan sejujurnya pada Gavin karena Shaka sakit. Membuat pria itu sekarang sudah berada di Indonesia padahal kemarin masih di Australia. Padahal niat Karina hanya memberitahu saja dan tak menyuruh pria itu untuk kembali ke Indonesia secepatnya.

"Ayo kita sarapan," ucap Gavin tiba-tiba yang sudah keluar dari kamar mandi dengan rambut dan wajahnya yang masih basah.

Karina pun menatap pria yang kini sedang menghampirinya. Tampan. Mungkin itu yang bisa Karina ucapkan hanya dalam hatinya sendiri.

Gavin pun mengambil makanan yang Karina beli tadi dan menuangnya ke piring. Lalu, ia membawa makanan itu ke sofa tempat Karina duduk.

"Makanlah," Gavin memberikan sepiring satu lagi untuk Karina.

'Kenapa dia malah duduk disini.' Batin Karina dengan sedikit malu, ia pikir Gavin akan pergi setelah memberikan makanan pada dirinya. Nyatanya pria itu justru duduk dan melahap makanannya.

"Mommy..." rengek anak kecil yang baru saja terbangun. Reflek Karina segera bangkit dan menaruh piring makanannya.

"Anak pintar mommy sudah bangun, ya," Karina memberikan segelas air putih ke Shaka lalu Shaka menghabiskan minum itu hingga tandas.

"Mommy itu siapa?" Shaka mengerjapkan matanya kala ia belum melihat jelas siapa pria yang tengah makan duduk di sofa itu.

Gavin pun segera bangkit dan berjalan ke arah Shaka. "Halo! Ini siapa sih emang?" Gavin menunjuk dirinya sendiri.

"Daddy ku!" Teriak anak itu dengan gembira. Gavin pun segera memeluk Shaka.

"Daddy udah pulang ya dari Australia?" Tanya anak kecil polos itu.

Gavin pun mengangguk. "Iya, daddy sudah pulang. Daddy khawatir kamu sakit," pria itu menatap Shaka yang masih berada dalam pelukannya.

"Shaka pikir Daddy akan pulang nanti setelah 2 Minggu seperti yang Daddy bilang."

Gavin menarik nafasnya dalam. "Mana mungkin Daddy akan bersenang-senang disana sedangkan kamu disini sakit," Gavin menatap nanar mata yang sudah seperti berkaca-kaca.

Gavin pun menarik Shaka lagi dalam pelukannya. "Jangan khawatir, Daddy akan selalu ada untuk kamu," jelas pria itu.

Shaka pun semakin mengeratkan pelukannya pada Gavin. Karina yang berada disana hanya melihat dua laki-laki itu dengan manis. Begitu lucu dan menggemaskan anak dan bapak itu.

Sudah nampak bahagia Shaka saat Gavin sudah berada disana. Waktu demam kemarin Shaka mengigau memanggil-manggil nama Gavin.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
notperfecthuman
next
Surtinah Tina
sama Tio aja itu sasha siapa tau cocok
Surtinah Tina: eh iya salah kak...Toni kok tio
total 2 replies
Surtinah Tina
Karuna hamil....Gavin yg ngidam
Surtinah Tina
bagus
Surtinah Tina
Buruk
notperfecthuman
kerenn/Smile//Smile/
notperfecthuman
meski karya pertama udh cukup bagus, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi. semangatt!
Isabel Hernandez
Jempolan!
Arisu75
Aku senang sekali ketika membaca cerita ini, semua masalah di kehidupan sehari-hari terasa jauh seketika.
xavieraa: thank u so much!
total 1 replies
xavieraa
rekomendasi buat cerita santai, konflik nya ga berat kok. jangan lupa dukungannya yaa. thank uu!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!