NovelToon NovelToon
Saham Tak Ternilai Tuan Kenzio

Saham Tak Ternilai Tuan Kenzio

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Single Mom / Anak Genius / Percintaan Konglomerat / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:63.2k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Nilam Sari

Melodi tidak menyangka terekspos nya sang anak membuat masa lalunya juga ikut kembali. Demi menyelamatkan karir dan putrinya, melodi menawarkan pernikahan pada Kenzio sang masa lalunya.

Cinta yang memudar karena ego akankah kembali seperti keinginan sang putri untuk keluarga yang harmonis?

Ikuti usaha Kenzio yang dibantu sang anak untuk meluluhkan hati sang Istri dengan tingkah manis dan romantis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Liburan Mendebarkan

Tampaknya hari libur yang dinanti oleh Melodi hanya angan belaka. Karena nyatanya dia mendapatkan panggilan ke studio untuk melakukan reality show sebagai bintang tamu.

"Kenapa tidak bilang dari sebelumnya? Aku kan sudah bilang aku tidak bisa dihari libur. " jelas melodi dengan nada yang cukup tinggi dan tegas.

"Maaf Mel, tapi jadwalnya dipercepat. Mereka meminta sekarang, lagipula ini juga mengurangi jadwal mu yang padat di Minggu besok." Jelas sosok di sebrang telfon itu yang membuat Melodi menghela napasnya.

"Hanya dua jam kan?" Tanya Melodi.

"Iya, hanya dua jam. Aku sudah mengatakan pada mereka dengan jelas."

"Baiklah, tapi untuk berikutnya aku tidak mau ini terjadi lagi. Tolong...."

"Iya, aku juga minta maaf."

Dengan setengah hati Melodi bersiap. Dia sejenak melihat cinta yang tengah bermain bersama Kenzio di taman rumah nya.

"Hanya dua jam. Its ok!" Melodi menyemangati diri nya sendiri dana akan memberikan pengertian pada putrinya.

"Kau mau kemana?" 

"Astaga!" Pertanyaan itu membuat jantung Melodi ingin meloncat.

Kenzio berada di belakangnya ketika dirinya tengah merias wajah nya. "Kau seperti hantu."

"Mau kemana Mel?"

"Aku ada jadwal dadakan. Aku pergi dua jam saja."

"Pemotretan?" Tebak Kenzio.

"Tidak, jadi bintang tamu di salah satu acara." 

"Cinta dimana?" Tanya Melodi.

"Di taman."

"Aku akan bersiap. Kau temani dia ya, aku akan segera kembali." Melodi menuju ruang ganti dengan tergesa-gesa dan meninggalkan Kenzio yang masih terpaku disana.

🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟

"Ayo!" Melodi yang ingin berangkat jadi terdiam melihat Kenzio yang sudah berada di mobil dengan wajah tampannya.

"Ken...."

"Aku antar atau tidak sama sekali!" Ancam Kenzio membuat Melodi melongo.

"Apa-apaan ini, lalu cinta....."

"Dia bersama bibi. Masuk atau batal?" Manik Kenzio menjadi tajam yang seolah menghunus Melodi.

Dengan kesal, Melodi masuk sambil menghentakkan kakinya. "Make up mu bisa menumpuk di satu sisi jika terus begitu." Ujar Zio memulai pembicaraan.

"Aku tidak memakai makeup banyak, hanya pelembab."

"Sungguh, tapi aku melihat ada dompolan di ...." belum selesai Kenzio bicara, Melodi mengambil cermin yang ia bawa dan memeriksa wajahnya.

"Mana? Tidak ada? Kau...." Melodi tau dirinya dikerjai dan ketika ingin mengeluarkan argumennya. Tapi, tampaknya kata-kata Melodi tidak jadi keluar ketika maniknya bertemu dengan jelas manik Kenzio.

"Ternyata hanya keringat kecil. Kau merasa panas? AC nya kurang besar?" Dengan santainya Kenzio menelisik wajah istrinya yang mulus dan berkilau. Sungguh tidak ada  pori-pori disana seperti teman spongeb0b.

"Apa yang akan mereka katakan nanti. Penyanyi Melodi kepanasan di mobilnya? Ini bisa jadi pemberitaan baru bukan?" Ucap Kenzio dengan terkekeh. Dia mengambil tisu di dashboard mobil dan menghapus butiran keringat Melodi.

Mungkin karena sudah lama tidak ada kontak sentuhan, Melodi memejamkan matanya meskipun tidak banyak dirinya merasakan tangan Kenzio yang menyapu wajahnya. "Kau bisa tertidur jika begitu, kita hampir sampai." Melodi membuka matanya dan merutuki tanggapan tubuhnya.

'Sh*11ttt!'

"Kita sampai." Bangunan dengan lantai yang cukup banyak itu menyambut keduanya yang masih berada di dalam mobil. Melodi tanpa mengatakan apapun segera keluar karena jantungnya tidak aman. 

"Aku tunggu disini." Kata biasa yang pastinya terlontarkan ketika berada di situasi yang sama, tapi tampaknya Melodi memberikan reaksi yang lain karena Kenzio menambahkan senyuman maut di wajahnya yang memiliki kadar ketampanan tinggi itu.

"Terserah!" Ketika pintu tertutup, Kenzio tersenyum lebar sambil memegangi dadanya.

"Aku tau Melodi, dia berdebar. Aku juga, sangat...." 

Ketika Kenzio merapikan posisi mobilnya di tempat parkir, sebuah panggilan menyapa dirinya.

Bersambung.......

Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

1
Alif
aq masih penasaran siapa yg memandang cinta dg tajam di balik pagar
Alif
umurnya cpt btul hbis 23 langsung naik ke 26 tanpa konfirmasi
Erni Nofiyanti
hamil dah
Erni Nofiyanti
ko Nelson bukan melodi
Alif: authornya lg khilaf sis
total 1 replies
Virgo Girl
Awal. yg menarik💗
Tinta Emas: terimakasih kakak
total 1 replies
Wiwin Winarti
Luar biasa
Tinta Emas: terima kasih kak
total 1 replies
Hilmiya Kasinji
lanjut kak...semangat berkarya
Tinta Emas: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Sativa Kyu
👍👍👍
Sativa Kyu: semangat Kak.💪
total 2 replies
Krystal Zu
mampirr
Asih Merta
sangat bagus/Smile/
Tinta Emas: terimakasih banyak kak
total 1 replies
Asih Merta
lanjut kaka
Ully Wana
sering up ya thor🥰💪💪
Tinta Emas: baik kak, terimakasih banyak
total 1 replies
Ully Wana
suka ceritanya kak, sering up ya thor...
Tinta Emas: ngga tau juga, tiba-tiba dapat notifikasi
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!