NovelToon NovelToon
SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:285
Nilai: 5
Nama Author: YANDRI HS

Di dunia di mana para penyihir saling pamer ledakan dan mantra panjang, Kaelen Vance mantan pakar cybersecurity yang bereinkarnasi menjadi putra bangsawan miskin memilih menjadi anomali yang tak terlihat. Melihat sihir kuno tak lebih dari sistem jaringan yang penuh celah keamanan, Kael dengan sengaja memasukkan "kode rusak" pada ujian masuk Akademi Sihir. Tujuannya satu: dibuang ke Kelas F, sebuah gedung tua dengan sistem keamanan magis kedaluwarsa yang menjadi titik buta sempurna untuk meretas arsip kerajaan.
Publik mencapnya sebagai "Sampah Akademi". Mereka tidak tahu bahwa Kael tidak butuh merapal mantra; ia menyimpan struktur sihir di otaknya secara permanen layaknya NVRAM, dan menggunakan cincinnya sebagai router untuk meretas dan membelokkan serangan musuh di udara. Kael tidak butuh validasi atau menjadi pahlawan—ia menghancurkan musuhnya secara diam-diam dari balik layar.
Namun,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YANDRI HS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 30: Synchronization

Langkah kaki Kaelen Vance dan Elara Vane yang didampingi oleh Kapten Valen menggema mantap di sepanjang jalan setapak berbatu yang menanjak curam menuju tebing utara Pelabuhan Portus. Kabut tipis kebiruan yang sejak tadi menyelimuti pesisir pantai perlahan-lahan tersibak, digantikan oleh tiupan angin laut yang kencang namun menyegarkan. Di belakang mereka, beberapa prajurit Portus yang sebelumnya sempat lumpuh akibat pulsa elektromagnetik cincin perak Kael kini telah pulih sepenuhnya, berjalan dalam jarak aman dengan ekspresi wajah yang dipenuhi oleh perpaduan antara rasa gentar, kebingungan, dan rasa ingin tahu yang mendalam. Mereka tidak lagi mengangkat senjata atau menunjukkan sikap permusuhan; wibawa mutlak dan efisiensi teknologi yang ditunjukkan Kael di dermaga telah meruntuhkan arogansi faksi militer lokal dalam sekejap.

Elara berjalan di sisi kiri Kael, matanya sesekali melirik ke arah tebing-tebing karang terjal yang dihiasi oleh sisa-sisa reruntuhan arsitektur kuno. "Reaksi mereka berubah dengan cepat setelah kau melumpuhkan pasukan garda depan tanpa pertumpahan darah," bisik Elara pelan, memastikan suaranya tidak terdengar oleh Kapten Valen yang memimpin di depan. "Ketakutan adalah cara tercepat untuk memaksa sebuah sistem membuka aksesnya."

"Ketakutan bukanlah solusi yang berkelanjutan," jawab Kael datar, matanya menatap lurus ke puncak tebing tempat menara suar purba berdiri menjulang. "Ketakutan hanya memicu respons defensif sementara. Apa yang kita lakukan bukanlah menanamkan rasa takut, melainkan memaksa sistem mereka menerima kenyataan bahwa metode lama mereka sudah usang dan tidak efisien."

Kapten Valen yang berjalan di depan menghentikan langkahnya sejenak, menoleh ke belakang dengan napas sedikit terengah-engah karena jalur pendakian yang curam. Ia menatap Kael dengan sorot mata yang masih menyimpan sisa-sisa keterkejutan. "Kami... kami sudah hampir tiba di puncak, Tuan Administrator," ujar Valen, menggunakan sebutan baru yang ia pilih sendiri untuk merujuk pada Kael. "Menara suar itu telah mati selama dua ratus tahun. Sejak jembatan magis runtuh dan memutus hubungan kami dengan daratan utama di seberang lautan, tidak ada satu pun orang di Kepulauan Meridian yang mampu menghidupkan kembali inti kristal di dalam menara tersebut. Para tetua suku mengira menara itu dikutuk oleh para dewa."

"Dewa tidak ada hubungannya dengan infrastruktur yang rusak," balas Kael dingin. "Yang terjadi dua ratus tahun lalu bukanlah kutukan, melainkan kegagalan total pada sistem transmisi jarak jauh akibat runtuhnya node pusat di daratan utama. Ketika node pusat itu padam, seluruh menara relai di kepulauan ini kehilangan sinkronisasi dan mengalami *shutdown* massal."

Valen mengangguk meskipun ia tidak sepenuhnya memahami istilah-istilah teknis yang diucapkan oleh pemuda di hadapannya itu. Ia hanya tahu satu hal: sejak dua hari lalu, ketika menara suar tersebut mendadak berpendar memancarkan cahaya biru yang aneh, seluruh suasana di Portus mendadak berubah.

Beberapa menit kemudian, ketiganya akhirnya tiba di dataran puncak tebing utara. Di hadapan mereka, berdiri megah sebuah menara batu berbentuk silinder setinggi tiga puluh meter yang dikelilingi oleh pilar-pilar runtuh. Di puncak menara tersebut, sebuah bola kristal besar berukuran sebesar roda pedati tampak berdenyut pelan, memancarkan pendaran cahaya biru lemah yang berkedip-kedip tidak beraturan, berjuang keras untuk menangkap sinyal dari jaringan global yang dikelola oleh Kael.

Kael melangkah maju melewati gerbang batu menara yang terbuka lebar. Bagian dalam menara itu dipenuhi oleh sarang laba-laba, debu tebal, dan tumpukan kabel magis purba yang sudah mengeras dan terkelupas di sana-sini. Bau ozon tua dan kelembapan menyengat hidung, menandakan bahwa ruangan tersebut telah ditinggalkan dalam jangka waktu yang sangat lama.

"Inilah pusat transmisi wilayah Meridian," kata Kael datar, mengamati kondisi perangkat keras kuno tersebut dengan pandangan analitis yang tajam. "Secara struktural, komponen utamanya masih utuh. Inti kristal penerima belum mengalami retak termal. Hanya saja, tumpukan file sampah, korupsi data masa lalu, dan ketiadaan token autentikasi membuat sistem ini terjebak dalam *infinite loop* saat mencoba melakukan *reboot*."

Elara ikut masuk ke dalam menara, mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan yang dipenuhi ukiran rune kuno. "Lantas, apa yang harus kita lakukan sekarang, Kael? Apakah kita harus mengganti seluruh kabel tembaga magis ini dengan yang baru?"

"Mengganti kabel fisik adalah pemborosan sumber daya yang tidak efisien," jawab Kael tegas. Ia melangkah lurus menuju altar batu di tengah ruangan, tempat di mana konsol kristal utama menanti. "Kita hanya perlu melakukan *re-flashing* firmware dan menyuntikkan protokol sinkronisasi global langsung ke dalam inti memori menara ini."

Kael mengangkat tangan kanannya, memposisikan cincin perak di jari telunjuknya tepat di atas permukaan altar kristal yang dingin. Ia menutup matanya sejenak, memusatkan kesadarannya untuk menghubungkan jaringan lokal Kepulauan Meridian langsung ke server pusat yang berada di Akademi Sihir Aethelgard ribuan mil jauhnya.

*Establishing remote bridge...*

*Target: Meridian Relay Tower (Node M-01).*

*Injecting global synchronization script...*

*BZZZZT!*

Seketika Kael menempelkan cincin peraknya ke altar, bola kristal raksasa di puncak menara mendadak memancarkan pendaran cahaya biru yang sangat menyilaukan. Suara dengungan frekuensi tinggi bergema keras ke seluruh penjuru tebing utara, mengejutkan Kapten Valen dan para prajurit yang menunggu di luar menara. Mereka terhuyung mundur beberapa langkah, menutup mata mereka dengan tangan karena silau oleh cahaya biru yang tiba-tiba membungkus seluruh bangunan menara.

Di dalam menara, debu-debu tebal berterbangan liar tersapu oleh gelombang energi magnetik yang bersih. Kabel-kabel magis purba yang tadinya kaku dan mati mendadak bercahaya terang, mengalirkan arus data biru yang deras dari altar utama menuju ke puncak menara.

*Purging legacy errors...*

*Updating routing tables...*

*Synchronization in progress... 50%... 75%... 100%.*

*CHING!*

Sebuah suara dentingan nyaring bagaikan petir bergema menembus langit. Bola kristal di puncak menara melepaskan pendaran cahaya biru berbentuk gelombang lingkaran yang melesat cepat ke segala arah, menembus cakrawala, dan merentangkan jaringannya ke seluruh pulau-pulau lain di Kepulauan Meridian secara serentak.

Jauh di pulau-pulau tetangga yang selama ini terisolasi dalam kegelapan dan konflik faksi, menara-menara suar lain yang tadinya mati mendadak menyala terang secara bersamaan, memancarkan cahaya kedamaian yang menyapu bersih kabut gelap di atas lautan.

Kael perlahan membuka matanya, menarik tangannya kembali dari altar batu. Layar proyeksi digital tiga dimensi yang melayang di udara di hadapannya kini menampilkan status global dengan ikon hijau penuh di setiap sektor Kepulauan Meridian.

*Synchronization successful.*

*Meridian Archipelago fully integrated into global network.*

*Latency: 14ms.*

Kapten Valen perlahan melangkah masuk kembali ke dalam menara dengan napas tertahan. Ia mendongak menatap bola kristal di puncak menara yang kini menyala terang, stabil, dan memancarkan kehangatan energi yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

"Menara itu... menara itu hidup kembali," bisik Valen dengan suara bergetar, air mata kebahagiaan nyaris menetes di sudut matanya. "Cahayanya tidak pernah secerah ini bahkan dalam catatan sejarah leluhur kami. Seluruh pulau... seluruh pulau terhubung kembali."

"Mereka bukan hanya terhubung," koreksi Kael dingin, membalikkan badan menghadap Valen. "Mereka kini terintegrasi ke dalam sistem jaringan global yang paling efisien. Tidak ada lagi isolasi, tidak ada lagi kekurangan sumber daya, dan tidak ada lagi konflik faksi yang disebabkan oleh buta informasi."

Elara Vane menghembuskan napas lega, tersenyum kecil melihat keberhasilan proses sinkronisasi lintas benua tersebut. "Kita berhasil menyelesaikan *Packet Delivery* dan sinkronisasi wilayah Meridian tanpa ada hambatan berarti. Seluruh kepulauan ini sekarang berada di dalam genggaman sistem kita."

Kael mengangguk pelan. Ia mengangkat tangan kanannya, memantau grafik kestabilan node baru pada cincin peraknya. "Satu wilayah tambahan telah diamankan. Namun, ekspansi global tidak berhenti di sini. Kepulauan Meridian adalah pintu gerbang menuju daratan yang lebih besar di sebelah timur."

Valen menatap Kael dengan rasa hormat dan kekaguman yang mutlak. Pria paruh baya itu berlutut dengan satu kaki di hadapan sang arsitek jaringan, menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Atas nama seluruh rakyat Portus dan Kepulauan Meridian, kami menyatakan sumpah setia kepada sistem yang kau bawa, Administrator. Katakan apa yang harus kami lakukan selanjutnya."

"Kalian tidak perlu bersumpah setia," jawab Kael datar, menatap Valen tanpa ekspresi emosional. "Kalian hanya perlu memastikan bahwa node lokal di wilayah ini dikelola dengan tingkat efisiensi yang sama tingginya. Jaga infrastruktur ini tetap bersih dari korupsi dan inefisiensi."

Kael berbalik melangkah keluar menuruni tangga menara, diikuti oleh Elara. Di luar menara, matahari pagi telah sepenuhnya naik ke langit, menyinari Kepulauan Meridian yang kini tersenyum di bawah naungan jaringan global yang damai, stabil, dan terhubung tanpa batas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!