Hai aku Aram, pekerja kantoran bergaji standar UMR di pinggiran ibukota. Wanita umur 30-an yang sudah dikejar deadline “kapan menikah?” dari orangtuanya.
Orang yang hanya melihat kehidupan romasa orang lain dari balik kursi penonton. Ketika sudah siap menyambut kematian, aku malah diberi kesempatan kedua menjadi Arabella, calon putri mahkota di novel yang kubaca dulu. Klise!
Tentu saja, Arabella adalah antagonis! Double klise!
Mau mengubah takdir? Ngga dulu deh…
Lagipula, aku sudah terjebak dengan skenario takdir yang mendukung peranku jadi antagonis. Jadi, Mmari kita serius menjalani peran antagonis dan mengakhirnya dengan tragis seperti yang sudah ditentukan dalam cerita!
Hip Hip Hore untuk jadi jahat!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ESOK., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ibukota Zirconia
Saat melangkah ke luar perpustakaan, aku melihat Thierry sudah berjalan ke arahku. Wajahnya yang tampak lelah itu sekilas tersenyum kecil melihat aku mendekat.
Aku menyapa Thierry dengan sapaan formal, menunduk sambil menekukkan kaki. “Apakah putra mahkota memiliki tugas khusus di Istana Beryl? Sudah empat hari berturut-turut saya melihat Tuan berkunjung setiap siang.” Aku menyindir Thierry, yang meskipun hanyalah candaan yang kami buat selama beberapa hari terakhir.
“Mengawasi menu makan siang calon putri mahkota juga merupakan tugas sulit.” Thierry membalas dengan mengecup halus pipiku dan mengajak masuk ke ruang makan.
“Setelah makan siang, kamu ikut keretaku saja ke Istana Sapphire. Kita bisa melewati alun-alun kota kerajaan untuk melihat persiapan festival bunga.”
Ah iya, lusa nanti sudah mulai festival bunga kerajaan. Festival yang paling ditunggu-tunggu oleh rakyat Kerajaan Diamant saat musim semi tiba.
Sama seperti bunga yang mulai bermekaran, benih-benih romansa antara Thierry dan Chiara juga seharusnya terjadi di festival ini. Dalam cerita aslinya, Thierry akan memegang tangan Chiara untuk pertama kalinya dan menyadari rasa penasarannya berkembang menjadi benih cinta.
Meskipun perkembangan hubungan mereka terhenti selama seminggu, sepertinya adegan itu akan tetap terjadi sesuai waktunya.
Aku mengangguk menerima saran Thierry, lalu berjinjit untuk membisikkan sesuatu ke telinga Thierry. “Malam nanti, biar aku yang menentukan acara kita.”
Lagi-lagi Thierry merespon dengan tawa kecilnya
Setelah makan dan berjalan-jalan sebentar, Thierry mengajakku langsung pergi dengan keretanya. Kereta yang Thierry gunakan kali itu bukanlah kereta kerajaan seperti biasanya.
Kami berkeliling di sepanjang alun-alun ibukota kerajaan, Zirconia. Sebagian besar jalanannya sudah berhiaskan bunga beragam jenis. Berbagai stand makanan dan perlengkapan musim semi juga sudah didirikan.
Nantinya, festival ini akan diadakan kurang lebih tiga hari dari pagi sampai tengah malam. Aku ingin ikut menikmati, namun, entah kenapa sepertinya aku tidak boleh melakukannya.
Sebagai pemuas diri sepanjang jalan aku sibuk memandangi dengan kagum persiapan festival, sementara Thierry sibuk menuliskan sesuatu di catatannya.
Setelah itu kami berhenti di Istana Aquamarine. Bangunannya lebih sederhana dibandingkan Istana Beryl tempat aku tinggal. Saat masuk ke dalam, para bangsawan yang tidak menduga kedatangan Thierry dengan takut-takut berbaris di depannya.
Wajah Thierry yang rancangan pabriknya sudah berekspresi dingin itu terlihat lebih kaku dibandingkan biasanya. Aku mencari tempat duduk dipojokan untuk sekedar memperhatikan.
Meski bukan hal yang baru bagi Arabella, ini adalah pertama kalinya aku akan melihat Thierry bekerja.
“Ini bukan kali pertama kalian mengurus festival bunga di kerajaan kita. Tapi, sebagian dari kalian sepertinya berharap ini jadi kepengurusan yang terakhir.” Thierry membuka pembicaraan dengan ancaman.
“Kuberi batas waktu sampai besok.” Dia memberikan lembaran catatan yang dia tulis sepanjang jalan tadi pada salah satu orang di depannya dan beranjak pergi.
Aku menyusul Thierry kembali ke kereta sembari teringat sesuatu.
“Oh iya, bagaimana dengan dokter berambut aneh yang kubilang beberapa hari lalu?” Tiba-tiba saja aku teringat dokter yang membiarkan Arabella tertidur selama dua hari.
“Sudah kuberhentikan seperti permintaanmu. Surat praktiknya di ibukota juga sudah kutarik. Sekarang dia hanya bisa bekerja di wilayah dekat Lembah Kematian.” Thierry menjawab dengan santai.
“Baguslah, dia hanya akan berurusan dengan prajurit yang setengah sekarat, asap beracun dan monster yang muncul tiba-tiba.” Jawabku, juga, dengan santai